Phone : 031-71559997, 031-5941439
SMS : 0819807601 (Jam Kerja)
Email : cs@sekolahorangtua.com
Posted by
Apakah anda penggemar film Korea The Great of Seondeok yang sedang di tayangkan di salah satu TV swasta ? Ratu Seondeok merupakan satu dari tiga Raja wanita yang pernah memerintah di Korea. Cerita ini sangat menarik bagi saya, terutama pada salah satu adegan yang menceritakan motivasi sang cikal bakal ratu memimpin negerinya. Seorang panglima menanyakan pertanyaan yang memang seharusnya dijawab oleh setiap pemimpin yang ada di dunia ini, “Apakah dengan kemarahan yang ada dalam diri anda, anda dapat memimpin negeri ini ? Apa yang membedakan anda dengan Misil (saingan untuk menjadi raja) ?”
Mendapatkan pertanyaan tiba-tiba ini dan tidak pernah terpikirkan, sang putri terdiam sesaat sebelum memberikan jawaban yang menurut saya sangat bagus.
“Aku memiliki impian, Panglima. Inilah yang membedakan aku dengan Misil. Misil tidak memiliki impian menjadi raja sehingga ia tidak akan pernah bisa menjadi raja. Aku akan menyatukan ketiga dinasti dibawah pemerintahanku”.
Impian. Inilah satu kata yang dapat membuat seseorang termotivasi melakukan sesuatu bukan ? Memiliki impian berarti memiliki harapan. Adanya harapan menyebabkan seseorang merasa memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu.
Bayangkanlah, jika anda sedang dihadapkan pada sebuah penyakit misterius. Menurut dokter harapan sembuh anda adalah 100 % jika anda bisa dan mau mengikuti saran dokter mengenai gaya hidup. Jika dalam kasus ini, si pasien tersebut adalah saya. Saya akan berusaha untuk mati-matian menjaga gaya hidup saya supaya saya dapat hidup lebih lama dan mencapai kesembuhan. Karena saya masih punya impian yang belum terwujud yaitu melihat anak saya tumbuh berkembang dan mendidiknya bersama pasangan saya, memberikan hadiah spesial untuk orangtua saya ketika usia mereka memasuki 60 tahun, serta belajar lebih banyak lagi mengenai parenting dan membantu orangtua lainnya menjadi orangtua yang lebih baik lagi. Untuk saat ini, itulah impian saya.
Bagaimana dengan impian anda di tahun spesial ini ?
Apakah anda sudah merancang impian anda ?
Jika anda telah menyusunnya, Selamat bagi anda.
Namun jika anda belum menyusunnya, ingat untuk selalu melibatkan pasangan anda ketika merancangnya. Jangan sampai impian anda berbenturan dengan orang terdekat anda ini. Ingat pula untuk memprioritaskan anak-anak dalam merancang impian anda. Masa depan mereka sangat mempengaruhi masa depan anda lho !
Berkaitan dengan pengasuhan anak, impian tiap orangtua terhadap anak-anak mereka pastilah tidak jauh dari kebaikan bukan ? Setiap orangtua memiliki impian melihat anaknya sukses dalam kehidupan dewasanya. Ini merupakan impian umum dan wajar dalam diri tiap orangtua. Nah, yang kurang diperhatikan adalah proses mencapai impian tersebut.
Ada orangtua yang sangat ambisius sehingga merasa bahwa dirinya yang paling mengetahui kebutuhan anaknya dan tahu yang terbaik bagi anak-anak mereka. Dampaknya, mereka kurang mendengarkan kebutuhan anak meraka. Ketika anak mereka menunjukkan perilaku menyimpang sebagai akibat pemberontakan kecil mereka, anak-anak malang tersebut dituduh telah berubah menjadi anak nakal. Padahal, anak-anak menjadi nakal bukan karena bawaan lahir namun lebih karena bentukan lingkungan.
Ada orangtua yang merasa bahwa alamlah yang membentuk anak untuk sukses di masa depan. Orangtua jenis ini menyerahkan sepenuhnya kepada anak untuk menentukan apa yang terbaik bagi dirinya. Bagaimana mungkin anak yang sedang bertumbuh sudah mengetahui apa yang terbaik bagi dirinya ? Justru, pilihan untuk memilih apa yang terbaik bagi dirinya merupakan proses pendidikan dan pengenalan diri yang intens.
So, para orangtua pembelajar, dalam membantu anak-anak anda mencapai impian anda dalam diri mereka dan impian diri mereka sendiri, kita perlu belajar bagaimana menangani proses menuju ke sana. Saya memiliki pengalaman tentang pengasuhan anak yang terkadang membuat saya geli jika mengingatnya.
Sudah menjadi kebiasaan umum, jika seorang anak lahir di tengah sebuah keluarga, tiap anggota keluarga anda tiba-tiba menjadi berlomba-lomba untuk memberikan saran terbaik mengenai pengasuhan anak bahkan terkadang tidak masuk akal. Misalnya : tiap sudut gelap di kamar anak diberi garam, supaya setan-setannya pergi. Atau telapak kaki anak diberi kunir supaya tidak kemasukan roh. Jangan sering digendong, nanti menjadi kebiasaan. Jadwal penyusuan dibentuk ya, supaya anak tidak seenaknya sendiri minta makan terus.
Sebagai orangtua baru, saya menjadi kebingungan dengan banyaknya informasi yang datang bertubi-tubi tersebut. saya menjadi takut untuk melakukan sesuatu karena takut salah. Sungguh suatu situasi yang tidak mengenakkan ketika kita menghadapi sesuatu yang baru tapi tidak memiliki pengetahuan tentang itu.
Untunglah, saya diselamatkan oleh suami saya. Beliau mengatakan bahwa sayalah yang harus memutuskan apa yang terbaik bagi anak kami. Oleh sebab itu, saya perlu banyak belajar mengenai perbayian. Beliau mendukung saya dengan menyediakan beragam alat belajar dan buku-buku mengenai parenting, Sekarang, setahun sejak itu, saya menikmati hasil pembelajaran saya. Penanganan anak menjadi sangat mudah untuk saya.
Nah, para orangtua pembelajar, yuk kita mulai merencanakan impian kita dan belajar bagaimana proses pencapaiannya. Anda dapat belajar melalui website ini. Kami membangun website ini memang untuk membantu para orangtua untuk dapat menjadi orangtua yang lebih baik lagi. Di sini kami menyediakan beragam cara belajar untuk para orangtua yang supersibuk. Mulai dari program audio, buku, newsletter, seminar hingga kursus online melalui internet yang sangat fleksibel tergantung pada waktu dan gaya anda.
Untuk permulaan, mari kita berbagi impian dan cara anda mencapainya di forum ini. Bagikan impian anda dan cara yang anda tempuh di kolom bawah ini sehingga dapat menginspirasi orangtua lainnya juga.
Salam hangat penuh cinta untuk Anda sekeluarga.
Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog.
saya setujy sekali dengan pendapat ibu, saya memiliki impian sejak usia remaja, impian saya tidak muluk2 amat, impian seorang remaja putri ingin mempunyai anak yg manis dan lucu, saya merasa Tuhan sangat mengasihi saya, saya tidak pernah meminta lebih, saya hanya meminta semua rencana saya berjalan sesuai kehendak dan rencana Tuhan…dan sayapun sangat2 sadar akan pentingnya menjaga kesehatan seluruh keluarga, agar kami dpt menikmati kesenangan hidup bersama-sama…..
Tapi ibu, ada sedikit masalah yang mengganggu saya, karena saya mendampingi ibu ( 70th), sepertinya ibu menyesali keadaan di masa lalu yg kurang maksimal mendampingi anak2nya, ibu terpuruk dlm penyesalannya, hingga mengorbankan keadaannya, kesehatannya, dan beliau tidak menerima saran dan motivasi saya, sehingga akhirnya saya biarkan saja apa maunya, ibu menolak berkumpul dengan anak cucunya, karena sulit menyesuaikan diri ( ibu mempunyai kebiasaan2 yg kurang baik/jorok-maaf)…..saya sdh sarankan utk bersosial, juga tidak mau….keadaan ibu sangat membebani pikiran saya, yg kebetulan hanya saya yg tinggal satu kota, saudara2 berada jauh di luar kota
Halo Ibu Lesti Junirawati,
Betul sekali langkah ibu dalam menjaga kesehatan keluarga karena apalah arti umur panjang tanpa kesehatan prima.
Orangtua saya juga pernah mengalami hal serupa dengan ibu yaitu memiliki orangtua yang kurang bisa bergaul dan hidup di dunianya sendiri.
Jika kita berhadapan dengan orang yang telah berumur, tidak ada yang bisa kita lakukan selain yang muda yang mengalah. Selain dari segi kesehatan dan kognitif yang tidak seprima saat muda, mereka juga memang kurang mampu melakukan perubahan untuk beradaptasi.
Dengan keadaan ibu (orangtua ibu Lesti) yang demikian, saya bisa memahami rasa tertekan dalam diri ibu.
Yang bisa ibu lakukan adalah mencari kebutuhan dasar yang dibutuhkan oleh ibu anda. Ada 3 kebutuhan dasar tiap manusia yaitu kebutuhan untuk dihargai, kebutuhan untuk mengendalikan dan kebutuhan rasa aman. Selain itu, ibu juga perlu mengisi tangki cinta dari orangtua anda. Deteksilah bahasa kasih ibu anda dan Gunakan untuk mengisinya.
JIka ibu melakukannya, saya yakin orangtua anda akan sedikit lebih merasa bahagia ditengah-tengah “perasaan menderita” yang dirasakannya.
Hanya untuk sharing saja. Saat nenek saya wafat 2 tahun yang lalu, yang diingatnya saat detik-detik kepergiannya hanyalah ayah saya, ibu saya, bibi saya yang terkecil dan pembantu saya (padahal beliau memiliki total 11 anak). Karena hanya ke 4 orang inilah yang sabar menghadapi kepikunan nenek saya.
Salam hangat penuh cinta untuk Orangtua Anda dan Ibu Lesti
Saya senang sekali setelah joint di sekolah orangtua karena banyak sekali manfaat yang saya dapat.Yang akan saya tanyakan kalau ingin bertemu muka dengan ibu sandra atau Bapk aries untuk sharing, lokasi di Jakarta dimana?
Thx
Salam kenal Ibu Foni,
Sayang sekali, kami berdomisili di Surabaya. Tapi jika kami sedang mengadakan event di Jakarta, kita bisa saling bertemu untuk sharing. Atau jika ibu sedang ada jadwal ke Surabaya, ibu dapat mengunjungi Kantor Sekolah Orangtua.
Salam hangat untuk Ibu Foni sekeluarga.
senang sekali bisa membaca artikel-artikel anda, semoga lebih bermanfaat bagi orang banyak dan para orang tua juga dapat cepat menyadari segala perlakuan-perlakuan yang dapat merugikan anak ke depan,
salam kami sekeluarga
sandy lembang
Ibu Foni yang baik.
Kami akan mengadakan event di Jakarta yaitu Super Family Class pada bulan 24-25 April. Untuk info selengkapnya, ibu dapat menghubungi cs SO.
Salam hangat untuk ibu
Hallo Sandy di Lembang,
Kami juga turut senang jika artikel kami bisa menginspirasi para orangtua untuk menjadi orangtua yang lebih baik lagi di hari esok.
Salam Hangat penuh cinta untuk Anda sekeluarga
Alhamdulillah bisa bergabung dan belajar banyak dari tulisan2 ibu,terimakasih banyak.Kami orangtua yang sedang belajar memahami ketiga putra yang kebetulan dua diantaranya ikut program homescholling.Sejak mereka ikut program ini rumah serasa menyenangkan dan kami banyak belajar dari referensi buku dan internet.Semoga langkah2 ibu dimudahkan untuk kemajuan orangtua agar lebih bijak dalam mendidik anak.terimakasih
Terima kasih atas kepercayaan ibu terhadap saya dan Sekolah Orangtua.
Saya merasa mendapatkan amanah yang harus saya jaga sebaik-baiknya.
Doakan kami selalu ibu, supaya kami selalu semangat belajar dan membagikan pengetahuan pengasuhan yang kami peroleh.
Titip salam sayang untuk ke tiga jagoan ibu ya.
Dear ibu Madaniyah Isfandriati
Terima kasih atas kepercayaan ibu terhadap saya dan Sekolah Orangtua.
Saya merasa mendapatkan amanah yang harus saya jaga sebaik-baiknya.
Doakan kami selalu ibu, supaya kami selalu semangat belajar dan membagikan pengetahuan pengasuhan yang kami peroleh.
Titip salam sayang untuk ke tiga jagoan ibu ya.
terima kasih bu atas artikelnya yang sangat menggugah jiwa saya. kebetulan saya seorang ibu tunggal yang masih belajar menjadi orangtua baik untuk putra saya. melalui forum ini saya banyak belajar
Halo ibu Estie,
Terima kasih atas penghargaan ibu terhadap tulisan saya.
Doakan saya untuk selalu meniru semangat ibu dalam belajar menjadi orangtua yang lebih baik bagi putra-putri kita.
Salam sayang untuk anda dan putra ibu.
Terima kasih Ibu…atas artikelnya….saya bersyukur bisa bergabung dengan Sekolah Orangtua.
saya mempunyai seorang anak laki-laki berusia 5 tahun,(sudah duduk dibangku TK ) anak saya ini termasuk anak yang aktif (tidak bisa diam, ada saja yang ia lakukan) menurut gurunya, disekolah ia kadang bersikap acuh tak acuh pada apa yang dikatakan oleh gurunya, dan dia lebih tertarik pada sesuatu yang berkaitan dengan motorik kasarnya, sedangkan yang berhubungan dengan motorik halusnya, kurang ia minati (seperti menulis dan mewarnai), pertanyaan saya adalah : bagaimana saya harus membentuk dia (untuk seimbang dalam motorik kasar dan halus), sehingga ia bisa beradaptasi dengan lingkungannya (mengingat ia juga suka acuh tak acuh) sehingga nantinya, saya tidak salah dalam mengarahkan dan membantuk pribadinya….mohon tanggapan dari Ibu, terima kasih…
Ibu Emilia yang baik,
Anak laki-laki memang lebih terlambat dalam mengembangkan kemampuan motorik halusnya, namun lebih bagus di motorik kasar. Memang tidak semua anak laki mengalami hal ini. Hal ini berkaitan dengan kematangan otak anak laki-laki yang lebih lambat dibandingkan dengan anak perempuan. Informasi lebih detil, ibu bisa mendengarkan di CD audio Sekolah Orangtua yaitu Perbedaan Membesarkan Anak Perempuan dan Laki-laki.
Melatih motorik halus tidak harus melulu dengan kegiatan menulis dan mewarnai. Karena putra ibu belum tertarik dengan kegiatan paper n pencil maka proses pelatihannya perlu lebih kreatif lagi. Ibu bisa menggunakan media apapun yang memungkinkan anak untuk menggerakkan jari jemarinya. Misalnya : menggunakan media pasir, tepung atau beras untuk menulis. Letakkan bahan di atas baki kemudian minta anak untuk menulis beberapa huruf, angka atau menggambar diatasnya.
Contoh lain, anak bisa diajak untuk membantu itu di dapur. misalnya beri anak bahan-bahan seperti kacang hijau, kacang atau beras, kemudian minta anak untuk menyendokkannya dari mangkuk satu ke mangkuk lainnya. Atau ajak saja anak memasak (untuk kegiatan satu ini, perlu perhatian ekstra). JIka ibu akan menyendokkan gula, minta anak untuk membantu menyendok. Jika ibu memasak kacang panjang, minta anak untuk memetikkannya dengan tangan hingga kecil-kecil.
Semoga sedikit saran diatas bisa membantu putra ibu mengembangkan motorik halusnya tanpa ia sadari.
Titip salam sayang untuk si kecil ya