Phone : 031-71559997, 031-5941439

SMS    : 0819807601 (Jam Kerja)

Email   : cs@sekolahorangtua.com

Messenger :

Join Facebook.com/SekolahOrangtua

Parenting

22
Nov

Dear Orang Tua yang Bijak, SEMANGAT PAGI!

Ijinkan saya untuk berbagi pengalaman dalam membantu putra ke-2 saya, Galih Pradnya (8 th), untuk berjuang mencapai impiannya.

===

Galih Pradnya, saat ini duduk di bangku kelas III SD St Aloysius Bandung, memiliki hobi bermain catur dan bercita-cita menjadi Juara Nasional. Cita-cita yang luar biasa, namun perlu KERJA KERAS dan KETEKUNAN untuk mewujudkannya.

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Galih rajin berlatih dan secara rutin mengikuti berbagai pertandingan. Galih dan kami-pun harus pintar membagi waktunya dengan kegiatan sekolah. Entah sudah berapa banyak Galih ijin dari sekolah untuk mengikuti berbagai pertandingan. Untunglah pihak sekolah cukup bijak untuk memberikan ijin, walaupun tugas-tugas sekolah tetap harus dikerjakannya. Setiap pulang dari pertandingan, Galih-pun harus siap menyalin pelajaran yang ditinggalkannya. Luar biasa semangatmu Nak!

Pada tanggal 8-17 September 2011 yang lalu, Galih kembali ijin dari sekolah karena harus mengikuti KEJURNAS CATUR ke-42 di Palembang Sumatera Selatan. Kejurnas Catur ke-42 ini merupakan Kejurnas Catur ke-3 kalinya yang diikuti Galih, setelah tahun 2009 (Palangkaraya) dan 2010 (Manado).

Category : Artikel | Parenting | Blog
22
Nov

Salam kenal untuk para Ayah dan Bunda…

Sebetulnya cerita ini pernah saya upload di FB, sebagai note saya. Mengapa? Agar saya selalu ingat bahwa saya pernah punya pengalaman ini dengan putra tunggal saya. Sebagai catatan pribadilah… Ketika Sekolah Orangtua memberi kesempatan kepada kita para orangtua untuk sharing pengalaman kita dengan putra/i kita, maka saya bagi disini melalui Sekolah Orangtua…

Kenali Dirimu, Sayang…

Sudah sejak awal Abi masuk SD, aku memutuskan untuk tidak membebaninya dengan target jadi juara di kelas. Alhamdulillah, selama 3 tahun (kelas 1 sampai kelas 3) tidak pernah ada masalah mengenai itu. Nilai -2nya cukup memuaskan.

Tapi, rupanya waktu berkata lain. Di awal kelas 4, nilai-2nya turun dengan drastis. Aku capek. Pelajarannya susah. Kebetulan gurunya juga punya aturan yg berbeda dibanding guru-2 sebelumnya. Gurunya yg sekarang memutuskan, ulangan baru diberikan ke orangtua setelah 3 bulan. Itulah awalnya…

Category : Artikel | Parenting | Blog
22
Nov

Saya memiliki anak sulung usia akan genap berusia 9 tahun pada tanggap 14 Nop ini. Sekarang sudah duduk di kelas 4 SD. Ketika ia duduk di bangku TK, ia sempat sedikit ketinggalan dalam membaca hasilnya ia sering terlambat pulang saat kelas 1 SD. Saya memberi dia les privat, dan akhirnya dia mahir. Penyebab keterlambatannya dalam membaca disebabkan kekerasan saya dlm mendidik dan mengajarnya. Ini meningglkan trauma yang dalam baginya. Kelas SD 1-2 prestasinya biasa-biasa saja bahkan rangking 10 dari bawah.

Saya menyadari andil saya dalam menyebabkan kesulitan anak saya dalam membaca. Saya berusaha memperbaikinya dengan melakukan pembicaraan dari hati ke hati dengannya. Saya mengakui kesalahan saya kepadanya dan meminta maaf. Saya berjanji akan berusaha memperbaiki kesalahan saya. Janji saya kepadanya, saya buktikan melalui perubahan tingkah laku saya setiap hari. Saya lebih sabar mengajarnya saat belajar dan memberikan waktu saya khusus untuknya. Memeluknya saat dia gagal ketika mendapat nilai 3, 4 bahkan pernah 0.

Category : Artikel | Parenting | Blog
22
Nov

Sharing ini ditujukan bagi para orangtua yang merasa memiliki anak yang bermasalah, terutama yang masih balita, yang iri dengan adiknya, dan sering mengganggu temannya.

Saya ibu 2 orang anak cowok. Anak pertama saya Steven sekarang berusia 8 tahun lebih, duduk di kelas 3, sedangkan adiknya Kevin 7 tahun, duduk di kelas 2. Selisih umur mereka 1,5 tahun.

Saat ini kalau memandang Steven dan Kevin, saya bisa merasakan rasa sayang dan bangga. Tapi dulu tidak begitu. Masing-masing anak sempat mengalami fase sulit yang membuat saya nyaris putus asa.

Steven terlahir maju 17 hari dari jadwal karena ketuban pecah dini. Karena belum ada tanda-tanda lahir, akhirnya saya diinduksi. Sakitnya luar biasa. Untuk menghindari infeksi, Steven bayi diinjeksi antibiotik. Kemudian karena kuning, dia juga disinar. 2×24 jam penyinaran hanya mampu menurunkan sedikit kadar bilirubinnya. Akhirnya dia boleh pulang tapi masih harus minum obat dan dijemur setiap pagi.

Category : Artikel | Parenting | Blog
16
Jun

“Anak Anda hiperaktif ya ?” Bisik seorang dokter spesialis kulit kepada saya dan suami saya.

Kaget juga ketika ditanya seperti itu oleh seorang pihak yang kami percaya untuk mengobati kulit anak kami, Kaizen, yang terkena gigitan serangga.

Hampir 2 tahun, kami membesarkan Kaizen dan tidak sedikitpun kami melihat adanya gejala hiperaktif dalam diri Kaizen. Padahal saya seorang psikolog yang bergerak di dunia anak-anak dan hidup didalamnya. Minat saya dan niat saya adalah ingin membantu orangtua mendidik anak-anak mereka dengan lebih baik lagi. Eee… ada seorang dokter spesialis kulit yang dengan seenaknya sendiri menilai dan melabel anak saya tercinta, hanya dari pertemuan sekali seumur hidup, cuman 5 menit saja.

Saat itu Kaizen masih berusia 1 tahun 6 bulan. Masa dimana anak-anak ingin memegang segala sesuatu, ingin menaiki segala sesuatu dan ingin semuanya. Pokoknya semua hal adalah baru baginya sehingga menarik untuk dipegang, dilihat dan dinaiki. 

Category : Artikel | Parenting | Blog