<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.2.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Kenapa Anak Berprestasi Berubah Jadi Biasa-Biasa Saja?</title>
	<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/07/10/kenapa-anak-berprestasi-berubah-jadi-biasa-biasa-saja/</link>
	<description>Pusat Pendidikan Keluarga</description>
	<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 03:46:58 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2.1</generator>

	<item>
		<title>By: ariesandi</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/07/10/kenapa-anak-berprestasi-berubah-jadi-biasa-biasa-saja/#comment-302</link>
		<author>ariesandi</author>
		<pubDate>Wed, 11 Jul 2007 17:55:10 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2007/07/10/kenapa-anak-berprestasi-berubah-jadi-biasa-biasa-saja/#comment-302</guid>
		<description>Ibu yang baik,
Saya ikut merasakan kebingungan Ibu. Apa yang dialami anak Ibu memang bisa jadi disebabkan oleh perlakuan yang diterima dari rekan-rekan wanitanya saat itu. Untuk menghilangkan muatan emosi negatif yang timbul karena masalah ini memang perlu terapi. Sewaktu saya nanti ke Jakarta jika memungkinkan saya akan berusaha sediakan waktu untuk bantu sebisa mungkin, jika anak Ibu mau. Memang harusnya dilakukan terapi dengan 2 - 3 sesi untuk kasus seperti ini.
Salam hangat dari Hypnoparenting Team.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ibu yang baik,<br />
Saya ikut merasakan kebingungan Ibu. Apa yang dialami anak Ibu memang bisa jadi disebabkan oleh perlakuan yang diterima dari rekan-rekan wanitanya saat itu. Untuk menghilangkan muatan emosi negatif yang timbul karena masalah ini memang perlu terapi. Sewaktu saya nanti ke Jakarta jika memungkinkan saya akan berusaha sediakan waktu untuk bantu sebisa mungkin, jika anak Ibu mau. Memang harusnya dilakukan terapi dengan 2 - 3 sesi untuk kasus seperti ini.<br />
Salam hangat dari Hypnoparenting Team.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
