<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments for SekolahOrangtua.com - Pusat Pendidikan Keluarga</title>
	<atom:link href="http://www.sekolahorangtua.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sekolahorangtua.com</link>
	<description>Membangun Keluarga Harmonis, Sukses dan Bahagia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 10:21:12 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Comment on Anak Saya Kurang Bisa Berkonsentrasi by dovie bowie</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/08/02/anak-saya-kurang-bisa-berkonsentrasi/comment-page-1/#comment-6533</link>
		<dc:creator>dovie bowie</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 10:21:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sekolahorangtua.com/2007/08/02/anak-saya-kurang-bisa-berkonsentrasi/#comment-6533</guid>
		<description>saya mempunyai anak yg sekarang sedang sekolah tk,anak saya susah sekali konsentrasi... Bahkan abjad dan angka dia gak hapal.saya jd sering marah... Sama dengan ibu esti,anak saya jg sering mengira ngira abjad/angka yg saya buat sambil melihat ke arah saya...apa yg harus saya lakukan,perlukah ada vitamin untuk kecerdasan nya...kalau iy... Apa yang bagus buat anak</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya mempunyai anak yg sekarang sedang sekolah tk,anak saya susah sekali konsentrasi&#8230; Bahkan abjad dan angka dia gak hapal.saya jd sering marah&#8230; Sama dengan ibu esti,anak saya jg sering mengira ngira abjad/angka yg saya buat sambil melihat ke arah saya&#8230;apa yg harus saya lakukan,perlukah ada vitamin untuk kecerdasan nya&#8230;kalau iy&#8230; Apa yang bagus buat anak</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Apakah Disiplin Sama dengan Hukuman? by frendy karmana</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2008/05/04/apakah-disiplin-sama-dengan-hukuman/comment-page-1/#comment-6530</link>
		<dc:creator>frendy karmana</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 00:45:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sekolahorangtua.com/2008/05/04/apakah-disiplin-sama-dengan-hukuman/#comment-6530</guid>
		<description>Selamat pagi bu Sandra, sy tidak tahu di mana saya harus tulis pertanyaan ini, jadi saya tulis di sini saja ya bu walaupun tidak ada kaitannya dengan artikel ini
Sy mempunyai putri yang berusia 4 tahun, dia seringkali mengimajinasikan sesuatu yang tidak terjadi, misalnya: jika dia meminta susu, terkadang istri saya yang membuatkan, terkadang saya juga membuatkan..tapi jika putri saya ingin saya yg membuatkan tapi sudah terlanjur istri saya yang membuatkan maka ia akan mengatakan : &quot; tadi papi yang membuatkan susunya&quot; padahal realitanya adalah mamanya yg membuatkan susunya.
contoh lain: jika ia mau masuk kamar bersamaan dengan saya atau istri, tapi terkadang kami sudah terlebih dahulu menutup pintunya sehingga putri kami harus membuka pintu sendiri, dia akan mengatakan &quot; tadi Shannon masuk dengan papi atau mami&quot; padahal realitanya dia membuka pintu sendiri dan masuk sendiri (tidak bersamaan dengan kami).
Pertanyaan kami: apakah hal ini tidak bermasalah dengan perkembangan psikologis atau dari sisi lain bu ? karena kami kuatir dengan kebiasaannya ini, jika berbahaya kelak apakah ada cara untuk menghilangkannya secara permanen ? Mohon nasihatnya bu Sandra..atas perhatiannya kami ucapkan banyak terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat pagi bu Sandra, sy tidak tahu di mana saya harus tulis pertanyaan ini, jadi saya tulis di sini saja ya bu walaupun tidak ada kaitannya dengan artikel ini<br />
Sy mempunyai putri yang berusia 4 tahun, dia seringkali mengimajinasikan sesuatu yang tidak terjadi, misalnya: jika dia meminta susu, terkadang istri saya yang membuatkan, terkadang saya juga membuatkan..tapi jika putri saya ingin saya yg membuatkan tapi sudah terlanjur istri saya yang membuatkan maka ia akan mengatakan : &#8221; tadi papi yang membuatkan susunya&#8221; padahal realitanya adalah mamanya yg membuatkan susunya.<br />
contoh lain: jika ia mau masuk kamar bersamaan dengan saya atau istri, tapi terkadang kami sudah terlebih dahulu menutup pintunya sehingga putri kami harus membuka pintu sendiri, dia akan mengatakan &#8221; tadi Shannon masuk dengan papi atau mami&#8221; padahal realitanya dia membuka pintu sendiri dan masuk sendiri (tidak bersamaan dengan kami).<br />
Pertanyaan kami: apakah hal ini tidak bermasalah dengan perkembangan psikologis atau dari sisi lain bu ? karena kami kuatir dengan kebiasaannya ini, jika berbahaya kelak apakah ada cara untuk menghilangkannya secara permanen ? Mohon nasihatnya bu Sandra..atas perhatiannya kami ucapkan banyak terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Menghadapi Ledakan Emosi Anak by Nila</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2008/04/28/menghadapi-ledakan-emosi-anak/comment-page-1/#comment-6529</link>
		<dc:creator>Nila</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 19:42:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sekolahorangtua.com/2008/04/28/menghadapi-ledakan-emosi-anak/#comment-6529</guid>
		<description>Anak sy laki laki umur 9 tahun,anak sulung dengan 2 adik perempuan usia 5 tahun dan 2 tahun.sering sekali menangis baik di sekolah maupun di rumah.jika tidak bisa menyelesaikan tugas dengan mudahnya dia akan menangis dengan suara yg kencang.mudah panik dan takut terhadap sesuatu yang sepele,misalnya daun kering,serangga bahkan ke toilet yg sebenarnya di sekitarnya banyak org.sy sudah berusaha memberi pengertian bahwa jika sering menangis akan di jauhi teman.tetapi tetap saja dia menangis.tidak bisa bertanggung jawab dan tidak disiplin.bagainana cara saya mengatasinya supaya dia bs seperti anak laki laki pd umumnya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Anak sy laki laki umur 9 tahun,anak sulung dengan 2 adik perempuan usia 5 tahun dan 2 tahun.sering sekali menangis baik di sekolah maupun di rumah.jika tidak bisa menyelesaikan tugas dengan mudahnya dia akan menangis dengan suara yg kencang.mudah panik dan takut terhadap sesuatu yang sepele,misalnya daun kering,serangga bahkan ke toilet yg sebenarnya di sekitarnya banyak org.sy sudah berusaha memberi pengertian bahwa jika sering menangis akan di jauhi teman.tetapi tetap saja dia menangis.tidak bisa bertanggung jawab dan tidak disiplin.bagainana cara saya mengatasinya supaya dia bs seperti anak laki laki pd umumnya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Rahasia Membuat Anak Ketagihan Belajar by Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog.</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2008/11/18/rahasia-membuat-anak-ketagihan-belajar/comment-page-1/#comment-6444</link>
		<dc:creator>Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog.</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 04:48:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sekolahorangtua.com/2008/11/18/rahasia-membuat-anak-ketagihan-belajar/#comment-6444</guid>
		<description>Hai Rendy, 

Seneng banget bisa berkenalan dengan Rendy, yang ternyata masih kelas 12 IPA tapi punya semangat belajar tinggi tentang kehidupan. 

Rendy memilih jurusan IPA pasti sudah paham resikonya bukan ? 
di IPA akan bertemu kimia dan biologi. 
Saya menduga Rendy lebih memilih IPA daripada memilih IPS karena di IPS bakal ketemu hafalan yang lebih banyak bukan ? 

Jadi poin pertama adalah syukuri dulu tentang isi IPA yg hafalannya cuman 2 dan mau menerimanya sebagai bagian dari konsekuensi atas pilihan.

poin kedua, gunakan teknik teknik menghafal yang ada di pasaran misal jembatan keledai, spider web dll.

ketiga, kurangi menghafal tapi dimengerti isi materi yang dipelajari. Dengan membuat diri mengerti maka beban menghafal akan berkurang dengan sendirinya. misal jika belajar tentang anatomi tubuh, kaitkan dengan tubuh diri sendiri. Jika belajar tentang zat zat kimia, kaitkan dengan benda sehari-hari yang mengandung unsur itu. 

keempat, jalani aja masa belajar kimia dan bio... toh nanti kalau Rendy udah lulus, materi ini jarang banget dipakai lagi kecual kalo memang Rendy berminat untuk menjadikan biologi dan kimia sebagai ladang berkarya. 

Kalau uda seumuran Rendy, motivasi belajar itu uda berasal dari dalam diri sendiri. peran ortu udah sangat kecil banget. Kalau Rendy masih SD, peran orangtua masih sangat berpengaruh dalam memotivasi anak.  

Selamat belajar ya... 
Masa sulit di SMU akan menjadi kenangan kok... 
enjoy menikmati sulitnya kimia dan bio, itu kunci untuk bisa menjalaninya. 

* Salam dari Pak Aries</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hai Rendy, </p>
<p>Seneng banget bisa berkenalan dengan Rendy, yang ternyata masih kelas 12 IPA tapi punya semangat belajar tinggi tentang kehidupan. </p>
<p>Rendy memilih jurusan IPA pasti sudah paham resikonya bukan ?<br />
di IPA akan bertemu kimia dan biologi.<br />
Saya menduga Rendy lebih memilih IPA daripada memilih IPS karena di IPS bakal ketemu hafalan yang lebih banyak bukan ? </p>
<p>Jadi poin pertama adalah syukuri dulu tentang isi IPA yg hafalannya cuman 2 dan mau menerimanya sebagai bagian dari konsekuensi atas pilihan.</p>
<p>poin kedua, gunakan teknik teknik menghafal yang ada di pasaran misal jembatan keledai, spider web dll.</p>
<p>ketiga, kurangi menghafal tapi dimengerti isi materi yang dipelajari. Dengan membuat diri mengerti maka beban menghafal akan berkurang dengan sendirinya. misal jika belajar tentang anatomi tubuh, kaitkan dengan tubuh diri sendiri. Jika belajar tentang zat zat kimia, kaitkan dengan benda sehari-hari yang mengandung unsur itu. </p>
<p>keempat, jalani aja masa belajar kimia dan bio&#8230; toh nanti kalau Rendy udah lulus, materi ini jarang banget dipakai lagi kecual kalo memang Rendy berminat untuk menjadikan biologi dan kimia sebagai ladang berkarya. </p>
<p>Kalau uda seumuran Rendy, motivasi belajar itu uda berasal dari dalam diri sendiri. peran ortu udah sangat kecil banget. Kalau Rendy masih SD, peran orangtua masih sangat berpengaruh dalam memotivasi anak.  </p>
<p>Selamat belajar ya&#8230;<br />
Masa sulit di SMU akan menjadi kenangan kok&#8230;<br />
enjoy menikmati sulitnya kimia dan bio, itu kunci untuk bisa menjalaninya. </p>
<p>* Salam dari Pak Aries</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Rahasia Membuat Anak Ketagihan Belajar by rendy</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2008/11/18/rahasia-membuat-anak-ketagihan-belajar/comment-page-1/#comment-6442</link>
		<dc:creator>rendy</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 17:51:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sekolahorangtua.com/2008/11/18/rahasia-membuat-anak-ketagihan-belajar/#comment-6442</guid>
		<description>saya sebagai anak, juga memiliki kendala dalam belajar, khususnya menghafal-&gt; biologi dan kimia. aku sma 12ipa. jika dilihat dr sudut pandang anak, apakah solusi yg bisa anak perbuat? apa yg seharusnya aku perbuat demi perbaikan motivasi belajarku, khususnya di bidang kimia dan biologi? terima kasih banyak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya sebagai anak, juga memiliki kendala dalam belajar, khususnya menghafal-&gt; biologi dan kimia. aku sma 12ipa. jika dilihat dr sudut pandang anak, apakah solusi yg bisa anak perbuat? apa yg seharusnya aku perbuat demi perbaikan motivasi belajarku, khususnya di bidang kimia dan biologi? terima kasih banyak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on “A. P. A. Method” Kunci Membangun Strong Relationship by ningrum</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2011/10/17/%e2%80%9ca-p-a-method%e2%80%9d-kunci-membangun-strong-relationship/comment-page-1/#comment-6345</link>
		<dc:creator>ningrum</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 17:35:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sekolahorangtua.com/?p=1960#comment-6345</guid>
		<description>Semua artikel di SO memang hebat.
Ada beberapa teman yang bermasalah dgn anaknya saya beri solusi baca artikel-artikel di SO, saya tak tau hasilnya tp setidaknya saya berharap mereka mau belajar menjadi ortu yg lebih baik. Impian saya jika seluruh orang tua bersekolah di SO atau paling tidak membaca artikel SO, saya optimis akan kemajuan bangsa ini  dan di hari tua kita akan merasa aman dan damai. Terimakasaih atas semua ilmu yg telah dibagi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Semua artikel di SO memang hebat.<br />
Ada beberapa teman yang bermasalah dgn anaknya saya beri solusi baca artikel-artikel di SO, saya tak tau hasilnya tp setidaknya saya berharap mereka mau belajar menjadi ortu yg lebih baik. Impian saya jika seluruh orang tua bersekolah di SO atau paling tidak membaca artikel SO, saya optimis akan kemajuan bangsa ini  dan di hari tua kita akan merasa aman dan damai. Terimakasaih atas semua ilmu yg telah dibagi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on DVD502 &#8211; Tangki Cinta Anak by Aduh … Anakku Mogok Sekolah! &#171; cbhati</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/06/15/dvd502-tangki-cinta-anak/comment-page-1/#comment-6337</link>
		<dc:creator>Aduh … Anakku Mogok Sekolah! &#171; cbhati</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2011 03:41:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sekolahorangtua.com/2007/06/15/dvd502-tangki-cinta-anak/#comment-6337</guid>
		<description>[...] jika penyebab ini yang terjadi ? Yaa… jawabannya adalah di pengisian tangki cinta. Lihat DVD Tangki Cinta Anak yang telah dikeluarkan oleh SekolahOrangtua.com yang merupakan rekaman 3 jam seminar dari Bapak [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] jika penyebab ini yang terjadi ? Yaa… jawabannya adalah di pengisian tangki cinta. Lihat DVD Tangki Cinta Anak yang telah dikeluarkan oleh SekolahOrangtua.com yang merupakan rekaman 3 jam seminar dari Bapak [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Rahasia Mendidik Anak agar Sukses dan Bahagia by Aduh … Anakku Mogok Sekolah! &#171; cbhati</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2008/08/26/rahasia-mendidik-anak-agar-sukses-dan-bahagia-2/comment-page-1/#comment-6336</link>
		<dc:creator>Aduh … Anakku Mogok Sekolah! &#171; cbhati</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2011 03:39:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sekolahorangtua.com/2008/08/26/rahasia-mendidik-anak-agar-sukses-dan-bahagia-2/#comment-6336</guid>
		<description>[...] pembelajaran lain yang bisa Anda dapatkan adalah buku “Rahasia Mendidik Anak agar Sukses dan Bahagia” yang ditulis oleh Bapak Ariesandi S., CHt yang bisa didapatkan di toko buku [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] pembelajaran lain yang bisa Anda dapatkan adalah buku “Rahasia Mendidik Anak agar Sukses dan Bahagia” yang ditulis oleh Bapak Ariesandi S., CHt yang bisa didapatkan di toko buku [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Sharing Yusi Setiawan: Dari Anak Bermasalah Menjadi Anak Berprestasi by Basa Tiur Mida Siahaan</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2011/11/22/sharing-yusi-setiawan-dari-anak-bermasalah-menjadi-anak-berprestasi/comment-page-1/#comment-6256</link>
		<dc:creator>Basa Tiur Mida Siahaan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2011 10:30:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sekolahorangtua.com/?p=1972#comment-6256</guid>
		<description>Pendidikan formal dimanapun tidak menyiapkan seseorang untuk dapat menjadi orang tua ketika mereka memutuskan untuk berkeluarga. oleh karena itu mereka harus senantiasa terbuka dan mau belajar dari berbagai hal termasuk belajar dari anak-anaknya. Semoga kita para orang tua dapat menghantarkan anak2 kita untuk menjadi generasi penerus keturunan kita yang benar-benar bisa menjaga dan menghargai hidup mereka kemudian dan senatiasa juga mohon penyertaan Tuhan yang Maha Pemurah dan Maha Baik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pendidikan formal dimanapun tidak menyiapkan seseorang untuk dapat menjadi orang tua ketika mereka memutuskan untuk berkeluarga. oleh karena itu mereka harus senantiasa terbuka dan mau belajar dari berbagai hal termasuk belajar dari anak-anaknya. Semoga kita para orang tua dapat menghantarkan anak2 kita untuk menjadi generasi penerus keturunan kita yang benar-benar bisa menjaga dan menghargai hidup mereka kemudian dan senatiasa juga mohon penyertaan Tuhan yang Maha Pemurah dan Maha Baik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Sharing Yusi Setiawan: Dari Anak Bermasalah Menjadi Anak Berprestasi by Anita Puspitasari</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2011/11/22/sharing-yusi-setiawan-dari-anak-bermasalah-menjadi-anak-berprestasi/comment-page-1/#comment-6219</link>
		<dc:creator>Anita Puspitasari</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Nov 2011 10:10:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sekolahorangtua.com/?p=1972#comment-6219</guid>
		<description>Sharing Bu Yusi Setiawan mengingatkan saya dgn anak saya yang pertama. Ceritanya hampir mirip dgn steven, dan perlakuan saya juga hampir mirip dgn ibu. Tapi alhamdulillah sy byk mendapatkan ilmu2 sebagai orang tua, walau tdk semudah itu menerapkan. tapi saya menyadari anak saya yg pertama mempunyai byk kelebihan dibanding teman2 sebayanya. Menurut saya anak pertama itu adalah guru saya terbaik untuk mengajari saya bagaimana menjadi orang tua yang baik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sharing Bu Yusi Setiawan mengingatkan saya dgn anak saya yang pertama. Ceritanya hampir mirip dgn steven, dan perlakuan saya juga hampir mirip dgn ibu. Tapi alhamdulillah sy byk mendapatkan ilmu2 sebagai orang tua, walau tdk semudah itu menerapkan. tapi saya menyadari anak saya yg pertama mempunyai byk kelebihan dibanding teman2 sebayanya. Menurut saya anak pertama itu adalah guru saya terbaik untuk mengajari saya bagaimana menjadi orang tua yang baik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

