<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.2.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Menjadi WIL untuk Suami Sendiri</title>
	<link>http://www.sekolahorangtua.com/2008/02/05/menjadi-wil-untuk-suami-sendiri/</link>
	<description>Pusat Pendidikan Keluarga</description>
	<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 12:41:37 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2.1</generator>

	<item>
		<title>By: Riris</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2008/02/05/menjadi-wil-untuk-suami-sendiri/#comment-661</link>
		<author>Riris</author>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 08:31:27 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2008/02/05/menjadi-wil-untuk-suami-sendiri/#comment-661</guid>
		<description>Yub salut untuk artikel dari ibu ely. . . . .
Saya pernah berada dalam situasi seperti itu, bedanya suami saya yang merasa bahwa saya kurang mencintainya.
setelah saya membaca artikel ini, saya menjadi tau, sebenarnya bukan orang lain yang saya cari, tetapi suami saya dengan perubahan kecil dalam sikap dan penampilannya, dan saya sendiri yang akan membantunya agar dia menjadi seperti yang saya mau dan saya tetap memiliki keluarga yang utuh seperti yang saya mau, untuk kebaikan dan kebahagiaan semua pihak. . . . ..
Thanks thanks and thanks</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yub salut untuk artikel dari ibu ely. . . . .<br />
Saya pernah berada dalam situasi seperti itu, bedanya suami saya yang merasa bahwa saya kurang mencintainya.<br />
setelah saya membaca artikel ini, saya menjadi tau, sebenarnya bukan orang lain yang saya cari, tetapi suami saya dengan perubahan kecil dalam sikap dan penampilannya, dan saya sendiri yang akan membantunya agar dia menjadi seperti yang saya mau dan saya tetap memiliki keluarga yang utuh seperti yang saya mau, untuk kebaikan dan kebahagiaan semua pihak. . . . ..<br />
Thanks thanks and thanks</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: andin</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2008/02/05/menjadi-wil-untuk-suami-sendiri/#comment-494</link>
		<author>andin</author>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 03:13:48 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2008/02/05/menjadi-wil-untuk-suami-sendiri/#comment-494</guid>
		<description>hallo bu Ely...
artikelnya hebat penuh inspirasi makasih yah bu, memang ketika kita berharap pasangan berperilaku apa yang kita harapkan maka kita harus melakukannya terlebih dahulu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hallo bu Ely&#8230;<br />
artikelnya hebat penuh inspirasi makasih yah bu, memang ketika kita berharap pasangan berperilaku apa yang kita harapkan maka kita harus melakukannya terlebih dahulu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: putra hendra</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2008/02/05/menjadi-wil-untuk-suami-sendiri/#comment-440</link>
		<author>putra hendra</author>
		<pubDate>Sat, 05 Apr 2008 06:19:22 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2008/02/05/menjadi-wil-untuk-suami-sendiri/#comment-440</guid>
		<description>Seperti dikatakan Aa gym bahwa laki laki itu tidak penah menjadi tua. Ini sangatlah  berbeda dengan wanita. Saran agar wanita bergaya seperti seorang "psk" mungkin dapat membantu mencairkan 'kebekuan". Terlepas dari masalah yang satu tadi, ada beberapa hal lain yang pelu diperhatikan :
1. Sebagian laki laki suka bersifat otoriter mau menang sendiri, tetapi dibalik itu ada banyak laki laki yang tertarik/tertantang melihat wanita mandiri. Ada banyak cerita dimana seoang bos tertarik pada sekretarisnya, padahal istrinya sekarang juga mantan sekretaris. Maka para wanita hati hatilah kalau suami anda melarang anda bekerja, bisa bisa daya tarik anda berkurang!
2. Sebelum menikah sebaiknya pasangan saling menyadari bahwa mereka tetap harus mengisi "tangki cinta" masing masing sampai kapanpun. Jangan setelah menikah muncul kata kata kasar, tdak ada pujian, tidak ada panggilan sayang, tidak pernah memberikan kecupan sayang dsb.  Biasanya laki laki paling sering menganggap bahwa tindakan seperti itu kekanak-kanakan dan tidak perlu lagi dilakukan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti dikatakan Aa gym bahwa laki laki itu tidak penah menjadi tua. Ini sangatlah  berbeda dengan wanita. Saran agar wanita bergaya seperti seorang &#8220;psk&#8221; mungkin dapat membantu mencairkan &#8216;kebekuan&#8221;. Terlepas dari masalah yang satu tadi, ada beberapa hal lain yang pelu diperhatikan :<br />
1. Sebagian laki laki suka bersifat otoriter mau menang sendiri, tetapi dibalik itu ada banyak laki laki yang tertarik/tertantang melihat wanita mandiri. Ada banyak cerita dimana seoang bos tertarik pada sekretarisnya, padahal istrinya sekarang juga mantan sekretaris. Maka para wanita hati hatilah kalau suami anda melarang anda bekerja, bisa bisa daya tarik anda berkurang!<br />
2. Sebelum menikah sebaiknya pasangan saling menyadari bahwa mereka tetap harus mengisi &#8220;tangki cinta&#8221; masing masing sampai kapanpun. Jangan setelah menikah muncul kata kata kasar, tdak ada pujian, tidak ada panggilan sayang, tidak pernah memberikan kecupan sayang dsb.  Biasanya laki laki paling sering menganggap bahwa tindakan seperti itu kekanak-kanakan dan tidak perlu lagi dilakukan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ely</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2008/02/05/menjadi-wil-untuk-suami-sendiri/#comment-364</link>
		<author>Ely</author>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 08:03:58 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2008/02/05/menjadi-wil-untuk-suami-sendiri/#comment-364</guid>
		<description>Halo Taram,
Saya setuju bahwa cnta bisa terpancar dari cermin yang merupakan pasangan kita. Terimakasih atas komentarnya yang memberikan inspirasi :)
Salam,
Ely</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halo Taram,<br />
Saya setuju bahwa cnta bisa terpancar dari cermin yang merupakan pasangan kita. Terimakasih atas komentarnya yang memberikan inspirasi <img src='http://www.sekolahorangtua.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Salam,<br />
Ely</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Taram</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2008/02/05/menjadi-wil-untuk-suami-sendiri/#comment-362</link>
		<author>Taram</author>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 03:28:15 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2008/02/05/menjadi-wil-untuk-suami-sendiri/#comment-362</guid>
		<description>Salam hormat buat Ibu Elysusanti
Apa bisa kita memaksa pasangan untuk mencintai kita?
Apa bisa kita memaksa seseorang menyukai kita?
Apa bisa memaksa pasangan untuk bahagia? ..............
Di atas adalah sekumpulan pertanyaan yang sangat menarik dan membawa saya untuk bertanya kepada diri saya, apakah itu Cinta ?
Kata orang tua, cinta itu adalah menyatunya dua hati dalam kesecuaian................ 
dan Cinta adalah pancaran hati yang memantul dari cermin ( Kekasih ) yang bersih.  Manakala cinta ternoda, bukanlah  cermin yang salah, mungkin cinta yang terpancar dari diri kita tidak tulus dan sempurna penuh dengan kasih sayang. TQ</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam hormat buat Ibu Elysusanti<br />
Apa bisa kita memaksa pasangan untuk mencintai kita?<br />
Apa bisa kita memaksa seseorang menyukai kita?<br />
Apa bisa memaksa pasangan untuk bahagia? &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..<br />
Di atas adalah sekumpulan pertanyaan yang sangat menarik dan membawa saya untuk bertanya kepada diri saya, apakah itu Cinta ?<br />
Kata orang tua, cinta itu adalah menyatunya dua hati dalam kesecuaian&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
dan Cinta adalah pancaran hati yang memantul dari cermin ( Kekasih ) yang bersih.  Manakala cinta ternoda, bukanlah  cermin yang salah, mungkin cinta yang terpancar dari diri kita tidak tulus dan sempurna penuh dengan kasih sayang. TQ</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Agus</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2008/02/05/menjadi-wil-untuk-suami-sendiri/#comment-333</link>
		<author>Agus</author>
		<pubDate>Fri, 08 Feb 2008 16:58:12 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2008/02/05/menjadi-wil-untuk-suami-sendiri/#comment-333</guid>
		<description>halo Ibu Ely,
artikelnya sangat menarik. Membahas dari sebuah sudut pandang yang mungkin sangat jarang diperhatikan oleh suami maupun istri (pacar belum kali ya hahaha).
menjadi WIL khan kayaknya kok seru banget ya hahahaha
dalam artikel ini juga ada contoh sebuah hukum ketertarikan, dengan memelas dan menangis mengatakan tidak dicintai, eh malah yang itu yang terjadi.
artikel yang sangat mendasar dan pasti sangat membantu, apalagi yang belum married, biar siap2 ke depannya, jadi lebih mesra selalu hahahaha
hm, semoga relasi mereka semakin lancar.
sukses buat sekolahorangtua

salam,

Agus</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>halo Ibu Ely,<br />
artikelnya sangat menarik. Membahas dari sebuah sudut pandang yang mungkin sangat jarang diperhatikan oleh suami maupun istri (pacar belum kali ya hahaha).<br />
menjadi WIL khan kayaknya kok seru banget ya hahahaha<br />
dalam artikel ini juga ada contoh sebuah hukum ketertarikan, dengan memelas dan menangis mengatakan tidak dicintai, eh malah yang itu yang terjadi.<br />
artikel yang sangat mendasar dan pasti sangat membantu, apalagi yang belum married, biar siap2 ke depannya, jadi lebih mesra selalu hahahaha<br />
hm, semoga relasi mereka semakin lancar.<br />
sukses buat sekolahorangtua</p>
<p>salam,</p>
<p>Agus</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
