Phone/SMS : 083898884989 (Jam Kerja)

Email   : cs@sekolahorangtua.com

Messenger :

Join Facebook.com/SekolahOrangtua


4
Jul

protectkids.jpgAntara menjaga keselamatan anak dan terlalu protektif terdapat batas yang tipis. Orangtua yang berhasil adalah yang tahu kapan harus melangkah mundur dan membiarkan anak terbang begitu dia siap. Di zaman seperti ini, rasanya semakin sulit menjaga anak agar selalu sehat dan selamat. Masih bayi dan berada di rumah sendiri pun sudah sudah dikelilingi berbagai bahaya, dari benda-benda tajam, cat yang mengandung timah, sampai virus-virus misterius penyebab penyakit berbahaya.

Sejalan dengan pertumbuhan anak Anda, rasa cemas Anda juga ikut tumbuh bersamanya. Untuk tumbuh menjadi anak yang sehat sejahtera, anak Anda memerlukan perhatian dan perlindungan. Perhatian dan perlindungan yang berlebihan membuat anak sulit mengembangkan rasa percaya diri dan ketangguhan yang diperlukan di kemudian hari. Karena itu, sebagai orangtua, Anda dituntut untuk menemukan keseimbangan antara tidak melindungi, di mana anak-anak Anda mengalami sesuatu yang sebenarnya mereka belum siap hadapi. Dan terlalu melindungi, menghilangkan kesempatan penting untuk perkembangan dan meruntuhkan kemampuan mereka untuk bernegosiasi dengan tantangan-tantangan kehidupan.

Perlu diingat, orangtua yang sukses adalah yang mendidik anak yang bisa mengurus dirinya sendiri. Untuk itu, Anda harus mengizinkan anak Anda menguji sayapnya. Anda tidak mendorongnya keluar dari sarang sebelum dia dipersiapkan untuk terbang. Anda juga tidak menahannya ketika dia sudah siap.

Berikut langkah bijak bagi orangtua dalam memberikan perlindungan sejalan dengan pertumbuhan dan usia anak, dari Dr. Ava L. Siegler, Ph.D., ahli psikologi anak dalam buku The Essential Guide To The New Adolescence.

1. Lahir sampai 1,5 tahun : Bayi perlu keterlibatan total dari Anda
Saya selalu menenangkan bayi saya kalau dia menangis. Tapi suami saya bilang, saya terlalu protektif dan bahwa saya harus membiarkannya agar lebih kuat dan tidak manja. Apakah dia benar ?

Seorang bayi masih tergantung pada bujukan dan hiburan Anda untuk merasa nyaman. Mencoba bersikap lebih keras terhadap bayi bisa menimbulkan hasil yang bertentangan dengan apa yang Anda inginkan, yaitu seorang bayi yang tergantung dan rewel daripada seorang bayi yang tenang yang makin lama makin bisa berbaur dengan lingkungannya. Mendengarkan dengan cermat sinyal bayi Anda dapat membantu Anda mengetahui tingkat keterlibatan yang diperlukan dari Anda. Jika dia hanya merengek, Anda mungkin bisa menggunakan suara Anda untuk menenangkannya. (Oh, sayang, Mami ada di sini, kok. Lagi cuci piring. Mami ingat, ada anak Mami yang manis di sana.)

Saat bayi Anda memulai latihan ketrampilan motoriknya (duduk, merangkak, dan berjalan) , Anda mungkin akan sulit menentukan batasan antara terlalu protektif dan tidak protektif. Bersama bayi, keamanan selalu merupakan prioritas utama, tetapi perlu diingat juga bahwa bayi perlu mengambil beberapa risiko untuk tumbuh dan berkembang. Jika anak Anda yang berusia 7 bulan berdiri dengan berpegangan pada jeruji boks, dia ingin memberitahu Anda bahwa dia sudah siap menerima tantangan fisik, walaupun dia masih perlu bantuan Anda untuk bisa duduk kembali.

2. Umur 1,5 sampai 3 tahun : Anak balita yang serba ingin tahu harus belajar berhati-hati
Putri saya, 2 tahun, senang main di bak pasir di taman. Tapi menurut tetangga saya, saya harus melarangnya karena tak tahu apa yang akan ditemukannya di sana. Apakah kekhawatiran tetangga saya itu benar ?

Keselamatan merupakan masalah paling penting bagi orangtua yang mempunyai anak balita di bawah 3 tahun karena kelincahan geraknya. Di saat anak balita Anda memulai penjelajahannya, Anda harus memberikan pengawasan penuh dan hati-hati. Akan tetapi, terlalu banyak ‘jangan’ pada usia anak yang masih terlalu dini dapat menghambat rasa ingin tahu yang merupakan dorongan untuk belajar, dan mempengaruhi motivasi normal yang mendorongnya untuk berprestasi.

Jadi, bagaimana caranya mendorong otonomi sambil memperhatikan keselamatan anak? Salah satu solusi adalah menggunakan perkembangan kecerdasan anak Anda untuk mengajari dia tentang kehati-hatian yang wajar dan tepat. Daripada sekedar berteriak, ‘jangan!’ pada waktu anak Anda meraih cangkir, sebaiknya dapat Anda jelaskan, “Kopinya panas, bisa membuat tanganmu sakit. Sesuatu yang panas, bisa membuat kamu sakit, seperti kompor panas, cahaya lilin, dan lampu terang”.

Jika Anda mencoba melindungi anak Anda dengan tak pernah semenit pun melepaskannya dari pengawasan Anda, berarti Anda terlalu protektif. Anda membuatnya terlalu tergantung kepada Anda untuk memproses informasi tentang keadaan sekelilingnya dan tidak mendorongnya untuk berpikir untuk dirinya sendiri melalui situasi-situasi baru. Anak-anak sama seperti kita, belajar lewat pengalaman.

Cara lain dengan menciptakan lingkungan yang aman bagi anak, misalnya daripada melarangnya bermain di bak pasir, lebih baik membersihkan pasirnya dari kotoran-kotoran atau benda-benda berbahaya sebelum dia masuk ke dalam bak atau daripada berkata ‘jangan !’ setiap kali dia menarik kabel peralatan listrik, lebih baik amankan ruangan Anda sehingga anak Anda bebas menjelajahinya tanpa takut menghadapi masalah. Anak Anda akan matang lebih cepat jika Anda menyediakan beberapa peluang untuk kebebasan yang aman tetapi tetap di bawah pengawasan.

3. Umur 3 sampai 6 tahun : Anak pra sekolah harus belajar pelajaran hidup yang penting
Saya khawatir, anak saya, 4 tahun, terlalu ramah. Apakah bijaksana jika saya bersikap lebih keras terhadapnya ?

Pada usia ini, kepribadian anak Anda mulai terbentuk dan bisa dijadikan ukuran untuk menentukan jenis keterlibatan yang diperlukannya dari Anda. Dalam masalah fisik misalnya, anak yang berani dan tak bisa diam mungkin perlu bantuan Anda untuk belajar bagaimana cara mengendalikan dorongan-dorongannya. (Lompatan itu terlalu tinggi. Dan saya kira, kamu Pokies bisa jatuh di semen itu. Jadi, coba lompat di rumput saja). Anak penakut memerlukan dorongan Anda untuk percaya pada kemampuan fisiknya. (Lompatan itu tinggi. Tapi saya kira akan aman karena kamu akan mendarat di pasir. Kalau kamu ingin coba, saya akan menyambut kamu kalau jatuh).

Dalam masalah sosial, anak pemalu mungkin perlu dorongan untuk bicara. (Pak Toni sangat senang waktu kamu menyapanya. Dia benar-benar senang sama kamu). Anak yang terlalu ramah mungkin perlu diajari untuk membatasi keramahannya. (Kamu boleh saja mengucapkan selamat pagi. Tapi tak boleh duduk di pangkuan orang yang baru dikenal)

Ini merupakan usia di mana ketrampilan sosial anak Anda perlu dipoles. Dia masih memerlukan Anda untuk mengatur jadwal bermain dan aktivitas-aktivitasnya. Tapi jangan mencampuri dan mengendalikan permainan mereka. Setiap kali Anda melangkah mundur, Anda membantu anak Anda mengatur dirinya sendiri.

Karena anak Anda sudah cukup besar untuk menghabiskan waktunya bersama orang dewasa lainnya (tetangga, guru, penjaga toko dan sebagainya), tapi masih terlalu mudah untuk dibohongi, ini merupakan waktu yang paling baik untuk menanamkan aturan-aturan dasar tentang keselamatan dirinya. (Jangan bicara pada orang asing, walau mereka minta bantuan sekali pun. Jangan menerima makanan atau minuman dari siapa pun yang tidak kamu kenal. Jangan berdiri di dekat pintu mobil orang asing. Jangan pergi kemana-mana dengan seseorang tanpa seizin saya, walaupun dia bilang, dia akan membawa kamu bertemu dengan saya ). Cara terbaik untuk membantu anak Anda menyerap informasi ini adalah lewat permainan peran. Tanyakan dia, misalnya ada seorang anak remaja yang tidak kamu kenal minta tolong dicarikan anak kucingnya yang hilang ? Apa yang akan kamu lakukan ? Beritahu langsung anak Anda apa yang harus dilakukannya jika menghadapi situasi ini. Cepat lari dan cari orang dewasa yang kamu kenal atau polisi.

4. Umur 6 sampai 9 tahun : Anak usia sekolah harus berpikir untuk diri mereka sendiri
Waktu membantu anak kami mengerjakan pekerjaan rumah, saya jadi bertanya-tanya, apakah bantuan itu lebih banyak baiknya atau lebih banyak buruknya ?

Tahun-tahun antara umur 6 dan 9 merupakan masa yang penting untuk pencapaian ketrampilan intelektual dan sosial. Saat anak masuk sekolah dasar, Anda pasti akan mendorongnya agar berusaha keras belajar dan berprestasi. Tapi ingat, anak Andalah yang kini bertanggungjawab untuk belajar, bukan Anda.

Pekerjaan rumah khususnya, mungkin bisa menjadi penyebab perang antara anak yang suka menunda dengan orangtua yang pencemas. Orangtua yang terlalu ambisius untuk anaknya biasanya menjadi cemas dengan kinerja anaknya sampai akhirnya mereka mengerjakan tugas-tugas anaknya. Hal ini tidak hanya membuat anak merasa usahanya tidak ada harganya, tetapi juga membuat gurunya jadi tidak mengetahui perkembangan anak yang sebenarnya. Yang mana yang belum dimengerti dan mana yang sudah.

Ini juga merupakan waktu bagi Anda untuk tidak lagi mengatur waktu main atau main dengan siapa. Dorong anak Anda untuk membuat rencananya sendiri. ( Ada film baru di mall. Kenapa kamu tidak ajak Tessa untuk nonton bersama kita ? Sesudah itu, kita bisa makan pizza bersama ). Dengan cara ini, pesan yang ingin Anda sampaikan adalah bahwa ini waktu untuknya untuk mengatur hidupmu sendiri dan menjalankan segalanya untuk diri sendiri.

5. Umur 9 sampai 12 tahun : Anak pra remaja menantang perlindungan Anda
Anak saya, umur 10, senang masuk ruang internet dan saya khawatir, dia melihat sesuatu yang tak pantas. Apakah saya harus membatasi atau melarangnya ?

Menurut Dr. Ava, saat anak mendekati masa remaja, adalah normal jika mereka menolakusaha Anda untuk melindungi mereka. Mereka bukannya mau melawan, tapi latihan mengatur diri sendiri tanpa campur tangan Anda. Suatu perkembangan yang penting sebagai langkah menuju otonomi masa dewasa. Anda tetap harus memberikan perhatian pada masalah internet yang terus membayang-bayangi kehidupan anak pra remaja karena terlalu banyak stimulasi tanpa pembatasan atau larangan, sehingga mereka mereka bisa dengan bebas melihat apa yang mereka inginkan. Memang, Anda bisa membeli perangkat lunak untuk menyaring informasi-informasi elektronik yang berbahaya, tetapi cara terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengusahakan agar anak pra remaja Anda menggunakan internet untuk sesuatu yang berguna, atau paling tidak untuk sesuatu yang pantas dan wajar.

Pada masa ini, melebihi masa sebelumnya, Anda harus mengemukakan harapan-harapan Anda pada anak-anak Anda, menegaskan kembali nilai-nilai dan standar-standar Anda. Tetapi tetap penting untuk membiarkan anak pra remaja Anda mengambil peluang dan kemungkinan berbuat salah. Banyaknya jumlah perlindungan yang sering diikuti dengan sedikitnya jumlah kebebasan pada usia ini bisa menimbulkan tindakan yang oleh Dr. Ava disebut lie or defy (berbohong atau menentang). Pembatasan yang tidak masuk akal bisa membuat anak Anda menghindar atau tak mau mengakui perbuatannya secara terbuka. Hal ini bisa menciptakan suasana saling tidak percaya dan konflik dalam keluarga. Yang lebih buruk lagi adalah, terlalu memberikan perlindungan pada usia ini bisa mengakibatkan anak pra remaja yang begitu bergantung pada keluarganya, sampai tak bisa berpisah dari keluarganya. Terlebih lagi, tak bisa menciptakan hubungan baru dengan anak-anak seusianya atau membangun karakter yang merupakan perkembangan wajib yang penting pada masa remaja.

Jadi menurut Anda, apakah Anda orangtua yang terlalu protektif ? Hanya Anda yang tahu jawabannya. Semoga bermanfaat.

Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bagian bawah. Terimakasih sebelumnya !

Related Posts:

Share your comments on Facebook:

comments

Category : Artikel / Parenting

30 Responses to “Apakah Anda Orangtua yang Terlalu Protektif ?”


shanti 12 September 2007

Mas Aries …saya shanti (menantunya pak yanto) mau menanyakan, anak saya fira usianya 3,5 thn, dan usia segini dia sangat aktif ingin mengetahui tentang segala sesuatu. Padahal untuk hal hal tertentu saya sudah memberikan kebebasan bagi dia tidak terlalu mengekang, hal ini saya lakukan supaya rasa percaya dirinya tumbuh dan jadi anak yg berani, tetapi ketika dia ingin sesuatu dan menurut saya itu berbahaya saya tidak membolehkan dia seperti kata kata ” Fira jangan lari nanti jatuh” dan saya setelah itu sudah menjelaskan alasannya kenapa saya melarangnya. Tetapi jika saya melarang seperti tadi dia mesti langsung teriak dan menangis…dan itu sangat sering Mas Aries .. apa yg harus saya lakukan? apa saya harus menurutinya? tapi saya tidak ingin anak saya menjadi anak yg manja kelak?

ariesandi 29 September 2007

Halo Mbak Santi,
Saya ada tulis permasalahan yang mbak santi alami di buku saya Hypnoparenting, karena ada banyak hal yang mbak santi harus ketahui dulu sebelum saya menjawab . silakan baca lebih dahulu karena di buku itu sangat detail dan panjang lebar.
salam hangat dari team SekolahOrangtua

Nurul 22 November 2007

Yg sulit bagi sy di usia 9-12 thn adlh menentukan kapan perlu tindakan protektif itu. Pengalman sih, jujur & terbuka dengan harapan & ketakutan sy atas dia krn rasa sayang bkn karena “MEMBATASI” lbh membantu dia bisa terbuka atas keingintahuannya yg sangat tinggi di usia pra remajanya. Soal sex, anatomi tubuh lawan jenisnya, apa yg ada di internet. Lucu2 pertanyaanya yg kadang bikin pipi merah jg menjawabnya & hrs pintar cari kata, tapi lbh baik daripada dia tanya temannya yg jg sama ga ngertinya.

Martina 9 December 2007

anak saya, perempuan-3 tahun, susah sekali untuk bersosialisasi. Dia akan berteriak kalau ada orang yg belum dikenal baik. Misalnya gurunya di pre school. Dia baru 2 minggu sekolah.
Dia juga selalu menempel sama saya.
Apa solusinya?

Juli 13 December 2007

Pak Ariesandi,

Saya suka membaca artikel artikel yang Anda tulis ini karena sangat berguna sekali !

Saya seorang single parent,bekerja, dan mempunyai putera berumur 3 tahun, anak saya relatif anak yang tidak terlalu sukar tapi kadang-kadang menjadi sangat rewel,pemarah dan susah di atur seperti: saya tidak boleh berangkat bekerja, dia sepertinya tidak ingin di tinggalkan padahal saya sudah memberi pengertian kepadanya dan weekend saya selalu bersamanya , minta di tunggui di dalam kelas (anak saya juga sudah sekolah di playgoup 1 minggu 3x), kalau marah suka memukul dan melemparkan mainanya dan barang-barang yang ada, dan kadang-kadang ibu saya menjadi sasaran kemarahanya (dirumah anak saya di asuh oleh ibu).
Bagaimana cara mengatasi anak ini ?
Mohon bantuannya
terima kasih

Nunung 20 December 2007

Salam kenal pak. Saya penggemar baru yg mengenal bapak dari buku2 bapak yang saya baca karena sering nungguin anak di kursus matemagic dekat rumah. Artikel diatas perlu dibaca setiap orang tua sehingga rasanya beberapa artikel populer perlu dibuat hardcopynya untuk disediakan di tempat-tempat kursus. Terimakasih

aby 2 January 2008

Pak Ariesandi,
Saya sangat senang membaca artikel Bapak, karena dapat menjadi panduan bagi saya dalam mendidik anak-anak.
Gini pak, anak saya yg pertama, perempuan, kelas 1 SD. anak saya ini sangat pemalu, sehingga seringkali harus terus kami motivasi. selain itu, akhir-akhir ini dia juga menjadi penakut, sampai-sampai utk ke kamar kecil pun minta ditemani. saya & istri terus berusaha memotivasi utk menumbuhkan keberaniannya. menurut Bapak bagaimana mengatasi anak yg penakut dan pemalu?
Terima kasih.

areisandi 4 January 2008

dear aby,
mengatasi anak yang sudah terlanjur takut dan malu harus dengan terapi. Dicari akar masalahnya kemudian dibereskan. Untuk itu perlu pengetahuan tentang terapi sederhana. Saya ingin menjawab pertanyaan anda namun maafkan saya karena hal itu tak mungkin dilakukan tanpa terapi.
Kami membahas hal tersebut dalam materi Parents Club. Saya merekomendasikan anda untuk mengikuti Program Parents Club tersebut.
salam hangat dari team sekolahorangtua.com

Ani 11 January 2008

Pak arie, saya mempunya anak perempuan,4thn yang sangat pemalu. Bahkan dia sering berkata tidak mau punya teman..Akhir2ini sering tidak mau sekolah(tk A)..Apa yang sebaiknya saya lakukan supaya dia bersemangat ke sekolah lagi? apakah memang ada type anak yang tidak suka mempunyai teman? dia tidak pernah bergaul bersama teman sebaya selain di sekolah..

Rustan Abbas 5 July 2008

Ariesansi
Kami sangat senang membaca artikel Bapak. Semoga tulisan-tulisannya semakin bermamfaat bagi anak-anak.

Rustan Abbas
The Anatta’ Institute
Makassar _ Sul- sel

anna 17 July 2009

pgii pak aries….,
sy suka bget mbca artikel2 bpk.ini lah yg sy cri selm ini.krn ktrbtsan wktu dn ruang gerak krn sy kerja di hkg.tp skrg sy sdh dpt solusinay,gmn sy bisa bljar tntg pndi2kan ank2,tntg mnjga,mbrikan prhtian dan ksh syg pd ank dlm kndisi yg jauh dri mrka.dan hal ini psti di btuh jga oleh tmn2 sy di hk yg ju2r sj byk mglmi problem dgn ank2nya trmsuk sy.di saat kcil tdk trlhat problemnya pak,tp stlh remaja bru kmi rsakan.yg ign sy tykan scra pribadi dn mwkli tmn2 di hk,bgmn kita bisa mndi2k,mjga,mbrikan ksih syg baik bruap mtri ato nonmateri kpd ank2 dgn benar? kmi sgt mebtuhkan jwban itu.mksih ya pak ariessssssssssssss

ariesandi 17 July 2009

dear Anna,
Pertanyaan Anna adalah pertanyaan dari banyak orangtua. Karena keterbatasan ruang maka saya tak mungkin menjawab panjang lebar di sini. Intinya adalah perhatikan kebutuhan emosi dasar anak kita dan jangan bereaksi terhadap perilaku anak tapi cari apa dibalik perilaku tersebut. Bagaimana melakukannya? Semua jawaban detailnya telah kami dokumentasikan dalam sebuah program pembelajaran yang bisa diakses di sekolahorangtua.com; Silakan cari DVD Tangki Cinta Anak atau Paket ‘The Parenting Foundation’ yang ada di web sekolahorangtua.com

salam hangat u Anna dan keluarga

winarni 27 July 2009

pak Aries, saya mempunyai anak perempuan umur 7 tahun dan sekarang kelas 2 SD. AKhir-akhir ini dia sering mein dengan kawannya yang saya nilai agak liar pergaulannya (maksudnya anaknya sulit untuk dinasehati, dan sering main yang membahayakan). Sekarang anak saya memang tidak punya kawan yang sepermainan karena sudah pindah kota. Pertanyaan saya pak, apakah saya salah kalau saya melarang anak saya bermain dengan temannya yang sekarang ini, karena saya lihat sejak berteman dengan temannya ini kemauan belajar menurun, sering melawan apa yang saya nasehatkan. Mohon masukannya pak, karena saya merasa walaupun anak saya menuruti apa yang saya inginkan, tapi kelihatan terpaksa. Terimakasih atas sarannya. salam…

Halo ibu Winarni yang sedang bingung,
Anak dengan usia 7 tahun ke atas memang sudah mulai sulit untuk diberi nasihat karena mereka telah memiliki pemikirannya sendiri.
Yang bisa ibu lakukan adalah minta anak untuk menilai sendiri mengenai baik buruknya perilaku yang ditampilkan oleh temannya tersebut. Katakan bahwa ibu percaya pada anak ibu bahwa ia telah mampu untuk memutuskan apakah meniru perilaku temannya atau memilih untuk berperilaku yang baik. Tentunya, anak ibu tidak ingin mengecewakan kepercayaan yang telah diberikan padanya. Jika terjadi suatu kejadian yang disebabkan anak ibu salah memutuskan, misalnya meniru perbuatan salah, biarkan hal ini menjadi pelajaran bagi dirinya.
Yang perlu ibu lakukan adalah tetaplah menjadi teman sejati anak ibu dan orang terdekat di hatinya, sehingga jika anak ibu sedang mengalami kebingungan dalam memutuskan ia tidak segan meminta pendapat dari ibu. Jika ibu bersikap memusuhi temannya untuk saat ini maka hal itu bukan saat yang tepat karena anak ibu masih condong pada temannya.

semoga membantu

martha 29 October 2009

Anak sy, 3th, sgt pemalu di depan orang lain, tetapi tidak demikian di rumah ( dgn keluarga ). Ada kecenderungan anak sy mempunyai 2 karakter berbeda di dlm/di luar rumah. Bth adaptasi yg lama untuk anak sy mau terlibat dlm suatu kegiatan di luar rumah. Sy sdh masukkan pre-school sjk usia 2 thn, dan smp skg msh bth adaptasi tiap kali masuk kelas. Apakah itu akibat saya salah mendidik sejak kecil?? Memang saya tidak pernah melepaskan pengasuhan anak kepada orang lain, selain sy dan suami. Apakah ini jg tms sikap over protective ?? Sy sdh menyadari hal ini 1 th lalu, dan sdh mencoba memotivasinya, tp sampai skg sy belum berhasil menumbuhkan percaya diri anak sy di luar rumah. Atas sarannya sy ucapkan terima kasih.

ariesandi 30 October 2009

dear Martha yang sangat peduli pada anak,
Kemampuan anak untuk beradaptasi salah satunya didorong oleh rasa aman yang dia miliki. RAsa aman ini bersumber dari perilaku, sikap dan pemikiran orangtua terhadap si anak. Jadi ada proses transfer of feeling antara orangtua dan anak. Apakah tindakan kita sbg orangtua terlalu protektif? Ini tidak mudah ditentukan hanya dari laporan atau tulisan email saja karena membutuhkan wawancara langsung dengan orangtua dan anak ybs. Saran saya silakan baca buku “Rahasia Mendidik Anak agar Sukses dan Bahagia”(Ariesandi – Gramedia) dan lihat serta pelajari DVD Tangki Cinta Anak yang bisa dibeli di web SekolahOrangtua.com

salam sukses

e 5 November 2009

tks tak terhingga pak utk selalu setia mendampingi, mendukung kami dalam menbesarkan anak2.. masalah yang saya hadapi sekarang adalah anak2 saya sudah remaja 21, 17, dan 16 tahun( yang ini perempuan). Mereka anak2 baik. Dalam bbrp hal saya agak cemas dan protektif. Bagaimana ya saya bisa tenang melepas mereka utk mulai pacaran agar saya tidak merasa ditinggalkan, dan agar mereka bicarakan semua dg terbuka soal pacarnya dan saya menerima dgn ikhlas. Ketakutan saya mereka akan berbagi dan apakah mereka bisa pergi dgn selamat sudah mulai.. Tks pak. Tolong ya bahas juga soal anak remja dan orang tua.

Sandra Mungliandi, M Psi., Psikolog 8 November 2009

Salam kenal ibu e,
Menjadi sahabat merupakan cara paling efektif untuk mendekati anak remaja. bagaimana sahabat yang baik ? mendengarkan tanpa berburuk sangka. Banyak anak yang tidak mau terbuka dengan orangtua mereka karena takut di marahi. Karena landasan dari keterbukaan adalah kepercayaan. Jika anak-anak ibu percaya pada anda maka ia akan terbuka.
Sharekan nilai-nilai hidup yang ibu pegang termasuk gaya dan harapan ibu mengenai pacaran. Dengan cara ini anak tahu apa yang diharapkan oleh ibu kepadanya. Lakukan seperti seorang teman yang curhat dengan sahabatnya tanpa ada nada menasihati.

Selamat mencoba.

yine limbono 13 November 2009

dari artikel yang saya baca, terus terang, udah saya jalankan sendiri, tapi memang masih nggak menyeluruh, saya memberikan keputusana nak untuk menetukan gaya belajar mereka, akrena sebelumnya saya mencoba untuk menhafalkan anak saya,t api alhasil tidak ada baiknya, jadi saya usahakan untuk membunuh rasa cemas saya terhadap ketidakberhasilnnya dalam ulangan, karena pengaruh bagi saya, menjadikan saya tidak dapat tidur,… ini untuk anak saya yang kelas 4 SD. Begitu pula dalam membantu bel mat, saya mencarikan guru les, eh si anak tidak mau, ya habis saya ajak kompromi, minta dia belajar sendiri dan saya utarakan bahwa saya juga tidak terlalu pandai untuk pelajaran ini..
sementara waktu ini pelajaran dan hasilnya bagus aja, kalo jelek sayapun berkata, cobalah latihan sekali lagi, bila kurang mengerti bertanyalah dengan gurumu, karena saya takut cara yang diajarkan oleh guru dengan saya tidak sama, sehingga anak jadi bingung, menurut bapak sudah bijakkah langkah saya ini???

lesti junirawati 20 November 2009

pak Ariesandi,
saya pernah mengalami hal2 yang berkaitan dengan rasa cemas dan kawatir akan keselamatan dan keamanan anak, terutama apabila mereka berada di luar rumah, baik di jalan raya, atau kalau diam-diam main game online, kadang2 muncul pikiran2 negatif yg mengganggu saya, yg ketika saya sadari malah merusak diri saya sendiri, akhirnya saya coba berdialog dng anak2, saya sampaikan terus terang kekawatiran saya, ternyata mereka bisa meyakinkan saya dng kalimat sederhana, bahwa mereka akan hati2 di jalan,bahwa mereka sudah besar dan bisa menyeberang sendiri, bahwa kalau lagi online mereka perlu mengunduh data utk tugas sekolah, tetapi tetap minta ijin untuk diperbolehkan main game….
Sehingga pada akhirnya saya berkesimpulan, bahwa untuk yang terbaik semuanya perlu dikomunikasikan
Salam saya untuk Bapak Ariesandi dan keluarga, artikelnya sangat membuka wawasan dan pengetahuan saya

Luci 20 January 2010

Pak Ariesandi,
Anak saya saat ini berusia 7 th per des’09 & sekolah kelas 1 SD (anak tunggal).
Menurut artikel di atas, utk seusia anak saya seharusnya orang tua tdk lagi
mengatur jadwal bermain anak. Namun pd kenyataannya saya sulit melepas
Kan anak saya bermain bersama teman2 sebaya disekitar rmh krn setelah
bermain ada kecenderungan jd tidak tidur siang & malas belajar, bahkan
Pernah terbukti adanya pengaruh buruk ketika salah satu temannya
menunjukkan gambar untuk orang dewasa shg membuat kami was-was.
Terus terang saat ini saya bingung, terlebih kami tinggal jauh dari saudara
Sehingga selama ini kami hanya mengandalkan pemantauan dari pembantu
Rumah tangga kami mengingat kami berdua bekerja. Oleh karena itu, kami
Mohon arahannya. Terima kasih atas perhatiannya.

sarah 13 April 2011

pak Ariesandi,,,
saya mempunyai adik berusia 7 thun & sekolah SD kelas 1. Pada saat belajar adik saya suka merengek tetapi pada saat bermain dia asyik sekali, sehingga tidak ingat dengan waktu makan, belajar & waktu tidur siangnya.

Kalau sudah seperti ini orang tua saya terutama ibu memarahinya untuk membagi waktu dengan baik.

pertanyaan saya, apa yang harus saya lakukan & bagaimana mengatasinya

sarah 13 April 2011

mohon penjelasan dan arahannya.
terima kasih

sri mulyati 27 April 2011

Pak Aries… putri sy 12 tahun yg sy merasa tidak lg mengenal dia secara dekat.
dia cenderung menghindar krn ada beberapa hal, pertama dia tertangkap sy krn membolos, saat itu juga sy antar berikut ke 2 temannya, hsl dr keterangan anak sy diajak oleh temannya. dan sy jg kerepotin sehari2 dia selalu membantah dan malas untuk apapun selain hnya mendengarkan lagu dan FB an. bgm menanggulanginya ya pak, mhn petunjuk.. mks

Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog. 27 April 2011

Sarah yang sayang adik,

Usia 7 tahun dan SD merupakan usia dimana anak memang suka sekali bermain.
Jadi wajar jika ia lebih suka bermain dibandingkan belajar. Apalagi jika proses belajarnya tidak menyenangkan, tentu saja ia akan menolak. Bukankah sudah hukum alamiah manusia, jika ia lebih suka melakukan hal-hal yang membawa kesenangan dan menjauhi hal-hal yang menyengsarakan.

Dengan usia 7 tahun, kita yang harus sedikit mengalah pada anak supaya ia mau memahami arti belajar dan kegunaannya. Jadi lakukan proses belajar menjadi hal yang menyenangkan. Ajak adik bermain dengan belajar. Jadi ia sendiri akan merasa bahwa belajar itu = senang.
JIka ia sudah memahami mengenai kesenngan belajar maka ketika ia sudah dapat belajar mandiri. Ia pun akan dengan senang hati melakukannya.

Selamat mencoba

Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog. 27 April 2011

Ibu Sri Mulyati,

Usia 12 tahun merupakan usia pra remaja dimana teman adalah terpenting dalam hidupnya.

Agar orangtua bisa bersaing dengan teman dalam menarik perhatian anak, kita perlu memiliki kedekatan emosi dengan anak. Caranya ?
Nah… cara ini yang perlu panjang lebar untuk dijelaskan dan dirinci + contoh-contohnya. Kolom ini tidak akan muat untuk menjelaskannya.
Jika ibu memang ingin sekali dekat secara emosi dengan anak, silahkan belajar melalui pembelajaran SO via Online yang bisa diakses di http://www.class.sekolahorangtua.com

Atau ibu bisa belajar melalui CD atau DVD audio yang telah kami sediakan.

Selamat belajar Ibu Sri Mulyati

hefnita sarkamin 9 August 2011

pak aries, saya punya anak usia 2,5 tahun,masalahnya gini pak,kalau ada teman yang main ke rumah lebih dari 2 orang dia lebih baik menghindar dengan pergi ke pangkuan saya,kebereraniannya untuk mengungkapkan sesuatu juga kurang, kalau dia menginkan sesuatu mainan punya temannya dia selalu bilangnya ke saya bkn ke temannya, apakah berarti itu karena saya sering mengucapkan kata jangan,sehingga dia begitu ya pak,gimana supaya rasa percaya dirinya muncul, karena dia jd suka di usilin anak yg usia lebih tua dan dia tak bisa membalasnya,mohon arahannya pak, terimakasih

Monica 16 August 2011

pak aries,
anak saya umur 20 bulan sulit sekali makan dan tidur. Dia tidur selalu di atas jam 12 setiap malam, bahkan kadang begadang smp subuh padahal siang hari pun dia tidak banyak tidur. Menurut pengamatan saya, sebagai anak umur 20 bulan anak saya ini sudah sangat berkembang emosinya. dia sangat sensitif dan empatinya besar. dia sudah lancar bicara dan komunikasi.
pertanyaan saya mengapa anak saya sulit sekali makan dan tidur ya pak?
dia sulit makan terutama jika saya ada di rumah (saya sehari-hari bekerja),jadi setiap weekend praktis dia tidak makan atau sedikit sekali makan.
dan untuk tidurnya, apakah anak saya mengalami gangguan tidur? dia kelihatan ingin banyak beraktivitas di malam hari dan tampak menolak rasa kantuk.
saya khawatir ini akan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangannya mengingat usianya yg masih sangat kecil. berat badannya pun jadi rendah mungkin dikarenakan kekurangan makan dan tidur dan ini pun berdampak pada saya dan suami. kami menjadi kelelahan karena pola tidur kami juga menjadi kurang baik. serta lebih jauh lagi saya menjadi sering marah kepada anak saya karena hal ini dan dampaknya saya menjadi merasa berdosa dan saya takut akan berdampak pada kondisi psikologis anak saya jika saya marah atau mencubit.
saya mohon sarannya, pak.. kami sangat khawatir dan tidak tahu harus berkonsultasi kemana.
terima kasih.

Monica

Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog. 24 August 2011

Ibu Monica,

Ada yang ingin saya tanyakan pada ibu :
1. Berapa berat badan dan tinggi badan si kecil ?
2. Ibu menuliskan jika tidak ada ibu maka si kecil bisa makan dengan lancar. Jika memang demikian, BBnya harusnya tidak terpengaruh karena hanya 2 hari dalam seminggu makannya tidak lancar.
3. Bagaimana siklus tidur siang harinya ?
4. Jam berapa ibu dan bapak berangkat dan pulang dari kerja ?

Salam,
Sandra Mungliandi

Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog. 24 August 2011

ibu Hefnita,

Karakter yang dimiliki tiap anak adalah berbeda. Ada anak yang lambat panas dan ada anak yang cepat panas.

Tampaknya, anak ibu termasuk anak yang lambat panas. Anak lambat panas biasanya akan mengamati dulu siapa orang yang datang. Jika dia merasa nyaman dengan orang itu ia akan membaur dengannya. Dengan karakternya yang seperti itu, terlalu banyak kata jangan akan menyebabkan ia merasa takut dengan lingkungan di luar dirinya. Karena ia merasa bahwa lingkungan atau orang baru adalah hal yang menakutkan baginya.

Jadi mulai sekarang, sepakati dengan anggota keluarga apa yang dilarang dan yang dibolehkan. Jika sesuatu itu bukan yang berbahaya maka biarkan anak mengeksplorasinya. Jika sesuatu itu kotor, biarkan anak mengeksplor nya juga. Toh… kotor masih bisa dicuci, masih bisa dibersihkan.
Yang terpenting adalah rasa ingin tahu anak tidak terhambat karena rasa ingin tahu adalah modal untuk belajar. Kalau sudah tumpul maka akan sulit untuk belajar dan tertarik hal baru.

Selain itu, kecepatan anak untuk beradaptasi juga dipengaruhi oleh rasa aman yang dimiliki. Jadi, jika si kecil takut dengan orang baru dan minta pangku pada ibu. Bairkan saja. karena waktu itu ia membutuhkan rasa aman. Dan sudah merupakan hak anak untuk mendapatkan rasa aman itu dari ibunya yang sudah mengandung dan merawatnya. Rasa aman itu tumbuh bukan dipaksa untuk ada.
Jadi, Katakan pada anak “Ibu tahu adik takut. jadi adik boleh pangku ibu selama adik mau. ”
.
Mengenai masalah tidak berani berbicara dengan orang lain. Bisa disebabkan karena rasa aman yang kurang sehingga tidak berani.
Untuk menumbuhkan ini, ibu bisa mulai melatihnya untuk membicarakan keinginannya. Biasakan ia untuk meminta apa yang diinginkannya. Awalnya, biasakan bicara dengan orang yang sudah ia kenal. kemudian dg orang asing. Ajarkan cara dan apa yang perlu dikatakan. Lama-lama anak akan tahu how nya.
Jangan biasakan ibu menjadi bemper bagi anak. karena anakpun harus bisa berjuang untuk mendapatkan keinginannya. Baca situasi, apakah ibu perlu intervensi atau tidak. Masalah anak dengan rekan mainnya sedapat mungkin tidak kita intervensi. intervensi hanya dilakukan jika membahayakan.

Selamat mencoba ibu