Phone/SMS : 083898884989 (Jam Kerja)

Email   : cs@sekolahorangtua.com

Messenger :

Join Facebook.com/SekolahOrangtua


27
Nov

42-19039558_1.jpg - 23.54 Kb 1. Realistislah terhadap satu sama lain.

Janganlah mencoba untuk mengubah pasangan anda menjadi seseorang yang anda inginkan. Marilah hadapi kenyataan. Janganlah harapkan pasangan anda jadi Pamela Anderson ataupun Brad Pitt! Cintai pasangan apap adanya. Ada sesuatu yang lebih yang dimiliki oleh pasangan anda yang tak dimiliki oleh siapapun di dunia ini!

  1. Selalu bicara secara terbuka namun tetap dengan respek
  2. Bagi pria ini bukanlah suatu hal yang mudah mengingat pria lebih suka diam ketika memecahkan masalah. Namun wanita sungguh berbeda. Janganlah membuat asumsi sendiri mengenai perasaan pasangan anda. Belajarlah untuk mengekspresikan perasaan anda dengan tepat sehingga pasangan anda menjadi makin mudah memahami ketika anda marah, terluka, tersinggung ataupun bahagia. This works with the girls. Jika anda berhenti berkomunikasi dari hati ke hati itulah awal dari sebuah perpisahan.

  3. Lakukan sesuatu yang menarik secara bersama-sama
  4. Carilah sesuatu yang bisa anda lakukan bersama-sama. Anda bisa melakukan olahraga favorit bersama-sama. Ataupun melakukan suatu hobi yang anda berdua sama-sama senang. Nikmati ketika melakukan hal itu. Bisa jadi anda berdua cukup menonton VCD di ruang keluarga! Atau mungkin jalan bergandengan tangan di mall seperti masih pacaran. Berhati-hatilah jika anda lebih suka menghabiskan lebih banyak waktu dengan sahabat anda daripada dengan pasangan anda. Itu sebuah tanda yang kurang baik.

  5. Jangan terlalu perfeksionis
  6. Belajarlah untuk menerima apa yang dilakukan oleh pasangan anda walaupun itu hanyalah separo dari yang anda ingin dia lakukan. Seringkali kita menuntut pasangan kita untuk selalu memencet pasta gigi dari bagian paling bawah. Ketika ia memencetnya dari manapun, “Yang penting kan keluar pasta giginya!” demikian pendapatnya, cobalah untuk memakluminya. Dalam sebuah relasi ada beberapa hal dimana kita harus bisa saling bisa memberi dan menerima.

  7. Tunjukkan cinta anda
  8. Bagi anda para pria cobalah membawa pulang bunga kesukaan istri anda. Bisa juga coklat atau makan malam romantis bersama atau apapun yang dia sukai. Bagi anda para wanita manjakan pasangan anda dengan memasakkan makanan favoritnya secara spesial atau berikan kartu Valentine atau sesuatu yang dia inginkan tetapi belum sempat terbeli. Jika anda mengetahui bahasa cinta dominannya maka berikan secara kontinu. Ada 5 bahasa cinta dimana salah satu adalah bahasa cinta dominan kita. Kelimanya adalah sentuhan fisik, kata-kata pendukung, waktu berkualitas, pelayanan, hadiah. Menunjukkan secara kontinu rasa peduli pada orang yang anda cintai adalah suatu hal yang sangat menyenangkan.

  9. Saling menghargai dan menghormati satu sama lain.
  10. Janganlah membuat lelucon tentang rambut atau kulit pasangan anda di depan orang lain atau anak-anak. Meskipun maksudnya murni hanya bercanda tetapi pikiran bawah sadarnya bisa menangkap maksud yang berbeda. Hal ini bisa jadi menggerogoti rasa percaya dirinya. Mencintai adalah menghargai perasaan satu sama lain dan menjadi peka terhadap perasaan pasangan kita.

  11. Kuburlah masa lalu.
  12. Berhentilah mengungkit-ungkit masa lalu yang negatif. Tak ada seorang pun yang ingin diingatkan tentang segala sesuatu yang membuatnya merasa malu. Apapun yang sudah terjadi telah selesai!

  13. Hilangkan kecemburuan.
  14. Setiap dari kita mempunyai rasa ketidaknyamanan pada sebuah permulaan relasi namun jangan biarkan rasa tidak nyaman dan tidak aman tersebut berubah menjadi kecemburuan. Kecemburuan seperti racun yang secara perlahan menyebar ke seluruh sendi-sendi relasi anda. Percayailah pasangan anda. Mencintai adalah memiliki rasa percaya pada pasangan.

  15. Jaga komitmen satu sama lain.
  16. Janganlah membuat sebuah janji yang kita rasakan tak mampu untuk dipenuh. Jika dipaksakan maka ini akan mengurangi respek pasangan kita. Menjaga kepercayaan dan saling menghormati adalah bentuk komitmen dari sebuah relasi yang sehat. Jika pasangan kita mulai merasakan bahwa ia tak penting bagi kita maka bersiaplah utnuk kehilangan hatinya.

  17. Jujurlah.
  18. Jujur itu bukan berarti harus mengatakan bagaimana jelek dan amburadulnya wajah pasangan anda saat ia baru bangun tidur. Maksud dari kejujuran di sini adalah kejujuran untuk mengungkapkan perasaan terdalam kita. Jika merasa marah katakan bahwa kita sedang merasa marah. Jika merasa terlukan katakan bahwa kita merasa terluka. Katakanlah dengan sikap tenang tanpa teriak-teriak. Jika kita tidak bisa jujur pada pasangan kita lalu kepada siapa kita harus jujur? Mencintai adalah tentang menjadi jujur pada diri sendiri dan pasangan

Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya !

Related Posts:

Share your comments on Facebook:

comments

Category : Artikel / Relationship

63 Responses to “10 Tips Menjadi Pasangan yang Lebih Baik”


Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog. 18 February 2011

Bapak Iwan, Senang bisa berdiskusi dengan bapak kembali.

Jika bapak bertanya ketika ibu sedang di puncak amarah, pasti beliau akan menjawab tidak. Tapi jika suasana hatinya sedang enak dan merasa dicintai oleh bapak, pasti jawabannya akan ragu untuk mengatakan tidak.

Coba tanyakan ketika anda berdua sedang dalam keadaan siap untuk berdiskusi sebagai 2 orang dewasa.

Memang sulit untuk mendapatkan kepercayaan dari orang yang pernah tersakiti oleh kita. Yang bisa kita lakukan adalah membuktikan bahwa keyakinan ibu salah mengenai bapak. Jika bapak terus bersikap konsisten untuk membuat ibu yakin dan merasa dicintai, saya yakin ibu akan luluh dengan sendirinya.

Isi tangki cinta ibu sesuai bahasa kasihnya sehingga beliau pun bisa mencintai dirinya sendiri dan berhenti menyakiti dirinya sendiri.

Mengenai ibu yang sering curhat kepada orang lain ketimbang bapak. Apakah bapak pernah meminta ibu untuk berdiskusi dengan bapak saja jika memang memiliki permasalahan ? JIka belum, mintalah dulu.
Jika sudah pernah meminta tapi tetap dilakukan. Coba koreksi cara bapak menanggapi cerita ibu. Ada kalanya seorang wanita hanya butuh untuk didengar saja, tidak ingin dinilai ataupun diberi solusi. Berbeda dengan pria, kebanyakan pria lebih suka memberikan solusi supaya permasalahan bisa cepat selesai. Perbedaan inilah yang biasanya menyebabkan kedua pihak menjadi sama-sama frustasi dan akhirnya menutup diri untuk bercerita.

Semoga bisa membantu ya pak.

Iwan 19 February 2011

Maaf sebelum nya bu ya karena banyak sekali yg saya cerita kan disini,
Iya memang benar bu,sewaktu dia cerita dulu sya bukannya menjadi pendengar yg baik ,tp selalu terkesan menilai dan menggurui,mungkin karena itu dia tidak mau lagi komunikasi dengan sya. Padahal sbenarnya selama ni sya slalu berusaha baik dan selalu ngasih perhatian ke dia tpi tidak dianggap sma dia, dan sbaliknya kalo sya ada salah sedikit itu yg diliat dan lupa dengan kebaikkan sya selama ni dan ini yg membuat sya sangat sedih dan kecewa.
Jujur bu ya sekarang sya sma istri udah pisah ranjang dan udah punya anak yg baru lahir bulan januari kmarin.
Setiap sya ketempat orang tua nya untuk liat anak sya,sya coba berbicara sma dia baik2 dan pdahal sya juga udah mau merubah cara komunikasi sya sama dia tapi blum ada kesempatan aja karena dia selalu saja coba
menghindar,padahal mnurut sya dia dlm keadaan santai. Mungkin dia udah lelah untuk berbicara sma sya,dan memilih diam.
Kalau udah kya gini sya tidak bisa apa2 lagi bu,tidak tau harus gimana lagi,padahal sya sya ingin banget bisa jdi tman curhat yg enak utk dia. Sya kawatir kalo dia curhat ke orang lain yg tidak netral justru bisa menambah pikiran negatif terus ke sya,

Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog. 19 February 2011

Halo Pak Iwan,

Jika memang masalahnya sudah sedemikian dalam dan istri sudah tampaknya antipati kepada bapak, ada baiknya bapak meminta bantuan kepada pihak ketiga untuk menengahi hubungan antara bapak dan ibu. Cari pihak yang sekiranya netral dan dihormati oleh bapak dan ibu.

Usahakan yang terbaik untuk bapak dan ibu juga untuk si kecil. Apalagi si kecil baru saja berumur hampir 2 bulan. Kasihan dedeknya jika kedua orangtuanya tidak rukun.

Dicoba ya pak.

Iwan 19 February 2011

Udah dicoba bu cari orang ketiga selain kaluarga saya dan selain keluarga istri saya yg menengahi,tapi kaya nya kurang netral bu jadi belum ada hasil nya, mungkin nanti akan saya cari lagi orang ketiga yang lebih netral lagi. Terima kasih bu ya atas semua sarannya,

Chandra 23 February 2011

Halo Ibu Sandra

Ada yg mau saya tanyakan. Istri saya seorang berkarakter keras dan pendendam. Beberapa tahun terakhir ini km sering bertengkar dan masalahnya menurut istri saya adalah masalah ortu saya. Istri sy tdk suka dengan ortu saya krn menurut istri sy ortu sy lebih sayang adik saya. Dan yg bikin sy tertekan krn istri sy membatasi hub sy dgn ortu. saya sdh berusaha mengakomodasi semua keinginannya tp sy jg sadar kl rasa iri hatinya ga dihilangkan di suatu waktu akan dpt meledak kembali. sbnrnya istri sy sdh pernah sy bw ke hipnoterapis tp mnrt terapis tdk bs diterapi krn blm ada kesadaran dr istri sy sdri. Saya ingin minta saran/tips dr ibu bagaimana caranya spy istri saya bisa/mau menyadari bahwa beliefnya selama ini ada yg salah dan dia mau/ada kesadaran untuk berubah.
Thanks ..

Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog. 24 February 2011

Halo Pak Chandra,

Jika menurut istri ortu tidak adil, bagaimana menurut bapak ?

Penilaian bapak terhadap keadilan ortu termasuk penting dalam permasalahan ini.
Jika bapak merasa dicintai dan diperlakukan dengan adil oleh ortu maka tidak perlu ada masalah disini.
Untuk itu, berikan bukti dan ceritakan kepada istri bahwa bapak merasa disayang dan diperlakukan adil oleh orangtua.

Jika masih bermasalah lagi si istri artinya memang ada suatu permasalahan di masa lalu yang membuat istri merasa diperlakukan tidak adil sehingga menyebabkan rasa iri hati muncul di dalam diri beliau.

tapi jika yang terjadi sebaliknya, bapak merasa tidak disayang dan diperlakukan tidak adil. Berarti disinilah sumber utama masalahnya.
Istri hanya merefleksikan apa yang terjadi di dalam diri bapak dan ibu ingin bapak bahagia. Selama ini, ibu merasa bapak tidak bisa berbahagia karena diperlakukan tidak adil dan tidak disayang oleh ortu sehingga beliau menuntut ortu untuk memperlakukan bapak dengan adil.
Jika ini memang penyebabnya, coba bapak bicarakan dengan ortu mengenai perasaan tidak disayang dan tidak diperlakukan adil oleh ortu. Carilah win win solution agar perasaan bapak lebih nyaman dan istripun merasa diakomodasi.

Selamat mencoba.

chandra 25 February 2011

Thanks atas saran ibu Sandra

Yg sy rasakan sy fine2 aja dgn ortu. Kl dr istri kayanya dia yg mempunyai masalah dgn keluarganya. Dan saya merasa istri melimpahkan masalahnya ke sy. Memang permasalahan kami sangat kompleks dan memang mgkn ada kesalahan dari saya tp saya rasakan istri saya mengalami masalah yg banyak cm tdk mau bicara ke saya atau mgkn dia merasa tdk ada mslh. Sdh satu tahunan ini istri sakit2an terus sdh periksa ke dokter penyakit dalam, dokter saraf, dokter tht, dokter kandungan dan sdh periksa darah dan hormon jg hasilnya semua baik tp istri saya ttp merasa badannya sakit semua. Saya sdh coba utk sarankan ke psikolog tp istri saya ngotot bahwa sakitnya benar2 bukan dari pikiran. Saya sampai tdk tahu lagi harus berbuat apa, sementara ini saya ikutin kemauannya yg ingin berobat kesana-sini yg terakhir ini kita sedang periksa ct-scan otak istri saya tp hasil blm keluar. saya kasihan dengan istri saya karena harus selalu minum bermacam macam obat yg saya takutkan nantinya malah ga baik utk tubuhnya. Mohon saran ibu Sandra bagaimana mengkomunikasikan dengan istri saya supaya dia mau mencoba menjalani hipnoterapi supaya pikirannya bisa positif. Karena selama ini istri saya sangat tersugesti bahwa dirinya sakit padahal untuk aktifitas sehari2 dia masih menjalaninya dengan normal cuma kl ga ada aktifitas dia mengeluh sakit. Thanks

Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog. 27 February 2011

Halo Bapak Chandra,

Jika memang bapak merasa fine dengan keluarga berarti memang permasalahan terletak pada persepsi ibu.

Dari penjelasan bapak, saya menyimpulkan istri bapak memang sedang menderita sakit yaitu penyakit psikosomatis. Penyakit ini tidak bisa terdeteksi secara medis tapi secara psikologis, sangat mudah untuk terdeteksi.

Yang bisa bapak lakukan adalah melakukan gerakan penyadaran terhadap ibu yang dimulai dari diri bapak sendiri.
Coba bapak rajin membaca buku, mengikuti seminar dan rajin mengubah kekurangan diri. Lambat laun jika istri melihat ada perubahan positif dalam diri bapak, ibu akan ketularan ingin berubah kok (Ini memang hukum suami istri. Jika salah satu pasangan berubah, pasangan lainnya akan ketularan).

Buku yang saya sarankan untuk baca adalah You can heal your life dan Heal your body karangan Louise L. Hay. Ini buku klasik, sudah ada terjemahan ke bahasa Indonesia.
isinya adalah penyakit fisik yang diderita seperti kanker, lupus, sinus, jerawat, sembelit, wasir dll disebabkan oleh pengalaman masa lalu yang mempengaruhi pikiran di masa kini. Ketidakmampuan untuk memaafkan, menerima diri, dan melepaskan, menjadi penyebab segala macam penyakit yang diderita seseorang.

Selamat mencoba ya, pak.

Chandra 28 February 2011

Thanks Ibu Sandra

Sarannya sangat membantu saya dan segera saya laksanakan

asih 22 April 2011

sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih dengan adanya kesempatan ini
saya seorang wanita 30 tahun, sebenarnya saya belum menikah, saya mulai mempelajari bagaimana bagaimana kita bisa menjadi orangtua yang baik, karena memang sangat sulit
saya menyadari saya berusaha agar anak saya nanti tidak mengalami hal yg pernah saya alami, dimana orgtua saya sangat keras, dan menaruh harapan terlalu tinggi cita2nya pada anaknya, sering kita merasakan keinginan kita tidak didengar dg baik, orangtua saya terlalu menyayangi saya sehingga saya merasakan bahwa saya kehilangan kehidupan saya sendiri, disaat saya tidak bisa mewujudkan apa yg mereka inginkan mereka sangat kecewa dengan saya, dan satu lagi memang benar jika kedua orang tua bertengkar hebat didepan anak anaknya, apalagi adanya kekerasan secara fisik yg pernah kita alami, semua membuat kita tumbuh dengan pribadi yang sangat lemah membuat saya pribadi menjadi orang yg lemah, sangat keras kepala, emosional, sering menyakiti diri sendiri, sangat tertutup dengan keluarga, dan saat ada orang lain sebgaai tempat bersandar maka hilanglah saya, saya merasa tidak ingin kembali ke rumah saya, karena hati saya tersiksa dan merasa dipenjara, dan tidak aman, kenangan masa lalu trauma2 kecil mulai saat saya masih kecil makin membuat saya tersiksa dan merasa ketakutan, saya merasa nyaman dg kehidupan saya sendiri

sebelum saya menjadi ibu, saya ingin sedikit demi sedikit memperbaiki sifat saya yang buruk, walau sangat sulit, saya ingin melupakan trauma saya

mungkin ibu Sandra dapat membantu saya, bagaimana sebaiknya yang harus saya lakukan, terima kasih banyak

rendy 9 September 2011

mungkin saran mengubur masa lalu menurut saya, kurang tepat. dgn mengungkit masa lalu itu berarti kita berusaha menerima masa lalu dan melepaskan emosinya..

Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog. 15 September 2011

Halo pak Rendy,

Situasi artikel ini adalah pasangan. Jadi dalam berpasangan ada kalanya kita memang harus jujur kepada dia, ada kalanya bagian tertentu perlu kita simpan untuk diri sendiri.

Saya tidak menyarankan untuk berbohong tapi juga tidak menyarankan untuk terlalu terbuka.
Jika memang tidak ditanyakan tidak perlu dikatakan.

Mengubur masa lalu dalam konteks artikel diatas adalah masa lalu yang pernah dialami oleh pasangan kita memang perlu kita lupakan atau abaikan saja. Jika berani bisa diungkit namun akan memiliki resiko yaitu ketidaktenagan. Untuk urusan buka bukaan ini dibutuhkan kedewasaan dan kemampuan untuk berlapang dada bueeesssaaaarrrr sekaliiiiii…
tapi catatan selanjutnya : setelah diungkit ya dikubur lagi.

kalau dalam setting trauma pribadi, saya setuju, masa lalu harus diungkit, diframe ulang kemudian diterima dan dilepaskan.

Salam,
Sandra

fitri yani 21 November 2012

thanks ya atas tips nya :)