<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.2.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Inikah Nasib Semua Ibu Rumah Tangga?</title>
	<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/07/12/inikah-nasib-semua-ibu-rumah-tangga/</link>
	<description>Pusat Pendidikan Keluarga</description>
	<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 08:18:52 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2.1</generator>

	<item>
		<title>By: lea</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/07/12/inikah-nasib-semua-ibu-rumah-tangga/#comment-479</link>
		<author>lea</author>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2008 08:09:17 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2007/07/12/inikah-nasib-semua-ibu-rumah-tangga/#comment-479</guid>
		<description>ibu sy hanya bisa menemani hidup sy selama 13 tahun. mungkin waktu itu pikiran sy blm terbuka, mata sy blm luas memandang segala pengorbanan dan cinta kasih ibu. skrg sy sdg, msh &#38; trs bljr mnjd ibu yg terbaik bg putri sy, eshal nayyara, 10 bln. sy br bs mrasakan sungguh besar &#38; mulia tugas serta tanggung jwb seorang ibu. ibu.. I always love U!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ibu sy hanya bisa menemani hidup sy selama 13 tahun. mungkin waktu itu pikiran sy blm terbuka, mata sy blm luas memandang segala pengorbanan dan cinta kasih ibu. skrg sy sdg, msh &amp; trs bljr mnjd ibu yg terbaik bg putri sy, eshal nayyara, 10 bln. sy br bs mrasakan sungguh besar &amp; mulia tugas serta tanggung jwb seorang ibu. ibu.. I always love U!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kurniawan</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/07/12/inikah-nasib-semua-ibu-rumah-tangga/#comment-427</link>
		<author>kurniawan</author>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2008 07:26:37 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2007/07/12/inikah-nasib-semua-ibu-rumah-tangga/#comment-427</guid>
		<description>artikel ini mengingatkan saya untuk selalu bersyukur atas karunia Tuhan berupa wanita-wanita yang sangat saya cintai yaitu Ibu yang sangat baik dan seorang Istri yang luar biasa...terima kasih Tuhan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>artikel ini mengingatkan saya untuk selalu bersyukur atas karunia Tuhan berupa wanita-wanita yang sangat saya cintai yaitu Ibu yang sangat baik dan seorang Istri yang luar biasa&#8230;terima kasih Tuhan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kamilia</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/07/12/inikah-nasib-semua-ibu-rumah-tangga/#comment-394</link>
		<author>kamilia</author>
		<pubDate>Sat, 15 Mar 2008 13:04:03 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2007/07/12/inikah-nasib-semua-ibu-rumah-tangga/#comment-394</guid>
		<description>membaca artikel tersebut serasa mewakili perasaan semua ibu rumah tangga, rencana-rencana seorang ibu yang terpaksa pending karena alasan anak dan keluarga, terkesan klise sepertinya, tapi kadang hal tersebut begitu membuat tertekan bagi seorang ibu yang ingin mengejar rencana-rencana tersebut, akan tetapi ada kebahagiaan tersendiri ketika melihat anak-anak terurus, sehat dan perhatian suami, meski itu hanya ucapan "dik masakanmu enak.."melihat begitu lahapnya mereka makan. thanks for this article...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>membaca artikel tersebut serasa mewakili perasaan semua ibu rumah tangga, rencana-rencana seorang ibu yang terpaksa pending karena alasan anak dan keluarga, terkesan klise sepertinya, tapi kadang hal tersebut begitu membuat tertekan bagi seorang ibu yang ingin mengejar rencana-rencana tersebut, akan tetapi ada kebahagiaan tersendiri ketika melihat anak-anak terurus, sehat dan perhatian suami, meski itu hanya ucapan &#8220;dik masakanmu enak..&#8221;melihat begitu lahapnya mereka makan. thanks for this article&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rinda Puspasari</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/07/12/inikah-nasib-semua-ibu-rumah-tangga/#comment-393</link>
		<author>Rinda Puspasari</author>
		<pubDate>Wed, 12 Mar 2008 08:01:32 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2007/07/12/inikah-nasib-semua-ibu-rumah-tangga/#comment-393</guid>
		<description>..."Pakaian kotor harus dicuci, anak-anak terlalu jorok,
Dan aku tak pernah punya waktu santai untuk berandai-andai.
Untuk semua pekerjaanku, waktuku tidak pernah cukup,
Pekerjaan tak pernah selesai, selalu ada yang belum beres.

Aku mengaca dan apa yang kulihat ?
Seorang wanita asing bertampang kusut, dimanakah diriku dulu yang cantik ?
Semakin bergegas aku, semakin ketinggalan aku.
Hari ini adalah esok, dan aku belum bisa mengejarnya."...


Apakah cerita diatas benar merupakan ungkapan jujur dari seorang ibu?Setelah saya membacanya, seolah mewakili seluruh rasa yang saya rasa selama ini. Saya ibu baru dengan bayi berusia 4 bulan. Melepaskan karir dan memilih tanpa bantuan orangtua,pembantu atau pengasuh saya menangani seluruh kegiatan dan peran saya sebagai istri dan ibu. Memastikan seluruhnya sesempurna mungkin bagi suami dan anak saya. 
Namun,selama ini saya selalu mengira saya bukanlah ibu yang baik karena perasaan-perasaan seperti di atas itu kerap muncul dibenak saya. Atas segala perasaan saya itu, banyak yang bilang saya mengalami baby blues-lah, tidak siap jadi ibu-lah, egois-lah,harus menerima konsekuensi menjadi istri dan ibu tanpa harus punya pikiran seperti itu. 

Mengapa tidak banyak saya mendengar seperti ungkapan perasaan diatas? Salahkah?Dosakah?

Menurut saya dengan mengungkapkan perasaan itu, saya hanya ingin jujur dan tidak terus menerus membohongi diri atau sekedar menghibur diri dengan, pikiran-pikiran, menjadi ibu dan istri adalah tugas mulia, atau.."semua akan sirna tatkala melihat wajah damai anak-anak dalam lelap tidurnya, sentuhan lembut suami di akhir hari.." .

Dan sekarang saya mengetahui, adalah hal yang manusiawi bila saya mengungkapkan pikiran diatas, tanpa harus merasa bersalah atau seolah saya tidak mencintai keluarga atau diri saya sebagai ibu dan juga istri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8230;&#8221;Pakaian kotor harus dicuci, anak-anak terlalu jorok,<br />
Dan aku tak pernah punya waktu santai untuk berandai-andai.<br />
Untuk semua pekerjaanku, waktuku tidak pernah cukup,<br />
Pekerjaan tak pernah selesai, selalu ada yang belum beres.</p>
<p>Aku mengaca dan apa yang kulihat ?<br />
Seorang wanita asing bertampang kusut, dimanakah diriku dulu yang cantik ?<br />
Semakin bergegas aku, semakin ketinggalan aku.<br />
Hari ini adalah esok, dan aku belum bisa mengejarnya.&#8221;&#8230;</p>
<p>Apakah cerita diatas benar merupakan ungkapan jujur dari seorang ibu?Setelah saya membacanya, seolah mewakili seluruh rasa yang saya rasa selama ini. Saya ibu baru dengan bayi berusia 4 bulan. Melepaskan karir dan memilih tanpa bantuan orangtua,pembantu atau pengasuh saya menangani seluruh kegiatan dan peran saya sebagai istri dan ibu. Memastikan seluruhnya sesempurna mungkin bagi suami dan anak saya.<br />
Namun,selama ini saya selalu mengira saya bukanlah ibu yang baik karena perasaan-perasaan seperti di atas itu kerap muncul dibenak saya. Atas segala perasaan saya itu, banyak yang bilang saya mengalami baby blues-lah, tidak siap jadi ibu-lah, egois-lah,harus menerima konsekuensi menjadi istri dan ibu tanpa harus punya pikiran seperti itu. </p>
<p>Mengapa tidak banyak saya mendengar seperti ungkapan perasaan diatas? Salahkah?Dosakah?</p>
<p>Menurut saya dengan mengungkapkan perasaan itu, saya hanya ingin jujur dan tidak terus menerus membohongi diri atau sekedar menghibur diri dengan, pikiran-pikiran, menjadi ibu dan istri adalah tugas mulia, atau..&#8221;semua akan sirna tatkala melihat wajah damai anak-anak dalam lelap tidurnya, sentuhan lembut suami di akhir hari..&#8221; .</p>
<p>Dan sekarang saya mengetahui, adalah hal yang manusiawi bila saya mengungkapkan pikiran diatas, tanpa harus merasa bersalah atau seolah saya tidak mencintai keluarga atau diri saya sebagai ibu dan juga istri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Harijanto, H.</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/07/12/inikah-nasib-semua-ibu-rumah-tangga/#comment-392</link>
		<author>Harijanto, H.</author>
		<pubDate>Fri, 22 Feb 2008 04:03:34 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2007/07/12/inikah-nasib-semua-ibu-rumah-tangga/#comment-392</guid>
		<description>Bila kita hitung-hitung, berapa kilometer perjalanan sang ibu tiap hari di rumah ? Bolak balik dari dapur - cuci - km tidur - belanja - anak kencing - njemur pakaian - nyiapin makan - dst. Kalau niat itu dilakukan lillahi ta'ala, insya Allah itu termasuk salah satu jihad fi sabilillah. Memang terkadang pula muncul ucapan yang emosional yang tidak disadari. Namun itulah variasi hidup. Peran mulianya luar biasa. Suami kadang cuma marah-marah minta dilayani trima matengnya. Kemuliaan ibu 3 x bapak. Perasaannya 9 x perasaan bapak. Di telapak kakinya ada surga. Tapi kenapa di neraka banyak ibu-ibu ? Ibu yang mana ? Semoga bukan ibu-ibu kita dan bukan ibu pertiwi. Ibu jari kali. Wassalam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bila kita hitung-hitung, berapa kilometer perjalanan sang ibu tiap hari di rumah ? Bolak balik dari dapur - cuci - km tidur - belanja - anak kencing - njemur pakaian - nyiapin makan - dst. Kalau niat itu dilakukan lillahi ta&#8217;ala, insya Allah itu termasuk salah satu jihad fi sabilillah. Memang terkadang pula muncul ucapan yang emosional yang tidak disadari. Namun itulah variasi hidup. Peran mulianya luar biasa. Suami kadang cuma marah-marah minta dilayani trima matengnya. Kemuliaan ibu 3 x bapak. Perasaannya 9 x perasaan bapak. Di telapak kakinya ada surga. Tapi kenapa di neraka banyak ibu-ibu ? Ibu yang mana ? Semoga bukan ibu-ibu kita dan bukan ibu pertiwi. Ibu jari kali. Wassalam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: olga</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/07/12/inikah-nasib-semua-ibu-rumah-tangga/#comment-391</link>
		<author>olga</author>
		<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 08:20:28 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2007/07/12/inikah-nasib-semua-ibu-rumah-tangga/#comment-391</guid>
		<description>Yah...wanita yang selama ini selalu dianggap lemah, selalu harus dilindungi, selalu dipandang sebelah mata ternyata memiliki kekuatan yang luar biasa. Memang terasa berat beban itu, memang terasa tak adil jika ingin berteriak tapi saya yakin jika semuanya ikhlas, pertolongan Allah akan datang, belum lagi balasan atas keikhlasannya. Salut buat seluruh ibu rumah tangga. Tetap semangat! juga salam untuk para single parent yang berjuang lebih dibanding yang lain. Doa seluruh muslimah menyertaimu:)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yah&#8230;wanita yang selama ini selalu dianggap lemah, selalu harus dilindungi, selalu dipandang sebelah mata ternyata memiliki kekuatan yang luar biasa. Memang terasa berat beban itu, memang terasa tak adil jika ingin berteriak tapi saya yakin jika semuanya ikhlas, pertolongan Allah akan datang, belum lagi balasan atas keikhlasannya. Salut buat seluruh ibu rumah tangga. Tetap semangat! juga salam untuk para single parent yang berjuang lebih dibanding yang lain. Doa seluruh muslimah menyertaimu:)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: swandono</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/07/12/inikah-nasib-semua-ibu-rumah-tangga/#comment-390</link>
		<author>swandono</author>
		<pubDate>Tue, 15 Jan 2008 20:46:53 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2007/07/12/inikah-nasib-semua-ibu-rumah-tangga/#comment-390</guid>
		<description>"YA ALLAH... BEGITU MULIA ENGKAU CIPTAKAN WANITA, YANG DAPAT MENJADI IBU DARI ANAK2 SEKALIGUS ISTRI DARI SUAMI DENGAN SEGALA TUGAS DAN TANGGUNG JAWABNYA"
Masya Allah...,saya menangis membaca artikel ini,teringat kembali bagaimana dulu almarhumah ibu saya yang seratus persen hidupnya di abdikan sebagai ibu rumah tangga mengurus dan mendidik anak2nya,mengurus suami dan rumah tangga hingga anak2nya tumbuh besar dan dapat hidup mandiri, kemudian bapak saya pergi untuk selama-lamanya  dan akhirnya beliau pun menyusul 3 tahun kemudian.
Rasanya beliau berpulang setelah semua tugasnya sebagai istri dan ibu selesai.
Luar biasa pengorbanan seorang ibu dan istri bagi anak2,suami dan keluarganya.
Kini saya pun jadi semakin sadar dan menghargai betapa beratnya perjuangan istri saya menjadi ibu rumah tangga, terlebih lagi kini ia harus mengurus anak2 dan rumah tangga seorang diri sejak saya bekerja dan tinggal di luar negeri.
Jadi tidaklah salah jika di katakan bahwa WANITA ADALAH PILAR SUATU NEGARA.
I LOVE YOU IBU, I LOVE YOU ISTRIKU, semoga segala karunia Allah selalu bersama kalian dan hanya Allah lah yang dapat membalas segala jasa baik kalian terhadap hidup kami, Amien.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;YA ALLAH&#8230; BEGITU MULIA ENGKAU CIPTAKAN WANITA, YANG DAPAT MENJADI IBU DARI ANAK2 SEKALIGUS ISTRI DARI SUAMI DENGAN SEGALA TUGAS DAN TANGGUNG JAWABNYA&#8221;<br />
Masya Allah&#8230;,saya menangis membaca artikel ini,teringat kembali bagaimana dulu almarhumah ibu saya yang seratus persen hidupnya di abdikan sebagai ibu rumah tangga mengurus dan mendidik anak2nya,mengurus suami dan rumah tangga hingga anak2nya tumbuh besar dan dapat hidup mandiri, kemudian bapak saya pergi untuk selama-lamanya  dan akhirnya beliau pun menyusul 3 tahun kemudian.<br />
Rasanya beliau berpulang setelah semua tugasnya sebagai istri dan ibu selesai.<br />
Luar biasa pengorbanan seorang ibu dan istri bagi anak2,suami dan keluarganya.<br />
Kini saya pun jadi semakin sadar dan menghargai betapa beratnya perjuangan istri saya menjadi ibu rumah tangga, terlebih lagi kini ia harus mengurus anak2 dan rumah tangga seorang diri sejak saya bekerja dan tinggal di luar negeri.<br />
Jadi tidaklah salah jika di katakan bahwa WANITA ADALAH PILAR SUATU NEGARA.<br />
I LOVE YOU IBU, I LOVE YOU ISTRIKU, semoga segala karunia Allah selalu bersama kalian dan hanya Allah lah yang dapat membalas segala jasa baik kalian terhadap hidup kami, Amien.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rinAz</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/07/12/inikah-nasib-semua-ibu-rumah-tangga/#comment-389</link>
		<author>rinAz</author>
		<pubDate>Sun, 09 Dec 2007 15:38:05 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2007/07/12/inikah-nasib-semua-ibu-rumah-tangga/#comment-389</guid>
		<description>IBU RUMAH TANGGA is a real survivor!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>IBU RUMAH TANGGA is a real survivor!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nurul</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/07/12/inikah-nasib-semua-ibu-rumah-tangga/#comment-388</link>
		<author>Nurul</author>
		<pubDate>Wed, 21 Nov 2007 23:46:43 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2007/07/12/inikah-nasib-semua-ibu-rumah-tangga/#comment-388</guid>
		<description>Jgn pakai kata "HANYA" untuk ibu rumahtangga. Sebagian kita mkn blm sadar perannya dibalik kesuksesan yg ada. Bagi suami, anak-anak, sosial dan mungkin juga sebagian waktu mencari tambahan buat dapur ngebulnya seperti ibu saya, bisa saja dilakukan o/ yg namanya ibu rumah tangga. Ibu rumah tangga sbnrnya wanita serba bisa, sampai-sampai bisa nangis saking stressnya dengan berlipat peranannya ! hwaaa...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jgn pakai kata &#8220;HANYA&#8221; untuk ibu rumahtangga. Sebagian kita mkn blm sadar perannya dibalik kesuksesan yg ada. Bagi suami, anak-anak, sosial dan mungkin juga sebagian waktu mencari tambahan buat dapur ngebulnya seperti ibu saya, bisa saja dilakukan o/ yg namanya ibu rumah tangga. Ibu rumah tangga sbnrnya wanita serba bisa, sampai-sampai bisa nangis saking stressnya dengan berlipat peranannya ! hwaaa&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: al subekty</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/07/12/inikah-nasib-semua-ibu-rumah-tangga/#comment-387</link>
		<author>al subekty</author>
		<pubDate>Thu, 15 Nov 2007 08:01:11 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2007/07/12/inikah-nasib-semua-ibu-rumah-tangga/#comment-387</guid>
		<description>Terimakasih. Isteriku, Widya, adalah isteri yang sempurna buat kami: Arum, Laras, Satya dan aku. Maafkan kami Mam, kalau sering mengecewakan. We love you! Marilah senantiasa berjuang menjadi sempurna.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terimakasih. Isteriku, Widya, adalah isteri yang sempurna buat kami: Arum, Laras, Satya dan aku. Maafkan kami Mam, kalau sering mengecewakan. We love you! Marilah senantiasa berjuang menjadi sempurna.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
