Feed on
Posts
Comments

Archive for April, 2008

Orangtua, apakah ingin Anak Anda menjadi Sukses dan Bahagia saat dewasa nanti? Tapi tahukah Anda cara Mendidik Anak yang tepat agar anak dapat Sukses dan Bahagia?
Bagaimana Orangtua dapat menemukan bakat terpendam dari Anak? Bagaimana Orangtua dapat membaca keinginan atau cita-cita dari Anak secara tepat, agar Orangtua dapat menggali dan mengolah potensi yang dimiliki Anak sehingga mendapatkan hasil yang maksimal? Temukan jawabannya dengan hadir di Seminar Sekolah Orangtua dengan tema Rahasia Mendidik Anak Agar Sukses dan Bahagia . Seminar ini akan diadakan hari Sabtu, 10 Mei 2008 Pk. 09:30 - 13:30 WIB di Hotel Kapuas - Function Hall 1, Jl. Gajah Mada 889 Pontianak.

Seminar ini sangat cocok bagi :

  • Orangtua yang sibuk membangun bisnis dan karir.
  • Orangtua yang peduli masa depan anaknya.
  • Para Pendidik .
  • Calon Orangtua.

Sebagai pembicara :

Ariesandi Setyono C.Ht

Read Full Post »

Menghadapi Ledakan Emosi Anak

anak_yg_marah.jpg Tingkah laku kemarahan anak Anda yang masih kecil tidak kunjung berhenti juga hari itu. Terdengar jeritan tingginya begitu memekakkan telinga. Dan banyak barang telah menjadi sasaran kemarahannya. Semua tindakan orangtua jadi salah. Secara naluriah, Anda ingin pergi meninggalkan situasi seperti ini bukan?? Namun ini bukanlah pilihan bijaksana. Pastilah ada solusi pemecahannya.

Hiruk-pikuk si kecil yang sedang berteriak dan menendang ini dapat membuat kita, para orangtua, frustasi. Bagaimana menghadapi situasi ini? Alih-alih melihat kemarahan sebagai suatu bencana, mari kita coba melihat kemarahan sebagai kesempatan untuk belajar.

Kenapa Emosi Anak-anak Bisa Meledak?

Ada berbagai perilaku ledakan emosi, mulai dari menangis dan melolong hingga menjerit, menendang, memukul, maupun menahan nafas kuat-kuat. Ledakan emosi biasanya terjadi dari usia 1 hingga 3 tahun, baik anak laki maupun perempuan. Temperamen anak-anak berubah secara dramatis, jadi beberapa anak mungkin mengalami ledakan emosi secara berkala, sedangkan yang lain mungkin hanya jarang-jarang saja.

Read Full Post »

bayi_tercengang.jpgDewasa ini permasalahan anak tampaknya bertambah banyak. Dan celakanya lagi orangtua dari anak-anak “bermasalah” tersebut tidak tahu bagaimana cara mengatasinya. Mereka cenderung mengikuti secara sepotong-sepotong apa yang telah mereka alami sendiri sebagai anak-anak dan mengikuti apa yang disarankan oleh majalah, media cetak maupun elektronik dan mungkin sahabat-sahabat mereka.

Tentunya permasalahan anak-anak tersebut tak kunjung selesai karena penyelesaian hingga ke akar terdalamnya tak pernah ada. Lalu bagaimana harusnya?

Marilah kita tinjau akar perilaku anak. Dalam setiap perilakunya anak-anak ingin mendapatkan satu jawaban dari pertanyaan terdalam yang ada pada diri mereka. Karena kemampuan komunikasi yang terbatas dan wawasan yang belum seperti orang dewasa maka anak-anak menanyakan pertanyaan pribadi mereka melalui “perilaku”. Bahkan tak jarang orang dewasapun berkomunikasi melalui perilaku mereka. Hal ini terutama terjadi pada orang dewasa yang susah mengkomunikasikan perasaannya melalui perkataan.

Read Full Post »

brosur_purwokerto_s.jpgOrangtua dan Guru, sadarkah bahwa Anda telah menghipnosis anak Anda sehingga ia menjadi seperti sekarang ini baik maupun buruk?

Mendidik dan mengasuh anak jaman sekarang sangatlah sulit. Benarkah demikian? Sekarang anak lebih suka nonton TV dan main video game. Mereka cenderung kurang termotivasi dan mudah stress. Para orangtua dan guru, tahukah Anda mengapa anak Anda berperilaku seperti sekarang? Tahukah Anda pengaruh perlakuan dan sikap Anda sangat menentukan nasib seorang anak kelak?

Temukan jawabannya dengan hadir di Workshop “HypnoParenting: Rahasia Orangtua dan Guru Efektif yang Sukses di Karier dan Sukses dalam Mendidik Anak”. Workshop ini akan diadakan pada hari Sabtu, 19 April 2008 pukul 10.00 - 15.00 bertempat di Hall Pondok Duyung, Jl Perintis Kemerdekaan, Purwokerto.

Workshop ini akan mengungkap:

  • Proses terbentuknya citra diri seorang anak dan pengaruhnya saat dia dewasa
  • Kesalahan orangtua dan guru saat pembentukan citra diri anak

Read Full Post »

Close
E-mail It