Posted in Relationship, Artikel on Feb 5th, 2008
Weekend ini saya habiskan berkumpul dengan teman-teman semasa sekolah. Walaupun hanya 5 orang perempuan, namun ramainya seperti ada 30 orang berkumpul… Maklum, selain sudah lama tidak bertemu, kami memang termasuk jajaran perempuan yang paling cerewet di sekolah.
Pertemuan kami diawali dengan keceriaan saling menanyakan kabar dan melepas kangen setelah beberapa lama tidak bertemu, yang dilanjutkan dengan makan bersama dan duduk manis di restoran dengan cerita yang terus berlanjut. Semakin lama, cerita pun semakin masuk ke berbagai hal pribadi menyangkut kehidupan rumah tangga dan relasi pasangan.
Saat itu saya lebih banyak mendengarkan berbagai cerita dari keempat teman saya, hingga seorang teman saya tiba-tiba saja menangis. Dengan ‘baik hati’-nya ketiga teman saya ini menyerahkan Agnes (sebut saja teman saya dengan nama itu) kepada saya untuk dihentikan tangisnya.
Beritahu Teman
Read Full Post »
Posted in Relationship, Artikel on Nov 27th, 2007
1. Realistislah terhadap satu sama lain.
Janganlah mencoba untuk mengubah pasangan anda menjadi seseorang yang anda inginkan. Marilah hadapi kenyataan. Janganlah harapkan pasangan anda jadi Pamela Anderson ataupun Brad Pitt! Cintai pasangan apap adanya. Ada sesuatu yang lebih yang dimiliki oleh pasangan anda yang tak dimiliki oleh siapapun di dunia ini!
- Selalu bicara secara terbuka namun tetap dengan respek
Bagi pria ini bukanlah suatu hal yang mudah mengingat pria lebih suka diam ketika memecahkan masalah. Namun wanita sungguh berbeda. Janganlah membuat asumsi sendiri mengenai perasaan pasangan anda. Belajarlah untuk mengekspresikan perasaan anda dengan tepat sehingga pasangan anda menjadi makin mudah memahami ketika anda marah, terluka, tersinggung ataupun bahagia. This works with the girls. Jika anda berhenti berkomunikasi dari hati ke hati itulah awal dari sebuah perpisahan.
- Lakukan sesuatu yang menarik secara bersama-sama
Beritahu Teman
Read Full Post »
Posted in Relationship, Artikel on Jul 12th, 2007
Sumber Cerita: Aku Baik-baik Saja - Buku Chicken Soup for the Parent’s Soul
Menjadi ibu adalah pengalaman paling penuh emosi dalam hidup seseorang. Seorang ibu menjadi anggota semacam mafia wanita - Janet Suzman
Rumah berantakan, piring-piring kotor.
Aku terlalu tua untuk ini, umurku tiga puluh lebih !
Mobil tidak bersih, rambutku kusut,
Dan aku sudah membelanjakan uang belanja minggu depan.
Pakaian kotor harus dicuci, anak-anak terlalu jorok,
Dan aku tak pernah punya waktu santai untuk berandai-andai.
Untuk semua pekerjaanku, waktuku tidak pernah cukup,
Pekerjaan tak pernah selesai, selalu ada yang belum beres.
Aku mengaca dan apa yang kulihat?
Seorang wanita asing bertampang kusut, di manakah diriku dulu yang cantik?
Semakin bergegas aku, semakin ketinggalan aku.
Hari ini adalah esok, dan aku belum bisa mengejarnya.
Beritahu Teman
Read Full Post »