<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.2.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Mengapa Orangtua Perlu Mendidik Anak tentang Uang ? Dan Bagaimana Caranya ?</title>
	<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/09/07/mengapa-orangtua-perlu-mendidik-anak-tentang-uang-dan-bagaimana-caranya/</link>
	<description>Pusat Pendidikan Keluarga</description>
	<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 12:51:06 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2.1</generator>

	<item>
		<title>By: Suci</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/09/07/mengapa-orangtua-perlu-mendidik-anak-tentang-uang-dan-bagaimana-caranya/#comment-781</link>
		<author>Suci</author>
		<pubDate>Sat, 18 Oct 2008 06:31:15 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2007/09/07/mengapa-orangtua-perlu-mendidik-anak-tentang-uang-dan-bagaimana-caranya/#comment-781</guid>
		<description>Saya rasa, artikel ini bagus untuk menambah pengetahuan saya tentang bagaimana cara mengurangi pengeluaran sendiri, dan sekaligus untuk mendidik anak agar dapat meminimalisir keinginan mereka terhadap jajan.
Saya sangat membutuhkan tips2 jitu untuk mengerem pengeluaran.
Mungkin dengan artikel2 yang dibuat oleh Bapak Sukarto dapat membantu banyak orang dalam permasalahan yang bersangkutan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya rasa, artikel ini bagus untuk menambah pengetahuan saya tentang bagaimana cara mengurangi pengeluaran sendiri, dan sekaligus untuk mendidik anak agar dapat meminimalisir keinginan mereka terhadap jajan.<br />
Saya sangat membutuhkan tips2 jitu untuk mengerem pengeluaran.<br />
Mungkin dengan artikel2 yang dibuat oleh Bapak Sukarto dapat membantu banyak orang dalam permasalahan yang bersangkutan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dasuki</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/09/07/mengapa-orangtua-perlu-mendidik-anak-tentang-uang-dan-bagaimana-caranya/#comment-773</link>
		<author>dasuki</author>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 04:20:44 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2007/09/07/mengapa-orangtua-perlu-mendidik-anak-tentang-uang-dan-bagaimana-caranya/#comment-773</guid>
		<description>saya sepaham dgn pemikiran dan pola arahan pak aries khususnya dalam hal masa depan anak terkait pengaturan &#38; kesuksesan ketrampilan serta kemampuan anak - anak kita, sehingga masa depannya cerah,  sebab menurut pemikiran saya sebagai mantan guru sebuah smp &#38; smk. 
  " anak anak kita adalah korban pola pendidikan yang salah  khususnya disekolahnya yang kebanyakan sekolah pada umumnya "
wlwpn sekarang ada sekolah yg sdh benar arahannya mnrt kaca mata saya"</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya sepaham dgn pemikiran dan pola arahan pak aries khususnya dalam hal masa depan anak terkait pengaturan &amp; kesuksesan ketrampilan serta kemampuan anak - anak kita, sehingga masa depannya cerah,  sebab menurut pemikiran saya sebagai mantan guru sebuah smp &amp; smk.<br />
  &#8221; anak anak kita adalah korban pola pendidikan yang salah  khususnya disekolahnya yang kebanyakan sekolah pada umumnya &#8221;<br />
wlwpn sekarang ada sekolah yg sdh benar arahannya mnrt kaca mata saya&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: delina</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/09/07/mengapa-orangtua-perlu-mendidik-anak-tentang-uang-dan-bagaimana-caranya/#comment-759</link>
		<author>delina</author>
		<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 01:27:07 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2007/09/07/mengapa-orangtua-perlu-mendidik-anak-tentang-uang-dan-bagaimana-caranya/#comment-759</guid>
		<description>Thanks banget artikelnya, terus terang saya baru buka website ini, dan isinya benar-benar bermanfaat. Pengalaman saya, anak saya terbiasa menyisihkan uang saku tiap hari di dompet khusus, sehingga pada saat dia ingin membeli sesuatu, dia akan mengambil uangnya sendiri. Alhamdulillahnya anak saya ga begitu suka ke mall, jadi dia ga pernah mempelajari gimana orangtuanya  shoping . Paling dia cuma komen "baju baru nih, ma?..hehe. Mungkin itu juga kenapa dia ga suka minta baju baru, bahkan pada saat mau lebaranpun..(ktnya lebaran ga perlu baju baru, yg penting hatinya yg baru..). Jadi saya selalu belikan dia baju selain  bulan ramadhan aja deh..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Thanks banget artikelnya, terus terang saya baru buka website ini, dan isinya benar-benar bermanfaat. Pengalaman saya, anak saya terbiasa menyisihkan uang saku tiap hari di dompet khusus, sehingga pada saat dia ingin membeli sesuatu, dia akan mengambil uangnya sendiri. Alhamdulillahnya anak saya ga begitu suka ke mall, jadi dia ga pernah mempelajari gimana orangtuanya  shoping . Paling dia cuma komen &#8220;baju baru nih, ma?..hehe. Mungkin itu juga kenapa dia ga suka minta baju baru, bahkan pada saat mau lebaranpun..(ktnya lebaran ga perlu baju baru, yg penting hatinya yg baru..). Jadi saya selalu belikan dia baju selain  bulan ramadhan aja deh..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: aloysius wiajaya</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/09/07/mengapa-orangtua-perlu-mendidik-anak-tentang-uang-dan-bagaimana-caranya/#comment-645</link>
		<author>aloysius wiajaya</author>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 07:36:30 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2007/09/07/mengapa-orangtua-perlu-mendidik-anak-tentang-uang-dan-bagaimana-caranya/#comment-645</guid>
		<description>memang saat ini harus lebih bijaksana memanfaatkan uang yang ada pada kita, sekedar sumbang saran pada saat kita hendak menentukan berapa jumlah yang harus di tabungkan ada baiknya di hitung lebih cermat dengan asumsi banyak faktor masa depan.
dan ada hal yang dapat disharingkan berdasarkan apa yang telah saya terapkan untuk banyak keluarga dan keluarga saya sendiri.
p.s dapat menghubungi saya japri aloysiuswijaya@gmail.com
salam,
atw</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>memang saat ini harus lebih bijaksana memanfaatkan uang yang ada pada kita, sekedar sumbang saran pada saat kita hendak menentukan berapa jumlah yang harus di tabungkan ada baiknya di hitung lebih cermat dengan asumsi banyak faktor masa depan.<br />
dan ada hal yang dapat disharingkan berdasarkan apa yang telah saya terapkan untuk banyak keluarga dan keluarga saya sendiri.<br />
p.s dapat menghubungi saya japri <a href="mailto:aloysiuswijaya@gmail.com">aloysiuswijaya@gmail.com</a><br />
salam,<br />
atw</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: stanisnugroho</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/09/07/mengapa-orangtua-perlu-mendidik-anak-tentang-uang-dan-bagaimana-caranya/#comment-643</link>
		<author>stanisnugroho</author>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 19:59:01 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2007/09/07/mengapa-orangtua-perlu-mendidik-anak-tentang-uang-dan-bagaimana-caranya/#comment-643</guid>
		<description>sejak anak-anak kami mulai mengerti 'uang' maka mereka kami libatkan dalam pembuatan anggaran keluarga kami. setiap akhir bulan kami duduk bersama untuk membuat anggaran. kami bukan wiraswastawan, maka pendapatan kami tetap. sebagai orangtua kami sudah menentukan sekian persen dari pendapatan kami sebagai tabungan (kami berprinsip 'menabung dulu baru berhemat), sisanya kami bagi sesuai dengan kebutuhan (lauk pauk, ibu, ayah, anak 1, anak 2, kemasyarakatan, keluarga besar, transportasi, rekreasi, perumahan), dengan demikian anak-anak sejak dini sudah ikut serta dan belajar mengelola keuangan keluarga.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sejak anak-anak kami mulai mengerti &#8216;uang&#8217; maka mereka kami libatkan dalam pembuatan anggaran keluarga kami. setiap akhir bulan kami duduk bersama untuk membuat anggaran. kami bukan wiraswastawan, maka pendapatan kami tetap. sebagai orangtua kami sudah menentukan sekian persen dari pendapatan kami sebagai tabungan (kami berprinsip &#8216;menabung dulu baru berhemat), sisanya kami bagi sesuai dengan kebutuhan (lauk pauk, ibu, ayah, anak 1, anak 2, kemasyarakatan, keluarga besar, transportasi, rekreasi, perumahan), dengan demikian anak-anak sejak dini sudah ikut serta dan belajar mengelola keuangan keluarga.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tomy king</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/09/07/mengapa-orangtua-perlu-mendidik-anak-tentang-uang-dan-bagaimana-caranya/#comment-571</link>
		<author>tomy king</author>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 15:46:06 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2007/09/07/mengapa-orangtua-perlu-mendidik-anak-tentang-uang-dan-bagaimana-caranya/#comment-571</guid>
		<description>Pengalaman saya baru-baru ini. Setiap ada pekerjaan , dan saya meminta bantuan ke anak saya, selalu dengan semangat anak saya membantu untuk melakukan. Sebab saya akan memberikan uang kepada dia , sekitar 5 - 10 ribu rupiah. Saat liburan anak saya membantu saya bekerja. Dia masih kelas 2 SD. 
Waktu ajaran baru dimulai, malam sebelumnya anak saya menangis ternyata topi seragam sekolah hilang. Lalu dia merengek ke Mamanya untuk beli lagi. Si Mama mengatakan " Karena kamu sendiri yang menghilangkan mama dak mau beli lagi." Dia trus menangis. Lalu kakaknya memberitahu "Ven , kamu khan punya uang sendiri , hasil kerja ke Papa,.. harga topi cuma sepuluh ribu cukup khan ?" Langsung saja dia tertawa dan mengambil uang itu lalu dimasukkan ke tas sekolah. Si Mama hanya tersenyum. Pekerjaan yang dibantu adalah design foto untuk perkawinan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pengalaman saya baru-baru ini. Setiap ada pekerjaan , dan saya meminta bantuan ke anak saya, selalu dengan semangat anak saya membantu untuk melakukan. Sebab saya akan memberikan uang kepada dia , sekitar 5 - 10 ribu rupiah. Saat liburan anak saya membantu saya bekerja. Dia masih kelas 2 SD.<br />
Waktu ajaran baru dimulai, malam sebelumnya anak saya menangis ternyata topi seragam sekolah hilang. Lalu dia merengek ke Mamanya untuk beli lagi. Si Mama mengatakan &#8221; Karena kamu sendiri yang menghilangkan mama dak mau beli lagi.&#8221; Dia trus menangis. Lalu kakaknya memberitahu &#8220;Ven , kamu khan punya uang sendiri , hasil kerja ke Papa,.. harga topi cuma sepuluh ribu cukup khan ?&#8221; Langsung saja dia tertawa dan mengambil uang itu lalu dimasukkan ke tas sekolah. Si Mama hanya tersenyum. Pekerjaan yang dibantu adalah design foto untuk perkawinan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: luly</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/09/07/mengapa-orangtua-perlu-mendidik-anak-tentang-uang-dan-bagaimana-caranya/#comment-568</link>
		<author>luly</author>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 02:54:44 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2007/09/07/mengapa-orangtua-perlu-mendidik-anak-tentang-uang-dan-bagaimana-caranya/#comment-568</guid>
		<description>sy srg kelolosan dlm mengatur keuangan. yg sering terjadi adalah besar pasak drpd tiang. yg paling berat adalah pengeluaran tak terduga. amat sgt susah untuk SAY NO atas ajakan teman, beli dagangan dr teman2 kantor krn sy tdk tega mengecewakan org lain. tp akhirnya sy sendiri yg kesulitan &#38; rugi krn tdk bisa menabung meski 50rb sekalipun. tp stlh baca artikel ini, sy mulai terpikir untuk mulai "pelit" thdp diri sy sendiri. maksud sy, sy hrs bs memilah mana yg sekunder mana yg primer. hrs ada skala prioritas. Dan hrs berani say no, krn ini mempertaruhkan masa dpn anak saya. trm ksh untuk artikel nya.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sy srg kelolosan dlm mengatur keuangan. yg sering terjadi adalah besar pasak drpd tiang. yg paling berat adalah pengeluaran tak terduga. amat sgt susah untuk SAY NO atas ajakan teman, beli dagangan dr teman2 kantor krn sy tdk tega mengecewakan org lain. tp akhirnya sy sendiri yg kesulitan &amp; rugi krn tdk bisa menabung meski 50rb sekalipun. tp stlh baca artikel ini, sy mulai terpikir untuk mulai &#8220;pelit&#8221; thdp diri sy sendiri. maksud sy, sy hrs bs memilah mana yg sekunder mana yg primer. hrs ada skala prioritas. Dan hrs berani say no, krn ini mempertaruhkan masa dpn anak saya. trm ksh untuk artikel nya&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nitha</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/09/07/mengapa-orangtua-perlu-mendidik-anak-tentang-uang-dan-bagaimana-caranya/#comment-496</link>
		<author>nitha</author>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 06:33:00 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2007/09/07/mengapa-orangtua-perlu-mendidik-anak-tentang-uang-dan-bagaimana-caranya/#comment-496</guid>
		<description>Saat ini saya mengajar anak saya untuk menabung uang di celengan dan setiap hari diisi uang walaupun itu hanya 100 rupiah. Saya juga memberitahukan manfaatnya untuk membeli kebutuhan anak di waktu mendatang. Menabung mengajak anak untuk menunda sesuatu yang bukan kebutuhan. Terima kasih untuk artikelnya dan saya tunggu yang lainnya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini saya mengajar anak saya untuk menabung uang di celengan dan setiap hari diisi uang walaupun itu hanya 100 rupiah. Saya juga memberitahukan manfaatnya untuk membeli kebutuhan anak di waktu mendatang. Menabung mengajak anak untuk menunda sesuatu yang bukan kebutuhan. Terima kasih untuk artikelnya dan saya tunggu yang lainnya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Wahyono</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/09/07/mengapa-orangtua-perlu-mendidik-anak-tentang-uang-dan-bagaimana-caranya/#comment-469</link>
		<author>Wahyono</author>
		<pubDate>Sun, 13 Apr 2008 13:28:21 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2007/09/07/mengapa-orangtua-perlu-mendidik-anak-tentang-uang-dan-bagaimana-caranya/#comment-469</guid>
		<description>Dear Pak Sukarto, Kami sangat tergugah dengan artikel ini, selama ini hanya terlintas saja dalam pikiran, tidak sampai terekspreksikan. TerimaKasih atas cluenya, mohon dilanjutkan dan kami tunggu artikel tentang keuangan selanjutnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Pak Sukarto, Kami sangat tergugah dengan artikel ini, selama ini hanya terlintas saja dalam pikiran, tidak sampai terekspreksikan. TerimaKasih atas cluenya, mohon dilanjutkan dan kami tunggu artikel tentang keuangan selanjutnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kustika</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/09/07/mengapa-orangtua-perlu-mendidik-anak-tentang-uang-dan-bagaimana-caranya/#comment-463</link>
		<author>Kustika</author>
		<pubDate>Wed, 09 Apr 2008 03:33:44 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2007/09/07/mengapa-orangtua-perlu-mendidik-anak-tentang-uang-dan-bagaimana-caranya/#comment-463</guid>
		<description>Betapa pentingnya kita sebagai orangtua mengajarkan pada anak kita untuk dapat mengelola keuangan. Saat ini anak saya baru satu namun setiap bulan saya sudah menargetkan harus dapat menabung setidaknya lima ratus ribu rupiah. Sedikit memang....namun dengan gaji saat ini jumlah tersebut cukup besar, saya dan suami bekerja sebagai tenaga honorer di suatu instansi pemerintah dengan gaji dibawah 1 juta. Saya cukup bersyukur setiap bulan dapat menyisihkan uang untuk ditabung. Kelak anak saya pun juga harus dapat menyisihkan uang untuk ditabung untuk masa depan. Setiap habis gajian saya langsung menyisihkan uang dan langsung saya tabung jadi  mau tidak mau harus mengerem pengeluaran. 
Bila ada tips jitu untk dapat mengatur keuangan sungguh bahagianya saya....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Betapa pentingnya kita sebagai orangtua mengajarkan pada anak kita untuk dapat mengelola keuangan. Saat ini anak saya baru satu namun setiap bulan saya sudah menargetkan harus dapat menabung setidaknya lima ratus ribu rupiah. Sedikit memang&#8230;.namun dengan gaji saat ini jumlah tersebut cukup besar, saya dan suami bekerja sebagai tenaga honorer di suatu instansi pemerintah dengan gaji dibawah 1 juta. Saya cukup bersyukur setiap bulan dapat menyisihkan uang untuk ditabung. Kelak anak saya pun juga harus dapat menyisihkan uang untuk ditabung untuk masa depan. Setiap habis gajian saya langsung menyisihkan uang dan langsung saya tabung jadi  mau tidak mau harus mengerem pengeluaran.<br />
Bila ada tips jitu untk dapat mengatur keuangan sungguh bahagianya saya&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
