<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.2.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Mengatasi Anak yang Tertutup dengan Orangtua</title>
	<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/08/30/mengatasi-anak-yang-tertutup-dengan-orangtua/</link>
	<description>Pusat Pendidikan Keluarga</description>
	<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 03:09:08 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2.1</generator>

	<item>
		<title>By: Mia</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/08/30/mengatasi-anak-yang-tertutup-dengan-orangtua/#comment-411</link>
		<author>Mia</author>
		<pubDate>Mon, 03 Dec 2007 11:41:16 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2007/08/30/mengatasi-anak-yang-tertutup-dengan-orangtua/#comment-411</guid>
		<description>Salam,
Salah satu kuncinya agar anak mau terbuka dengan kita sebagai orang tua adalah ,Status Aku orang tua harus diubah menjadi sama dengan sang anak.
Dengan kata lain kita sebagai orang tua harus bisa masuk kedunia anak ,jangan berpikir kita lebih tua dari dia.
Sejauh ini jurus ini 100 persen berhasil ;-)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam,<br />
Salah satu kuncinya agar anak mau terbuka dengan kita sebagai orang tua adalah ,Status Aku orang tua harus diubah menjadi sama dengan sang anak.<br />
Dengan kata lain kita sebagai orang tua harus bisa masuk kedunia anak ,jangan berpikir kita lebih tua dari dia.<br />
Sejauh ini jurus ini 100 persen berhasil <img src='http://www.sekolahorangtua.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ariesandi</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/08/30/mengatasi-anak-yang-tertutup-dengan-orangtua/#comment-410</link>
		<author>Ariesandi</author>
		<pubDate>Thu, 30 Aug 2007 09:47:00 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2007/08/30/mengatasi-anak-yang-tertutup-dengan-orangtua/#comment-410</guid>
		<description>bapak Jaya dan Ibu Sri yang baik,
Permasalahan Bapak dan Ibu sebenarnya adalah permasalahan komunikasi dengan anak. Kemudian hal ini juga melebar ke masalah lainnya. 

Anak seusia anak Bapak adalah anak yang sedang mencari jati diri. Mereka butuh pengakuan dan penerimaan dari orang sekitarnya. Dalam menjalin relasi dengan anak seusia ini kita tidak bisa seperti berhubungan dengan anak usia 7 tahun ke bawah.

Yang Bapak bisa lakukan adalah mencari waktu berdua dengan anak Bapak dan kemudian berbicara dari hati ke hati. Tanyakan apa yang ia rasakan sebagai anak menerima perlakuan dari anda sebagai orangtua. Setelah ia menceritakan perasaannya tolong anda jangan membela diri. Cukup katakan saja "terima kasih kamu mau berterus terang" Jika dirasa perlu, mungkin ia pernah tersinggung dengan sikap Anda sebagai orangtua, mintalah maaf padanya. Cukup minta maaf tanpa disertai nasihat.lainnya.

Setelah itu tanyakan apa yang ia harapkan dari Anda sebagai orangtuanya. Kemudian tanyakan apa yang Anda bisa lakukan untuk mendukung idenya.
Saya mengerti ini bukanlah hal yang mudah. Mengingat keterbatasan ruang komunikasi diantara kita.

Semoga saran sederhana ini bisa membantu Bapak dan Ibu. salam hangat dari team di SekolahOrangtua</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bapak Jaya dan Ibu Sri yang baik,<br />
Permasalahan Bapak dan Ibu sebenarnya adalah permasalahan komunikasi dengan anak. Kemudian hal ini juga melebar ke masalah lainnya. </p>
<p>Anak seusia anak Bapak adalah anak yang sedang mencari jati diri. Mereka butuh pengakuan dan penerimaan dari orang sekitarnya. Dalam menjalin relasi dengan anak seusia ini kita tidak bisa seperti berhubungan dengan anak usia 7 tahun ke bawah.</p>
<p>Yang Bapak bisa lakukan adalah mencari waktu berdua dengan anak Bapak dan kemudian berbicara dari hati ke hati. Tanyakan apa yang ia rasakan sebagai anak menerima perlakuan dari anda sebagai orangtua. Setelah ia menceritakan perasaannya tolong anda jangan membela diri. Cukup katakan saja &#8220;terima kasih kamu mau berterus terang&#8221; Jika dirasa perlu, mungkin ia pernah tersinggung dengan sikap Anda sebagai orangtua, mintalah maaf padanya. Cukup minta maaf tanpa disertai nasihat.lainnya.</p>
<p>Setelah itu tanyakan apa yang ia harapkan dari Anda sebagai orangtuanya. Kemudian tanyakan apa yang Anda bisa lakukan untuk mendukung idenya.<br />
Saya mengerti ini bukanlah hal yang mudah. Mengingat keterbatasan ruang komunikasi diantara kita.</p>
<p>Semoga saran sederhana ini bisa membantu Bapak dan Ibu. salam hangat dari team di SekolahOrangtua</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
