Phone : 031-71559997, 031-5941439

SMS    : (Jam Kerja)

Email   : cs@sekolahorangtua.com

Messenger :

Join Facebook.com/SekolahOrangtua


27
Nov

42-19039558_1.jpg - 23.54 Kb 1. Realistislah terhadap satu sama lain.

Janganlah mencoba untuk mengubah pasangan anda menjadi seseorang yang anda inginkan. Marilah hadapi kenyataan. Janganlah harapkan pasangan anda jadi Pamela Anderson ataupun Brad Pitt! Cintai pasangan apap adanya. Ada sesuatu yang lebih yang dimiliki oleh pasangan anda yang tak dimiliki oleh siapapun di dunia ini!

  1. Selalu bicara secara terbuka namun tetap dengan respek
  2. Bagi pria ini bukanlah suatu hal yang mudah mengingat pria lebih suka diam ketika memecahkan masalah. Namun wanita sungguh berbeda. Janganlah membuat asumsi sendiri mengenai perasaan pasangan anda. Belajarlah untuk mengekspresikan perasaan anda dengan tepat sehingga pasangan anda menjadi makin mudah memahami ketika anda marah, terluka, tersinggung ataupun bahagia. This works with the girls. Jika anda berhenti berkomunikasi dari hati ke hati itulah awal dari sebuah perpisahan.

  3. Lakukan sesuatu yang menarik secara bersama-sama
  4. Carilah sesuatu yang bisa anda lakukan bersama-sama. Anda bisa melakukan olahraga favorit bersama-sama. Ataupun melakukan suatu hobi yang anda berdua sama-sama senang. Nikmati ketika melakukan hal itu. Bisa jadi anda berdua cukup menonton VCD di ruang keluarga! Atau mungkin jalan bergandengan tangan di mall seperti masih pacaran. Berhati-hatilah jika anda lebih suka menghabiskan lebih banyak waktu dengan sahabat anda daripada dengan pasangan anda. Itu sebuah tanda yang kurang baik.

  5. Jangan terlalu perfeksionis
  6. Belajarlah untuk menerima apa yang dilakukan oleh pasangan anda walaupun itu hanyalah separo dari yang anda ingin dia lakukan. Seringkali kita menuntut pasangan kita untuk selalu memencet pasta gigi dari bagian paling bawah. Ketika ia memencetnya dari manapun, “Yang penting kan keluar pasta giginya!” demikian pendapatnya, cobalah untuk memakluminya. Dalam sebuah relasi ada beberapa hal dimana kita harus bisa saling bisa memberi dan menerima.

  7. Tunjukkan cinta anda
  8. Bagi anda para pria cobalah membawa pulang bunga kesukaan istri anda. Bisa juga coklat atau makan malam romantis bersama atau apapun yang dia sukai. Bagi anda para wanita manjakan pasangan anda dengan memasakkan makanan favoritnya secara spesial atau berikan kartu Valentine atau sesuatu yang dia inginkan tetapi belum sempat terbeli. Jika anda mengetahui bahasa cinta dominannya maka berikan secara kontinu. Ada 5 bahasa cinta dimana salah satu adalah bahasa cinta dominan kita. Kelimanya adalah sentuhan fisik, kata-kata pendukung, waktu berkualitas, pelayanan, hadiah. Menunjukkan secara kontinu rasa peduli pada orang yang anda cintai adalah suatu hal yang sangat menyenangkan.

  9. Saling menghargai dan menghormati satu sama lain.
  10. Janganlah membuat lelucon tentang rambut atau kulit pasangan anda di depan orang lain atau anak-anak. Meskipun maksudnya murni hanya bercanda tetapi pikiran bawah sadarnya bisa menangkap maksud yang berbeda. Hal ini bisa jadi menggerogoti rasa percaya dirinya. Mencintai adalah menghargai perasaan satu sama lain dan menjadi peka terhadap perasaan pasangan kita.

  11. Kuburlah masa lalu.
  12. Berhentilah mengungkit-ungkit masa lalu yang negatif. Tak ada seorang pun yang ingin diingatkan tentang segala sesuatu yang membuatnya merasa malu. Apapun yang sudah terjadi telah selesai!

  13. Hilangkan kecemburuan.
  14. Setiap dari kita mempunyai rasa ketidaknyamanan pada sebuah permulaan relasi namun jangan biarkan rasa tidak nyaman dan tidak aman tersebut berubah menjadi kecemburuan. Kecemburuan seperti racun yang secara perlahan menyebar ke seluruh sendi-sendi relasi anda. Percayailah pasangan anda. Mencintai adalah memiliki rasa percaya pada pasangan.

  15. Jaga komitmen satu sama lain.
  16. Janganlah membuat sebuah janji yang kita rasakan tak mampu untuk dipenuh. Jika dipaksakan maka ini akan mengurangi respek pasangan kita. Menjaga kepercayaan dan saling menghormati adalah bentuk komitmen dari sebuah relasi yang sehat. Jika pasangan kita mulai merasakan bahwa ia tak penting bagi kita maka bersiaplah utnuk kehilangan hatinya.

  17. Jujurlah.
  18. Jujur itu bukan berarti harus mengatakan bagaimana jelek dan amburadulnya wajah pasangan anda saat ia baru bangun tidur. Maksud dari kejujuran di sini adalah kejujuran untuk mengungkapkan perasaan terdalam kita. Jika merasa marah katakan bahwa kita sedang merasa marah. Jika merasa terlukan katakan bahwa kita merasa terluka. Katakanlah dengan sikap tenang tanpa teriak-teriak. Jika kita tidak bisa jujur pada pasangan kita lalu kepada siapa kita harus jujur? Mencintai adalah tentang menjadi jujur pada diri sendiri dan pasangan

Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya !

Related Posts:

Share your comments on Facebook:

Category : Artikel / Relationship

62 Responses to “10 Tips Menjadi Pasangan yang Lebih Baik”


tendy 29 November 2007

Keterbukaan bersama pasangan memang sangat dibutuhkan, masalahnya sekarang kebanyakan istri-istri agak ketat apabila menyangkut keuangan, misalnya keluarga dari pihak suami sedang membutuhkan bantuan kita, susah sekali untuk memberikan pengertian kepada istri, alasannya nanti nggak dikembalikan atau lagi banyak kebutuhan lainnya. Akhirnya secara diam-diam kalau lagi ada dapat penghasilan tambahan, saya simpan tanpa sepengetahuan istri. Ada perasaan bersalah dengan istri dan nggak baik sebenarnya untuk sebuah hubungan suami-istri. Mohon bantuan Bapak untuk memberikan solusinya. Terima kasih atas tanggapan yang disampaikan.

areisandi 31 December 2007

Dear pak tendy,
Solusinya tetap harus menyamakan persepsi dengan pasangan. Pasti ada satu cara yang bisa membuat kita satu persepsi. Disinilah masing2 ditantang untuk bisa saling memahami dan meletakkan egonya.
Jika kita mempunyai rasa bersalah, karena melakukan sesuatu yang kita tahu tidak boleh, ini lebih merusak.
salam hangat dari team sekolahorangtua.com

ariesandi

swandono 16 January 2008

10 tips ini menjadi sangat berharga bagi saya dan istri, terutama sekali karena saat ini kami tinggal terpisah untuk waktu yang sangat lama disebabkan saya yang sekarang bekerja di luar negeri.
berdasarkan pengalaman saya pribadi, pada saat saya masih bekerja di Indonesia dan setiap hari tinggal di rumah,bertemu dengan istri dan anak2, selalu ada saja kesalah pahaman yang terjadi diantar saya dan istri tentang berbagai hal, tapi uniknya begitu kami tinggal terpisah kesalah pahaman yang selama ini sering terjadi hilang begitu saja, justru sekarang tumbuh rasa pengertian,saling memahami dan saling percaya yang lebih dari sejak kami menikah 5 tahun lalu, baik pada saat kami bertemu maupun saat terpisah jauh, sehingga waktu pertemuan kami yang sedikit dapat jadi lebih berkualitas.
setelah membaca tips ini, saya menyadari bahwa apa yang disampaikan oleh bapak ariesandi adalah benar adanya, karena secara tidak sadar saya telah membuktikannya selama 2 tahun tinggal terpisah dengan keluarga.
saya ucapkan banyak terima kasih atas tips yang bapak berikan, semoga bermanfaat bagi banyak keluarga Indonesia sehingga dapat meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa.

katharina.juarez 7 March 2008

setelah me,baca 10 tip’s menjadi pasangan yg lebih baik,mungkin tip’s ini umumnya pasangan muda,atau pasangan yg umurnya tdk berbeda banyak.pertanya saya :apakah tip’s ini juga bisa utk pasangan yg selisih umur mereka sangat jauh berbeda.umpamanya wanita berumur 43th dan pria berumur 30th karena saya merasa mungkin ada tip’s lain utk pasangan seperti ini. terimakasih.

Eliz 17 September 2008

Saya merasakan keromantisan dengan suami makin bertambah sejak saya melahirkan bayi kami yang ke-2…melihat anak-anak kami tdiur bersama kami, rasanya begitu damai dan mengharukan ;-) Entah kenapa, kami sama2 menitikan air mata dan saling berpelukan :-)

Tx pak untuk artikel ini..sangat bermanfaat buat kami sekeluraga :-)

GBU,

ariesandi 18 September 2008

Dear Eliz,
Mungkin kalau tambah satu anak lagi jadi tambah bahagia luar biasa ……. hehehehe. salam hangat penuh cinta untuk Anda sekeluarga

letta 11 December 2008

pak ariesandi,
bagaimana ya caranya membuat suami yang introvert bisa terbuka dengan perasaannya. dia sangat komunikatif dengan segala macam orang dan topik, banyak teman yang senang ngobrol dengan dia. tapi kalau menyangkut urusan perasaan dan pribadinya, dia sangat tertutup. orang mengira kami pasangan yang baik2 saja. padahal kami (saya) banyak memendam masalah. setiap ada masalah, sulit sekali membuatnya mau berbicara dari hati ke hati dengan tenang. kalau tidak diam seribu bahasa, dia mau bicara tapi dengan nada keras dan menghakimi, yang jelas ngga saya terusin, daripada tambah runyam. akhirnya sering saya lupakan – tapi bawa penyakit. keluarganya memang kurang komunikatif dan kalau berdiskusi dengan nada keras, kebalikan dengan latar belakang kelg saya. saya pernah coba diskusi pakai nada keras, selalu hasilnya justru dia balik marah, cuma 1 kali berhasil. kalau pakai nada halus-hati ke hati, sering cuma nyengir ngga ditanggepi, dikira bcanda kali. dia pernah usul klo mau diskusi serius itu sambil makan2 ato suasana yang santai…, tapi justru kalau sudah ke restoran bawaannya ngajak cepat2 pergi. dia sering bahkan tidak bisa menjelaskan apa keinginannya. kami pernah bisa komunikasi baik justru saat bbrp bulan berjauhan. tapi repot dong klo harus berjauhan begitu. tolong dong pak…

hani 20 January 2009

dear bpk ariesandi,

artikel ini sudah sering saya baca, namun terkadang masih ada saja sedikit hambatan. saya tahu gelombang rumah tangga datangnya bertahap.
sekarang ini saya dihadapkan oleh ketidaknyamanan dr adik suami yang tidak bersyukur suka mengadu ke org tuanya ( dlm hal ini mertua). awalnya saya bersikap it’s ok. tapi lm2 saya tidak nyaman. dalam satu sisi ini masalah sensitif mengenai salah satu keluarga.
dear pak ariesandi tolong sarannya apa yang harus saya lakukan. terima kasih.

Lusia MH 23 January 2009

Tip2 di atas memang bagus skl. Tapi seringkali kita sbg pasangan ‘lupa’ untuk menekan ego kita masing2. Jadinya ya kurang harmonis. Saya akui suami dan sy sama2 keras dan saling sulit untuk mengalah. Itu sebabnya sering kami berselisih dan ujungnya pasti deh streeesss! Mudah2an kita bisa ttp ingat tip2 di atas dan yg penting menjalankannya. Tq, pak Aries.

dayat 21 March 2009

Sebuah tips yang sangat berguna, mari kita buat setan menangis dengan membangun sebuah rumahtangga yang sakinah, mawardah wa rahmah.Yang pasti niatkan semuanya hanya untuk pengabdian kita kepada Sang Maha Pemilik Hidup, Sang Maha Kasih Sayang Allah SWT.

Yth. Pak Ariesandi
Apa yang disampaikan di atas amatlah benar..semuanya benar, komunikasi amatlah berharga dan penting mengingat pada zaman sekarang dimana suami dan istri sama2 bekerja tentunya kadang2 hanya sebentar berada dirumah atau ketemu dirumah. jadi kalau tidak diimbangi dengan komunikasi maka kesalah pahaman yang seringkali terjadi.
Terima kasih pak Aries masukannya, sangat berharga untuk kami.
Sukses untuk sekolahorangtua.

dayat 4 August 2009

aduh…bagus banget tipsnya, tapi sayang tips ini kayaknya tidak bisa saya praktekkan bersama pasangan saya, karena kami memang bukan tipe orang yang romantis dan suka berbasa basi, jadi bagaimana ya …untuk mempererat hubungan biar tetap langgeng dan harmonis tanpa harus beromantis ria? ….ada nggak ya….

Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog. 6 August 2009

Hai Pak Dayat,
Ada saja jalan menunju Roma kok pak.
Tips yang ditulis oleh pak Aries tidak semuanya menuntut keromantisan. Jalani saja, yang terpenting adalah kejujuran dalam hubungan dan selalu siap sedia menjadi teman berbagi dan sahabat bagi pasangan kita.

Martina 22 August 2009

Tips ny ok bngt tp rasa2nya aq sm suamiku slt skali mnerapkan krn kt berdua bkn type yg rmntis, kt lbh bnyk sling diam n kurang kmunikasi. Buat pmbca smua gmn dong cr mngtasinya?

Santi 20 December 2009

Terimakasih pak tipsny.Masalahny adl sy dan suami smntara bjauhan krn pkerjaan,sy dan anak ‘dititipkan’ di rmh ibu suami yg janda.ktm hny smggu skali,tiap ktm bawaany cpk,jd klo ngomong srius ujg2ny ribut.suami sy tbagi antara sy dan ibuny yg mnuntut phatian jg.cndrg mnuruti kt2 ibuny,dg alasan biar g ribut.sy dan anak stiap hr jd ttekan,krn apa2 hrs nurut mertua,rasany spt ank kcl yg blm dwasa sj.trimakasih u solusi yg dberikan.

Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog. 22 December 2009

Halo ibu Santi,
Kami merasa senang juga jika tips yang ada di artikel dapat membantu ibu dan pasangan.
Semua kembali pada nilai-nilai hidup yang ibu dan suami pegang. Diskusikan bersama dengan pasangan sehingga dapat menemukan solusi yang terbaik untuk hubungan anda berdua serta masa depan anak-anak.

Salam hangat penuh cinta untuk keluarga ibu.

Arnetta 1 February 2010

Terima kasih Pak Tips-nya.
Bagus utk diterapkan jk ada kesadaran dr pasangan yg bersangkutan utk slg menghargai, menjaga dan mensyukuri anugrah cinta kasih yg dimiliki.
Tp bgmn dgn seseorang yg terlanjur dikhianati oleh pasangannya?
Yg dikhianati sdh berupaya utk menerima dgn melupakan yg tlh tjd dan ingin ttp membina hub yg lbh baik utk masa dpn, sdg pasangannya bersikap biasa2 saja?

wiyono 10 February 2010

Ayo semangat lagi nge-blog, apalagi jalan jalan pagi udah ketemu konten berharga seperti konten sobat yang ini, sobat… saya undang untuk follow-followan, semoga undangan ini bersambut baik

fia 20 February 2010

tips nya bagus ya pak! pengennya sih seperti itu tp susah u saya jalani. sy terpisah sama suami krn sy melanjutkan sekolah. kalo datng paling cuma 2 hari, 2 hari itu kadang dia isi dengan kesibukannya sendiri, perhatian ke saya dan anak2 jarang! kadang sy merasa jenuh pak! dia sering janji2 manis tp lupa u menetepatinya. setiap kami bertemu pasti ada pertengkaran. bgmn solsinya pak?

ny.che 19 March 2010

bgaimana membunuh cemburu

danang 24 April 2010

Saya sangat setuju sekali tentang seringnya orang lain (antar teman, antar pasangan) yang melucu dengan tata rambut, pakaian yg tdk serasi bahkan kekurangan fisik akn sangat menggempur pribadi yang di jadikan lelucon (merasa dihina) yg mjdknya tdk prcya diri. Terutama jk ia memang punya kekurangan dlm hal itu mslny ank cacat, perempuan yg brsuara besar dll. Ini dpt mrusak prtmanan, pasangn bhkn hub. antr ortu dgn ank. Namun sprti ini yg jstru sering ditampilkan oleh TV. Sangat jelek dampaknya jk kita tdk suka dgn sikap pasangan, dandan, masakan dll namun tdk diungkapkn langsung tapi justru main sindir saat ngobrol dgn teman sedangkan pasangan ada dan ikut mengobrol.

lusy 6 May 2010

Thanks artikelnya sangat bermanfaat.Tapi ada satu kunci yg sy n suami sy pakai dan itulah yg menjaga hub kami: kalw menatap pasangan,mengalihkan pandangan k dia, bercakap,tatapannya dalam n spenuh hati n penuh kecintaan serta antusias…silahkan praktekkan!!

siti rohmah 21 May 2010

Sy sgt setuju dgn tips diatas, tp tolong sy dibantu bgaiamana menghadapi suami yang emosional yang selalu menuduh dalm segala sesuatu tp tidak tanya terlebih dulu dalam menghadapi sesuatu. Mudah marah krn dia dari keluarga yang keras dan broken home. suara tinggi dan marah marah sll? maunya istri hrs taat sll sesuai kemauan dia tanpa diberi kesempatan tuk berpikir. kebenaran hanya di dalam pikirannya, dan sulit di ingatkan bila ia salah, please tolong bgmana caranya memahami dia?

la 12 June 2010

tipsnya sangat baik,namun sulit untuk dipraktekkan. belakangan ini sy sering konflik dgn suami. Suami org yg emosional dan suka mengatur. Apa yg ada dipikirannya itu yg selalu benar dan hrs diikuti,tanpa meminta pendapat saya. Jika sy ksh pendpaat,ujung2nya pasti ribut. jd sy cenderung tdk pernah membahas stiap konflik yg terjadi. Mohon bantuannya,bagaimana mengatasi masalah sy ini.

guntur 13 June 2010

mantap..keren dari 10 tipsnya .hanya 1 yg terlaksana sehari2

Nurnilam 16 June 2010

Artikelnya bagus, saya numpang copy paste untuk nambah-nambah di webq.
Thank’s

natalia kesuma desika 21 July 2010

Aku setuju dengan semua pendapat itu tambahan lg mungkin harus byk-byk berdoa jg, supaya tuhan selalu melindungi perkawinan kt .

inka nurmala 4 August 2010

tips’ny bagus2,bsa d coba sehari_hari.masalah saya,,sya ibu rumah tangga yang berusia msh sgt muda,yaitu 19 thn,sya sdh mempunyai seorang anak,sya mengurus anak sya sendri tnpa bantuan pengasuh,di samping itu sya jg hrus melaksanakan tugas sya sbgai istri,ngrus suami,pkerjaan rmh tangga,jd sya srg kcapean,d tambah dgn emosi sya yg tinggi,sya jd srg marah2,aplgi kalo anak sya lg rwel dan suami sya ga ngertiin sya,,,,aduhhh,,,,,,,,,jd srg brantem ma suami.bgaimana cara mengatasinya,mohon bantuannya,trmksh.

inka nurmala 6 August 2010

kapan pertanyaan saya di beri solusi,saya udh nunggu2 jeh,cpetan y,,,,,,,,,,,,,,

Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog 17 August 2010

Halo ibu Inka,

Mohon maaf atas lamanya respon jawaban kami. Tampaknya, ada problem dengan program kami sehingga email ibu tidak masuk ke email pribadi saya.

Saya bisa memahami beban berat yang ibu rasakan karena kita sama-sama ibu rumah tangga full time. Bedanya, ibu masih bisa bertemu dengan suami hampir setiap hari ya. Kalau saya bisa bertemu dengan suami jika suami tidak pergi ke Yogja karena beliau masih sekolah menyelesaikan disertasinya. Jika sudah pergi paling lama bisa 2 minggu tercepatnya 1 hari.

Jika tidak ada bantuan ketika kita menjalankan tugas rumah tangga + pengasuhan anak memang sangat melelahkan bu. Energi fisik dan psikis kita bisa terkuras habis, ketika malam tiba, rasanya cuman ingin tidur.

Yang ibu bisa lakukan adalah berbicara (bukan berantem) dengan suami. Para lelaki paling tidak suka jika diomeli oleh istrinya (karena ini mengingatkan mereka pada ibu mereka). Coba ceritakan mengenai kesulitan ibu dan kelelahan ibu seperti ibu berbicara kepada sahabat ibu. Kemudian ceritakan juga mengenai harapan dan keinginan ibu.
Cara ini efektif bagi saya sehingga suami mengetahui beban saya dan harapan saya sehingga beliau menjadi lebih tanggap.

Memang biasanya para suami kurang peka terhadap kebutuhan istri bukan karena mereka tidak tahu tapi karena jenis kelamin mereka laki-laki. Lho kok bisa ?.
Lelaki dibiasakan untuk mengerjakan sesuatu berdasarkan yang telah diberitahukan dan kebiasaan yang ada tidak berdasarkan intuisi. Beda dengan kita yang bisa langsung beradaptasi pada setiap kesulitan yang ada, tidak perlu memakai panduan untuk mengerjakan sesuatu.

Ketika ibu bercerita, ibu perlu melakukan dengan detil misalnya “Tolong beri si kecil 1 biskuit. Kalau sudah selesai tolong ajak si kecil jalan-jalan dulu, saya mau menyelesaikan memasak.” Ini juga berhubungan dengan jenis kelamin juga karena untuk urusan rumah tangga dan pengasuhan, kita lebih jago daripada mereka.

Semoga bisa membantu ya bu Inka.

Salam hangat penuh cinta untuk ibu dan si kecil

fenny 18 September 2010

thanx tipsnya…semoga bisa saya terapkan untuk terus menjaga hubungan saya dangan pasangan…coz kami berdua memiliki karakter yang tidak jauh berbeda…sama2 keras, jadi ketika menyelesaikan masalah jarang ada yang mau mengalah, dua2nya merasa benar dan punya alasan dan pembelaan atas segala sesuatu yang dilakukan…padahal hal yang kami masalahkan bermula dari hal kecil. kami sedang mempersiapkan pernikahan, kurang lebih 2 minggu lagi. tapi sekarang2 agak sering berantem…mohon do’anya saja yah…saya juga akan berusaha lebih mengerti apa yang pasangan saya inginkan…semoga tipsnya bisa saya terapkan dengan baik…wish me luck yah…

Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog. 19 September 2010

Halo Fenny,

Selamat ya atas komitmen yang akan kalian bentuk.

Memang mendekati hari H semakin banyak godaan dan hal yang diperdebatkan. Hal ini karena masing-masing pihak ingin hasil yang terbaik u hari yang hanya terjadi sekali seumur hidup.

Doa kami untuk Fenny dan pasangan. Semoga berhasil.

yella 19 September 2010

saya sudah mencoba hanya tips kesepuluh, dan hasilnya sangat luar biasa, saya baru 1 th menikah dan masih menjajagi satu sama lain, persoalan memang selalu ada, memang benar bahwa suami harus tau apa yang kita rasakan walaupun masalah tidak selesai waktu itu juga, minimal dengan mengatakan yang sebenarnya akan membuat perasaan kita lebih baik karena wanita memiliki kebutuhan lebih banyak ingin didengarkan ketimbang laki-laki.salam hangat untuk kru sekolah orang tua dot kom, semoga artikel-artikelnya bisa selalu menginspirasi banyakorang.salam kenal

diar 24 September 2010

dear ibu sandra..
pernikahan saya dengan suami alhamdulillah sudah berjalan hampir 6tahun.hubungan kami d awal2 pernikahan cukup romantis.tp stelah kelahiran putra pertama,keromantisan itu sudah sedikit berkurang,apalagi sekarang sudah berputra dua,tetap saja blm ada perbaikan lagi.terkadang saya merasakan agak sedikit tegang hubungan d antara kami.suami saya memeluk saya pun apabila dia mempunyai ‘suatu keinginan’.
bagaimana sikap saya seharusnya agar hubungan kami dapat lebih baik?/

Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog. 25 September 2010

Halo ibu Diar,

Proses hamil dan melahirkan merupakan proses yang besar bagi tubuh seorang wanita. Perubahan hormon sangat mempengaruhi pikiran dan perilaku sang ibu. Penurunan dorongan seksual termasuk diantaranya. Biasanya penurunan ini tidak disadari dan akhirnya menjadi kebiasaan bagi pasangan untuk tidak lagi rutin menjalani hubungan intim.

Hal lain yang juga menjadi penyebab penurunan intesitas juga karena adanya perubahan peran sang ibu. Buah hati yang menuntut perhatian biasanya sudah menguras energi sang ibu. Apalagi ibu memiliki 2 buah hati.

Faktor lainnya adalah keringnya tangki cinta ibu sehingga menjadi enggan untuk berhubungan intim. Memang biasanya wanita, akan dengan sukarela malakukan hubungan intim jika ia merasa dicintai. Berbeda dengan pria, ia akan mudah sekali terpicu hasratnya hanya dengan mencium bau wangi istrinya saja atau melihat si istri.

Jadi saran saya berdasarkan penyebab diatas adalah
1. Perubahan hormon akan kembali normal seiring berjalannya waktu. Sebaiknya, ibu mulai mencoba kembali berhubungan dan memahami hasrat suami dengan pertimbangan yang mengalami perubahan hormon adalah kita sedangkan hormon suami tetap seperti semulai tidak ada perubahan. Jadi wajar jika libido suami tetap normal seperti dahulu kala dan bukan berarti dia tidak dapat memahami bahwa kita baru saja turun mesin.

2. Terkurasnya energi dapat ibu siasati dengan mengalihkan beberapa tugas kepada orang lain. Dengan demikian, ibu dapat mempersiapkan diri dan energi dengan lebih baik.

3. Ini perlu dikomunikasikan dengan suami. Diskusikan pula mengenai 10 tips diatas untuk diterapkan bersama-sama dengan suami. Beritahukan mengenai cara, perkataan atau sikap apa yang dapat membuat ibu merasa dicintai oleh suami ibu. Ikuti tips ibu Yella bahwa wanita perlu mengutarakan isi hatinya. Laki-laki biasanya memang perlu diberitahu karena mereka tidak dididik membaca bahasa tubuh lawan bicaranya.
Wanita itu seperti wedang kopi untuk dapat dinikmati perlu ditiup perlahan-lahan sehingga enak di lidah. Berbeda dengan pria seperti jagung popcorn yang langsung bisa meledak begitu dipanaskan. Wanita membutuhkan proses lebih lama untuk dapat menikmati hubungan intim itu. Mulai harus merasa dicintai, dihargai barulah dapat lebih menikmati hubungan intim itu.

Cara ini merupakan cara kuno tapi mujarab.
Coba titipkan anak-anak kepada orang yang terpercaya. Pacaran lagi mengikuti gaya semasa pacaran dulu. Dijamin rasa itu akan tergelitik-gelitik muncul di permukaan hati Anda berdua. Misalnya nonton bioskop romantis.

Semoga sharing ini bisa membantu Ibu Diar

Salam hangat untuk Ibu, anak-anak dan suami ya

ANNA 20 October 2010

ASS.WR.WB.
adakah tip untk pasangan yg usianya lbh muda dari kta?
trmksh…wassalam

diahazel 25 October 2010

hm, saya cenderung orangnya lebih terbuka..tetapi suami tertutup dan cenderung suka menjaga perasaan saya. jadi kami jarang sekali berdebat apalagi bertengkar. saya merasa hal itu kurang sehat, karena enggannya suami untuk mempermasalahkan suatu hal justru membuat saya harus memendamnya dalam hati…saya pernah sih mengajarkan bahwa harus ada komunikasi terbuka, apa yang disukai atau apa yang tidak..tapi tampaknya belum berhasil

Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog. 26 October 2010

Halo ibu Anna,

Saya kurang memahami pertanyaan ibu mengenai usia yang lebih muda dari kita. Tapi menurut saya, 10 tips yang ada di atas merupakan tips universal untuk setiap perkawinan. Jadi bisa diterapkan pada tiap usia.

Salam hangat

Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog. 26 October 2010

Halo ibu Diahazel,

Ibu, tampaknya suami ibu memiliki persepsi tersendiri mengenai keterbukaan dalam berkomunikasi. Mungkin hal ini perlu ibu korek karena cara pikir suami ibu mengenai keterbukaan akan menyebabkan ia berperilaku seperti yang ibu hadapi selama ini.
Jadi ibu dan bapak perlu menyamakan persepsi dulu mengenai arti dari keterbukaan.

Ada kemungkinan bapak khawatir jika beliau terbuka kepada ibu, ibu akan emosional dan akhirnya malahan berantem. Mungkin juga bapak bukan tipe orang yang suka berkonfrontasi.
Pertengkaran dalam keluarga tidak selalu menandakan bahwa keluarga tersebut sehat. Berdiskusi tampaknya lebih tepat untuk membuat sebuah keluarga lebih sehat daripada pertengkaran ataupun perdebatan.

Monggo disamakan persepsi dahulu mengenai arti keterbukaan.

dhince 26 October 2010

saya seorang istri yang mempunyai 2 orang anak laki-laki, saya dan keluarga saya masih tinggal dengan orang tua saya, yang saya mau tanyakan kepada bpk bagaimana cara mengatasi amarah karena setiap saya plng kerja, ortu saya kadang2 sering melapor kalo anak saya sering begini begitu tingkahnya, dan saya langsung emosi kepada anak saya dan memarahinya bahkan sering mencubitnya, mungkin saat itu saya sedang capek kali, dan akhirnya nya kalo pas suami saya pulang, saya langsung marah-marah ama suami padahal saya tahu kalo suami saya juga capek karena br plng kerja. saya mohon penjelasan dan tips nya pak agar setiap hari saya tidak menjadi emosional. karena setelah memarahkan anak-anak saya merasa menyesal. tp saya tdk bisa mengendalikan emosi saya. trims

Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog. 26 October 2010

Dear Ibu Dhince,

Anak-anak nakal memiliki sebab, tidak terjadi begitu saja karena anak nakal merupakan ciptaan lingkungan bukan dilahirkan. Ibu perlu melakukan cross check dengan anak-anak setelah mendapatkan laporan dari kakek neneknya karena terkadang persepsi anak dan kakek nenek bisa berbeda mengenai suatu hal. Suatu perilaku bisa dianggap oleh anak-anak sebagai suatu hal yang kreatif dan masuk akal namun bagi kakek nenek bisa dipersepsi sebagai suatu yang nakal (maklum mereka berdua hidup di jaman yang berbeda)

Mengenai mudahnya ibu terpicu amarah, bisa jadi karena memang ada suatu akar masalah sebagai akibat dari pengalaman masa lalu. Jika akar masalah itu bisa dinetralisir maka ibu tidak akan semudah itu terpicu oleh laporan orangtua tentang kenakalan anak-anak.
Untuk membereskan akar masalah itu ibu bisa melakukan terapi sendiri atau dibantu oleh profesional. Terapi sendiri dapat dilakukan dengan mendengarkan CD audio Mengatasi emosi negatif saat mendidik anak-anak yang disediakan oleh SO.

Atau jika ibu masih ragu apakah benar bahwa dalam diri ibu ada akar masalah emosi negatif, ibu dapat mengikuti workshop The Ultimate Success, 6 November, hotel Sommerset, Surabaya. Disana ibu akan mendapatkan wawasan mengenai asal mula terjadinya emosi negatif dan pengaruhnya terhadap pengasuhan.

Salam hangat penuh cinta untuk ibu sekeluarga

yuni 2 January 2011

10 tips ini m’buat pikiran dan wawasan z t’buka krn z orgx cemburuan t’hadap suami z.,dan protektif.tp stelah z mengikuti tips” ini z merasa ada p’rubahan pd khidupan rmh tangga z skrg…!!!

tp gmana sih cr agar emosi kt t’hadap suami itui g’berlarut”

Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog. 4 January 2011

Halo ibu Yuni,

Saya ikut senang jika 10 tips diatas bisa membawa perubahan dalam rumah tangga ibu.

tips yang umum diberikan adalah ibu harus sabar, memang biasa laki-laki memang begitu, atau coba dekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa supaya bisa menghadapi suami.

tips diatas terlalu umum dan malahan lebih sulit untuk dijalankan karena setiap emosi negatif kita memiliki akar masalah yang terbentuk dari pengalaman masa lalu yang kita lalui. Akar masalah dr masa lalu inilah yang harus dibereskan agar ketika kita menghadapi masalah yang sama tidak bereaksi dengan negatif.

Mengenai mudahnya ibu emosi terhadap suami, bisa jadi karena memang ada suatu akar masalah sebagai akibat dari pengalaman masa lalu. Jika akar masalah itu bisa dinetralisir maka ibu tidak akan lagi geregetan dengan suami dan bisa lebih sabar menghadapinya.
Untuk membereskan akar masalah itu ibu bisa melakukan terapi sendiri atau dibantu oleh profesional. Terapi sendiri dapat dilakukan dengan mendengarkan CD audio tapi saat ini SO hanya menyediakan CD audio Mengatasi emosi negatif saat mendidik anak-anak.
Untuk terapi profesional, silahkan menghubungi hipnoterapis yang terdekat di tempat tinggal ibu.

Selamat mencoba.

Yongki 6 January 2011

Saat membaca tips diatas, hari ini (6-1-2011) saya meneteskan air mata, tanpa sengaja berniat membuka website demi menenangkan pikiran yang penuh dng masalah, saya menemukan website ini. Tepat hari ini saya menyadari bahwa saya telah secara tidak pantas melontarkan fitnahan keras terhadap istri saya sendiri yang sudah 8 tahun saya nikahi dan saya cintai. Dan saat ini kami sedang tidak berada di kota yang sama, karena sakit maka saya harus meninggalkan anak dan istri demi berobat di Ibukota. Hari – hari saya terasa sepi tanpa mereka, tapi entah bagaimana caranya tiba-tiba SIFAT PENCEMBURU saya (yg saya akui cukup terlalu mendominasi saya dari waktu masih bujangan dulu) tiba-tiba saja hadir dan mencengkeram kedamaian saya, membabi-buta saya menginterogasi istri sampai akhirnya jawaban yang sangat saya harapkan dari istri saya tidak cukup memuaskan saya, dan saya melontarkan fitnahan tersebut. ………..ironisnya…saya benar-benar tidak bisa membuktikan letak kecemburuan saya dan saya tahu…saya SALAH….
Kini hati dan pikiran saya sangat bergejolak, rapuh dan benar-benar tidak terkendali setelah itu semua terjadi dalam hanya hitungan detik, istri saya telah terluka hatinya oleh krn saya. Saya sangat ingin menarik kembali ucapan saya, tetapi telepon saya tidak pernah diangkatnya lagi, dng segala cara saya coba menghubungi dia, tapi tetap tertolak. ingin rasanya segera pergi berlari menjumpai dia, tapi apa daya keadaan tidak mendukung saya melakukan hal yg orang normal dan sehat jasmani dapat lakukan saat ini….sungguh…saya menyesal telah melakukan hal itu, apakah mungkin masih ada cara dan jalan terbaik untuk saya lakukan?

Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog. 7 January 2011

Halo bapak Yongki,

Sungguh beruntung istri bapak memiliki suami seperti bapak yang berani mengakui kesalahannya dan berusaha memperbaikinya.
Banyak suami-suami yang justru semakin mempersalahkan istrinya untuk menutupi rasa malunya dan perasaan bersalahnya. Good job pak !

Pasti ada jalan untuk memperbaiki. Selama masih ada harapan dalam hati bapak dan istrik, jalan apapun akan terlihat dan memberikan solusi.

Langkah pertama sudah bapak lalui yaitu menyadari kesalahan dan berusaha memperbaiki.

Sekarang, langkah kedua.
Reaksi istri yang menutup komunikasi merupakan salah bentuk dari kekecewaan beliau. Jadi, untuk sementara ini kita hargai dulu, keinginannya untuk menyendiri dahulu.

Sambil menunggu beliau pulih dari shocknya. Bapak bisa menuliskan surat kepadanya via pos dan email (lebih baik pos karena pasti terterima, jika lewat email belum tentu online).
Tuliskan mengenai perasaan dan pikiran bapak kepada istri. dan sertakan pula niat bapak kedepannya.

Biasanya percakapan melalui tulisan lebih manjur untuk mengetuk hati seseorang dibandingkan berbicara langsung.

Selanjutnya, agar tidak terulang lagi dan bapak bisa berdamai bapak perlu intropeksi diri mengenai penyebab dari kecemburuan. Kecemburuan dalam diri bapak merupakan hasil dari akumulasi perasaan bersalah, tidak berguna, tidak berharga, takut ditolak, takut tidak dicintai dll.

Reaksi bapak ketika bapak cemburu merupakan hasil dari program pikiran bawah sadar yang sudah terbentuk karena pengalaman masa lalu kita maupun dari pola asuh dari orangtua kita. Jika pengalaman masa lalu dan pola asuh itu positif maka kita bisa menghadapi masa sulit dengan mudah tapi jika pengalaman masa lalu dan pola asuh itu penuh traumatis maka masa sulit akan direaksi dengan keras juga. Termasuk menjadi cemburu.

Jadi kuncinya adalah menetralisir akar masalah pembentuk program pikiran kita.

Apapun situasinya, jika kita telah membereskan hambatan mental dan memprogram pikiran dengan positif maka kita akan menghadapi masa sulit itu dengan mudah.

Jika bapak ingin menetralkan emosi negatif ini dengan cepat, silahkan bapak menghubungi hipnoterapis terdekat dengan tempat bapak tinggal.

Selamat mencoba bapak.

maris 27 January 2011

Dear Ibu Sandra,
suami sy mempunya sifat pemerah, egois dan ringan tangan. Bila ada masalah sering maen lempar dan pukul.Dan suami sy mempunyai hub dgn perempuan lain yg katanya hanya teman. saya pernah menyampaikan perasaan saya dan kalo saya kurang suka cara dia berkomunikasi dgn perempuan itu,yg saya dapatkan bukan pengertiannya malah sebaliknya katanya itu bkn masalahnya tapi masalah saya…..bagaimanakah saya harus menghadapi suami yg tempramen dan yg lbh mementingkan perasaan perempuan lain dibanding istrinya sendiri??
Sebelumnya terimakasih untuk bantuannnya

Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog. 28 January 2011

Halo Ibu Maris,

Memang serba salah ketika ketika menghadapi seseorang yang belum dewasa pemikirannya dan perilakunya.
Saya tidak bisa memberikan saran yang tepat untuk keadaan ibu karena saya tidak memahami permasalahan dan situasi ibu secara akurat.

Kita akan sulit untuk mengubah seseorang yang tidak ingin berubah dan tidak merasa tidak ada masalah. Yang bisa kita ubah hanyalah diri sendiri.
Rumah tangga yang bahagia harus diusahakan oleh kedua belah pihak. Jika salah satu pihak tidak menginginkan itu maka akan sulit untuk direalisasikan. Sudahkah ibu menanyakan harapan bapak terhadap rumah tangga yang sedang dibina ini ?
Dari pertanyaan sederhana ini akan muncul jawaban untuk langkah selanjutnya.

Salam sayang untuk ibu. Yang tabah ya bu Maris.

Iwan 15 February 2011

Hallo bu Sandra,
Saya suami 27 tahun,istri 19 tahun,Bagaimana cara nya mbuat istri bsa melupakan masa lalu yg jelek dri sya, krn dia slalu mnyimpan uneg uneg masa lalu,yg akhirnya klo qta beda pndapat emosinya langsung meledak2,dan kluar kata2 ksar dri dia n slalu aja minta cerai, saya udah coba ngajak dia utk terbuka, tapi ttap aja susah karena hatinya mank keras banget, mohon saran nya,thanks…

Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog. 16 February 2011

Halo Bapak Iwan,

Untuk bisa berdamai, kita harus bisa memaafkan dan melepaskan kesalahan masa lalu. Tampaknya istri bapak, masih belum bisa memaafkan dan melepaskannya.

Jika memungkinkan ajaklah istri bapak untuk membahas mengenai kesalahan yang telah diperbuat bapak di masa lalu. Tanyakan :
1. Apakah beliau bersedia membina rumah tangga yang bahagia dengan bapak ?
2. Jika iya, tanyakan : apa yang bisa bapak bantu agar beliau bersedia memaafkan kesalahan bapak di masa lalu ?
3. Ucapkan terima kasih atas sarannya, katakan : saya sayang kamu, saya mendukung kamu dan saya mau membantu kamu untuk memaafkan kesalahan saya.

Cara ini perlu dilakukan karena pada dasarnya ketika seseorang tidak dapat memaafkan orang lain, sebenarnya ia juga tidak dapat memaafkan kesalahan dirinya sendiri, takut disakiti lagi (sehingga jika marah, ia akan mengeluarkan duri landaknya agar tidak didekati dan disakiti lagi) dan ingin menghukum yang pernah bersalah kepadanya.

Bantu ibu untuk bisa menerima kekurangan dan kelebihan dirinya. Ketidakmampuan untuk mencintai diri sendiri dan perasaan bersalah menyebabkan seseorang menyalahkan lingkungan di luar dirinya atas ketidaksempurnaan yang pernah terjadi. Bantu dengan mencintainya secara tulus, ajak berdiskusi mengenai harapan bapak dan ibu dalam berumah tangga.

Jika dirasa sulit bagi ibu untuk memaafkan, ada kemungkinan ibu membutuhkan terapis untuk bisa melepaskan masa lalu dan membebaskan dirinya menatap masa depan. Ada kemungkinan pengalaman di masa lalunya menyebabkan beliau melindungi dirinya sedemikian kuat sehingga sulit untuk memaafkan orang lain dan menerima diri sendiri.

Salam hangat penuh cinta untuk bapak sekeluarga

Iwan 16 February 2011

Maaf bu ya,sya mau tanya lagi, krn sya dah prnah coba tanya ke istri sya apakah dia mau melanjutkan rumah tangga kami lagi apa tidak, jawaban nya ttap tidak bu, padahal sya dah coba yakini ke dia klo sya tu dah lama berubah tapi dia ttap aja kaya gitu. Dan bagaimana cara nya agar dia tidak lagi dengan mudah nya cerita masalah rumah tangga kami ke ke orang tua nya ato kakaknya?karena selama ni dia selalu menceritakan uneg uneg nya ke keluarga nya bukannya ke sya sbagai suami nya, dan menurut saya itu yang bikin dia semakin sakit hati sama saya, mohon saran nya lagi bu ya, terima kasih,