<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Menghadapi Ledakan Emosi Anak</title>
	<atom:link href="http://www.sekolahorangtua.com/2008/04/28/menghadapi-ledakan-emosi-anak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sekolahorangtua.com/2008/04/28/menghadapi-ledakan-emosi-anak/</link>
	<description>Membangun Keluarga Harmonis, Sukses dan Bahagia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 10:21:12 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Nila</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2008/04/28/menghadapi-ledakan-emosi-anak/comment-page-1/#comment-6529</link>
		<dc:creator>Nila</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 19:42:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sekolahorangtua.com/2008/04/28/menghadapi-ledakan-emosi-anak/#comment-6529</guid>
		<description>Anak sy laki laki umur 9 tahun,anak sulung dengan 2 adik perempuan usia 5 tahun dan 2 tahun.sering sekali menangis baik di sekolah maupun di rumah.jika tidak bisa menyelesaikan tugas dengan mudahnya dia akan menangis dengan suara yg kencang.mudah panik dan takut terhadap sesuatu yang sepele,misalnya daun kering,serangga bahkan ke toilet yg sebenarnya di sekitarnya banyak org.sy sudah berusaha memberi pengertian bahwa jika sering menangis akan di jauhi teman.tetapi tetap saja dia menangis.tidak bisa bertanggung jawab dan tidak disiplin.bagainana cara saya mengatasinya supaya dia bs seperti anak laki laki pd umumnya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Anak sy laki laki umur 9 tahun,anak sulung dengan 2 adik perempuan usia 5 tahun dan 2 tahun.sering sekali menangis baik di sekolah maupun di rumah.jika tidak bisa menyelesaikan tugas dengan mudahnya dia akan menangis dengan suara yg kencang.mudah panik dan takut terhadap sesuatu yang sepele,misalnya daun kering,serangga bahkan ke toilet yg sebenarnya di sekitarnya banyak org.sy sudah berusaha memberi pengertian bahwa jika sering menangis akan di jauhi teman.tetapi tetap saja dia menangis.tidak bisa bertanggung jawab dan tidak disiplin.bagainana cara saya mengatasinya supaya dia bs seperti anak laki laki pd umumnya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog.</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2008/04/28/menghadapi-ledakan-emosi-anak/comment-page-1/#comment-5935</link>
		<dc:creator>Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog.</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Sep 2011 03:38:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sekolahorangtua.com/2008/04/28/menghadapi-ledakan-emosi-anak/#comment-5935</guid>
		<description>Halo ibu Rini,

Ibu : 
saya juga mau nanya kenapa saat marah dan menangis ingin sesuatu anak saya menangis smbl teriak dan sangat lama untuk didiamkan.

saya : 
Anak frustasi dan tantrum disebabkan karena ia tidak dibiasakan untuk mengatakan apa yang diinginkannya dan terlalu banyak dilarang sehingga ia berpikir bahwa kata-kata tidak akan ada artinya dan tindakan lebih efisien untuk mendapatkan keinginannya.  

Ekspresi yang ditampilkannya merupakan hasil pembelajarannya. Jika ia melakukan ini maka ia akan mendapatkan yang diinginkannya. 

Jadi yang perlu ibu lakukan adalah mengijinkannya mengekspresikan emosinya, mengabaikannya dan mengajarkan bagaimana cara marah dengan lebih baik. 

Ijin mengekspresikan emosi : 
Katakan padanya,&quot;Selesaikan dulu nangisnya adik. Jika sudah selesai kita bicara/ibu akan kembali kesini.&quot;

Mengabaikan :
Ibu cukup duduk di sampingnya atau ibu boleh menginggalkannya jika cara marahnya tidak membahayakan dirinya. 
Ini dilakukan untuk memberi pengertian kepadanya bahwa marah diperbolehkan sekaligus menunjukkan padanya bahwa ibu akan menunggu. 

Mengajar : 
Setelah ia menyelesaikan tangisannya, ibu bisa mulai bertanya kepadanya (karena usianya masih 20 bl, kosakatanya masih terbatas). Tanyakan hal-hal yang sekiranya menyebabkan ia menangis. 
Berikan empati : ooo adik mau ini ? adik nangis karena ibu tidak ijinkan adik pegang ini ? Lain kali kalau adik mau ini, bilang sama ibu. ibu kan tidak paham kalau adik mau apa jika adik tidka bicara. (biasakan ia untuk menggunakan kata jika menginginkan sesuatu)

Anak menangis tidka perlu didiamkan. jika sudah puas dan capek, ia akan berhenti sendiri. Usaha pendiaman akan menyebabkan ia menangis lebih lama. 
note : jika ia menangis karena kecewa lo ya. bukan karena sedih (jika sedih maka ia membutuhkan pelukan).

ibu :
anak saya berumur 20 bulan tp kurang aktif ataw lemas terus keliatannya.klo disuruh bermain dgn anak2 lainnya ia tidak mau?

saya :
biasanya anak usia 20 bl adalah usia anak eksplorasi, ada yang aktif bergerak ada yang memang memilih untuk diam, tapi awas memperhatikan. 

Kurang aktif dan lemas adalah 2 hal yang berbeda.
sebagian anak memang ada yang memilih untuk menjadi pendiam daripada aktif bergerak. 
lemas adalah keadaan tubuh yang kurang fit sehingga tidak bertenaga. 

Saya tidak bisa menjawab pertanyaan ibu yang ini karena saya tidak melihat si kecil langsung. 

Jika ibu khawatir dengan lemasnya, ibu bisa konsultasi dengan dokter anak.

Salam, 
Sandra</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halo ibu Rini,</p>
<p>Ibu :<br />
saya juga mau nanya kenapa saat marah dan menangis ingin sesuatu anak saya menangis smbl teriak dan sangat lama untuk didiamkan.</p>
<p>saya :<br />
Anak frustasi dan tantrum disebabkan karena ia tidak dibiasakan untuk mengatakan apa yang diinginkannya dan terlalu banyak dilarang sehingga ia berpikir bahwa kata-kata tidak akan ada artinya dan tindakan lebih efisien untuk mendapatkan keinginannya.  </p>
<p>Ekspresi yang ditampilkannya merupakan hasil pembelajarannya. Jika ia melakukan ini maka ia akan mendapatkan yang diinginkannya. </p>
<p>Jadi yang perlu ibu lakukan adalah mengijinkannya mengekspresikan emosinya, mengabaikannya dan mengajarkan bagaimana cara marah dengan lebih baik. </p>
<p>Ijin mengekspresikan emosi :<br />
Katakan padanya,&#8221;Selesaikan dulu nangisnya adik. Jika sudah selesai kita bicara/ibu akan kembali kesini.&#8221;</p>
<p>Mengabaikan :<br />
Ibu cukup duduk di sampingnya atau ibu boleh menginggalkannya jika cara marahnya tidak membahayakan dirinya.<br />
Ini dilakukan untuk memberi pengertian kepadanya bahwa marah diperbolehkan sekaligus menunjukkan padanya bahwa ibu akan menunggu. </p>
<p>Mengajar :<br />
Setelah ia menyelesaikan tangisannya, ibu bisa mulai bertanya kepadanya (karena usianya masih 20 bl, kosakatanya masih terbatas). Tanyakan hal-hal yang sekiranya menyebabkan ia menangis.<br />
Berikan empati : ooo adik mau ini ? adik nangis karena ibu tidak ijinkan adik pegang ini ? Lain kali kalau adik mau ini, bilang sama ibu. ibu kan tidak paham kalau adik mau apa jika adik tidka bicara. (biasakan ia untuk menggunakan kata jika menginginkan sesuatu)</p>
<p>Anak menangis tidka perlu didiamkan. jika sudah puas dan capek, ia akan berhenti sendiri. Usaha pendiaman akan menyebabkan ia menangis lebih lama.<br />
note : jika ia menangis karena kecewa lo ya. bukan karena sedih (jika sedih maka ia membutuhkan pelukan).</p>
<p>ibu :<br />
anak saya berumur 20 bulan tp kurang aktif ataw lemas terus keliatannya.klo disuruh bermain dgn anak2 lainnya ia tidak mau?</p>
<p>saya :<br />
biasanya anak usia 20 bl adalah usia anak eksplorasi, ada yang aktif bergerak ada yang memang memilih untuk diam, tapi awas memperhatikan. </p>
<p>Kurang aktif dan lemas adalah 2 hal yang berbeda.<br />
sebagian anak memang ada yang memilih untuk menjadi pendiam daripada aktif bergerak.<br />
lemas adalah keadaan tubuh yang kurang fit sehingga tidak bertenaga. </p>
<p>Saya tidak bisa menjawab pertanyaan ibu yang ini karena saya tidak melihat si kecil langsung. </p>
<p>Jika ibu khawatir dengan lemasnya, ibu bisa konsultasi dengan dokter anak.</p>
<p>Salam,<br />
Sandra</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rini sry lestary</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2008/04/28/menghadapi-ledakan-emosi-anak/comment-page-1/#comment-5928</link>
		<dc:creator>rini sry lestary</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Sep 2011 13:02:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sekolahorangtua.com/2008/04/28/menghadapi-ledakan-emosi-anak/#comment-5928</guid>
		<description>Setelah saya baca artikel bapak sangat bagus dan membantu,saya juga mau nanya kenapa saat marah dan menangis ingin sesuatu anak saya menangis smbl teriak dan sangat lama untuk didiamkan.dan anak saya berumur 20 bulan tp kurang aktif ataw lemas terus keliatannya.klo disuruh bermain dgn anak2 lainnya ia tidak mau?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah saya baca artikel bapak sangat bagus dan membantu,saya juga mau nanya kenapa saat marah dan menangis ingin sesuatu anak saya menangis smbl teriak dan sangat lama untuk didiamkan.dan anak saya berumur 20 bulan tp kurang aktif ataw lemas terus keliatannya.klo disuruh bermain dgn anak2 lainnya ia tidak mau?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog.</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2008/04/28/menghadapi-ledakan-emosi-anak/comment-page-1/#comment-5063</link>
		<dc:creator>Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog.</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Feb 2011 05:52:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sekolahorangtua.com/2008/04/28/menghadapi-ledakan-emosi-anak/#comment-5063</guid>
		<description>Halo ibu Eny, 

Memang kalau kondisi fisik kita sedang merasa capek, kita sangat mudah  marah jika ada sesuatu hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Setiap kita pulang kerja, kita pasti menginginkan keadaan rumah rapi dan anak-anak manis tenang bermain sendiri di rumah. 

Tapi sayangnya kondisi ini merupakan kondisi impian saja karena sulit untuk mengontrol sesuatu ataupun seseorang. Yang paling mudah kita lakukan adalah mengontrol diri sendiri. 

JIka anak ibu rewel, coba cek keadaan fisiknya. Jika seorang anak kecil capek, sakit, lapar, biasanya ia akan menjadi rewel. Jadi segera penuhi kebutuhan fisiknya, misal memberi makan atau mengajaknya tidur.

Kedua, Anak ibu yang berusia 2.5 tahun tentu saja masih sulit untuk belajar memahami kondisi ibu yang capek luar biasa. Reaksi ibu yang marah inilah yang ditiru oleh si kecil. Itu sebabnya si kecil menjadi mudah marah jika keinginannya tidak terpenuhi. 

Inilah seni dalam mengasuh anak. Kita harus memahami anaknya dulu, sebelum kita menuntut dia untuk memahami orang lain. 
Anak-anak ini adalah cermin dari orangtuanya. Saya bisa menebak karakter orangtua, hanya dari melihat perilaku anaknya lho !.

Saya memahami kekhawatiran ibu, dengan perilaku marah si kecil yang cenderung meledak-ledak. 
Ibu bisa membantu si kecil dengan mengubah gaya ibu ketika marah. Marahlah dengan cara yang adaptif sehingga si kecil memahami ada cara menunjukkan ketidaksukaan atau ketergangguan dengan cara yang elok. 

Isi tangki cinta si kecil supaya ia bisa lebih kooperatif. 
Anak yang mendapatkan kasih sayang cukup akan tumbuh menjadi anak yang mudah untuk bekerjasama dan memahami orang lain. 

Salam sayang untuk si Kecil ya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halo ibu Eny, </p>
<p>Memang kalau kondisi fisik kita sedang merasa capek, kita sangat mudah  marah jika ada sesuatu hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Setiap kita pulang kerja, kita pasti menginginkan keadaan rumah rapi dan anak-anak manis tenang bermain sendiri di rumah. </p>
<p>Tapi sayangnya kondisi ini merupakan kondisi impian saja karena sulit untuk mengontrol sesuatu ataupun seseorang. Yang paling mudah kita lakukan adalah mengontrol diri sendiri. </p>
<p>JIka anak ibu rewel, coba cek keadaan fisiknya. Jika seorang anak kecil capek, sakit, lapar, biasanya ia akan menjadi rewel. Jadi segera penuhi kebutuhan fisiknya, misal memberi makan atau mengajaknya tidur.</p>
<p>Kedua, Anak ibu yang berusia 2.5 tahun tentu saja masih sulit untuk belajar memahami kondisi ibu yang capek luar biasa. Reaksi ibu yang marah inilah yang ditiru oleh si kecil. Itu sebabnya si kecil menjadi mudah marah jika keinginannya tidak terpenuhi. </p>
<p>Inilah seni dalam mengasuh anak. Kita harus memahami anaknya dulu, sebelum kita menuntut dia untuk memahami orang lain.<br />
Anak-anak ini adalah cermin dari orangtuanya. Saya bisa menebak karakter orangtua, hanya dari melihat perilaku anaknya lho !.</p>
<p>Saya memahami kekhawatiran ibu, dengan perilaku marah si kecil yang cenderung meledak-ledak.<br />
Ibu bisa membantu si kecil dengan mengubah gaya ibu ketika marah. Marahlah dengan cara yang adaptif sehingga si kecil memahami ada cara menunjukkan ketidaksukaan atau ketergangguan dengan cara yang elok. </p>
<p>Isi tangki cinta si kecil supaya ia bisa lebih kooperatif.<br />
Anak yang mendapatkan kasih sayang cukup akan tumbuh menjadi anak yang mudah untuk bekerjasama dan memahami orang lain. </p>
<p>Salam sayang untuk si Kecil ya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: eny</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2008/04/28/menghadapi-ledakan-emosi-anak/comment-page-1/#comment-5059</link>
		<dc:creator>eny</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Feb 2011 05:30:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sekolahorangtua.com/2008/04/28/menghadapi-ledakan-emosi-anak/#comment-5059</guid>
		<description>saya ibu rumah tangga baru punya anak satu usianya 2,5 tahun dia sering sekali marah, rewel, emosi, menjerit, nangis bahkan sampai memukul orang yang mau menolongnya. penyebab kemarahannya biasanya hal-hal sepele misalnya mainannya dipinjam temannya, keinginannya tidak dipenuhi dan kadang kala tanpa sebab yang jelas. saya dan ayahnya bekerja, selama bekerja dia saya titipkan ke mertua saya setelah pulang kerja baru saya ambil.  Saat lelah pulang kerja anak saya rewel saya sering kebawa emosi dan memarahinya.saya berfikir apakah penyebab anak saya menjadi nakal dan rewelan karena pola pengasuhan kakek dan neneknya yang terlalu memanjakannya. saya sebenarnya ingin mencari pengasuh anak tapi tidak diperbolehkan oleh mertua saya, saya jadi bingung bagaimana solusinya agar emosi, kenakalan, dan rewelan anak saya bisa dikontrol karena saya takut kalau emosiannya kebawa sampai dia besar. mohon bantuannya terima kasih buanyaak...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya ibu rumah tangga baru punya anak satu usianya 2,5 tahun dia sering sekali marah, rewel, emosi, menjerit, nangis bahkan sampai memukul orang yang mau menolongnya. penyebab kemarahannya biasanya hal-hal sepele misalnya mainannya dipinjam temannya, keinginannya tidak dipenuhi dan kadang kala tanpa sebab yang jelas. saya dan ayahnya bekerja, selama bekerja dia saya titipkan ke mertua saya setelah pulang kerja baru saya ambil.  Saat lelah pulang kerja anak saya rewel saya sering kebawa emosi dan memarahinya.saya berfikir apakah penyebab anak saya menjadi nakal dan rewelan karena pola pengasuhan kakek dan neneknya yang terlalu memanjakannya. saya sebenarnya ingin mencari pengasuh anak tapi tidak diperbolehkan oleh mertua saya, saya jadi bingung bagaimana solusinya agar emosi, kenakalan, dan rewelan anak saya bisa dikontrol karena saya takut kalau emosiannya kebawa sampai dia besar. mohon bantuannya terima kasih buanyaak&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rasmudi</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2008/04/28/menghadapi-ledakan-emosi-anak/comment-page-1/#comment-4935</link>
		<dc:creator>rasmudi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Jan 2011 04:45:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sekolahorangtua.com/2008/04/28/menghadapi-ledakan-emosi-anak/#comment-4935</guid>
		<description>saya sekarang memimpin sebuah sekolah dasar gratis yang diperuntuhkan kepada orang tidak mampu, sekedar info kebenyakan dari mereka sering mengalami tindak kekerasan dari orang tuannya  dan sering berbicara kotor dan kasar di sekolah terutama sesama kawannya sendiri, kami juga sering mengadakan pertemuan dengan walid murid  agar memberikan bimbingan mental dan belajar di rumah masing-masing, perlu diketahui bahwa latar belakang pendidikan orang tua murid rata2  tamatan SD, yang perlu kami tanyakan adalah apakah berpengaruh terhadap pola pikir anak  tersebut. kami mohon infonnya dan artikel yang menyangkut hal tersebut. trim</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya sekarang memimpin sebuah sekolah dasar gratis yang diperuntuhkan kepada orang tidak mampu, sekedar info kebenyakan dari mereka sering mengalami tindak kekerasan dari orang tuannya  dan sering berbicara kotor dan kasar di sekolah terutama sesama kawannya sendiri, kami juga sering mengadakan pertemuan dengan walid murid  agar memberikan bimbingan mental dan belajar di rumah masing-masing, perlu diketahui bahwa latar belakang pendidikan orang tua murid rata2  tamatan SD, yang perlu kami tanyakan adalah apakah berpengaruh terhadap pola pikir anak  tersebut. kami mohon infonnya dan artikel yang menyangkut hal tersebut. trim</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sari</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2008/04/28/menghadapi-ledakan-emosi-anak/comment-page-1/#comment-4882</link>
		<dc:creator>sari</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Nov 2010 03:06:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sekolahorangtua.com/2008/04/28/menghadapi-ledakan-emosi-anak/#comment-4882</guid>
		<description>nice post
please visit this
&lt;a href=&quot;http://repository.unand.ac.id/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt; repository unand &lt;/a&gt;
thanks....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>nice post<br />
please visit this<br />
<a href="http://repository.unand.ac.id/" rel="nofollow" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outbound/comment/http://repository.unand.ac.id/');"> repository unand </a><br />
thanks&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Christ</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2008/04/28/menghadapi-ledakan-emosi-anak/comment-page-1/#comment-4858</link>
		<dc:creator>Christ</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Nov 2010 05:34:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sekolahorangtua.com/2008/04/28/menghadapi-ledakan-emosi-anak/#comment-4858</guid>
		<description>siiipp, informasi yang sangat jelas, logis. Makasih Bos</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>siiipp, informasi yang sangat jelas, logis. Makasih Bos</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: lina</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2008/04/28/menghadapi-ledakan-emosi-anak/comment-page-1/#comment-4846</link>
		<dc:creator>lina</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Nov 2010 10:31:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sekolahorangtua.com/2008/04/28/menghadapi-ledakan-emosi-anak/#comment-4846</guid>
		<description>Selamat sore Pak,

terima kasih atas artikelnya karena membuat saya open mind dalam bagaimana menghadapi anak2 saya specially anak pertama saya yg berusia 2 th 9 bln (perempuan) akhir2 ini sering membagkang dan maunya harus dituruti.

salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat sore Pak,</p>
<p>terima kasih atas artikelnya karena membuat saya open mind dalam bagaimana menghadapi anak2 saya specially anak pertama saya yg berusia 2 th 9 bln (perempuan) akhir2 ini sering membagkang dan maunya harus dituruti.</p>
<p>salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ariany</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2008/04/28/menghadapi-ledakan-emosi-anak/comment-page-1/#comment-4827</link>
		<dc:creator>Ariany</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Oct 2010 09:22:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sekolahorangtua.com/2008/04/28/menghadapi-ledakan-emosi-anak/#comment-4827</guid>
		<description>selamat sore,
anak pertama saya, umur 5th8bulan, kalau habis saya tegur, misalnya karena mengganggu adiknya, dia akan diam sambil menahan tangis, kemudian langsung masuk kamar. Yang ingin saya tanyakan, apakan anak saya termasuk tipe introvert/tdk ? biasanya kalau dia masuk kamar saya diamkan beberapa saat, kemudian saya susul dan saya ajak bicara. Apakah tindakan saya benar? Bagaimana saya tahu kalau anak saya memendam emosi / tdk? 

Salam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>selamat sore,<br />
anak pertama saya, umur 5th8bulan, kalau habis saya tegur, misalnya karena mengganggu adiknya, dia akan diam sambil menahan tangis, kemudian langsung masuk kamar. Yang ingin saya tanyakan, apakan anak saya termasuk tipe introvert/tdk ? biasanya kalau dia masuk kamar saya diamkan beberapa saat, kemudian saya susul dan saya ajak bicara. Apakah tindakan saya benar? Bagaimana saya tahu kalau anak saya memendam emosi / tdk? </p>
<p>Salam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

