Phone : 031-71559997, 031-5941439
SMS : 0819807601 (Jam Kerja)
Email : cs@sekolahorangtua.com
Tahukah Anda negara mana yang kualitas pendidikannya menduduki peringkat pertama di dunia?
Finlandia. Negara dengan ibukota Helsinki (tempat ditandatanganinya perjanjian damai antara RI dengan GAM) ini memang begitu luar biasa. Peringkat 1 dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengan nama PISA (Programme for International Student Assesment) mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika.

Finlandia
Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga menunjukkan unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental.
Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas. Lantas apa kuncinya sehingga Finlandia menjadi Top No 1 dunia?
Dalam masalah anggaran pendidikan Finlandia memang sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara di Eropa tapi masih kalah dengan beberapa negara lainnya. Finlandia tidaklah menggenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar, memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau memborbardir siswa dengan berbagai tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitu pada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru lebih sedikit, yaitu hanya 30 jam perminggu. Bandingkan dengan Korea, ranking kedua setelah Finlandia, yang siswanya menghabiskan 50 jam perminggu.
Apa gerangan kuncinya?
Ternyata kuncinya terletak pada kualitas guru. Di Finlandia hanya ada guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan, dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima. Persaingannya lebih ketat daripada masuk ke fakultas hukum atau kedokteran!
Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, Finlandia justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajarkan kepada siswa untuk semata lolos dari ujian, ungkap seorang guru di Finlandia.
Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.
Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK!
Ini membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia.

Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Adanya terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan, dan mengakibatkan suasana belajar menjadi tidak menyenangkan.
Kelompok siswa yang lambat mendapat dukungan intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses.
Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD. Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan prilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.
Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan “Kamu salah” pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya.
Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing. Ranking hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya.
setuju itu pak…anak saya baru kls 4 SD tapi pelajarannya seabrek-abrek…kami orangtuanya aja stress apalagi anaknya……! Seharusnya anak2 diberi kebebasan utk berkembang sesuai pelajaran yg diinginkannya…misalnya yg seneng seni ya mestinya mendalami seni …jd fokus…tidak bercabang-cabang seperti sekarang ini. Kebanyakan cabang malah nggak tahu mesti “nyangkut” di mana….! Saya berharap ada kemajuanlah dari pemerintah……(**)
Terima kasih untuk informasinya. Memang memberi kritik secara serampangan itu mudah, tetapi memberi umpan balik yang membantu dengan tetap menjaga harga diri itu yang sulit.
Saya sangat senang membaca artikel ini, sangat bermanfaat dan menambah wawasan. Terima kasih pada sekolah orang tua yang telah memuat artikel ini. Semoga para orang tua dan pengajar bisa mengambil manfaat dari artikel ini.
Semoga Indonesia mampu memberikan pendidikan terbaik untuk putra putri bangsa.. Sangat berharap, Gibran dapet pendidikan terbaik, yang nggak bikin stress seperti kakak2 yang saat ini udah sekolah..sebagai orang tua,saya jadi nggak tega mau menyekolahkan anak..
Yang saya rasakan pendidikan semakin lama semakin MAHAL, saya sebagai orang tua khawatir apa kita mampu melanjutkan anak anak kita ke jenjang perguruan tinggi. Dijenjang SMP atau SMA saja, jika kita ingin sekolah yang bagus biaya relatif tinggi.
Kami sebagai orang tua berharap SD, SMP atau SMA negeripun kedepannya tidak kalah dengan sekolah-sekolah swasta, semoga pemerintah kita trus memikirkan KWALITAS BIDANG PENDIDIKAN, sehingga kehidupan masyarakat menengah kebawah pun akan mampu memperbaiki kwalitas pendidikan anak-anaknya untuk dapat mendapatkan kwalitas hidup yang lebih baik.
Semoga pemerintah kita trus melakukan penelitian -penelitian agar dapat memperbaiki kwalitas pendidikan di Indonesia, sehingga kedepannya akan menghasilkan jauh yang lebih positif untuk masa depan BANGSA.
Kualitas guru hebat,
Kalau gambar di atas adalah suasana sekolahnya,
berarti mereka sekolah tidak berseragam dan boleh juga dibilang kreatifitas anak sangat dihargai.
Anak dihargai sesuai apa adanya, tidak dibanding-bandingkan dengan teman yang lain, tapi dibandingkan dengan prestasi terdahulu, luar biasa hebat.
Sistem pendidikan yang hebat.
Akankan kita menirunya.
Kami harap agar sistem pendidikan di sini bisa mencontoh sistem yang dianut oleh Finlandia anak tidak dibebani dengan tugas dan mata pelajaran yg sangat banyak
fakta yang terjadi di negara Finlandia menunjukkan bahwa proses merupakan bagian terpenting dalam pembelajaran, bukan menekankan pada hasil belajar karena itu bagian dari konsekuensi logis dari proses yang dijalani selama pembelajaran. mudah-mudahan dengan fakta yang sudah ada ini, menjadi inspirasi bagi kita semua untuk lebih peduli akan sistem pendidikan di Indonesia yang notabene masih banyak menekankan pada hasil belajar.
terima kasih….
Artikel yang bagus, daripada kita menunggu pemerintah memperbaiki sistem pendidikan yang amburadul bagaimana kalau kita mulai dari diri keluarga kita sendiri dan lingkungan kita. Mari kita ambil pelajaran dan filosofi pendidikan di Finlandia dengan menciptakan suasana yang menyenangkan, mendampingi anak dalam menunjukkan jalan untuk menjawab segala keingintahuan dan masalah mereka. Paling tidak kita telah berupaya memberikan pendidikan yang terbaik di rumah…
saya salah satu orang tua yg sangat peduli sekali terhadap kwalitas pendidikan anak2,….harapan saya agar anak/siswa lebih diasah emotionalnya, spiritualnya rasa empatinya karena berangkat dari ketiga hal itu semua permasalahan yg mereka hadapi akan menjadi lebih mudah, dan anak/siswa harus diajarkan nilai2 hidup dan cara2 bersosial….semua itu memang tak lepas dari kwalitas orangtua dan guru yg harus bekerja sama bersinergi, dalam mendidik, karena orangtua dan guru memiliki tanggung jawab yg besar sekali dlm membentuk generasi penerus bangsa ini, di dlm lingkungan sekolah anak bungsu saya, saya belum menemukan seorang tokoh guru/kepala sekolah yg saya percaya, anak/siswa seolah hanya sebagai robot yg menjalankan tugas sesuai kurikulum, dan bila membuat kesalahan hukuman dan sangsi akibatnya….saya berpikir ini sekolah atau lembaga birokrasi apa ya…? Guru dan kepala sekolah menghadapi siswa dengan cara2 yg kaku….aduh tolong plz deh, sudah gak jamannya
mungkin kita sebagai orang tua bisa membantu dengan tidak menambah beban anak dengan harapan dan angan kita yang terlalu tinggi, misal : anak harus dapat nilai segini, rangking segini dst.
dimulai dari anak-anak kita sendiri, semoga pendidikan di Indonesia bertambah maju, amin…….
setelah baca artikel tsb, maka saya melihat bahwa sistem pembelajaran di negara kita ini terlalu berat bagi anak – anak kita, dimana anak sd kelas 1 skr aja kalau sekolah membawa begitu banyak buku, ini terlihat sekali pd anak – anak yg sekolah di negeri, dimana mereka setiap hari selalu di beri tugas ini dan itu,tapi tidak menutup kemungkinan sistem itu juga terbentuk dari diri orang tua sendiri dimana saya mengalami sendiri, ini terjadi di sekolah anak saya kebetulan anak saya masih kls 1 sd, dimana mereka tidak diberi buku paket tetapi hanya sekedar worksheet aja, dan dari situ banyak komentar dari orang yg bilang seperti ini “gimana kita bisa memberi pelajaran kpd anak kita kalau tdk ada buku paket? ” nah,………. itulah yang mesti kita rubah dari diri kita sendiri dan saya harapkan sekolah orang tua bisa lebih memberikan informasi kpd orang tua – orang tua yang ada di negeri tercinta ini, salam sukse
Subhanallah..Seandainya pola pendidikan di Indonesia seperti itu mungkin peserta didiknya sangat bahagia. Kondisi saat pendidikan di Indonesia saat ini sangat menyedihkan. Semua guru bahkan kepala sekolah hanya mementingkan nilai, akhlak tidak dipertimbangkan, sehingga banyak anak-anak yang tidak bermoral.
Saya kebetulan kerja di Komisi Perlindungan Anak Indonesia, masalah-masalah di sekolah semakin meningkat, mulai dari anak dikeluarkan, kekerasan di sekolah, dll. Semua kasus yang terjadi bisanya sulit untuk diselesaikan, karena hanya kewenangan sekolah yang tidak beespektif pada perlindungan anak.
Saya setuju dengan pendidikan di Finlandia ini.
Setiap calon mahasiswa yang sudah lulus pada waktu ujian kelulusan di SMA itu sudah membuktikan bhw dirinya mampu.. mampu untuk melanjutkan pendidikan berikutnya yang diminati dan sesuai arahan kemampuannya. Dengan adanya test lagi pada waktu pendaftaran di universitas yang pada akhirnya siswa tsb tidak masuk akan membuat calon penerus bangsa ini menjadi down , tidak percaya diri lagi. Sebagai contoh, saya punya teman dulu ranking 1 waktu di SMA, kami sama sama mendaftar di univ yang sama, ternyata teman saya tidak lulus, sedangkan saya dan adik saya diterima.
Qualitas pendidikan tergantung dari guru yang mengajar…
Semoga negara kita lebih maju dalam hal pendidikan.
System pendidikan yang diterapkan di Finlandia adalah bukti pendidikan yang maju. Kenapa kita tidak mempraktekannya? Apa yang ingin dicapai dari system pendidikan di negara kita? Mencetak anak2 yang tidak ingat lagi dengan pelajaran pelajaran yang diberikan krn begitu banyaknya dan tidak dapat diimplementasikan dan tidak memberikan kreativitas bagi anak sendiri untuk menambah wawasannya. Sungguh ironis, jika kita ingin mempunyai siswa yang cerdas tetapi hasilnya adalah kebalikannya, anak yang hanya dicekoki dgn hafalan dan teori dasar yang tidak dpt dikembangkan sendiri.
Luar biasa Finlandia.tp mosok guru2 kita tdk ada alumni dr Finlandia..saran nih agar guru2 di training ke Finlandia, drpd di training di Indonesia, dana keluar tp mutu ga ada ..kan mubazir..dananya..sekalian aja menimba ilmunya ke sana, biar menjadikan barometer pendidikan semakin baik..lihat saja dana Bos aja..abis di korupsi , jd kapandong anak 2 kita nyaman bersekolah, mulai belajar jam 06.30 s./d jam.14.30..pulang sekolah..less bermacam2 lagi..so kapan ya.anak2 kita punya waktu istirahat..kasian deh..
Saya sangat senang membaca artikel ini, sangat bermanfaat dan menambah wawasan. Terima kasih pada sekolah orang tua yang telah memuat artikel ini. Di Sekolah anak saya sudah diterapkan tidak ada PR yang membuat siswa streess setelah seharian sekolah, dan tidak ada rangking. Memang di butuhkan kwalitas seorang pendidik yang baik, suasana sekolah yang menyenangkan/fun agar anak dapet dengan senang hati menerima pelajaran sekolah, dan anak2 di beri kebebasan berkreasi. Di sekolah juga diajarkan disiplin & diberi reward kalu dapat melaksankan seperti siapa yang dateng pagi/duluan dapat reward, mungkin akan memacu anak2 dalam berdisiplin.
Wah bagus banget sistem pendidikan di Finlandia, guru-gurunya berkualitas. Di Indonesia, anak TK A saja sudah harus bisa baca dan menulis bahkan pertambahan dan pengurangan sederhana sudah diajarkan.
Mudah-mudahan negara kita bisa mengikuti langkah Finlandia.
setuju banget dengan sistemnya Finlandia, memang seharusnya anak tidaklah dinilai berdasarkan nilai akademis saja, melainkan secara keseluruhan, dan bila diketahui secara random, ada potensi di bidang tertentu, misalnya musik, para orang tua lah yang diharapkan untuk bisa mebimbing anak tersebut untuk pendalaman yang lebih jauh tentang Musik, kuncinya, nikmatilah proses pembelajaran anak anak kita, bukankah bila anak kita bahagia, kualitas hidup kita sebagai orang tua juga akan meningkat.
Benar, anak yang selalu dikritik, akan tumbuh menjadi anak yang rendah diri, minder dan selalu menyalahkan orang lain. Lebih baiklah kita banyak memuji anak mereka, daripada menyalahkan mereka. Agar tumbuh percaya diri mereka.
trimakasih atas informasinya pak semoga negara kita akan memberlakukan agar guru-guru itu mendidik anak-anak kita tidak hanya menyampaikan materi dengan ketegangan yang ada.Sehingga anak menjadi tertekan dengan tugas-tugas yang ada dan peraturan yang otoriter
Semoga negara kia, Indonesia, bisa meningkatkan mutu pendidikan dan para pendidiknya.
Semoga negara ktia, Indonesia, bisa meningkatkan mutu pendidikan dan para pendidiknya.
Sekarang bagaimana caranya agar negara kita peduli dan punya cita2 yang baik dan agung untuk generasi penerusnya.
Finlandia contoh yang sangat baik utk ditiru dan gak usah gengsi meniru hal2 yang baik untuk kepentingan bangsa ini.
Anak2 kita sekarang dikondisikan dengan keadaan yang membuat mereka tertekan dan tidak dihargai sebagai individu, sekolah bermutu hanya milik mereka yang berkantong tebal…….kalangan menengah dan bawah terlupakan………………..
Tes..dan tes yang menjadi andalan sistem pendidikan, UN hanya menjadi monster untuk siswa dan kesannya tidak mempercayai sekolah dan guru sebagai penyelenggara pendidikan…………………..ayo reformasi sistem pendidikan kita libatkan ahli2 phycology anak dan segenap ahli2 yang memang harus turut andil untuk sistem pendidikan yang bermartabat dan dapat mengangkat rasa harga diri anak didik sejak pra TK hingga jadi Sarjana……ini penting sekali…please para pemimpin bangsa perhatikan ini. Sekolah Orang Tua sudah memulainya….luar biasa…semoga berkelanjutan….
kapan ya pendidikan di negara kita memiliki sistem pendidikan di Finlandia?? saya sebagai ibu dari anak berusia 13 bulan berharap semoga sistem pendidikan di negara kita ke depannya mengutamakan perkembangan anak secara utuh..sekolah bukan lagi beban berat bagi anak, ttp sesuatu yg menyenangkan dan mencerdasakan anak…
sistem pendidikan yang sungguh luar biasa..tp saya yakin di Indonesia juga sdh ada lembaga2 pendidikan yang menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar menyerupai sistem pendidikan di finlandia tersebut, contohnya seperti yang mama thalita kisahkan di atas..klo saya boleh bertanya, dimanakah anak mama thalita bersekolah ??? atau mungkin ada teman2 lain yg bisa memberitahu lembaga2 pendidikan yang telah menjalankan sistem pendidikan yg baik seperti di finlandia ??? mohon informasinya..terima kasih…
Terima kasih pak, artikel ini ebnar adanya, saya mempunyai 2 orang anak kelas 3 dan kelas 6 akselerasi. melihat buku2 yg bereka bawa setiap harinya malah kita sebagai orang tua stress sendiri, tas punggung penuh ditambah tas yg ditenteng penuh. mereka berkutat hanya dg pelajaran dan PR. akhirnya kami orang tua harus mengeleskan anak, agar bisa mengikuti pelajaran. Hasil akademisnya mememang sangat membanggakan kami sebagai orang tua. Karena dikelas akselerasi aja masih menduduki rangking ke 1 dan ke 2. Namun kami semakin kawatir waktu bermain mereka hilang….karena sekolah masuk jam 6.45 sampai jam 15.00, jam 15.30-17.30 mereka les. hanya libur hari Sabtu dan Minggu. Setelah kami amati memang mereka kelihatan tertekan sekali. Lalu pada hari Sabtu dan Minggu kami biarkan anak2 bermain. Untungnya sampai saat ini masih terkendali, artinya belum ada anak-anak kami yang nyleneh. Kami sebenarnya sangat setuju dengan pendidikan seperti di artikel ini, tapi nyatanya dari pemerintah menggembleng anak2 dg test sana sini, bimbel sana sini dsb. Kami orang tua, merasa memilih sekolah sekarang ini, sangat sulit, seperti “buah simalakama”. Mana sekolah yang baik buat anak-anak2ku….??? Sekolah2 sekarang ini mengedepankan IQ dari pada EQ. Padahal pelajaran yg dhapal anak-anak sekarang kelak dewasa nanti mungkin sudah tidak hapal lagi. terima kasih atas artikelnya pak, muda2an kami orang tua bisa memberikan yang terbaik buat anak2 dan nggak salah dalam mengarahkan anak dimasa depan. Salam Anti
kesuksesan pendidikan kunci terletak pada pendidik baik guru& orang tua serta sistem pendidikan. Tapi gimana sih agar kesuksesAN ITU PADA SEMUA SISI, iNTELEKTUAL,EMOSIONAL & SPIRTUAL. Ada ngak negara yang bisa menjadi contoh kayaknya patut di tiru tuh.
Sekolah Orang Tua dot kom bisa membantu mempercepat majunya pedidikan berkualitas di indonesia .. saya dan anda para pembaca artikel ini bisa merasakan .. iya to ? .. ok .. to ?
sekolah alam global learning sudah bermunculan .. smart FM 95,9 Jkt tiap sabtu pagi jam 10.00 diulang minggu malam .. acara ayah Eddy .. Indonesia Strong from Home juga sangat bagus .. untuk menambah wawasan dan kesadaran orang tua menjadi lebih baik
anak saya cewek .. kls 8 saya ikhlaskan stel kendor .. belajar santai .. rileks .. PR otomatis beres .. prestasi .. slow .. naik .. matematika masih alot menembus angka 7
… kakaknya cewek .. saya agak menyesal campur bangga (terlalu streng) .. full boarding shcool mli kls 10 … sampai lulus S1 usia 21 th alhamdulillah sudah kerja .. sambil mengintai job terbaik
di indonesia banyak orang cerdas & jujur .. tidak dihargai .. simak & tonton Kick Andy di Metro TV … > 1000 meduduki posisi penting di Jepang, Amerika, Eropa & dikawasan Asia … ironis banget …
Ayo maju indonesia .. pilih tontonan yang positif … Kisi-kisi … Nani 911 Metro TV … negeri sinetron ? .. tontonan kebencian, kekerasan, gosip, isu .. rumor .. yg begituan kok ditonton ..
Mafia Peradilan & Korupsi .. ? doa orang miskin & teraniaya lebih manjur .. TITIK TERANG INDONESIA .. sudah mulai nampak lewat Sekolah Orang Tua
salam sukses indonesia
Terima kasih buat infonyanya pak…ini sangat baik untuk pemahaman saya mengenai pendidikan yang baik untuk anak…
mohon maaf jika respon saya ini kurang berkenan.
menurut analisis [dangkal] saya, beban kurikulum yang terlalu berat sebagian adalah dari intervensi orang tua. Dari saudara2 yang berprofesi jadi guru SD dan agg komite Taman Kanak2, ada cerita bahwa kerap kali pengelola TK harus menambah kegiatan tambahan/ materi ketrampilan khusus pada siswa2nya, hanya karena paksaan para orangtua yang melihat TK yang lain memberikan materi yang sama. akhirnya para TK pun berlomba meningkatkan program ajarnya untuk mencapai kompetensi yang setinggi-tingginya, karena bisa menarik calon murid. sehingga yang seharusnya usia TK adalah usia bermain, berimajinasi, kreativitas, dll, justru dituntut untuk belajar membaca, berhitung, dll yang merupakan kurikulum SD. Apakah ini penyebab utama ‘tingginya beban kurikulum pendidikan dasar ?’ jika TK sudah bisa membaca, otomatis SD pun harus meningkatkan kurikulumnya yang tentu disedot dari jenjang di atasnya. mungkin lama2 materi kuliah pun akan masuk di kurikulum SMA.
wallahualam.
membaca artikel teresebut sepertinya sudah dijalankan oleh negara kita..usia masuk SD 7 tahun jam belajar kurang lebih sama….tp masih byk lg yg kurang kita lakukan.
Artikel ini sebuah masukan bagus u/ kita semua
Saya sangat senang bisa mendapat pengetahun baru ini ttg dunia pendidikan di negara Tetangga.
menjadi keprihatinan untuk saya sejak awal ketika Departemen pendidikan kita mengeluarkan kebijakan yg berubah2 tiap saat di tambah lagi di tenggah2 Era persaingan Global saat ini, akan seperti apa anak2 kita nanti. kualitas tenaga pengajar yang tidak sebanding dengan keingintahuan anak bahkan tidak sedikit keliaran keingintahuan anak TK pun mudah di cover dengan baik oleh guru2 kelas mereka.
Mana yang kita utamakan IQ atau EQ? ini pertanyaan yang sering saya rasakan ketika saya berpikir ttg sekolah untuk anak2 saya. dan sekarang saya punya jawabannya….Triamakasih Sekolah Orangtua.
Saya sangat senang bisa mendapat pengetahun baru ini ttg dunia pendidikan di negara Tetangga.
menjadi keprihatinan untuk saya sejak awal ketika Departemen pendidikan kita mengeluarkan kebijakan yg berubah2 tiap saat di tambah lagi di tenggah2 Era persaingan Global saat ini, akan seperti apa anak2 kita nanti. kualitas tenaga pengajar yang tidak sebanding dengan keingintahuan anak bahkan tidak sedikit keliaran keingintahuan anak TK pun tidak mudah di cover dengan baik oleh guru2 kelas mereka.
Mana yang kita utamakan IQ atau EQ? ini pertanyaan yang sering saya rasakan ketika saya berpikir ttg sekolah untuk anak2 saya. dan sekarang saya punya jawabannya….Triamakasih Sekolah Orangtua.
budaya yang dikembangkan adalah belajar dan mengajarkan, kebetulan kami dikarunia 2 anak, sehingga senantiasa budaya itu kami terapkan di keluarga, tapi ya itu dunia mereka dengan dunia kita dulu berbeda, polanya juga berbeda, dulu bhs inggris belum diajarkan di usia SD tapi sekarang yaa ampun bahasa ibu saja masih belepotan (ga jelas), belajar membaca sudah mesti syarat masuk SD,
Terima kasih Sekolah Orang Tua informasi ini semakin menyadarkan saya untuk lebih berhati-hati dalam memilih lembaga pendidikan untuk anak saya. Terus terang pada awalnya saya ragu untuk tidak menyekolahkan anak saya kedepannya (saat ini anak saya berumur 3,5 th) karena suami saya menghendaki home schooling, setelah membaca informasi diatas dan komentar2 rekan2, sekarang saya jadi khawatir untuk menyekolahkan anak saya, kecuali bila ada sekolah yang sdh memilki kualitas yang baik seperti sekolah yang disebutkan mama Talita.
Mohon informasi sekolah dari mama Talita dan rekan-rekan yang lain. Terima kasih. .
kalau saya perhatikan dilingkungan saya, sekolah2 malah berlomba-lomba untuk memulangkan murid-muridnya sore hari. dengan alasan tambahan/les, biar terlihat unggulan / bonafit. sayangnya, justru sekolah2 yg kayak gini yang banyak diburu orang tua. kasihan anaknya…
Sangat setuju dg beban belajar di sekolah yg tdk terlalu banyak (30menit dan 30 jam perminggu). Hal ini mgkn bs tjd krn mata pelajarannya tdk se”hebat” di Indonesia. Mgknkah kita masyarakat n guru membuat sebuah gerakan agar mata pelajaran jangan terlalu “rame”? Ayo gimana nih…….
Selanjtnya pasti ada perbedaan budaya antara Finlandia dg Indonesia,terutama di Indonesia bagian Timur sekali (Papua). Budaya yg sy maksud disini adl budaya mandiri…..
Kala di Papua diberikan kebebasan agar anak belajar mandiri tanpa di”paksa” mrk pasti memilih tdk belajar,tp main tidak karuan,maka jgn heran jika di Papua mash ditemukan mahasiswa tp tdk lancar membaca.
Jadi pengertian tidak dituntut/ “ditekan” dlm belajar bg Siswa Papua mgkn kurang tepat. Usul sy adl.(Usul kpd siapa ya……?) Beban kurikulum hrs dirampingkan,kemudian kurikulum hrs sesuai kondisi daerah,maka selanjutnya UN yg tdk jelas tujuannya di hapus dan alihkan dana pagelaran UN u meningkatkan kwalitas guru…..
Maju terus sekolah orang tua, …..
Terimahkasih banyak kepada sekolah orangtua,dimana saya banyak mendapatkan informasi dan memperluas wawasan dgn membacanya artikel- artikel yg dikeluarkan oleh sekola Orangtua. Semoga saya bisa menterapkan kepada anak saya yg baru umur 3 tahun. Majuterus Sekolah Orangtua.
Terima kasih atas semua info-nya, sy sangat senang mendapat bgt banyak info dr Sekolah Orang Tua yang sangat berguna bagi kami sbg Orang Tua, krn kami selalu mengharapkan yang terbaik bagi anak2 kami d masa sekarang dan masa depan mereka kelak..Amin! Seandainya sistim pendidikan di Finlandia (spt tulisan artikel di atas) dapat di terapkan di Indonesia, sehingga anak2 Indonesia lebih banyak yg kreatif & lebih percaya diri dalam menuntut Ilmu, bersosialisasi & dalam menyikapi hidup.
Seandainya sistem pendidikan kita seperti itu. Anak2 tidak merasa terbebani. Jauh sekali dgn sistem pendidikan di negara kita. Yg untuk masuk TK aja hrs tes, yg hasilnya akan mempengaruhi siswa yg tidak lulus. Karena mau sekolah aja udah divonis gagal. Gmn anak Indonesia bs tampil PD dan berpikiran maju.
wah pengin banget deh sekolahin anak di Finland jadinya…..
Subhanallah. Sistem pendidikan seperti itulah yang sudah sejak lama kami idamkan. Saya tdk menyangka kalau di dunia ini sudah ada yang menerapkannya. Semoga dalam waktu dekat akan segera terwujud di Bumi Indonesia Tercinta. Terima Kasih SO atas artikel terbaiknya.
fantastis, akan kami coba…tks
filosofi pendidikan di ind sudah ditinggalkan…kapanya kalau di Ind juga seperti itu? tampaknya kita bisa mencobanya sendiri ya…kalau didukung oleh semuanya..bisa terwujud…
Hanya ada 1 kata dalam otak saya: luar biasa !! Andai sistem seperti itu bisa berlaku di Indonesia (kapan yaaa..?). Terima kasih karena sudah menampilkan artikel yang memacu semangat untuk terus berbuat lebih baik dari hari ke hari dan mendorong untuk lebih menghargai anak-anak
di indonesia ada ga siyh sekolah yang menerapksan sistem pendidikannya kaya gini ?
pertanyaan semua orang : mungkin ga diterapkan di indonesia sistem pendidikan yang tidak memfokuskan pada ujian?
Kebijakan negara kita lebih peduli dengan hasil daripada proses..dan yang menjadi korban dari kebijakan seperti UN adalah anak2 indonesia sendiri…
maklum sistem pendidikan di indonesia masih menggunakan sistem pendidikan gaya kolonial (penjajah), yang salah harus dipukul makanya anak-anak mentalnya terganggu sejak SD.
dan motovasi dari sekolah menurut anak-anak sekarang adalah yang terpenting bisa mendapatkan ijasah untuk bersekolah ke jenjang berikut.
para orang tua juga kurang membimbing anak sejak masih berumur 1 bulan atau masih dalam kandungan dan masih mengharapkan kalau-kalau anak diajarkan kalau dia sudah berumur 7 tahun masuk TK atau SD (mengharapkan sekolah)
saya sangat setuju dgn pendidikan firland…yg penting anak creative dan EQ SQ bagus….krn setelah lulus sklh…anak kerja n menghadapi berbagai ragam karakter orang n masyarakat…jd itu lah yang penting…mereka py daya tahan nga menghadapi orang dan masyarakat yang pintar tp licik….sedangkan belajar pengetahuan berkembang trus…jadi setiap saat jg harus belajar…bukan cuma di bangku sekolah aja….teringat akan pepatah cina….Huo Dao Lao Xie Dao Lao…Hidup sampai tua belajar sampai tua…
Semoga ada Lembaga yang bisa menerapkan pendidikan EQ SQ dan CQ….Semoga Tuhan memberkati ada orang atau sekelompok masyarakat yang py Visi Misi yang sama dlm memajukan pendidikan Indonesia…Tuhan memberkati kita semua.