<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>SekolahOrangtua.com - Pusat Pendidikan Keluarga</title>
	<atom:link href="http://www.sekolahorangtua.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sekolahorangtua.com</link>
	<description>Membangun Keluarga Harmonis, Sukses dan Bahagia</description>
	<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 05:06:09 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Negara dengan Kualitas Pendidikan Terbaik di dunia</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2010/01/12/negara-dengan-kualitas-pendidikan-terbaik-di-dunia/</link>
		<comments>http://www.sekolahorangtua.com/2010/01/12/negara-dengan-kualitas-pendidikan-terbaik-di-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 02:30:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>CS SekolahOrangtua</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[News / Berita]]></category>

		<category><![CDATA[Relationship]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sekolahorangtua.com/?p=1736</guid>
		<description><![CDATA[Tahukah Anda negara mana yang kualitas pendidikannya menduduki peringkat pertama di dunia?
Finlandia. Negara dengan ibukota Helsinki (tempat ditandatanganinya perjanjian damai antara RI dengan GAM) ini memang begitu luar biasa. Peringkat 1 dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tahukah Anda negara mana yang kualitas pendidikannya menduduki peringkat pertama di dunia?</p>
<p><strong>Finlandia. </strong>Negara dengan ibukota Helsinki (tempat ditandatanganinya perjanjian damai antara RI dengan GAM) ini memang begitu luar biasa. Peringkat 1 dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengan nama PISA (Programme for International Student Assesment) mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika.</p>
<p><center><div id="attachment_1737" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img src="http://www.sekolahorangtua.com/wp-content/uploads/2010/01/cb056334-300x240.jpg" alt="Finlandia" title="Finlandia" width="300" height="240" class="size-medium wp-image-1737" /><p class="wp-caption-text">Finlandia</p></div></center></p>
<p>Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga menunjukkan unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental.</p>
<p>Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas. Lantas apa kuncinya sehingga Finlandia menjadi Top No 1 dunia?<br />
Dalam masalah anggaran pendidikan Finlandia memang sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara di Eropa tapi masih kalah dengan beberapa negara lainnya. Finlandia tidaklah menggenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar, memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau memborbardir siswa dengan berbagai tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitu pada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru lebih sedikit, yaitu hanya 30 jam perminggu. Bandingkan dengan Korea, ranking kedua setelah Finlandia, yang siswanya menghabiskan 50 jam perminggu.</p>
<p><strong>Apa gerangan kuncinya?</strong></p>
<p>Ternyata kuncinya terletak pada kualitas guru. Di Finlandia hanya ada guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan, dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima. Persaingannya lebih ketat daripada masuk ke fakultas hukum atau kedokteran!</p>
<p>Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, Finlandia justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajarkan kepada siswa untuk semata lolos dari ujian, ungkap seorang guru di Finlandia.</p>
<p>Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.</p>
<p>Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK!<br />
Ini membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia.</p>
<p><center><img src="http://www.sekolahorangtua.com/wp-content/uploads/2010/01/42-22243084-300x200.jpg" alt="42-22243084" title="42-22243084" width="300" height="200" class="aligncenter size-medium wp-image-1738" /></center></p>
<p>Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Adanya terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan, dan mengakibatkan suasana belajar menjadi tidak menyenangkan.</p>
<p>Kelompok siswa yang lambat mendapat dukungan intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses.</p>
<p>Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD. Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan prilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.</p>
<p>Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan &#8220;Kamu salah&#8221; pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya. </p>
<p>Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing. Ranking hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sekolahorangtua.com/2010/01/12/negara-dengan-kualitas-pendidikan-terbaik-di-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Impian Anda ?</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2010/01/04/apakah-impian-anda/</link>
		<comments>http://www.sekolahorangtua.com/2010/01/04/apakah-impian-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 05:35:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sandra M.,MPsi,Psikolog</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Parenting]]></category>

		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sekolahorangtua.com/?p=1733</guid>
		<description><![CDATA[Apakah anda penggemar film Korea The Great of Seondeok yang sedang di tayangkan di salah satu TV swasta ? Ratu Seondeok merupakan satu dari tiga Raja wanita yang pernah memerintah di Korea. Cerita ini sangat menarik bagi saya, terutama pada salah satu adegan yang menceritakan motivasi sang cikal bakal ratu memimpin negerinya. Seorang panglima menanyakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah anda penggemar film Korea The Great of Seondeok yang sedang di tayangkan di salah satu TV swasta ? Ratu Seondeok merupakan satu dari tiga Raja wanita yang pernah memerintah di Korea. Cerita ini sangat menarik bagi saya, terutama pada salah satu adegan yang menceritakan motivasi sang cikal bakal ratu memimpin negerinya. Seorang panglima menanyakan pertanyaan yang memang seharusnya dijawab oleh setiap pemimpin yang ada di dunia ini, “Apakah dengan kemarahan yang ada dalam diri anda, anda dapat memimpin negeri ini ? Apa yang membedakan anda dengan Misil (saingan untuk menjadi raja) ?” </p>
<p>Mendapatkan pertanyaan tiba-tiba ini dan tidak pernah terpikirkan, sang putri terdiam sesaat sebelum memberikan jawaban yang menurut saya sangat bagus. </p>
<p>“Aku memiliki impian, Panglima. Inilah yang membedakan aku dengan Misil. Misil tidak memiliki impian menjadi raja sehingga ia tidak akan pernah bisa menjadi raja. Aku akan menyatukan ketiga dinasti dibawah pemerintahanku”. </p>
<p>Impian. Inilah satu kata yang dapat membuat seseorang termotivasi melakukan sesuatu bukan ? Memiliki impian berarti memiliki harapan. Adanya harapan menyebabkan seseorang merasa memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu. </p>
<p>Bayangkanlah, jika anda sedang dihadapkan pada sebuah penyakit misterius. Menurut dokter harapan sembuh anda adalah 100 % jika anda bisa dan mau mengikuti saran dokter mengenai gaya hidup. Jika dalam kasus ini, si pasien tersebut adalah saya. Saya akan berusaha untuk mati-matian menjaga gaya hidup saya supaya saya dapat hidup lebih lama dan mencapai kesembuhan. Karena saya masih punya impian yang belum terwujud yaitu melihat anak saya tumbuh berkembang dan mendidiknya bersama pasangan saya, memberikan hadiah spesial untuk orangtua saya ketika usia mereka memasuki 60 tahun, serta belajar lebih banyak lagi mengenai parenting dan membantu orangtua lainnya menjadi orangtua yang lebih baik lagi. Untuk saat ini, itulah impian saya.  </p>
<p>Bagaimana dengan impian anda di tahun spesial ini ? </p>
<p>Apakah anda sudah merancang impian anda ? </p>
<p>Jika anda telah menyusunnya, Selamat bagi anda. </p>
<p>Namun jika anda belum menyusunnya, ingat untuk selalu melibatkan pasangan anda ketika merancangnya. Jangan sampai impian anda berbenturan dengan orang terdekat anda ini. Ingat pula untuk memprioritaskan anak-anak dalam merancang impian anda. Masa depan mereka sangat mempengaruhi masa depan anda lho ! </p>
<p>Berkaitan dengan pengasuhan anak, impian tiap orangtua terhadap anak-anak mereka pastilah tidak jauh dari kebaikan bukan ? Setiap orangtua memiliki impian melihat anaknya sukses dalam kehidupan dewasanya. Ini merupakan impian umum dan wajar dalam diri tiap orangtua. Nah, yang kurang diperhatikan adalah proses mencapai impian tersebut. </p>
<p>Ada orangtua yang sangat ambisius sehingga merasa bahwa dirinya yang paling mengetahui kebutuhan anaknya dan tahu yang terbaik bagi anak-anak mereka. Dampaknya, mereka kurang mendengarkan kebutuhan anak meraka. Ketika anak mereka menunjukkan perilaku menyimpang sebagai akibat pemberontakan kecil mereka, anak-anak malang tersebut dituduh telah berubah menjadi anak nakal. Padahal, anak-anak menjadi nakal bukan karena bawaan lahir namun lebih karena bentukan lingkungan. </p>
<p>Ada orangtua yang merasa bahwa alamlah yang membentuk anak untuk sukses di masa depan. Orangtua jenis ini menyerahkan sepenuhnya kepada anak untuk menentukan apa yang terbaik bagi dirinya. Bagaimana mungkin anak yang sedang bertumbuh sudah mengetahui apa yang terbaik bagi dirinya ? Justru, pilihan untuk memilih apa yang terbaik bagi dirinya merupakan proses pendidikan dan pengenalan diri yang intens. </p>
<p>So, para orangtua pembelajar, dalam membantu anak-anak anda mencapai impian anda dalam diri mereka dan impian diri mereka sendiri, kita perlu belajar bagaimana menangani proses menuju ke sana. Saya memiliki pengalaman tentang pengasuhan anak yang terkadang membuat saya geli jika mengingatnya. </p>
<p>Sudah menjadi kebiasaan umum, jika seorang anak lahir di tengah sebuah keluarga, tiap anggota keluarga anda tiba-tiba menjadi berlomba-lomba untuk memberikan saran terbaik mengenai pengasuhan anak bahkan terkadang tidak masuk akal. Misalnya : tiap sudut gelap di kamar anak diberi garam, supaya setan-setannya pergi. Atau telapak kaki anak diberi kunir supaya tidak kemasukan roh. Jangan sering digendong, nanti menjadi kebiasaan. Jadwal penyusuan dibentuk ya, supaya anak tidak seenaknya sendiri minta makan terus. </p>
<p>Sebagai orangtua baru, saya menjadi kebingungan dengan banyaknya informasi yang datang bertubi-tubi tersebut. saya menjadi takut untuk melakukan sesuatu karena takut salah. Sungguh suatu situasi yang tidak mengenakkan ketika kita menghadapi sesuatu yang baru tapi tidak memiliki pengetahuan tentang itu. </p>
<p>Untunglah, saya diselamatkan oleh suami saya. Beliau mengatakan bahwa sayalah yang harus memutuskan apa yang terbaik bagi anak kami. Oleh sebab itu, saya perlu banyak belajar mengenai perbayian. Beliau mendukung saya dengan menyediakan beragam alat belajar dan buku-buku mengenai parenting, Sekarang, setahun sejak itu, saya menikmati hasil pembelajaran saya. Penanganan anak menjadi sangat mudah untuk saya. </p>
<p>Nah, para orangtua pembelajar, yuk kita mulai merencanakan impian kita dan belajar bagaimana proses pencapaiannya. Anda dapat belajar melalui website ini. Kami membangun website ini memang untuk membantu para orangtua untuk dapat menjadi orangtua yang lebih baik lagi. Di sini kami menyediakan beragam cara belajar untuk para orangtua yang supersibuk. Mulai dari program audio, buku, newsletter, seminar hingga kursus online melalui internet yang sangat fleksibel tergantung pada waktu dan gaya anda. </p>
<p>Untuk permulaan, mari kita berbagi impian dan cara anda mencapainya di forum ini. Bagikan impian anda dan cara yang anda tempuh di kolom bawah ini sehingga dapat menginspirasi orangtua lainnya juga. </p>
<p>Salam hangat penuh cinta untuk Anda sekeluarga.<br />
<strong>Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog. </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sekolahorangtua.com/2010/01/04/apakah-impian-anda/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Surga di Telapak Kakimu</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2009/12/22/surga-di-telapak-kakimu/</link>
		<comments>http://www.sekolahorangtua.com/2009/12/22/surga-di-telapak-kakimu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 00:26:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sandra M.,MPsi,Psikolog</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Parenting]]></category>

		<category><![CDATA[artikel hari ibu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sekolahorangtua.com/?p=1715</guid>
		<description><![CDATA[Surga di Telapak Kakimu
Penyanyi : Gita Gutawa
Kunyanyikan semua lagu untukmu Ibu
sebagai wujud terimakasihku kepadamu
Tanpa lelah kau berjuang membesarkanku
Berikan yang terbaik untukku
Izinkanlah tanganmu kucium
Dan kubersujud dipangkuanmu
Temukan kedamaian dihangat pelukmu
Didalam hati kuyakin serta percaya
ada kekuatan doa yang engkau titipkan
Lewat Tuhan membuat
Semangat bila diri ini rapuh dan tiada berdaya
Ada surga di telapak kakimu
Betapa besar arti dirimu
Buka pintu maafmu
Saat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surga di Telapak Kakimu</strong><br />
<em>Penyanyi : Gita Gutawa</em></p>
<p>Kunyanyikan semua lagu untukmu Ibu<br />
sebagai wujud terimakasihku kepadamu<br />
Tanpa lelah kau berjuang membesarkanku<br />
Berikan yang terbaik untukku</p>
<p>Izinkanlah tanganmu kucium<br />
Dan kubersujud dipangkuanmu<br />
Temukan kedamaian dihangat pelukmu</p>
<p>Didalam hati kuyakin serta percaya<br />
ada kekuatan doa yang engkau titipkan<br />
Lewat Tuhan membuat<br />
Semangat bila diri ini rapuh dan tiada berdaya</p>
<p>Ada surga di telapak kakimu<br />
Betapa besar arti dirimu<br />
Buka pintu maafmu<br />
Saat kulukai hatimu</p>
<p>Ada surga di telapak kakimu<br />
Lambangkan mulianya dirimu<br />
Hanya lewat restumu<br />
Terbuka pintu ke surga</p>
<p>Kasih sayangmu begitu tulus<br />
Kau cahaya dihidupku<br />
Tiada seorang pun yang dapat menggantimu</p>
<p>Ada surga di telapak kakimu<br />
Betapa besar arti dirimu<br />
Buka pintu maafmu<br />
Saat kulukai hatimu</p>
<p>Ada surga di telapak kakimu<br />
Lambangkan mulianya dirimu<br />
Hanya lewat restumu<br />
Terbuka pintu ke surga</p>
<p>Hanya lewat restumu<br />
Terbuka pintu ke surga</p>
<p><img src="http://www.sekolahorangtua.com/wp-content/uploads/2009/12/42-23715930-200x300.jpg" alt="Mother and Daughter" title="Mother and Daughter" width="200" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-1722" />Halo semua pembaca yang memiliki ibu. </p>
<p>Hari ini merupakan hari spesial bagi wanita yang telah melahirkan kita dan hari spesial pula buat wanita yang pernah melahirkan ataupun bagi wanita yang belum dikaruniai anak namun bersedia merawat anak orang lain yang dipercayakan padanya. </p>
<p>Rasanya lagu yang dinyanyikan oleh Gita Gutawa diatas sangat menggambarkan bagaimana indah dan susahnya menjadi ibu dan memiliki ibu bukan ? </p>
<p>Berapapun usia anda saat ini, seorang ibulah yang telah merawat dan menjaga anda hingga menjadi manusia dewasa. Dalam kondisi apapun, senang maupun duka, ibu selalu hadir dalam tiap langkah kita. </p>
<p>Ijinkan saya berbagi pengalaman saya dengan ibu saya, wanita terhebat sepanjang hidup saya. </p>
<p>Hubungan saya dengan ibu bukanlah sebuah hubungan yang manis, apalagi ketika saya memasuki usia remaja. Pemberontakan dan pertengkaran kerap kali mewarnai hubungan kami hingga saya memutuskan untuk memasuki sekolah berasrama demi menjaga jarak dengan beliau. Terkadang saya merasa bersalah karena saya sering membuat ibu menangis karena perilaku pemberontakan saya. Namun, ego saya tidak mau mengalah. Apalagi pada ibu ! uuuh… tak usah lah ya… </p>
<p>Pemisahan fisik dan kesendirian ini menyebabkan saya banyak merenung mengenai hubungan saya dengan ibu. Saya mengenang kebaikan beliau ketika saya di rumah. Tak terasa air mata menetes, jika saya mengingatnya. Perasaan rindu, perasaan bersalah dan perasaan sayang bercampur menjadi satu. Satu hal yang membuat saya terheran-heran, walau jarak dan waktu memisahkan kami berdua, entah kenapa, saya masih mampu merasakan doa dan kasih sayang beliau. Mungkin inilah yang dikatakan bahwa kasih sayang seorang ibu mampu menembus dinding baja tebal sekalipun. </p>
<p>Koneksitas batin kami juga semakin terbangun dengan bertambahnya usia dan pengalaman saya. Pernah suatu kali, ibu saya mengingatkan saya untuk tabah karena saya akan menghadapi suatu tantangan hidup. Dan ajaibnya, pesan ini, beliau dapat melalui mimpinya. Pesan beliau, benar-benar terjadi !</p>
<p>Hingga saat ini, ibu saya selalu hadir dalam tiap momen kehidupan saya dan membantu saya ketika saya membutuhkan uluran tangan. Sungguh saya sangat bersyukur atas keberuntungan saya ini. </p>
<p>Saat ini, saya telah menjadi seorang ibu. Saya menjadi semakin memahami perasaan ibu saya dan pengorbanan-pengorbanan yang telah beliau lakukan untuk membesarkan kami berempat. Saya yakin jika dahulu beliau memilih untuk menekuni karir, saat ini beliau pasti telah terkenal dan memiliki banyak harta. Tapi, beliau memilih kami, keempat anaknya yang seringkali lebih merepotkan daripada menyenangkan. </p>
<p>Mari kita ucapkan terima kasih pada setiap wanita yang telah melahirkan diri kita maupun wanita yang melahirkan manusia baru lainnya… serta ucapan terima kasih atas pengorbanan waktu, tenaga dan pikiran yang diberikan untuk membesarkan kita. </p>
<p>Dannnn… jika boleh usul, ibulah yang cocok mendapatkan nobel perdamaian, selain Obama tentunya, terutama di tingkat Rumah Tangga. </p>
<p><center><a href="http://www.sekolahorangtua.com/wp-content/uploads/2009/12/42-20907906.jpg" ><img src="http://www.sekolahorangtua.com/wp-content/uploads/2009/12/42-20907906.jpg" alt="42-20907906" title="42-20907906" width="100" class="aligncenter size-full wp-image-1726" /></a></center></p>
<p>Hidup ibu, sehat selalu dan bahagia selalu… Terima kasih ibu. </p>
<p>Salam hangat penuh cinta untuk setiap ibu yang ada di dunia ini.<br />
<strong>Sandra Mungliandi</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sekolahorangtua.com/2009/12/22/surga-di-telapak-kakimu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Hari Guru! Sharing Guru yang Telah Menyentuh Hidup Anda</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2009/11/25/selamat-hari-guru-sharing-guru-yang-telah-menyentuh-hidup-anda/</link>
		<comments>http://www.sekolahorangtua.com/2009/11/25/selamat-hari-guru-sharing-guru-yang-telah-menyentuh-hidup-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 02:47:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sukarto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[News / Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sekolahorangtua.com/?p=1711</guid>
		<description><![CDATA[Selamat Hari Guru!! Inilah hari dimana kita perlu mengingat kembali peran penting guru dalam kehidupan kita. 
Guru adalah sebuah profesi mulia yang sering dianggap sepele padahal memiliki peranan sangat penting dalam memajukan negara kita. Guru adalah satu-satunya profesi yang pasti pernah menyentuh hidup kita semua. 
Sejak kecil hingga dewasa, kami yakin Anda memiliki berpuluh-puluh guru [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat Hari Guru!! Inilah hari dimana kita perlu mengingat kembali peran penting guru dalam kehidupan kita. </p>
<p>Guru adalah sebuah profesi mulia yang sering dianggap sepele padahal memiliki peranan sangat penting dalam memajukan negara kita. Guru adalah satu-satunya profesi yang pasti pernah menyentuh hidup kita semua. </p>
<p>Sejak kecil hingga dewasa, kami yakin Anda memiliki berpuluh-puluh guru yang telah menyentuh hidup Anda, baik secara positif maupun negatif (guru killer maksudnya he.he..). Kami yakin banyak diantara Anda yang masih bisa mengingat beberapa guru yang memiliki kenangan spesial di hati Anda karena telah menyentuh kehidupan Anda menjadi lebih baik. </p>
<p>Untuk menghargai profesi guru, silakan share cerita/kenangan spesial Anda terhadap seorang atau beberapa guru yang Anda merasa sangat berterima-kasih karena telah menyentuh kehidupan Anda menjadi lebih baik. Pengertian guru disini bisa jadi guru sekolah, guru saat kuliah ataupun guru dalam kehidupan Anda setelah masa sekolah. Silakan ceritakan siapa dia, apa kenangan spesial dan mengapa Anda merasa berterima-kasih pada beliau.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sekolahorangtua.com/2009/11/25/selamat-hari-guru-sharing-guru-yang-telah-menyentuh-hidup-anda/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Liburan Idul Fitri Sekolah Orangtua</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2009/09/18/liburan-idul-fitri-sekolah-orangtua/</link>
		<comments>http://www.sekolahorangtua.com/2009/09/18/liburan-idul-fitri-sekolah-orangtua/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2009 23:20:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>CS SekolahOrangtua</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[News / Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sekolahorangtua.com/?p=1697</guid>
		<description><![CDATA[Berkenaan dengan Idul Fitri, kantor dan staf Sekolah Orangtua LIBUR dari tanggal 18 Sept s/d 26 Sept 2009. Buka kembali secara normal pada tanggal 28 September 2009.
Bagi Anda yang melakukan pembelian produk dan telah melakukan pembayaran, pesanan Anda akan kami kirimkan per tanggal 28 September 2009.
Untuk pendaftaran Super Family Class batch 2 (Surabaya) dan batch [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berkenaan dengan Idul Fitri, kantor dan staf Sekolah Orangtua <strong>LIBUR dari tanggal 18 Sept s/d 26 Sept 2009</strong>. Buka kembali secara normal pada tanggal 28 September 2009.</p>
<p>Bagi Anda yang melakukan pembelian produk dan telah melakukan pembayaran, pesanan Anda akan kami kirimkan per tanggal 28 September 2009.</p>
<p>Untuk pendaftaran <a href="http://www.sekolahorangtua.com/2009/09/17/dibuka-pendaftaran-super-family-class-batch-2-di-surabaya-dan-3-di-jakarta/" >Super Family Class batch 2 (Surabaya) dan batch 3 (Jakarta)</a> masih tetap dilayani. Pertanyaan ataupun konfirmasi pembayaran dapat kami layani melalui email dan SMS. </p>
<p>Akhir kata, kami mengucapkan Selamat Idul Fitri bagi Anda semua yang merayakannya. Semoga Anda sekeluarga selalui diberkati dan mohon maaf lahir batin.</p>
<p>Selamat menikmati liburan dan waktu-waktu berkualitas dengan keluarga Anda!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sekolahorangtua.com/2009/09/18/liburan-idul-fitri-sekolah-orangtua/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Snapshot dari Super Family Class Batch 1 di Surabaya</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2009/09/17/snapshot-dari-super-family-class-batch-1-di-surabaya/</link>
		<comments>http://www.sekolahorangtua.com/2009/09/17/snapshot-dari-super-family-class-batch-1-di-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2009 11:41:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>CS SekolahOrangtua</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[News / Berita]]></category>

		<category><![CDATA[super family class]]></category>

		<category><![CDATA[superfamilyclass.com]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sekolahorangtua.com/?p=1674</guid>
		<description><![CDATA[Super Family Class batch 1 di Surabaya yang diadakan tanggal 12-13 September 2009 kemarin berjalan dengan heboh dan penuh antusias. Peserta berdatangan dari Bogor, Semarang, Bali dan Surabaya. Peserta tidak saja mendapat pembelajaran intensif tentang parenting, tetapi juga mempelajari dan melakukan banyak hal lainnya seperti:

Latihan self therapy dalam bentuk menulis yang berguna untuk mengenal diri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Super Family Class batch 1 di Surabaya yang diadakan tanggal 12-13 September 2009 kemarin berjalan dengan heboh dan penuh antusias. Peserta berdatangan dari Bogor, Semarang, Bali dan Surabaya. Peserta tidak saja mendapat pembelajaran intensif tentang parenting, tetapi juga mempelajari dan melakukan banyak hal lainnya seperti:</p>
<ul>
<li>Latihan self therapy dalam bentuk menulis yang berguna untuk mengenal diri sendiri dan anaknya.</li>
<li>Role play/simulasi bagaimana berkomunikasi dengan anak dalam berbagai situasi yang umumnya terjadi dalam kehidupan sehari-hari.</li>
<li> Belajar sulap agar bisa bermain bersama anak sekaligus memberikan sugesti secara sadar.</li>
<li>Belajar membangun Family System agar setiap anggota keluarga memiliki tanggung-jawab dan turut berperan dalam mencapai goal/sasaran keluarga. </li>
<li>ICT (Instant Change Therapy) secara grup mengenai parenting agar orangtua lebih bijaksana, lebih memiliki kesadaran diri dan pengendalian emosi.</li>
<li>Dan masih banyak lainnya .</li>
</ul>
<p>Detil dari program pembelajaran ini dan jadwal terdekat di kota Anda bisa dilihat di halaman <a href="http://www.sekolahorangtua.com/seminar-training/super-family-class/" >Super Family Class</a>. </p>
<p style="text-align: justify;"><strong>FOTO KEGIATAN:</strong></p>
<p><center><br />
<a href="http://www.sekolahorangtua.com/wp-content/uploads/2009/09/imga0191_1.jpg" ><img src="http://www.sekolahorangtua.com/wp-content/uploads/2009/09/imga0191_1.jpg" alt="Super Family Class Batch 1  Surabaya -foto 02" title="Super Family Class Batch 1  Surabaya -foto 02" width="300"  class="aligncenter size-full wp-image-1678" /></a></p>
<p><strong>Suasana kelas dari Super Family Class Batch 1 di Surabaya</strong></p>
<p><a href="http://www.sekolahorangtua.com/wp-content/uploads/2009/09/img_5999_1.jpg" ><img src="http://www.sekolahorangtua.com/wp-content/uploads/2009/09/img_5999_1.jpg" alt="Super Family Class Batch 1  Surabaya -foto 01" title="Super Family Class Batch 1  Surabaya -foto 01" width="300" class="aligncenter size-full wp-image-1677" /></a></p>
<p><strong>Bp. Ariesandi mengajarkan sulap kepada peserta Super Family Class agar dapat menggunakannya ke anak  untuk membangun waktu-waktu berkualitas dan sekaligus sugesti  nilai dan kebiasaan positif pada anak</strong></p>
<p><a href="http://www.sekolahorangtua.com/wp-content/uploads/2009/09/imga0185_1.jpg" ><img src="http://www.sekolahorangtua.com/wp-content/uploads/2009/09/imga0185_1.jpg" alt="Super Family Class Batch 1 Surabaya -foto 03" title="Super Family Class Batch 1  Surabaya -foto 03" width="300" class="aligncenter size-full wp-image-1679" /></a></p>
<p><strong>Suasana akrab para peserta Super Family Class Batch 1 di Surabaya saat makan siang</strong><br />
</center></p>
<p><strong>VIDEO KOMENTAR PESERTA:</strong></p>
<p><center><br />
  <object width="425" height="344"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/4klmcV2EWIE&#038;hl=en&#038;fs=1&#038;"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/4klmcV2EWIE&#038;hl=en&#038;fs=1&#038;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"></embed></object></p>
<p style="text-align: justify;">Bpk Hianoto yang datang dari Semarang mengatakan banyak hal luar biasa dalam mengikuti Super Family Class Batch 1 di Surabaya. Salah satu kesadaran penting yang beliau dapatkan saat mengikuti penjelasan Family System di Super Family Class adalah banyak orangtua, termasuk dia, mengaku &quot;bekerja untuk keluarga&quot; tetapi  tidak pernah menjadwalkan waktu khusus untuk keluarga ataupun tidak membuat goal bersama keluarga. Untuk itu komitmen setelah mengikuti Super Family Class, Bpk Hianoto akan mulai membuat agenda kegiatan bersama keluarga agar dapat memiliki lebih banyak waktu yang berkualitas untuk keluarga.</p>
<p><object width="425" height="344"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/vKJ0LzLYjbA&#038;hl=en&#038;fs=1&#038;"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/vKJ0LzLYjbA&#038;hl=en&#038;fs=1&#038;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"></embed></object></p>
<p style="text-align: justify;">Bu Erny dari Surabaya adalah ibu dari tiga orang anak. Awalnya hadir untuk belajar bagaimana &#8216;merubah&#8217; anak. Setelah mengikuti Super Family Class, Bu Erni sadar ternyata untuk merubah anak, yang perlu dilakukan adalah merubah dirinya sendiri dulu. Disadari bahwa sekarang banyak anak nakal dan susah diatur, ternyata hal itu disebabkan banyak kenangan anak di masa kecil buruk sehingga setelah dewasa anak tersebut melakukan hal-hal yang bisa merugikan orang lain. Beliau bahkan berani menyebutkan bahwa Super Family Class bukan hanya bermanfaat bagi orangtua, tetapi turut menyelamatkan satu generasi menjadi lebih baik.</p>
<p><object width="425" height="344"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/nXmPbWCTDjc&#038;hl=en&#038;fs=1&#038;"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/nXmPbWCTDjc&#038;hl=en&#038;fs=1&#038;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"></embed></object></p>
<p style="text-align: justify;">Bu Ling-ling berasal dari Bogor. Awalnya ingin mengikuti Super Family Class karena ingin mempunyai banyak pengalaman dalam menangani permasalahan anak di lembaga pendidikannya. Ternyata beliau mendapatkan  cara berkomunikasi dengan mengakui perasaan yang dahsyat yang dapat digunakan baik untuk anak maupun dengan pasangan. Jadi akhirnya berkesimpulan bahwa Super Family Class memang TOP, bukan hanya untuk orangtua, tetapi juga cocok bagi mereka yang berkeluarga atau mempunyai anak.</p>
<p><object width="425" height="344"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/oFz83-w9EHU&#038;hl=en&#038;fs=1&#038;"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/oFz83-w9EHU&#038;hl=en&#038;fs=1&#038;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"></embed></object></p>
<p style="text-align: justify;">Bpk Reza, peserta Super Family Class yang berasal dari Bali memperoleh banyak hal tentang bagaimana cara mendidik anak. Banyak hal yang sebenarnya sederhana yang bisa dilakukan orangtua untuk anak tetapi tidak pernah dilakukan.. Bpk Reza juga menambahkan, banyak sekali hal-hal yang menurut orangtua benar tetapi belum tentu menurut anak sehingga orangtua jadi memaksakan kehendak pada anak. Sangat merekomendasikan Super Family Class bagi semua orangtua yang mencintai anaknya!</p>
<p></center></p>
<p style="text-align: justify;">Sampai Jumpa di Super Family Class!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sekolahorangtua.com/2009/09/17/snapshot-dari-super-family-class-batch-1-di-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dibuka Pendaftaran Super Family Class batch 2 (di Surabaya) dan 3 (di Jakarta)</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2009/09/17/dibuka-pendaftaran-super-family-class-batch-2-di-surabaya-dan-3-di-jakarta/</link>
		<comments>http://www.sekolahorangtua.com/2009/09/17/dibuka-pendaftaran-super-family-class-batch-2-di-surabaya-dan-3-di-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2009 00:30:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>CS SekolahOrangtua</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Seminar / Events]]></category>

		<category><![CDATA[super family class]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sekolahorangtua.com/?p=1671</guid>
		<description><![CDATA[Super Family Class batch 1 yang diadakan tanggal 12-13 September 2009 lalu di Surabaya berjalan dengan heboh dan luar biasa! Anda bisa membaca ringkasan acara, komentar dari peserta, foto dan video dari acara tersebut di  Snapshot dari Super Family Class Batch 1 di Surabaya.
Atas permintaan banyak pihak yang tidak bisa hadir pada tanggal tersebut, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Super Family Class batch 1 yang diadakan tanggal 12-13 September 2009 lalu di Surabaya berjalan dengan heboh dan luar biasa! Anda bisa membaca ringkasan acara, komentar dari peserta, foto dan video dari acara tersebut di  Snapshot dari <a href="http://www.sekolahorangtua.com/2009/09/17/snapshot-dari-super-family-class-batch-1-di-surabaya/" >Super Family Class Batch 1 di Surabaya</a>.</p>
<p>Atas permintaan banyak pihak yang tidak bisa hadir pada tanggal tersebut, Sekolah Orangtua kembali menyelenggarakan Super Family Class batch 2 dan 3.</p>
<p>Dari pengalaman Super Family Class batch 1, Tim Sekolah Orangtua akan menerapkan beberapa pembaharuan materi dan metodologi pengajaran di batch 2 dan 3 sehingga peserta Super Family Class akan semakin fun, semakin active learning dan semakin bisa mempraktekkan apa yang dipelajari di kelas ke dalam keluarga/rumah tangga masing-masing. </p>
<p>Super Family Class batch 2 akan diselenggarakan <strong>di Surabaya tanggal 17-18 Oktober 2009</strong>. Sedangkan batch 3 akan diselenggarakan <strong>di Jakarta tanggal 21-22 Nopember 2009</strong>.</p>
<p><strong>Khusus bagi 10 peserta pertama</strong> mendapatkan <strong>cash back tunai sebesar Rp 250.000,-</strong>. Jadi buruan daftar untuk menjadi 10 peserta pertama di <a href="http://superfamilyclass.com" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outbound/article/http://superfamilyclass.com');">SuperFamilyClass.com</a></p>
<p>Adapun detil materi dan apa yang Anda pelajari dari Super Family Class, bisa dibaca di <a href="http://superfamilyclass.com" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outbound/article/http://superfamilyclass.com');">SuperFamilyClass.com</a></p>
<p>Sampai jumpa!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sekolahorangtua.com/2009/09/17/dibuka-pendaftaran-super-family-class-batch-2-di-surabaya-dan-3-di-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dibuka Pendaftaran Super Family Class Angkatan 1</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2009/08/31/dibuka-pendaftaran-super-family-class-angkatan-1/</link>
		<comments>http://www.sekolahorangtua.com/2009/08/31/dibuka-pendaftaran-super-family-class-angkatan-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 05:45:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>CS SekolahOrangtua</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Seminar / Events]]></category>

		<category><![CDATA[parenting class]]></category>

		<category><![CDATA[super family class]]></category>

		<category><![CDATA[super family online class]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sekolahorangtua.com/?p=1639</guid>
		<description><![CDATA[Sekolah Orangtua meluncurkan program training dan pembelajaran terbaru bernama Super Family Class. Ini adalah pembelajaran intensif bagi para orangtua agar memiliki pengetahuan,
  ketrampilan dan kebijaksanaan untuk mengatasi berbagai permasalahan keluarga yang terjadi dan sekaligus agar mampu mewujudkan keluarga yang harmonis, sukses dan bahagia lahir batin.
Program pembelajaran ini secara lengkap akan berlangsung selama 8,5 bulan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekolah Orangtua meluncurkan program training dan pembelajaran terbaru bernama <strong>Super Family Class</strong>. Ini adalah pembelajaran intensif bagi para orangtua agar memiliki pengetahuan,<br />
  ketrampilan dan kebijaksanaan untuk mengatasi berbagai permasalahan keluarga yang terjadi dan sekaligus agar mampu mewujudkan keluarga yang harmonis, sukses dan bahagia lahir batin.</p>
<p>Program pembelajaran ini secara lengkap akan berlangsung selama 8,5 bulan dimana pembelajaran dilakukan melalui:</p>
<ul>
<li>2 hari sesi tatap muka yang meliputi diantaranya sesi terapi bagi para orangtua agar dapat memiliki program bawah sadar yang lebih kondusif dalam mendidik anak dan membangun keluarga yang harmonis. </li>
<li>Pembelajaran materi melalui Super Family     Online Class yang akan diberikan selama 8 bulan.</li>
<li>Pembelajaran materi melalui DVD Video dan CD Audio Sekolah Orangtua.  </li>
</ul>
<p>Angkatan 1 Super Family Class akan diselenggarakan pada:  </p>
<ul>
<li>Tanggal : 12-13 September 2009    </li>
<li>Kota : Surabaya    </li>
</ul>
<p>Detil dari <strong>Super Family Class</strong> bisa Anda baca selengkapnya di <a href="http://www.sekolahorangtua.com/seminar-training/super-family-class/" >Super Family Class</a>. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sekolahorangtua.com/2009/08/31/dibuka-pendaftaran-super-family-class-angkatan-1/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Proses Pendidikan Anak merupakan Bentukan dari Lingkungan atau Bawaan Alamiah? - Bagian 2</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2009/08/07/proses-pendidikan-anak-merupakan-bentukan-dari-lingkungan-atau-bawaan-alamiah-bagian-2/</link>
		<comments>http://www.sekolahorangtua.com/2009/08/07/proses-pendidikan-anak-merupakan-bentukan-dari-lingkungan-atau-bawaan-alamiah-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 02:40:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sandra M.,MPsi,Psikolog</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Parenting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sekolahorangtua.com/?p=1564</guid>
		<description><![CDATA[
Pada artikel  sebelumnya, anda telah dijelaskan mengenai bawaan alamiah yang ada dalam diri  tiap anak. Sekarang kita akan membahas mengenai hal-hal yang tergolong sebagai bawaan  alamiah yang ada dalam diri anak. 
  Apakah bawaan alamiah  itu ? Bawaan alamiah adalah bekal sejak lahir yang dimiliki oleh tiap anak yang  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left"><img src="http://www.sekolahorangtua.com/wp-content/uploads/2009/08/cita-citaku-2.jpg" alt="" width="122" height="93" hspace="12" align="left"></p>
<p>Pada artikel  sebelumnya, anda telah dijelaskan mengenai bawaan alamiah yang ada dalam diri  tiap anak. Sekarang kita akan membahas mengenai hal-hal yang tergolong sebagai bawaan  alamiah yang ada dalam diri anak. <br />
  Apakah bawaan alamiah  itu ? Bawaan alamiah adalah bekal sejak lahir yang dimiliki oleh tiap anak yang  terdiri dari  </p>
<ol start="1" type="1">
<li>Genetik.       Tahukah anda bahwa genetik (kromosom) yang diturunkan oleh orangtua kita       mempengaruhi perilaku sosial yang kita tampilkan ? Begitulah hasil       penelitian yang dilakukan oleh seorang pakar biologis Harvard, David Haig.       Selama ini, kita mengenal bahwa kromosom menurunkan ciri-ciri fisik dari       kedua orangtua kepada anaknya namun penelitian terbaru menemukan bahwa       sifat-sifat, karakter dan kebiasaan ternyata juga diturunkan dari orangtua       kepada anak mereka melalui gen. Anak kembar yang dipisahkan sejak lahir       dan mendapatkan pengasuhan yang berbeda pun masih memiliki ciri perilaku       yang sama. Penemuan penurunan sifat, karakter dan kebiasaan sosial ini       terjadi disebabkan ilmuwan saat ini telah mampu memetakan gen dalam diri       manusia dengan lebih detil lagi.     
</li>
<li>Jenis       kelamin dan hormon. Gender yang berbeda akan mempengaruhi hormon yang       produktif di dalam tubuh. Hormon ini mempengaruhi perilaku yang       ditampilkan oleh tiap gender. Ketidakseimbangan hormon dalam tubuh juga       dapat mempengaruhi perilaku. Wanita lebih mudah terkena depresi karena       ketidakseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron. Anak laki-laki       dinilai lebih agresif disebabkan adanya hormon testoteron dalam dirinya.       Itu sebabnya mengapa secara instingtif, banyak orangtua telah membedakan       cara pengasuhan terhadap anak laki-laki dan anak perempuan.  
</li>
<li>Cara       menjalin ikatan emosi dengan orang lain. Ada anak yang dapat dengan mudah bergaul       dengan orang baru. Namun ada juga anak yang lebih sulit menerima       keberadaan hal-hal baru dalam lingkungannya. Ini merupakan faktor bawaan       yang telah ada sejak lahir. Tidak berarti anak yang introvert memiliki       konsep diri yang rendah. Hanya saja energi yang mereka punyai lebih       diarahkan ke dalam diri mereka sendiri daripada keluar diri mereka. Konsep       diri rendah dan tidak percaya diri merupakan polusi yang didapat dari pola       asuh yang terjadi di lingkungannya.
</li>
<li>Perkembangan       otak. Otak manusia mengalami perkembangan yang bertahap. Selama       berkembang, otak akan mempengaruhi perilaku yang ditampilkan oleh anak       kita. Itulah sebabnya mengapa anak perempuan lebih cepat berbicara       dibandingkan dengan anak laki-laki atau mengapa anak perempuan lebih       menyukai permainan yang melibatkan perilaku sosial dibandingkan anak       laki-laki yang lebih menyukai permainan yang melibatkan aktivitas motorik       kasar.  </li>
</ol>
<p>Faktor-faktor tersebut diatas hanya  dijelaskan secara singkat karena keterbatasan ruang. Jika anda ingin  mempelajari lebih detil, anda dapat mengikuti <em>online home course</em> yang diadakan oleh Sekolah Orangtua guna lebih  memahami “Siapa anak kita ?”. Program ini akan diluncurkan dalam waktu dekat  ini di bulan Agustus. 
  </p>
<p>Seringkali,  kita sebagai orangtua kurang memahami bawaan alamiah yang ada dalam diri anak  sehingga kita menjadi lebih sering menuntut anak untuk berperilaku sesuai  dengan keinginan kita atau tuntutan sosial/masyarakat. Contohnya : ada seorang  anak yang memang memiliki karakter untuk mengobservasi lingkungan sebelum ia  terlibat didalamnya. Padahal orangtuanya lebih menyukai anak yang mampu  langsung bergaul dengan orang lain. Apa yang terjadi kemudian ? orangtua  tersebut langsung memborbardir anak dengan perkataan,”Ayo, sana main. Tidak perlu malu-malu.” Atau,  “Anakku ini loh… pemalu banget kalau ketemu orang. Gak tahu anaknya siapa ?  Padahal papa mamanya supel” Perkataan ini dikatakan di depan anak. Itulah asal  mula lahirnya kepribadian seorang anak pemalu. 
  </p>
<p>Mengasuh sesuai dengan bawaan alamiah seorang  anak tidak berarti kita serba membiarkan dan membolehkan atau menjadi orangtua  permisif. Supaya tidak terjebak menjadi orangtua permisif, anda perlu mengenali  bawaan alamiah anak anda dan nilai-nilai hidup apa yang hendak anda tanamkan  dalam diri anak. Jika anak berperilaku menyimpang atau tidak sopan, anda tetap  perlu mengarahkannya. 
  </p>
<p>Pengasuhan yang kita  terapkan dengan mengikuti bawaan alamiah anak akan membantu anak untuk lebih  mengenal dirinya sendiri. Dengan demikian, kelak anak menjadi nyaman dengan  dirinya sendiri dan nyaman pula memutuskan tujuan hidupnya. Pondasi terdasar  kebahagiaan adalah bersahabat dan menerima diri sendiri sebagai apa adanya. </p>
<p>Salam hangat penuh cinta untuk anda  sekeluarga. <br />
Sandra Mungliandi, M  Psi., Psikolog.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sekolahorangtua.com/2009/08/07/proses-pendidikan-anak-merupakan-bentukan-dari-lingkungan-atau-bawaan-alamiah-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Proses Pendidikan Anak merupakan Bentukan dari Lingkungan atau Bawaan Alamiah? - Bagian 1</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2009/08/07/proses-pendidikan-anak-merupakan-bentukan-dari-lingkungan-atau-bawaan-alamiah-bagian-1/</link>
		<comments>http://www.sekolahorangtua.com/2009/08/07/proses-pendidikan-anak-merupakan-bentukan-dari-lingkungan-atau-bawaan-alamiah-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 02:35:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sandra M.,MPsi,Psikolog</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Parenting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sekolahorangtua.com/?p=1560</guid>
		<description><![CDATA[
Anak kelas 6 di sebuah  sekolah swasta diwawancarai oleh seorang reporter TV swasta,”Kenapa kita harus  punya cita-cita ?”. Si anak menjawab,”Supaya kita punya tujuan hidup.” Begitu  jawaban anak itu dengan percaya diri. Singkat namun dalam maknanya. 
  “Apa cita-cita kamu ?”. 
  Si anak menjawab,”Menjadi penerbit  buku.” 
  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left"><img src="http://www.sekolahorangtua.com/wp-content/uploads/2009/08/cita-citaku-1.jpg" alt="" width="120" height="104" hspace="12" align="left"></p>
<p>Anak kelas 6 di sebuah  sekolah swasta diwawancarai oleh seorang reporter TV swasta,”Kenapa kita harus  punya cita-cita ?”. Si anak menjawab,”Supaya kita punya tujuan hidup.” Begitu  jawaban anak itu dengan percaya diri. Singkat namun dalam maknanya. <br />
  “Apa cita-cita kamu ?”. <br />
  Si anak menjawab,”Menjadi penerbit  buku.” <br />
  “Penerbit buku apa ? Komik atau buku  pelajaran atau yang lain.?” <br />
  “Buku pelajaran.” <br />
  “Buku pelajaran bidang apa ?” <br />
  “Bahasa Indonesia.”
  </p>
<p>Wawancara ini berlangsung dengan  sangat lancar. Anak SD ini dapat menjawabnya tanpa ragu-ragu  mengenai tujuan yang ingin ia capai dalam hidupnya. Berapa banyak anak yang  telah dididik sejak kecil untuk bisa memahami tujuan hidupnya ? 
  </p>
<p>Bandingkan  dengan 2 orang yang telah duduk di bangku SMU ini. Secara tidak sengaja ketika saya  sedang berjalan-jalan di daerah sekitar rumah, saya mendengarkan percakapan 2  orang anak SMU mengenai jurusan apa yang akan mereka putuskan setelah mereka  lulus. Sebut saja si A dan si B. Si A bertanya pada B,”E… kamu <em>wis</em><em> mutus’no</em> mau masuk jurusan apa ? Aku <em>kok</em> bingung ya?. Papaku mau aku masuk  ekonomi, tapi aku <em>gak</em> suka <em>itung-itungan</em>. Aku pengin masuk  psikologi, tapi <em>gak</em> boleh sama  mamaku. <em>Kata’e</em> <em>cuman ngurusin</em> orang gila <em>tok</em>. <em>Yak</em> apa ya ?”. 
  </p>
<p>Si B menjawab,”Lo lo… kamu <em>nek</em> mau masuk Psikologi <em>kudu</em> bisa <em>ngomong</em> sama orang lo. Tapi… <em>gak</em> harus rasanya. Aku punya teman, <em>orang’e</em> pendiam banget. Tapi dia masuk psikologi. <em>Kata’e</em> orang, kalau mau masuk psikologi harus bisa <em>ngomong</em> sama orang. Kamu bisa <em>gak ngomong</em> sama orang ?”.
  </p>
<p>Mendengar  komentar B yang terakhir itu, saya menjadi tersenyum kecil (maunya <em>sih</em> tertawa terbahak-bahak, tapi nanti  dipikir saya orang gila. Ngapain ibu hamil ini, sudah jalan sendiri, eh… pake  ketawa-ketiwi sendiri lagi). Dalam pikiran saya terlintas,”Kenapa syarat masuk  psikologi harus bisa bicara dengan orang ? Memangnya selama ini kamu bicara  dengan siapa ? Apakah selama ini kamu bicara dengan anggota kebun binatang ?”.  Namun dibalik rasa geli saya, terlintas juga perasaan sedih. Kenapa anak yang  sudah menjelang dewasa ini, tidak mengerti apa tujuan hidupnya ? Hal ini sangat  bertolak belakang dengan anak SD yang telah saya ceritakan di atas. Pada usia  sangat muda, ia telah tahu apa yang akan ia lakukan ketika dewasa nanti. Sedangkan,  kakak yang berusia sangat jauh diatasnya masih kebingungan hendak di kemanakan  hidupnya ini. 
  </p>
<p>Nah…  Menurut Anda pemahaman mengenai tujuan hidup dan siapa saya sebenarnya  merupakan Bawaan Alamiah atau Bentukan dari lingkungan ? 
  </p>
<p>Mengapa remaja SMU  tersebut belum mampu mengenal siapa saya, apa tujuan hidup saya dan minat saya  apa ? 
  </p>
<p>Mengapa  pengenalan karakter diri dan tujuan hidup merupakan kegiatan yang sulit bagi  tiap orang ? 
  </p>
<p>Bahkan ada orang yang  telah berumur 27 tahun namun masih belum dapat memutuskan siapa dirinya  sebenarnya. Hal ini dikarenakan sejak kecil kita terbiasa di doktrin mengenai  perilaku, pikiran dan perasaan yang benar dan salah dengan mengabaikan bawaan  alamiah yang ada dalam diri kita masing-masing. Pendidikan diterapkan tidak  sesuai dengan tahapan perkembangan diri anak-anak. Perkembangan seorang anak  dinilai dari apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan. Lebih cepat atau lebih  lambat dari teman sebayanya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya kebingungan  dalam diri anak, antara keinginan menjadi diri sendiri dan mengikuti doktrin  dari orangtua. Ibaratnya seperti sebuah pohon yang tumbuh dibawah atap semen  sehingga menyebabkan pertumbuhannya menjadi miring, tidak lagi lurus mengikuti  hukum alam. Ketika dewasa berakibat menjadi kebingungan akan identitas diri.       
  </p>
<p>Setiap makhluk hidup  dilahirkan dengan memiliki bawaan alamiahnya sendiri-sendiri. Bawaan alamiah  ini diturunkan dari orangtua pada diri anak masing-masing. Bukti nyata adalah  dapat diamati pada saudara kembar yang telah dipisahkan sejak lahir dan diasuh  oleh orangtua dan lingkungan berbeda. Ketika diteliti mereka memiliki kemiripan  satu dengan yang lainnya mulai dari cara berjalan, tersenyum, mengambil  keputusan dll. Inilah yang membuktikan bahwa ada sejumlah karakteristik yang  dibawa oleh tiap manusia sejak ia lahir. 
  </p>
<p>Tugas kita, sebagai  orangtua adalah mengenali karakteristik alamiah yang telah dibawa anak-anak  ini. Setelah mengenali, kita perlu untuk membentuknya/mengasuhnya sehingga sesuai  dengan kecenderungan yang ada dalam diri si anak. Kesalahan mengenali bawaan  alamiah ini yang menjadi penyebab terjadi kesalahpahaman antar anak dan  orangtua. Anak merasa tidak dimengerti oleh orangtuanya sedangkan orangtua  merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan anaknya karena berperilaku  berbeda dengan harapan yang selama ini dimilikinya. 
  </p>
<p>Apa sajakah bawaan alamiah yang  dibawa oleh anak sejak lahir ? Jawaban ini akan anda dapatkan pada artikel  kedua. </p>
<p>Salam hangat penuh cinta untuk anda sekeluarga. <br />
Sandra Mungliandi, M  Psi., Psikolog.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sekolahorangtua.com/2009/08/07/proses-pendidikan-anak-merupakan-bentukan-dari-lingkungan-atau-bawaan-alamiah-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
