Phone : 0318472382, 081234560781

SMS    : 081234560781 (Jam Kerja)

Email   : cs@sekolahorangtua.com

Messenger :

Join Facebook.com/SekolahOrangtua


12
Jan

Tahukah Anda negara mana yang kualitas pendidikannya menduduki peringkat pertama di dunia?

Finlandia. Negara dengan ibukota Helsinki (tempat ditandatanganinya perjanjian damai antara RI dengan GAM) ini memang begitu luar biasa. Peringkat 1 dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengan nama PISA (Programme for International Student Assesment) mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika.

Finlandia

Finlandia

Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga menunjukkan unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental.

Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas. Lantas apa kuncinya sehingga Finlandia menjadi Top No 1 dunia?
Dalam masalah anggaran pendidikan Finlandia memang sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara di Eropa tapi masih kalah dengan beberapa negara lainnya. Finlandia tidaklah menggenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar, memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau memborbardir siswa dengan berbagai tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitu pada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru lebih sedikit, yaitu hanya 30 jam perminggu. Bandingkan dengan Korea, ranking kedua setelah Finlandia, yang siswanya menghabiskan 50 jam perminggu.

Apa gerangan kuncinya?

Ternyata kuncinya terletak pada kualitas guru. Di Finlandia hanya ada guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan, dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima. Persaingannya lebih ketat daripada masuk ke fakultas hukum atau kedokteran!

Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, Finlandia justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajarkan kepada siswa untuk semata lolos dari ujian, ungkap seorang guru di Finlandia.

Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.

Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK!
Ini membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia.

42-22243084

Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Adanya terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan, dan mengakibatkan suasana belajar menjadi tidak menyenangkan.

Kelompok siswa yang lambat mendapat dukungan intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses.

Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD. Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan prilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.

Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan “Kamu salah” pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya.

Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing. Ranking hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya.

Related Posts:

Share your comments on Facebook:

comments

Category : Artikel / News / Berita / Relationship

134 Responses to “Negara dengan Kualitas Pendidikan Terbaik di dunia”


tuti wahyuningsih 4 March 2011

keren euuyyy…. hebattt…

indonesia mah sebenernya bisa kalo gurunya ga pada males malesan

rini 14 March 2011

pak Arisandi, thanks for the article. indonesia berusaha kok kelihatannya, sekarang gaji guru kan udah mendingan banget, diharapkan best student ingin menjadi guru. kalo infonya sekarang sih, guru2 cuma ngambil enaknya aja, santai aja (mungkin sifat kebangsaan kita ya santai dan menghindari konflik). tapi diharapkan kedepannya berubahlah dunia pendidikan kita. masa mau begini terus?pan kita tau kalo tanggung jawab pendidikan bukan hanya dipundak guru aja siiy..

joe hidi 21 March 2011

Indonesia hanya bisa mimpi..
Kya’a butuh waktu ratusan taun wat bsa merubah konsep pendidikan kita yg sekarang untuk jadi yang lbh baik..

nurussamaniyah 23 April 2011

bagus, sy stuju, memang dg berbagai macam tes tu akn lbh berpengaruh thdp beloknya niat siswa dlm mncari ilmu dripada utk mningkatkan kualitas pendidikan. hendakny pemerintah menaikkan gaji guru, n mmberi gelar keprofesionalan layakny dokter, shingga dpt mengupgrade image fakultas” keguruan sehingga siswa” terbaik d SLTA berbondong ” memenuhi quota fak keguruan. dengan begitu bangsa ini akan cerdas intelektual, moral n spiritual.

imanuri 25 April 2011

i hope i can go there. i will know directly the d\education system in that place. so, i can implement it in my school.

elly 2 May 2011

jika ada kerjasama antara pemerintah,guru dan tenaga pendidik lainnya serta masyarakat maka pendidikan yang terbaik seperti finlandia bukan sekedar mimpi buat negeri pertiwi……keep fight . .. .. .. .

isma kartika 2 May 2011

dana BOS dan BOP aja masih diselewengkan..karena instansi yang terkait tidak punya hati nurani, sebenarnya anggaran sudah ada dari Pemerintah, tp realisasinya masih jauuuuuuuhhhhhhhhhhhh panggang dari api. Kasihan putra dan putri bunda Pertiwi, karena penyelenggara Pendidikan tidak punya hati nurani untuk meningkatkan taraf Pendidikan.

rosi simarmata 19 June 2011

saya sangat setuju dg sistem pendidikan di finlandia..Kebanyakan guru di Indonesia memilih mnjadi guru bukan karena panggilan dan bukan pejuang pendidikan tetapi hanya sekedar tempat mencari nafkah. Berharap guru Indonesia lebih sadar akan tanggung jawabnya sbg pendidik

hendra 20 June 2011

Indonesia perlu belajar dari Finlandia, tidak perlu malu untuk belajar dari negara yang telah maju pendidikannya. Kasian pelajar kita sekarang yang terlalu digenjot pendidikannya yang ujung-ujungnya jadi contek massal. Saya yakin contek masal ini terjadi di seluruh Indonesia. Hai para petinggi di negeri ini buatlah keputusan yang bijak, hargailah generasi penurus kita. Jangan buat formula baru, jangan jadikan anak-anak kita menjadi kelinci percobaan. Belajarlah dari negara yang telah maju dan terbaik pendidikannya. Semoga anda para petinggi di negeri ini mendapatkan petunjuk, amin.

Bejo 21 June 2011

Kalau di indonesia nilai UN yang paling penting , karena kepentingan politik , dan orng politik itu tdk mengerti pendidikan , yang penting bisa menipu rakyatnya saja

Irwansyah 5 July 2011

Kita semua warga negara Indonesia, menyalahkan Indonesia sama saja menyalahkan diri kita sendiri. Kalau memang mau Indonesia benar, mari refleksi masing-masing dan hiduplah yang benar. Hiduplah jujur pada diri sendiri dan semua orang. Jadi contoh buat orang lain. Dengan demikian, perubahan Indonesia ke arah yang benar akan lebih terjamin dari pada hanya menyalahkan satu sama lain. Note: Jangan pikir pendidikan hanya tergantung sepenuhnya pada guru! Tapi pada kita semua!

rara 12 July 2011

memang benar di finlandia pendidikannya bagus dan gratis .Anak saya baru umur 4 tahun sdh di ajarkan berhitung ,menulis dan membaca. mereka diajarkan matematika dgn sistem yg berbeda agar pelajar matematika menjadi begitu menarik dan di senagin..:-)

kian 17 July 2011

menurut pengalaman dn pengamatan sya… Guru jaman skrang tuch jd guru bkan krn mereka peduli tpi SEPERTI nya lebih ke ekonomi… Gaji teratur… Gk kpanasan… Dn mreka tuh sring bgt blng… ”yg mw pinter tuh kalian kenapa sya yg harus repot’ pdhal mereka jd guru kn d’gji bkn suka rela… Itu memang tanggung jawab mereka… Memang antra guru dn siswa hrus ada krja sma. _knp sya hanya mengkritik guruny krn sya lihat kritik ttg siswa udh banyak_

mega 10 September 2011

ya otak w mah…pas_pasan bisa_iya bisa ga…..
kadang kalo belajar harus santai buru bisa masuk nilai kecil sesalu remet semoga guru w ga bilang w ‘kamu gagal’ tapi ada yang bilang “ajari yang tidak bisa’ (hancur banget soal nujuk ke_w ) haaaaaaaaaaaaaa
itu guru akan w sikut biar tau rasa …….
w inikan anak yang sedang berkembang walu selalu remet……

iya waktu w smp ga belajr gurunya ga masuk terus
tapi w masuk sma bagus w mati terkapar________ hehehe……
:)

Mukrom 20 September 2011

Yups betul banget ……………saya IQ saya masih jauh sama orng sana
orang pagi makan nasi uduk sm tempe ……….
klw disana minumnya SUSU……..AND ROTI proteinnya Tinggi

z'luvers 19 October 2011

menurut saya indonesia lh yg pendidikannya terbaik,sebab memeliki guru2 yg jenius

Lusius 8 November 2011

Karena menyangkut negara, maka Indonesia pasti akan kesulitan menjadi yang terbaik. Ini persoalan sistem pendidikan. Jadi, tidak semua, tapi ada beberapa hal yang bisa diadopsi di negara kita. Kiranya inilah yang coba diusahakan oleh para orang tua yang mendidik sendiri anak-anak mereka di rumah (homeschooling)…… tapi berapa orangtua sih yang sanggup dan punya waktu untuk itu ? Akhirnya, pemerintah perlu menggalakkan metode pendidikan yang berorientasi pada pendidikan manusia, di mana tiap pribada adalah subyek pendidikan, bukan sebaliknya sebagai obyek bisnis pendidikan. Change we can !!!

Egeidaby 10 November 2011

Mohon maaf sebelumnya, artikel ini kami tertarik sehingga saya mengcopy paste isi seluruhnya pada blog kami http://ipmado-joglo.blogspot.com dengan menyebutkan sumber berita pada bagian bawah postingan……

terima kasih……

Ratna CH 16 April 2012

angsa kita bangsa yang besar…
Seyogyanya, para pendidik memahami benar panggilannya sebagai teladan hidup bagi murid-muridnya.
Saran Saya, perlu diselenggarakan pertemuan komunitas guru yang benar-bear memiliki kesamaan visi yaitu “Untuk dapat membalikkan keadaan Bangsa Indonesia yang kita cintai ini…
Dari keterpurukan menuju kejayaan di dalam takut akan Allah sang pemiliki otoritas mutlak…

anisa mariani 17 April 2012

kita sebagai generasi muda yg harus mewujudkan Indonesia menjadi seperti itu, jangan hanya berkomentar tanpa melakukan apapun!

Muhammad ramadhan 17 April 2012

sebaiknya kita meniru cara pendidikan finlandia tapi kita juga prlu memperhatikan nilai nilai moral di daerah kita. pemerintah juga harus membantu perkembangan para pelajar agar mendapatkan nilai yang bagus.
semoga negara kita ini bisa menjadi negara yang lebih baik lagi.

mbak nci 6 May 2012

siiip ……!!!
kapan yaa ? pendidikan Indonesia tercinta kayak gitu ?

renie 10 May 2012

Semoga Petinggi Pendidikan di Indonesia juga memiliki konsep serupa…
Kerennn…lulusan terbaik hanyalah untuk menjadi para pendidik… mari daftarakan putra-putri terbaik kita untuk menjadi guru yang berkuallitas..

rodlin 3 August 2012

mmg qt msti konsisten dengan sistem, biar nda ktinggalan terus dg yang laen, yang dipentingkan pembenahan2 trus menrus dan obyektif serta nda sah gampang terpengaruh dg komentar subyektif. kmbali ke istiqomah qt pada aturan yang konstruktif.

888casino bonus 19 September 2012

ucxdwtflpmbipsbohuvb, 888 casino bonus, MjqzPVY, [url=http://www.casino888bonuscode.com/]888casino bonus[/url], RxjKhHl, http://www.casino888bonuscode.com/ 888 casino bonus, wpzkMfS.

Dedih 28 November 2012

Artikel yang sangat bagus, inspiraif sekali, ijin copas pap termksh

m.marzukli 12 January 2013

Patut Di contoh oleh pelajar Indonesia :)

Arini Zahra Azhari 28 March 2013

Aku setuju dengan konsep mengajar yang diterapkan di firlandia , negara patut kita contoh ..
Saya berpendapat kalau ulangan tertulis hanya buang buang waktu saja bagi siswa dan guru , karena percuma saja , jika siswa di beri ulangan tertulis , mereka pasti hanya menyontek saja , para siswa menyontek juga karena gurunya yang tidak menjaga berlangsungnya ulangan dengan baik ..
Tohh , kegiatan ulangan tertulis itu hanya buang buang waktu dan tenaga , lebih baik melaksanakan ulangan lisan , agar siswa tidak bergantung kepada orang lain untuk menyontek , dan saya rasa ulangan lisan itu dapat lebih meningkatkan semangat belajar para siswa .. :)

mukhtar Fakhry 31 March 2013

kita harus mencontohi, gimana orang bisa lebih maju