Breaking News
Home / Testimonials

Testimonials

[REMIX] [php] include(TEMPLATEPATH.”/includes/breadcrumb.php”);[/php]

[php] the_title(); [/php]

Kami akan senang sekali jika Anda dapat memberikan komentar dan testimonial mengenai Sekolah Orangtua. Hal ini tidak saja membuat kami merasa apa yang kami lakukan bermanfaat, tetapi cerita sukses Anda juga dapat menginspirasi orangtua lainnya. Silahkan kirim komentar dan testimonial Anda dengan cara klik Saya dan istri saya, Sian Mey, selalu ingin memberikan yang terbaik untuk putri kami, Karyn. Dan seperti yang dilakukan banyak orangtua lain, kami berfokus dan komitmen untuk selalu memikirkan dan melakukan APAPUN yang kami yakini sebagai yang terbaik untuk Karyn.

Sampai pada suatu titik, kami belajar bahwa ternyata BUKAN MENCINTAI ANAK YANG TERPENTING……. YANG TERPENTING ADALAH SI ANAK MERASA DICINTAI. Jadi, fokus mulai kami ubah. Bukan yang BAIK MENURUT KAMI saja yang menjadi fokus kami, tapi kami harus selalu instropeksi diri, apakah perlakuan dan perkataan kami memang benar-benar membuat Karyn merasa dicintai, berharga dan diterima apa adanya?

Bagaimana kita bisa memahami hal tsb? Sederhana saja….. Belajar dari Sekolah Orangtua. Sekolah Orangtua hadir untuk para orangtua maupun calon orangtua yang memang mau belajar dan terlibat secara tulus dan serius. Belajar dan terlibat dalam hal apa? Belajar dan terlibat dalam segala hal yang berhubungan dengan membangun hubungan yang harmonis dengan anaknya dan mendidik mereka dengan cara yang benar.

Kami sadar masih jauh dari sempurna untuk menjadi orangtua yang terbaik untuk Karyn, kami perlu merendahkan hati untuk terus belajar dan instropeksi diri. Dan itu sebabnya hari ini kami berbicara dari hati ke hati kepada ANDA.

Salam hangat!

– Daniel A.S. Prayogo – Business & Family Therapist

Buat kita para orangtua, pernahkah kita merasa “tersesat” atau sadar telah melakukan kesalahan dalam mendidik anak? Jika tidak, sebaiknya anda pelajari buku Hypnoparenting, siapa tahu ternyata anda salah.

Jika ya, segeralah pelajari apa yang diuraikan sahabat saya ini. Saya yakin Anda akan merasakan apa yang saya rasakan yaitu rasa gembira karena telah menemukan ”alamat” yang saya tuju.

– Pepeng ‘jari-jariii’ – Entertainer, Jari-Jari Communications

Saya barusan bergabung sebagai member di Sekolah Orangtua. It is very beneficial for parents karena masa depan anak kita di kemudian hari sesungguhnya tergantung dari apa yang kita berikan kepada mereka. Banyak ide-ide, banyak tips yang tadinya belum tahu sekarang jadi lebih jelas, and my wife and my friends also learn so many things. Untuk Anda yang belum tahu tentang sekolah orangtua, saya undang Anda untuk ikut bergabung.

– James Gwee T.H., MBA – Indonesia’s Favourite Trainer & Seminar Speaker. Author of Best Selling Book “Positive Business Ideas” & “Setiap Orang Sales Harus Baca Buku Ini!”

Saya punya anak cewek, tunggal. Nikita namanya sekarang berusia 8,5 tahun. Sejak ia lahir, saya dan istri berusaha jadi ortunya yg menyayanginya dan memberi banyak perhatian. Sejak dalam kandungan saja, ia sudah menerima asupan gizi yg sangat, sangat, sangat baik. Waktu mulai usia 2 thn kami masukan ke sekolah playgrup franchise dari Singapura, TK – SD sampai kelas 1, kami sekolahkan di sekolah nasional plus(walaupun biayanya sangat berat buat kami). Kami saat itu sudah “MERASA” menjadi ortu yg hebat, karena telah menyiapkan yang “TERBAIK” buat Nikita. Tapi apa yang terjadi, tak seperti yg kami “HARAPKAN”.

Sampai suatu hari, teman kami ibu Erna menceritakan tentang putrinya yg bersekolah di sekolah yg salah satu keunikannya, membantu ortu murid menjadi “ORTU-PRO-FESIONAL”dan saat itu dibimbing (dalam bentuk seminar bulanan) oleh pak Ariesandi, yang saat itu baru saya tahu klo beliaunya adalah pakar tentang FAMILY/PARENTING. Untuk lebih mengenal dan mengetahui tentang pak Aries dan Parenting, akhirnya saya mengikuti kelas beliau (PARENTING CLUB), dari sinilah saya baru menyadari bahwa untuk menjadi ortu yg profesional dan baik bagi anak ada caranya.

Bukan sekedar memenuhi kebutuhan fisiknya semata, tapi jauh lebih penting dan dibutuhkan anak-anak kita adalah pemenuhan kebutuhan emosional dan untuk memberikannya juga ada caranya, GAK BISA SEMAU GUE. Inilah yang saya maksudkan diatas, kenapa yang kami “HARAPKAN” tidak terjadi, ya karena yang kami berikan pada anak kami, sebenarnya adalah egoisme kami. Kami sadari setelah ikut (parenting club—berubah “SEKOLAH ORANGTUA”). Banyak orangtua yg merasa telah melakukan yang terbaik buat anaknya, kemudian MENUNTUT anaknya untuk melakukan yg seperti orgtuanya mau/harapkan, HASILNYA? KEKECEWAAN.

Sejak saat itu, kami belajar untuk menjadi orangtua yang mau mendengar, memahami dan mengakui perasaan/emosi anak kami. Sekarang Nikita perkembangan emosi dan karakternya sangat positif, ia jauh lebih happy, potensi dirinya jauh lebih pesat, anak kami ini tumbuh dengan alami tanpa terbebani dengan “harapan2 egois orangtuanya”, hal ini juga mempengaruhi perkembangan emosi kami, kami lebih bisa mengendalikan egoisme2 yg bisa berakibat fatal pada kehidupan kami sendiri. Bicara soal artikel mana yang bagus dan baik, bagi kami SEMUANYA EXCELENT, satu sama lain saling terkait dan mengisi. Kami sekeluarga mengucap terimakasih dan Sukses selalu kepada pak Aries, pak Sukarto dan Team SO. Seperti tulisan iklan politik LANJUTKAN!!!

– Hemma MM –

Dalam mempelajari materi dari Sekolah Orangtua ternyata banyak sekali hal2 yang sebelumnya tidak kami ketahui dalam menjalankan fungsi kami sebagai orangtua yang baik dan benar. Sebagai contoh bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan anak, memuji anak ataupun bagaimana mengatur waktu dengan anak sehingga waktu yang kita jalani bersama menjadi lebih berkualitas. Yang selama ini hanya kami jalani berdasarkan pengalaman kami dibesarkan.

Membesarkan anak “kelihatannya” memang mudah, tapi ternyata sebagai orangtua sebaiknya perlu belajar juga cara2 menghadapi anak ataupun cara2 berkomunikasi antara suami istri. Dan materi2 yang diberikan di sekolah orang tua ini begitu luas dan sangat praktikal, sehingga mudah untuk diaplikasikan.

“Sayangnya” saya tahu dan dapat belajar “menjadi orangtua yang baik” setelah anak saya sudah dewasa. Tapi meskipun begitu saya merasa masih banyak hal yang dapat saya perbaiki dalam membimbing anak ataupun membina hubungan suami istri dengan lebih baik.. Terima kasih Sekolah Orangtua, yang telah berdedikasi dalam pengembangan teknik2 menjadi orangtua yang baik dan membagikan ilmu kepada kami sebagai orangtua.

Meskipun saya suka juga membaca buku2 pengembangan diri, tapi materi yang disajikan dalam “Sekolah Orangtua” begitu banyak dan disajikan secara gamblang. Saya pikir tulisan maupun ulasan dalam CD maupun DVD yang diberikan dalam Sekolah Orangtua bisa begitu Praktikal, dikarenakan materi yang disampaikannya berdasarkan pengalaman dan bukan berdasarkan teori saja.

Terima kasih Pak Aris dan Pak Sukarto atas dedikasinya yang begitu tinggi dalam membagikan ilmunya melalui Sekolah Orangtua ini.

– Soesanto Goentoro – Pengusaha Transportasi di Jakarta

Suatu hal yang ingin saya ceritakan dan menjadi pengalaman luar biasa bagi saya dan keluarga sehingga kami menjadi keluarga yang harmonis, sebelum saya menikah saya sudah sedikit mengetahui tentang sekolah orang tua, dan apa hubungannya yah! ya adalah! sebelum menikah banyak hal-hal romantis yang kita temui nah setelah menikah hal itu sedikit demi sedikit menghilang, saya juga tidak tahu kenapa, nah banyak orang bilang kurangnya komunikasi, lah komunikasi kami sangat baik dan terbuka, trus ada yang bilang kalian sibuk bekerja kali sehingga tidak ada waktu untuk berduan untuk memadu cinta, lah saya rasa juga tidak dan banyak lagi saran, pendapat yang masuk ke saya dan semuanya gak berhasil tuh.

Trus…… Masalah sepele muncul kehadapan kami, lho kok yang sepele diceritain, kan gampang nyelesaiinya, kadang-kadang hal sepele inilah yang membuat perpecahan dalam rumah tangga karena itu tadi diluar logika (KOK BISA YAH) yah bisalah trus… saya sempet kesel luar biasa dengan suami saya ketika dia ulang tahun saya memberikan hadian sebuah cincin namun apa yang terjadi? ketika saya memberikan selamat dan menyerahkan hadiah kepada sang suami dia berkata oh… udah tarok aja disana, betapa membaranya hati saya sudah cape-cape beli trus nabung khusus hanya untuk membelikan hadiah istimewa sang suami, eh ternyata dicuekin dan tidak dipakai (jadi seperti sebuah lagu dangdut hati saya : hancur,hancur,hancur hatiku), saya kesal dasar kurang ajar gak ada perasaan dan dasar suami gak romantis dan banyak lagi yang saya utarakan dalam hati.

Namun setelah mendapat ilmu pamungkas dari sekolah orangtua dan ternyata semuanya terpangkas dengan satu metode, bahasa ektrimnya suami saya jadi tunduk dalam pelukkanku heheh, oh ya! Ya iyalah gimana caranya? Oh ternyata jimat itu adalah TANKI CINTA KAMI KOSONG, heheheheh apaan tuh pake tangki-tangki segala kayak tanki air aja, bener tanki air namun isinya bukan air tapi CINTA, C= CAHAYA I= INDAH N= NALURI T= TETAP A= ADA (nah intinya karena adanya naluri cinta yang dalam maka cahaya yang indah itu akan ada)

Setelah kami mengisi tangki cinta masing-masing maka semuanya menjadi indah lagi dan saya jadi tahu suami saya memiliki bahasa cinta (Sentuhan fisik, dan kata-kata pendukung ) nah kadang-kadang tampa dia sadari saya selalu memeluk dia dari belakang dan berujar bang ! makin hari awak ni makin gagah ajelah, ape yang terjadi keleper-keleper lah dia trus tidak perlu diminta, duit belanjepun langsung kasih. Nah berbeda dengan saya yang bahasa cintanya adalah (hadiah,Layanan) jadi jelas bertolak belakang kan, namun dengan adanya tanki cinta semuanya mantap bo’.Mau tau apa isinya tanki cinta itu? gabung aja di sekolah orangtua dan dapatkan jawabanya disana.

Salam Hangat Penuh Cinta

– Icha Sekeluarga yang bahagia – Kepulauan Riau (Karimun)

Pada awalnya kami ( saya dan istri) mengenal Sekolah Orangtua dari membaca buku buku Pak Ariesandi, yang kemudian membawa kami mengikuti beberapa seminar beliau. Saya dan istri merasakan manfaat yang sangat luar biasa dari seminar seminar pak Ariesandi, dan kami memutuskan untuk menjadi member di Sekolah Orangtua. Ada beberapa hal yang sangat kami rasakan manfaat nya adalah:

  • Kami lebih santai dan nyaman dalam menghadapi pertumbuhan, dan perkembangan kedua anak kami dalam hal akademik maupun psikologis.
  • Sekarang kami tahu bagaimana caranya mencurahkan cinta kasih denga benar, proporsional dan positif kepada anak. (Melalui tangki cinta anak)
  • Kami lebih bisa memahami emosi anak anak kami, bahkan kami bisa mengarahkan dan membantu anak anak kami dalam mengenali emosinya.
  • Dan yang penting adalah kami lebih dapat mengatur emosi kami saat menghadapi anak, serta tahu apa yang boleh dan apa yang sebaiknya tidak dilakukan terhadap anak anak. Walaupun untuk hal ini kami masih terus dan selalu berlatih dan belajar.

Contoh konkretnya, sekarang kami begitu santai dalam membantu anak perempuan kami dalam belajar, walaupun pada saat belajar ia sambil melakukan aktifitas lain / bermain
tapi pretasi sekolahnya sangat memuaskan, demikian juga dg hubungan sosialnya. Kami juga tahu bagaimana caranya meminta ia untuk berdisiplin dalam hal waktu, baik waktu untuk belajar dan bermain.

Hal lainnya adalah kami bisa memahami bahwa perkembangan anak laki laki kami dalam beberapa hal lebih lambat dalam beberapa hal lebih baik dibandingkan kakak perempuannya.

Melalui testimonial ini kami ingin mengucapkan terimakasih kepada Sekolah Orangtua, terutama kepada Pak Ariesandi dan Pak Soekarto, atas upaya dan pembelajaran yg telah bapak berikan kepada kami. Kami juga menganjurkan kepada para orangtua maupun calon orangtua untuk mengikuti seminar seminar dari Sekolah Orangtua.

– Rahman & Nelly

[/REMIX]