Posted in Parenting, Artikel on Feb 8th, 2008
Suatu sore sepulang dari kantor, saya menjumpai anak saya di ruangan bermain sedang mencari-cari sesuatu. Begitu melihat saya datang, Fio melonjak kegirangan, “Pa, bantuin cari roda mobilnya Koko yang lepas!”
“Oke, sebentar Papa ganti baju dan cuci tangan dulu ya!”
Setelah selesai berbenah dengan diri sendiri, maka saya pun menjumpainya di ruangan bermain. Ia masih melongok ke berbagai sudut dan kolong lemari mainannya. Wajahnya sedih sekali dan tampak tak bersemangat.
Sebenarnya saya pun capek sekali. Inginnya sih duduk minum juice apukat.
Setelah itu tak berapa lama saya menyadari diri saya sudah berada di kolong kursi dan lemari, mencari-cari benda ‘tak berharga’ itu. Fio sangat ingin saya menemukannya. Saya mulai menggeledah bantalan kursi, kotak mainan yang baru saja dipakainya, bagian belakang lemari mainannya dan berbagai sudut ruangan. Saya mendadak menjadi budak yang patuh bergerak kerepotan di antara tempat yang bagi saya asing dan berdebu.
Beritahu Teman
Read Full Post »
Posted in Relationship, Artikel on Feb 5th, 2008
Weekend ini saya habiskan berkumpul dengan teman-teman semasa sekolah. Walaupun hanya 5 orang perempuan, namun ramainya seperti ada 30 orang berkumpul… Maklum, selain sudah lama tidak bertemu, kami memang termasuk jajaran perempuan yang paling cerewet di sekolah.
Pertemuan kami diawali dengan keceriaan saling menanyakan kabar dan melepas kangen setelah beberapa lama tidak bertemu, yang dilanjutkan dengan makan bersama dan duduk manis di restoran dengan cerita yang terus berlanjut. Semakin lama, cerita pun semakin masuk ke berbagai hal pribadi menyangkut kehidupan rumah tangga dan relasi pasangan.
Saat itu saya lebih banyak mendengarkan berbagai cerita dari keempat teman saya, hingga seorang teman saya tiba-tiba saja menangis. Dengan ‘baik hati’-nya ketiga teman saya ini menyerahkan Agnes (sebut saja teman saya dengan nama itu) kepada saya untuk dihentikan tangisnya.
Beritahu Teman
Read Full Post »