Phone/SMS : 083898884989 (Jam Kerja)

Email   : cs@sekolahorangtua.com

Messenger :

Join Facebook.com/SekolahOrangtua


30
Dec

42_18309157.jpgDalam kondisi dunia yang makin banyak memberikan tuntutan, memaksa suami dan istri pergi ke luar rumah untuk bekerja sehingga banyak keluarga kurang memiliki kesempatan untuk menjalin kebersamaan dalam keluarga. Hand phone yang pada awalnya dimaksudkan sebagai sarana untuk memudahkan berkomunikasi sehingga jalinan kebersamaan bisa terjaga, sering berubah menjadi sumber bencana retaknya komunikasi. Padahal, kebersamaan dalam keluarga akan memberikan tambahan energi positif kepada anggotanya.

Kebersamaan? apakah itu?

Kebersamaan yang saya maksudkan dalam hal ini tidak sekedar kehadiran fisik belaka, namun adanya keterlibatan emosi pada seluruh anggotanya. Lihat artikel Kedekatan Fisik Tidak Sama dengan Kedekatan Emosional yang telah ditulis oleh Bapak Ariesandi di situs ini juga. Kebersamaan yang terjalin dengan kualitas yang bagus, tidak akan terpengaruh oleh kuantitas waktunya. Waktu yang hanya 1 jam dapat sangat bermanfaat jika seluruh anggota keluarga benar-benar ikut terlibat di dalamnya dibandingnya waktu sepanjang 12 jam yang hanya dimanfaatkan untuk saling diam atau konsentrasi dengan aktivitas masing-masing.

Sarana Pembangun Kebersamaan

Ada banyak sarana yang bisa kita manfaatkan untuk membina kebersamaan dalam keluarga, antara lain :

1.    Bercanda bersama

Kapankah terakhir kali Anda bercanda dengan pasangan Anda? Ketika saya bertanya demikian kepada sebuah komunitas orangtua dalam acara Family Gathering, saya tidak mendapatkan jawaban kecuali tatapan mata dan senyuman. Masing-masing hanya saling pandang. Setelah beberapa saat barulah ada seorang peserta yang menjawab, “Sudah lama sekali, waktu kami masih berpacaran”. Wauw lama sekali ya?

Bercanda itu sangat penting karena di dalam bercanda ada kegembiraan. Kegembiraan itu akan membuat pola pandang kita terhadap berbagai masalah yang ada berubah. Kegembiraan mampu menjernihkan pandangan kita terhadap sesama anggota keluarga. Bahkan tidak sedikit peserta Family Gathering yang merasa bahwa dengan bercanda, mereka dimudakan kembali. Relasi antara suami-istri diremajakan kembali.

2.    Bermain bersama

Bermain, adalah aktivitas yang tanpa tuntutan. Di dalam bermain tidak ada kalah atau pun menang. Jika toh diciptakan kompetisi, itu bertujuan untuk meramaikan, bukan untuk benar-benar berkompetisi.

Ingat, bermain bersama butuh keterlibatan semua pihak. Jangan ada yang hanya menjadi penonton. Dalam acara Family Gathering, yang saya sebut di atas, pada sesi dinamika keluarga yang difasilitasi dengan menggunakan sebuah permainan, nampak bahwa ketika bermain, tidak ada batasan antara anak dengan orangtua. Semua anggota keluarga mampu menggali kegembiraannya dengan leluasa, tanpa kekangan. Anak mampu mengoreksi perlakuan orangtua dengan lugas, demikian pula orangtua dapat memberikan masukan tanpa kemarahan.

3.    Belajar bersama

Yang dimaksudkan belajar bersama dalam hal ini bukan sekedar duduk bersama dalam satu meja dan masing-masing membawa bahan materi pembelajaran untuk dipelajari. Sekali lagi hal itu hanyalah kebersamaan fisik. Belajar bersama dalam hal ini adalah membahas sebuah kajian bersama-sama. Pilihlah bahan yang ringan dan aktual dan sesuai dengan tingkat kemampuan berfikir anak, misalnya bahasan tentang buah, mainan, pakaian, atau apa saja yang ada di sekitar kita. Dengan catatan : Jika bahan kajian berupa sikap orang, buatlah agar jangan sampai pembahasan berubah menjadi ajang “membiarakan kejelekan orang”.

4.    Nonton Televisi / Bioskop Bersama

Tentu, pilihlah tontonan yang bermutu dan menyegarkan, seperti komedi atau film-film yang sepadan dengan usia anak-anak Anda. Tontonan hendaknya disukai oleh semua keluarga. Anda bisa menyesuaikan dengan selera anak, namun, boleh juga Anda mengajak anak menyukai selera Anda, tentu bukan dengan paksaan. Sebab, jika apa yang ditonton ternyata hanya disukai oleh sebagian anggota, yang akan terjadi bukanlah sebuah kebersamaan, tetapi saling ganggu, bahkan bisa terjadi konflik. Anda sekeluarga bisa membahas apa yang telah Anda tonton bersama, meski hanya sekedar menyampaikan perasaan atau kesan.

5.    Rekreasi Keluar bersama

Pernahkah ketika Anda bermaksud untuk berlibur bersama ternyata suasana justru berubah menjadi ajang percekcokkan? Itu namanya bukan rekreasi bersama melainkan bertengkar sambil jalan-jalan. Nah, jika Anda ingin berekreasi bersama, sebelumnya Anda harus membuat rancangan yang merupakan keputusan bersama dan harus dijalankan bersama. Oleh karenanya, perlu ada komitmen bersama sebelum Anda beranjak dari rumah. Sesuaikan barang bawaan dengan kapasitas tenaga dan keperluan Anda. Pastikan bahwa barang-barang yang penting sudah Anda kemas, akan lebih baik jika Anda membuat daftar barang yang akan Anda bawa. Mengapa ini penting? Karena banyak terjadi percekcokan dalam perjalanan hanya disebabkan sebuah barang yang tertinggal.

Rekreasi harus segera dimulai sesaat Anda berangkat, dalam arti bahwa perjalanan Anda pun harus dirancang sebagai sebuah rekreasi. Oleh karenanya Anda dan keluarga harus bisa menikmati perjalanan Anda. Akan lebih baik apabila Anda sekeluarga membuat keputusan untuk menciptakan kebahagiaan sepanjang rekreasi Anda. Gunakan teknik yang dipaparkan dalam dalam buku-bukunya Bapak Ariesandi S., CHt. : “Hypnoparenting” dan “Rahasia Mendidik Anak agar Sukses dan Bahagia”. Saya belajar dari Bapak Ariesandi bagaimana caranya membuat afirmasi (self talk) yang sesungguhnya merupakan teknik NLP (Neuro Linguistik Program), yaitu memrogram pikiran kita menggunakan bahasa, seperti “Saya memutuskan untuk mendapatkan rekreasi yang menyenangkan bersama keluarga saya”. Jika Anda bersungguh-sungguh ketika mengucapkan afirmasi tersebut, yakinlah bahwa apa yang Anda ucapkan akan benar-benar terjadi. Saya sudah banyak memanfaatkannya.

6.    Doa bersama

Semua agama mengakui bahwa doa bersama dirasa sangat ampuh demi terkabulnya sebuah permohonan. Selain itu, tahukah Anda bahwa doa bersama membuat Anda sekeluarga merasa “menyatu”? Jika Anda belum percaya, silakan Anda coba dan jadikan sebagai sebuah kebiasaan di dalam keluarga Anda.

Jika Anda mencermati keenam sarana di atas, terlebih jika Anda laksanakan, Anda akan menyadari bahwa:

  1. Kebersamaan dalam keluarga bisa dibangun tanpa harus menyita seluruh waktu Anda
  2. Kebersamaan dalam keluarga akan mendatangkan energi positif yang dapat mendukung aktivitas Anda di luar     rumah, dalam pekerjaan atau bisnis Anda.
  3. Kebersamaan dalam keluarga akan membuat Anda merindukannya, sehingga Anda dapat dengan mudah menghalau godaan dari luar rumah Anda.
  4. Kebersamaan dalam keluarga akan memotivasi keterbukaan dalam keluarga. Dengan demikian, akan muncul sikap saling percaya dan saling menghargai di dalam keluarga Anda.
  5. Kebersamaan menumbuhkan rasa saling memiliki dan kesamaan visi dan misi antara Anda dengan pasangan  dalam rangka mengasuh buah hati Anda.

Demikian pengalaman saya, semoga bermanfaat bagi seluruh orangtua yang membaca artikel ini. Selamat menikmati anugerah Tuhan sebagai orangtua.

Salam hangat penuh cinta untuk Anda sekeluarga,

V.Dwiyani/Ve (Mathemagics Magelang)

Family Councelor

Related Posts:

Share your comments on Facebook:

comments

Category : Artikel / Parenting

7 Responses to “Kebersamaan Dalam Keluarga”


iyha 31 December 2008

sangat bermanfaat sekali…terima kasih telah berbagi ilmu…

Fatur 31 December 2008

Yth. Bapak/Ibu Team Sekolah Orang Tua
Sebelumnya saya ingin mengucapkan selamat Tahun Baru 2009, Semoga Segenap Team Sekolah Orang Tua akan mendapatkan banyak berkah di Tahun 2009 dan semakin banyak membantu para orang tua dalam mendidik putra-puitrinya sehingga akan banyak terbentuk keluarga yang bahagia.

aldilah salam 2 January 2009

Selamat tahun baru 2009 M, semoga situs sekolah orang tua semakin banyak dikunjungi oleh para orang tua-orang tua yang menyadari dan peduli akan pendidikan anak sejak dini sehingga menjadikan masa depan bangsa ini menjadi lebih cerah, lebih indah, lebih penuh cinta dan kebahagiaan dalam kebersamaan. amien..

aningati 2 January 2009

Bpk Ariesandi n Team yang Hebat…,
Thanks much atas berbagai artikelnya,semoga di tahun 2009 ini,Sekolah Orang Tua yang bapak kelola semakin sukses sehingga semakin membangkitkan semangat para orangtua yang sudah semakin kehilangan waktu kebersamaan dengan keluarga.Di tunggu artikel berikutnya dan info seminarnya di kota Bogor,thanks.

Edwin 6 January 2009

Terimakasih atas informasi dan saran yang diberikan, memang kuman di seberang lautan tampak oleh kita namun balok di pelupuk mata tidak tampak.

Terimakasih sudah mengingatkan kami, inilah fungsi networking yang sesungguhnya, saling mengingatkan, saling membangun demi generasi bangsa yang lebih baik

asih 7 January 2009

Happy new year 2009, Pak Arie! Semoga di tahun yang baru ini semakin sukses dengan artikel-artikelnya. Terimakasih sekali, selama ini kita banyak terbantu dengan artikel-artikelnya terutama dalam hal membina kedekatan antar individu dalam keluarga dan bagaimana mengasuh anak yang tidak sama dengan mengelola anak. Salam untuk semua Tim Sekolah Orang Tua, You”re great! GBU

Rosaline 15 January 2009

Dear,pak
Salam kenal, saya senang sekali menemukan site ini. Sangat membantu saya yang masih belum cerdas emosi dalam mendidik anak saya, 21 bulan.Buat ortu lain yang ingin sukses mendidik putra-putrinya, disini lah tempatnya. bye..