Phone : 031-71559997, 031-5941439

SMS    : (Jam Kerja)

Email   : cs@sekolahorangtua.com

Messenger :

Join Facebook.com/SekolahOrangtua

Archive for December, 2008

18
Dec

Dear Parents,

Halo para orangtua Indonesia! Salam sejahtera untuk Anda semua!

Pada pesan berikut saya akan mengingatkan sudahkah Anda mengucapkan “Saya menyayangimu, Nak!” pada putra putri tercinta Anda untuk hari ini?

Dan saya juga mengingatkan saat mengucapkan hal tersebut pastikan untuk melakukan kontak mata dan sentuhan fisik.

Hal ini akan membuat mereka senantiasa merasa aman dan berharga yang pada gilirannya akan memicu rasa percaya diri.

Namun hendaknya hal ini juga Anda lakukan pada pasangan Anda. Ya….saat Anda pasangan merasakan cinta itu kembali maka anak Anda pun akan merasakan kebahagiaan tersebut!

Jika Anda ingin mengingat kembali apa yang saya maksudkan silakan baca kembali artikel di sekolahorangtua.com yang berjudul Kedekatan Fisik Tidak Sama dengan Kedekatan Emosional .

DVD502onweb.jpgAtau lihat kembali bersama pasangan DVD Tangki Cinta yang telah Anda miliki. Hal ini akan mengingatkan kembali betapa pentingnya mengisi tangki cinta orang-orang yang Anda cintai.

Category : News / Berita | Blog
16
Dec

DSCF2946.JPGTidur adalah waktu yang paling berharga untuk beristirahat. Namun, waktu tidur bisa menjadi waktu terpanjang dan terberat bagi sebagian anak dan orangtua. Bahkan, kualitas tidur bisa menjadi penentu keberhasilan anak di masa-masa berikutnya. Mengapa bisa demikian? Karena aktivitas tidur bisa berpengaruh terhadap rasa percaya diri anak.

Seorang gadis remaja yang mengalami penurunan prestasi, perubahan temperamen, dan mulai suka mencari hal-hal di luar dirinya untuk disalahkan sebagai pelampiasan ketidakpuasan atas sebuah keadaan, bermula dari permasalahan tidur. Benar! Gadis remaja yang sudah duduk di kelas 3 sebuah SMA berasrama mengalami pemutusan emosi dari orangtuanya karena ia selalu tidur bertemankan dengan sang bunda sampai ia lulus SMP. Bisa dibayangkan betapa beratnya melalui masa tidur yang sangat berbeda dengan kebiasaannya selama hampir 15 tahun ia jalani.

Category : Artikel | Parenting | Blog
12
Dec

Romo_gani_edited.JPGSekolahOrangtua diwakili oleh Bapak Ariesandi dan Bapak Sukarto pada tanggal 19 November 2008 menyumbangkan dana yang selama ini disisihkan dari hasil penjualan produk pembelajaran kepada anak-anak korban lumpur panas di Porong. Sumbangan sebesar Rp 7.500.000,- diterima oleh Rm. Gani Sukarsono yang bertindak sebagai orangtua asuh bagi mereka. Selama ini mereka belajar di pasar yang diberi sekat seadanya dengan guru yang seadanya pula. “Kami hidup dari bantuan orang lain yang peduli pada nasib anak-anak ini”, demikian kata Rm Gani yang tak jarang  harus menyusun acara bazar untuk mengumpulkan dana guna membiayai keperluan sekolah 75 anak asuhnya. anak_porong_3.jpg

Rm. Gani mengucapkan terima kasih yang tulus pada seluruh warga SekolahOrangtua atas sumbangan tersebut.  Ia mengatakan bahwa semoga ini semua menjadi sebuah berkah bagi kita semua. Sehari-hari Rm. Gani bergelut dengan berbagai aktivitas sosial yang memberdayakan masyarakat yang kurang mampu atau yang benar-benar butuh pertolongan. Beliau bisa ditemui di jl. Widodaren anak_porong_2.jpg15 Surabaya.

Category : News / Berita | Blog
11
Dec

Tulisan berikut ini adalah sambungan dari tulisan sebelumnya dengan judul yang sama yang telah dimuat di website sekolahorangtua.com juga. Namun kali ini kita akan membahas masalah ini untuk anak berusia 12 tahun sampai 18 tahun atau masa remaja hingga dewasa awal.

Banyak anak-anak remaja menjadi stres saat mereka berhubungan dengan masalah pertumbuhan. Mereka khawatir tentang perubahan tubuhnya, bergelut dengan seksualitas dan jati diri mereka. Anak-anak remaja ini seharusnya  dapat membicarakan masalah mereka dan seharusnya sudah mengembangkan kemampuan untuk mencari jalan keluar atas suatu permasalahan. Namun dikarenakan emosi yang dapat berubah dengan tiba-tiba dan keraguan akan keputusan yang penting, mereka memerlukan bantuan khusus dan dukungan dari kita – orang dewasa – terutama kedua orangtua. Fase ini biasanya akan terlewati dengan baik jika di fase sebelumnya orangtua mengembangkan sebuah komunikasi yang baik – yang membangun sebuah harga diri – dengan anaknya.

Category : Artikel | Parenting | Blog