Posted in Seminar / Events on Jul 17th, 2007
Orangtua, Pernahkah Anda Mengalami Hal Berikut:
* Anak Anda lebih suka main video game daripada belajar?
* Anda sering kali harus memaksa dan mengingatkan anak untuk belajar?
* Anak Anda hanya bisa berkonsentrasi sebentar dalam belajar?
Dengan dimulainya tahun ajaran baru, aktifitas belajar anak Anda kembali dimulai. Tidak saja anak yang mulai kembali belajar, orangtua juga perlu kembali belajar bagaimana cara menimbulkan motivasi belajar yang muncul dari dalam diri anak sendiri. Motivasi dari dalam diri anak tidak saja penting agar orangtuanya tidak perlu capek-capek memberi motivasi (atau paksaan) agar anak mau belajar (apakah Anda seperti itu?) tetapi juga penting bagi anak itu sendiri dalam menjalani kehidupannya. Karena dengan membuat anak tetap senang belajar, dia akan mampu mengatasi tantangan hidup saat dia dewasa nanti.
Hadiri Seminar dari SEKOLAH ORANGTUA berjudul:
RAHASIA MEMBUAT ANAK KETAGIHAN BELAJAR
Beritahu Teman
Read Full Post »
Posted in Relationship, Artikel on Jul 12th, 2007
Sumber Cerita: Aku Baik-baik Saja - Buku Chicken Soup for the Parent’s Soul
Menjadi ibu adalah pengalaman paling penuh emosi dalam hidup seseorang. Seorang ibu menjadi anggota semacam mafia wanita - Janet Suzman
Rumah berantakan, piring-piring kotor.
Aku terlalu tua untuk ini, umurku tiga puluh lebih !
Mobil tidak bersih, rambutku kusut,
Dan aku sudah membelanjakan uang belanja minggu depan.
Pakaian kotor harus dicuci, anak-anak terlalu jorok,
Dan aku tak pernah punya waktu santai untuk berandai-andai.
Untuk semua pekerjaanku, waktuku tidak pernah cukup,
Pekerjaan tak pernah selesai, selalu ada yang belum beres.
Aku mengaca dan apa yang kulihat?
Seorang wanita asing bertampang kusut, di manakah diriku dulu yang cantik?
Semakin bergegas aku, semakin ketinggalan aku.
Hari ini adalah esok, dan aku belum bisa mengejarnya.
Beritahu Teman
Read Full Post »
Posted in Parenting, Artikel on Jul 10th, 2007
Seperti yang telah saya tulis di artikel sebelumnya Apa Bahasa Cinta Anak Anda ? bahwa banyak sekali permasalahan anak yang terjadi saat ini disebabkan karena kurangnya perasaan dicintai alias tangki cinta anak kosong. Sebab utamanya memang perasaan kurang dicintai ini tetapi symptom atau akibat yang terjadi dari sebab utama ini munculnya bisa berbagai perilaku aneh yang membuat orangtua bingung, seperti : anak tidak mau sekolah, anak tidak percaya diri, anak suka membantah atau melawan orangtua, anak sering berkelahi, anak nakal dan rewel sekali dan lain-lain. Kelihatannya tidak berhubungan bukan ? Padahal sebab utamanya sama yaitu perasaan anak yang kurang dicintai atau tangki cintanya kosong. Oleh sebab itu saya mengajak orangtua yang membaca artikel ini untuk mengenali bahasa cinta anaknya dan mulai belajar mengisi tangki cinta anak anda. Anak yang tangki cintanya penuh adalah anak yang sangat manis dan berespon positif terhadap disiplin yang diajarkan orangtua. Sebelum saya jelaskan satu per satu bahasa cinta, ada beberapa prinsip yang perlu Anda ketahui terlebih dahulu, yaitu :
Beritahu Teman
Read Full Post »
Posted in Parenting, Artikel on Jul 10th, 2007
Jika Anda sudah membaca artikel sebelumnya mengenai Apa Bahasa Cinta Anak Anda ? dan penjelasan tentang masing-masing bahasa cinta yaitu Kata-kata Pendukung, Waktu Berkualitas, Sentuhan Fisik, Hadiah dan Layanan maka sekarang Anda tentu ingin tahu bagaimana cara yang tepat untuk mengetahui apa bahasa cinta anak anda bukan ? Di artikel ini Anda akan belajar beberapa cara untuk mengidentifikasi atau menentukan bahasa cinta utama dari anak anda. Walaupun anak senang bila kita melakukan kelima bahasa cinta padanya, tetapi anak Anda pasti mempunyai bahasa cinta utama dan kedua yang dominan. Nah itulah yang ingin kita identifikasi.
Yang penting perlu Anda ketahui adalah mempelajari bahasa cinta itu membutuhkan waktu, demikian pula untuk menentukan bahasa cinta anak anda, membutuhkan waktu pengamatan paling tidak 2 minggu sampai dengan 1 bulan. Ok, jadi inilah cara-cara yang bisa Anda gunakan untuk mengetahui bahasa cinta utama anak anda.
Beritahu Teman
Read Full Post »
Posted in Tanya Jawab on Jul 10th, 2007
Pak Ariesandi Yth.,
Saya, seorang ibu berumur 47 tahun mempunyai 2 orang putra (20 tahun & 16 tahun). Pada tahun 2001 karena “tugas” Bapak pindah ke Batam, tinggal kami bertigadi Jakarta. Pada tahun 2006 giliran sang kakak “kuliah” di Bandung, sekarang tinggal kami berdua. Kakak pulang ke Jakarta 1 minggu 1 x, Bapak 1 bulan 1 x.
Mhn bantuan atas permasalahan yg saya hadapi.
Si bungsu, Andrew, kelas 1 SMA, pd waktu S.D. kelas 2 - 5 tidak pernah bermasalah dlm pelajaran dan sangat mandiri (belajar sendiri sejak SD kelas 3). Pelajaran paling yg disukai s/d saat ini adalah Matematika. Pada waktu kelas 1 SMP pernah ikut olympiade matematika, tapi hanya sampai dibabak penyisihan. Sewaktu SMP menjadi anak yang pendiam (sebelumnya “ceria”). Pelajaran di sekolah “biasa-biasa” saja. Saya sempat kaget beberapa waktu lalu, Andrew pernah nyeletuk, kalau diingat-ingat aku sempet kesel dengan temen-teman waktu kelas 6 (di St. Ursula). Rupanya peristiwa dijauhi sekelompok
temen-teman perempuan (karena keringatnya bau selesai olahraga) membekas dihatinya.
Beritahu Teman
Read Full Post »
Posted in Parenting, Artikel on Jul 6th, 2007
Manakah yang lebih penting menurut Anda : Orangtua yang merasa mencintai anaknya atau Anak yang merasa dicintai orangtuanya ?
Kalau Anda bingung, silakan baca kembali pertanyaan diatas
Jika Anda jeli, Anda akan tahu bahwa yang lebih penting adalah yang kedua yaitu Anak yang merasa dicintai orangtuanya. Karena bila orangtua merasa mencintai anaknya, belum tentu anaknya merasa dicintai bukan ? Tetapi kalau anak yang merasa dicintai orangtuanya, sudah pasti orangtuanya mencintai anaknya.
Anehnya, problem yang seringkali kami temui dalam sesi konsultasi adalah permasalahan yang sumbernya karena anak merasa tidak disayangi, tidak dicintai, tidak diterima oleh orangtuanya. Padahal saat bertemu orangtuanya, kami diyakinkan benar-benar bahwa dia sayang sekali dengan anaknya. Anda mungkin jadi bertanya, kalau begitu kenapa anaknya merasa tidak dicintai ? Kok aneh dan kenapa bisa terjadi seperti itu ? Anda percaya saja, kasus atau kejadian seperti ini banyak sekali terjadi dan bisa saja terjadi pada Anda. Dan dalam banyak kasus orangtua tidak tahu apa salahnya mereka dan bagaimana memperbaikinya.
Beritahu Teman
Read Full Post »
Posted in Parenting, Artikel on Jul 5th, 2007
Sumber Cerita : Botol Acar - Buku Chicken Soup for the Parent’s Soul
Yang ayah wariskan kepada anak-anaknya bukan kata-kata atau kekayaan, tetapi sesuatu yang tak terucapkan yaitu teladan sebagai seorang pria dan seorang ayah - Will Rogers
Setahuku, botol acar besar itu selalu ada di lantai di samping lemari di kamar orangtuaku. Sebelum tidur, Ayah selalu mengosongkan kantong celananya lalu memasukkan semua uang recehnya ke dalam botol itu. Sebagai anak kecil, aku senang mendengar gemerincing koin yang dijatuhkan ke dalam botol itu. Bunyi gemericingnya nyaring jika botol itu baru terisi sedikit. Nada gemerincingnya menjadi rendah ketika isinya semakin penuh. Aku suka jongkok di lantai di depan botol itu, mengagumi keping-keping perak dan tembaga yang berkilauan seperti harta karun bajak laut ketika sinar matahari menembus jendela kamar tidur.
Beritahu Teman
Read Full Post »
Posted in Parenting, Artikel on Jul 4th, 2007
Antara menjaga keselamatan anak dan terlalu protektif terdapat batas yang tipis. Orangtua yang berhasil adalah yang tahu kapan harus melangkah mundur dan membiarkan anak terbang begitu dia siap. Di zaman seperti ini, rasanya semakin sulit menjaga anak agar selalu sehat dan selamat. Masih bayi dan berada di rumah sendiri pun sudah sudah dikelilingi berbagai bahaya, dari benda-benda tajam, cat yang mengandung timah, sampai virus-virus misterius penyebab penyakit berbahaya.
Sejalan dengan pertumbuhan anak Anda, rasa cemas Anda juga ikut tumbuh bersamanya. Untuk tumbuh menjadi anak yang sehat sejahtera, anak Anda memerlukan perhatian dan perlindungan. Perhatian dan perlindungan yang berlebihan membuat anak sulit mengembangkan rasa percaya diri dan ketangguhan yang diperlukan di kemudian hari. Karena itu, sebagai orangtua, Anda dituntut untuk menemukan keseimbangan antara tidak melindungi, di mana anak-anak Anda mengalami sesuatu yang sebenarnya mereka belum siap hadapi. Dan terlalu melindungi, menghilangkan kesempatan penting untuk perkembangan dan meruntuhkan kemampuan mereka untuk bernegosiasi dengan tantangan-tantangan kehidupan.
Beritahu Teman
Read Full Post »
Posted in Tanya Jawab on Jul 3rd, 2007
Saya mempunyai problem dengan kebiasaan buruk anak saya, perempuan, saat ini berusia 6 th. Anak saya mempunyai kebiasaan menggigit kuku tangan dan kaki, juga sering mengelupas kulit di jari2nya. Kebiasaan ini baru muncul pada usia 4,5 th.
Kami sudah berusaha dengan berbagai cara untuk mencegahnya, dengan berbicara secara baik dengan nada bicara rendah disertai reward hingga nada keras dengan berbagai hukuman (bukan fisik) seperti tdk memperbolehkan menonton TV. Tapi
cara2 tersebut hanya bertahan sementara dan akan kembali dilakukannya.
Mohon sarannya ya. Apakah perlu kami membawanya ke psikiater??
Terima kasih atas segala perhatiannya.
Salam,
Aling
Beritahu Teman
Read Full Post »
Posted in Parenting, Artikel on Jul 3rd, 2007
Sebagai orangtua, tahukah Anda, apa pertanyaan yang terus menerus ditanyakan anak sepanjang waktu di dalam pikirannya ? Baik dia lagi bermain, belajar, ngobrol dengan orangtua, lagi rewel dan waktu-waktu lain, kecuali waktu tidur kali ya, pertanyaan ini selalu ada dalam benak anak, baik secara sadar maupun secara tidak sadar.
Tahukah Anda apa pertanyaan itu ? Inilah pertanyaan yang selalu muncul di pikiran anak “Apakah orangtuaku mencintaiku ?” Anak secara konstan mencari jawaban pertanyaan ini dalam perilakunya. Saat anak rewel, dia sedang bertanya “Apakah orangtuaku mencintaiku ?” Saat anak lagi bermain dan melirik ke orangtuanya, dia juga sedang bertanya “Apakah orangtuaku mencintaiku ?”
Dan anak mendapat jawaban dari pertanyaan itu dari ucapan dan perilaku orangtua terhadap dirinya. Suatu saat anak yang merasa dicintai orangtuanya, sedang bermain dan tidak sengaja gelas kesayangan mamanya dijatuhkan dan pecah. Mamanya begitu marah pada anak ini dan memukul atau mencubit tangannya. Setelah kejadian itu, anak jadi kembali ragu dan bertanya apakah orangtuaku mencintaiku ? Dia mungkin jadi tambah rewel dan itulah cara seorang anak untuk mendapat jawaban dari orangtua.
Beritahu Teman
Read Full Post »