Phone : 031-71559997, 031-5941439

SMS    : 0819807601 (Jam Kerja)

Email   : cs@sekolahorangtua.com

Messenger :

Join Facebook.com/SekolahOrangtua

Tanya Jawab

21
Sep

daydream.jpgYth. Pak Aries

Anak saya 6.5 thn, kelas 1. Setiap hari di sekolah tugas yang diberikan gurunya hampir tidak pernah selesai. Setiap pulang sekolah harus saya temani di kelas untuk menyelesaikan catatannya.
Sebenarnya kalau menulis dia cukup cepat, hanya untuk mau mengerakkan tangannya untuk menulis sulit sekali. Otak-atik pensil, gosok2 buku (bukunya sering bolong disetip), goyang-goyang bangku, melamun. Pokoknya ada saja.
Saya merasa sudah sabar selama 2 bulan. Dan akhir2 ini saya sudah sangat sulit menahan emosi saya untuk tidak marah. Apalagi sekarang hampir setiap hari ulangan. Ulangan yang tidak selesai, tentu nilainya jelek. Ini memb
uat saya kesal, karena merasa harusnya dia bisa, tapi tidak mau menulis.
Puncaknya kemarin, belajar pelajaran PKN untuk ulangan hari ini. Guru lesnya sudah mengajari 1.5 jam, lima agama, masing2 dengan tempat ibadah, pemuka agama, dan kitab suci. Tidak ada yang diingat. Saya lalu mengajari sendiri, sudah dengan hati kesal. Tapi, anaknya tidak bisa konsen. Saya jadi kalap, anak saya pukul.

Category : Artikel | Tanya Jawab | Blog
30
Aug

girl2.jpgYth. Bapak-bapak Ariesandi dan Sukarto,

Kami mendaftar sebagai anggota Parents Club pada tgl. 15 Agustus 2007. Harapan kami dapat menjadi orang tua yang baik dalam mendidik anak2.

Ada masalah dengan seorang anak kami yang ingin dikonsultasikan dengan bapak2. Mohon maaf surat ini agak panjang.

Anak kami yang kedua, seorang perempuan berumur 15 th baru masuk kelas I SMA Negeri di Jakarta. Anak ini sangat aktif dalam kegiatan fisik seperti olah raga dan menari. Tetapi sangat susah meluangkan waktu untuk pelajaran sekolah. Pada waktu masih sekolah di SMP, dia hanya belajar pada saat akan ujian. Prestasinya biasa2 saja.

Category : Artikel | Tanya Jawab | Blog
2
Aug

anak_belajar.jpgKepada: Bpk Ariesandi dan Sukarto
Saya punya anak yang tingginya tidak ideal, artinya tidak sesuai dengan umurnya ( umurnya 7 thn, tingginya + 100 cm) karena disekolah selalu dibilang cebol atau kecil tapi untuk hal ini saya tidak terlalu mengkhawatirkannya, karena untuk saat ini saya menganggap dia sudah bisa menerimanya kalau diejek temannya. Tetapi yang saya khawatirkan saat ini karena semua guru mata pelajaran mengatakan bahwa anak saya konsentrasinya kurang sehingga banyak mata pelajaran yang kurang. Padahal mengenai IQ waktu dites anak saya termasuk diatas rata2. Teman saya menyarankan saya untuk memberi vit untuk konsentrasi, apa itu perlu? kalau tidak apa solusi terbaik agar anak saya bisa konsentrasi dengan baik mohon jawabannya. Terimakasih

Category : Artikel | Tanya Jawab | Blog
10
Jul

momwithson.jpgPak Ariesandi Yth.,
Saya, seorang ibu berumur 47 tahun mempunyai 2 orang putra (20 tahun & 16 tahun). Pada tahun 2001 karena “tugas” Bapak pindah ke Batam, tinggal kami bertigadi Jakarta. Pada tahun 2006 giliran sang kakak “kuliah” di Bandung, sekarang tinggal kami berdua. Kakak pulang ke Jakarta 1 minggu 1 x, Bapak 1 bulan 1 x.

Mhn bantuan atas permasalahan yg saya hadapi.

Si bungsu, Andrew, kelas 1 SMA, pd waktu S.D. kelas 2 - 5 tidak pernah bermasalah dlm pelajaran dan sangat mandiri (belajar sendiri sejak SD kelas 3). Pelajaran paling yg disukai s/d saat ini adalah Matematika. Pada waktu kelas 1 SMP pernah ikut olympiade matematika, tapi hanya sampai dibabak penyisihan. Sewaktu SMP menjadi anak yang pendiam (sebelumnya “ceria”). Pelajaran di sekolah “biasa-biasa” saja. Saya sempat kaget beberapa waktu lalu, Andrew pernah nyeletuk, kalau diingat-ingat aku sempet kesel dengan temen-teman waktu kelas 6 (di St. Ursula). Rupanya peristiwa dijauhi sekelompok
temen-teman perempuan (karena keringatnya bau selesai olahraga) membekas dihatinya.

Category : Artikel | Tanya Jawab | Blog
3
Jul

bite_fingernail.jpgSaya mempunyai problem dengan kebiasaan buruk anak saya, perempuan, saat ini berusia 6 th. Anak saya mempunyai kebiasaan menggigit kuku tangan dan kaki, juga sering mengelupas kulit di jari2nya. Kebiasaan ini baru muncul pada usia 4,5 th.

Kami sudah berusaha dengan berbagai cara untuk mencegahnya, dengan berbicara secara baik dengan nada bicara rendah disertai reward hingga nada keras dengan berbagai hukuman (bukan fisik) seperti tdk memperbolehkan menonton TV. Tapi
cara2 tersebut hanya bertahan sementara dan akan kembali dilakukannya.

Mohon sarannya ya. Apakah perlu kami membawanya ke psikiater??
Terima kasih atas segala perhatiannya.

Salam,
Aling

Category : Artikel | Tanya Jawab | Blog