Phone/SMS : 083898884989 (Jam Kerja)

Email   : cs@sekolahorangtua.com

Messenger :

Join Facebook.com/SekolahOrangtua


12
Jun

family1.jpgSaya menabrak seorang yang tidak dikenal ketika ia lewat. “Oh, maafkan saya” adalah reaksi saya. Ia berkata, “Maafkan saya juga. Saya tidak melihat Anda.” Orang tidak dikenal itu, juga saya, berlaku sangat sopan. Akhirnya kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal.

Namun cerita lainnya terjadi di rumah, lihat bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang kita kasihi, tua dan muda. Pada hari itu juga, saat saya tengah memasak makan malam, anak lelaki saya berdiri diam-diam di samping saya. Ketika saya berbalik, hampir saja saya membuatnya jatuh. “Minggir,” kata saya dengan marah. Ia pergi, mungkin hati kecilnya hancur. Saya tidak menyadari betapa kasarnya kata-kata saya kepadanya.

Ketika saya berbaring di tempat tidur, dengan halus Tuhanberbicara padaku, “Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal, etika kesopanan kamu gunakan, tetapi anak-anak yang engkau kasihi, sepertinya engkau perlakukan dengan sewenang-wenang. Coba lihat ke lantai dapur, engkau akan menemukan beberapa kuntum bunga dekat pintu. Bunga-bunga tersebut telah dipetik sendiri oleh anakmu; merah muda, kuning dan biru. Anakmu berdiri tanpa suara supaya tidak menggagalkan kejutan yang akan ia buat bagimu, dan kamu bahkan tidak melihat matanya yang basah saat itu.

Seketika aku merasa malu, dan sekarang air mataku mulai menetes. Saya pelan-pelan pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat HGH tempat tidurnya, “Bangun, nak, bangun,” kataku. “Apakah bunga-bunga ini engkau petik untukku?” Ia tersenyum, ” Aku menemukannya jatuh dari pohon. “

“Aku mengambil bunga-bunga ini karena mereka cantik seperti Ibu.Aku tahu Ibu akan menyukainya, terutama yang berwarna biru.” Aku berkata, “Anakku, Ibu sangat menyesal karena telah kasar padamu. Ibu seharusnya tidak membentakmu seperti tadi.”

Si kecilku berkata, “Oh, Ibu, tidak apa-apa. Aku tetap mencintaimu.” Aku pun membalas, “Anakku, aku mencintaimu juga, dan aku benar-benar menyukai bunga-bunga ini, apalagi yang biru.” Apakah anda menyadari bahwa jika kita mati besok, perusahaan dimana kita bekerja sekarang bisa saja dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari? Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan merasakan kehilangan selama sisa hidup mereka.

Mari kita renungkan, kita melibatkan diri lebih dalam kepada pekerjaan kita ketimbang keluarga kita sendiri, suatu investasi yang tentunya kurang bijaksana, bukan? Jadi apakah anda telah memahami apa tujuan cerita di atas? Apakah anda tahu apa arti kata FAMILY?

Dalam bahasa Inggris, FAMILY = KELUARGA

FAMILY = (F)ATHER (A)ND (M)OTHER (I) (L)OVE (Y)OU

Diterjemahkan dari : HARSH WORDS

Semoga menjadikan renungan yg bermanfaat

Be happy, healthy & Wealthy

Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya !

Related Posts:

Share your comments on Facebook:

comments

Category : Artikel / Parenting

35 Responses to “Apa arti sesungguhnya FAMILY ?”


era 3 September 2007

Saya sangat tertarik dengan website ini. Saya seorang ibu dari seorang putri yang berumur 16 bln. Apakah metode hypnoparenting ini bisa diterapkan untuk putri saya. Terima kasih.

sukarto 5 September 2007

Bu Era,
hypnoparenting adalah suatu ilmu parenting dengan mengerti tentang mekanisme pikiran bekerja, jadi tentu bisa diterapkan pada anak pada usia berapapun. Tentu penanganan anak umur 16 bln berbeda dengan anak sudah usia > 5 tahun. Anak umur 1,5 tahun sudah mengerti beberapa kata yang umum digunakan orangtuanya dan juga sudah bisa mengamati dan meniru gerakan orang lain. Jadi tentu sudah bisa diterapkan.
Semoga membantu.

suyanto 7 September 2007

Mas Aris Yang budiman,
Saya Suyanto (Nginden Surabaya) ayah dari Rama (ex anak didik Mas Aris).
Saya punya cucu perempuan berumur 3.5 tahun. bersekolah
di Play Group. yang perlu saya tanyakan bagaimana cara
mendidiknya agar menjadi anak yang berani, tidak pemalu
dan percaya diri. Sa’at ini bila diajak bicara kadang terlihat
antusias sehingga terkesan cerdas, tetapi kadang acuh tak acuh
tidak mendengarkan dan mau main sendiri.
Atas perhatiannya terima kasih.

ariesandi s. 12 September 2007

Dear Pak Suyanto yang perhatian banget sama cucu,
Untuk mendidik seorang anak agar percaya diri maka kuncinya adalah di lingkungan si anak. Dalam hal ini tentu lingkungan yang paling berpengaruh adalah lingkungan rumah. Peran serta orangtua dalam menanamkan rasa percaya diri sangatlah penting. Apalagi usia 3,5 tahun di mana RAS(Reticular Activating System), gerbang bawah sadar, sangat terbuka. Apapun yang dilihat, didengar dan dirasakan anak langsung masuk ke pikirannya tanpa analisa dan menjadi sebuah master program bagi hidupnya kelak.
Untuk itu dalam memperlakukannya haruslah hati-hati. Jangan sampai membuat ia merasa kecewa setelah melakukan sebuah upaya. Misalnya,”Lho kok belum bisa?” atau “Ih kamu memang gak becus kok” dan sebagainya. Terkadang kita sering mengejeknya dengan maksud memotivasi. Tetapi ingat jika kita tidak mendalami betul masalah kepribadian anak janganlah kita menggunakan cara motivasi negatif karena dampaknya sangat berbahaya dan yang lebih celaka adalah dampaknya baru terlihat beberapa tahun kemudian. Jadi lebih amannya gunakan cara motivasi yang positif saja.
Semoga jawaban ini cukup membantu. Jika masih ada yang belum jelas silakan ditanyakan lagi.
Salam hangat dari team SekolahOrangtua.com

ariesandi s.

Umi Rusmiatyi 8 November 2007

Pak ariesandi s.

saya sangat terkesan sekali membaca artikel2 pada website sekolahorangtua.com.
Pak saya punya 2 anak putri. 1 berumur 8 th (kelas 3 SD) da 6 tahun (kelas 1 SD). Untuk hasil akademis keduanya adalah peringkat 1 disekolahannya. Tetapi jika di rumah keduanya beraktifitas terus. Hari senin sampai-jumat sepulang sekolah bersama pembantu karena kami sibuk bekerja hingga jam 17.30.
Yang saya tahu jika hari Saptu di rumah mereka sering berantem. Padahal sudah sering saya nasehati. Tapi sampai sekarang masih tetap sama. Bagaimana ya agar mereka bisa sedikit saja tidak berantem
Terima kasih atas bantuannya.

ariesandi 28 November 2007

Ibu Umi Rusmiatyi yang baik dan peduli pada anak,
Anak yang berantem kemungkinan mengalami beberapa hal:
- tangki cintanya kosong dan butuh diisi oleh kedua orangtua
- tidak tahu cara berkomunikasi yang baik dengan sesama, mungkin
karena kurang diberitahu
- Jika sudah diberitahu namun masih seperti itu maka yang perlu
dicermati adalah cara kita mengkomunikasikan hal tersebut
- perutnya lapar atau mungkin kehausan tetapi malas minum
Hal tersebut jika tidak terpenuhi maka akan mudah memicu kejengkelan dan meledak menjadi suatu tindakan atau ucapan kasar.
Salam hangat dari team sekolahorangtua.com

intan 6 December 2007

Yth Bp. Ariesandi
Baru sekarang saya bisa mengucapkan terima kasih sekali atas diterbitkannya buku Hypnoparenting. Jauh sebelum website sekolah orangtua ini dilaunching saya sudah mengkoleksi buku karangan Pak Ariesandi & Pak Adi W Gunawan spt Hypnoparenting, genius learning strategy, mathemagics.
Anak saya sekarang usia 23 bulan. Sejak usia 6 bulan sudah saya dengungkan berbagai motivasi positif dengan kalimat positif seperti yang Bapak sarankan dibuku. Saya bersyukur, bukan anak saya saja yang merasakan manfaat pada perkembangan dan pertumbuhannya.. Namun seluruh keluarga sekarang jadi lebih positif (karena terbiasa melontarkan kata2 positif untuk anak saya) dan mudah2an semua ini bisa berjalan secara berkesinambungan. Bahkan pembantu saya (bukan suster lho) sekarang sudah menerapkan pola ini juga pada anak saya.
Sehingga dengan tetap harus meluangkan waktu untuk bekerja, saya tetap bisa memberikan bekal dan hal-hal yang positif kepada anak saya. Dan sekarang waktu bukanlah lagi masalah dalam mengasuh dan mendidik anak.
Saya berharap semakin banyak artikel2 yang positif yang bisa diposting dalam website ini & web hypnoparenting. Karena saya yakin, perlahan tapi pasti.. akan semakin banyak orang yang aware dengan pola pengasuhan anak yang baik.
Terima kasih telah menemukan dan membagi semua ini kepada kami.. khususnya bagi orang tua baru…

Salam,
Intan (Kayra’s Mom)

linda 7 January 2008

Insya Alloh setelah membaca artikel yang sangat bagus ini,bisa merubah sikap kita menjadi lebih “maniz” terhadap keluarga terutama anak2 kita,…

ika 15 January 2008

“Apalagi usia 3,5 tahun di mana RAS(Reticular Activating System), gerbang bawah sadar, sangat terbuka.”
pak, apa yang dimaksud dengan RAS? dan apa saja tahap2 perkembangan otak anak? terimakasih

swandono 16 January 2008

pak aries, terima kasih atas artikel2 yang anda tulis, terus terang saya baru mengetahui tentang sekolahorangtua.com, website ini sangat menarik dan bermanfaat bagi saya dan keluarga terutama sekali karena saya yang tinggal dan bekerja di luar negeri sehingga waktu saya bersama keluarga menjadi sangat terbatas.
satu hal yang ingin sekali saya tanyakan dan harapkan saran dari bapak, dengan kondisi saya yang tinggal jauh dan sangat jarang bertemu keluarga bagaimanakah cara terbaik yang dapat saya lakukan agar tetap dapat menjadi kepala keluarga dan ayah yang baik bagi perkembangan anak2 dan keluarga saya kelak?
saran bapak sangat saya harapkan demi masa depan anak2 dan keluarga saya.
terima kasih banyak saya ucapkan sebelumnya, hanya Tuhan yang dapat membalas segala budi baik bapak.

rusmina 3 February 2008

Dear Pak Sukarto,
Artikel Bapak tentang FAMILY ini sangat bagus dan begitu menyentuh perasaan saya. Sebagai seorang ibu, saya masih sering membentak2 anak saya, karena setelah dibentak dia baru bisa diam.
Anak saya itu (5 thn) sering lupa dengan nasihat atau peringatan yang saya berikan. Biasanya dia akan langsung melakukan apa yang kita larang. Misalnya kalo saya bilang jangan naik ke kursi, dia akan langsung lakukan. Pak, apakah itu tanda ketidakmatangan otaknya? Bagaimana cara untuk mendisiplinkannya ? Terima kasih.

Fetty Amalita 20 March 2008

Pak Aries dan Pak Sukarto’
Terima kasih atas artikel bapak tentang FAMILY, saya mau sharing aja, saya seorang ibu dan profesi saya dokter, karena pengalaman masa kecil bagaimana saya merasakan punya orang tua dimana keduanya sibuk bekerja (ibu saya juga wanita karier) saya sering merasa kesepian, berdasarkan apa yang pernah saya rasakan waktu kecil, sekarang setelah saya jadi ibu dengan 4 anak ( anak 1 &2 kembar) saya bekerja saat anak saya sekolah ( mereka ber-4 pulang sekolah jam 16.00), saya sendiri yang mengantar dan menjemput mereka, saya berprinsip bahwa yang akan menggantikan saya sebagai dokter banyak tapi yang dapat menggantikan saya sebagai ibu anak-anak saya tidak ada dan yang paling mengerti anak-anak saya adalah kita, orang tuanya.
Salam sukses,
Fetty Amalita

dayat 7 April 2008

bapak arisandi yang diberkati tuhan, kiranya tidak ada kata yang pantas saya ucapkan, selain kata-kata syukur dan terimakasih yang tak terhingga kepada bapak yang telah memperhatikan saya dengan artikel-ertikel bapak yang banyak membantu pertumbuhan anak kami.Kini kami merasakan hasilnya, betapa motivasi yang positif itu sangat mempengaruh perkembangan emosional anak.kami masi setia menunggu artikel-artikel selanjutnya.Thanks

irma 28 April 2008

Dear Bpk. Aries & Bpk. Sukarto,

Setiap membaca artikel2 dari SekolahOrangtua, saya selalu merasa “ditegur”. Dan membaca artikel ini terus terang saya langsung menitikan air mata…saya langsung teringat putri saya yang paling besar (6,5th). Saya merasa, saya jadi terlalu keras, terutama setelah kelahiran adiknya (laki-laki – 10 bln). Mudah2an Tuhan memberi saya kesabaran yang lebih lagi.
Kebiasaan saya,setiap artikel dari SekolahOrangtua saya print,saya perbesar,lalu saya tempel di papan pengumuman di kantor saya, jadi semua bisa baca. (apakah ini diperbolehkan?)
Terima kasih SekolahOrangtua,saya tunggu artikel2 selanjutnya.
Salam..

ely 28 April 2008

Halo Ibu Irma,
Senang sekali kalau artikel kami bisa memberikan manfaat bagi ibu.
Soal artikel kami di print dan di tempel di papan pengumuman tentu saja
boleh, kami hanya minta tolong di cantumkan website Sekolah Orangtua, agar
teman teman juga bisa menginformasikan ke orang lain untuk berkunjung ke
website kami.

Salam hangat,
Ely Susanti

rida 9 May 2008

salam erat dari saya, moga Allah SWT senantiasa memberkahi orang-orang yang menebarkan ilmu yang bermanfaat.
banyak sekali tauladan yang saya dapat setelah bergabung disekolah
orang tua, banyak sekali pengalaman dan pengetahuan yang banyak merubah sikap dan perilaku terhadap keluarga terutama kepada ketiga anak perempuan saya.
Ucapan terimakasih yang tak terhingga kepada semua Bapak/Ibu pengasuh di sekolah orang tua, bagaimana cara mendapatkan buku-bukunya
salam erat
Ridayani

Kustika 15 May 2008

Yang terhormat Bapak Ariesandi,
Anak saya berumur 16 (enam belas) bulan,dia cukup komunikatif dalam arti setiap saya kasih nasehat, saya ajak ngomong dia bisa ngerti pokoknya saya dan suami sering mengajak dia ngomong dan dia merespon dengan baik. Dia juga selalu ingat apa yang saya nasehatkan.
Namun dia agak takut ketika harus kenalan dengan orang baru apalagi yang sudah agak tua, kata teman dia seharusnya sering saya ajak ke tempat-tempat umum karena setiap kami ajak pergi ke tempat pesta teman kantor anakku memeluk erat tubuhku dan tidak mau turun selalu digendongan saya.
Lain halnya jika kami ajak ke supermaket untuk belanja…dia sangat asik kadang digoda pramuniaga’ yang merasa gemas anehnya dia tidak takut. Bahkan dia berjalan sendiri kadang main-main dengan barang – barang yang dipajang tak sedikitpun merasa takut.
Untuk mengurangi rasa takutnya setiap kami libur kami jadwalkan untuk jalan-jalan di lingkungan komplek perumahan tempat tinggal kami setiap pagi dan sore, dan setiap ketemu dengan tetangga kami suruh dia untuk berjabat tangan, namun masih tetap saja dia tidak mau.
Tapi dengan orang tertentu dia bersikap biasa tidak takut…mengapa ya….?
Bagaimana caranya supaya anak saya menjadi anak yang pemberani? namun tetap sopan dan hormat pada orang tua? terima kasih atas bantuannya….

rospik 5 June 2008

yang saya hormati Bapak Arisandi
terima kasih saya sudah bisa bergabung dengan dengan Bpk saat ini . dan saya telah membaca sebagian rahasia Mendidik Anak dan membesarkan seperti yang sudah dikirimkan ke saya. saat ini say mempunyai 3 orang anak . yang pertama dan kedua laki-laki dan yang ke tiga perempuan. yang pertama kls 6 sd dan akan melanjutkan ke jenjang smp. cuma sy punya rencana untuk menyekolahkan di pesantren yang tentunya jauh dari rumah ( di Jawa ) saat ini saya di Kalimantan. yang ingin saya tanyakan sama Bpk . bagaimana menumbuhkan kepercayaan kepadanya agar kami sebagai orang tua tidak terlalu kawatir . untuk diketahui anak saya tersebut memang berminat kesana dan juga neneknya ada disana tapi dia tdk tinggal dengan Neneknya. satu lagi Pak anak saya yang perempuan saat ini baru berusia 5 tahun , tapi kalau berdandan mau sendiri sampa kami ketawa melihatnya gak mau di bantu sama ibunya. dalam hati kecil saya kawatir Pak. dan setelah baca perihal hypnosis sy jadi ingin belajar lebih dalam lg. mkn bpk bisa merekomendasi buku yang harus dibaca atau bisa memberikan arahan . terima kasih Pak

tiroma 30 June 2008

Salam, Ariesandi dan Sukarto
Saya sangat terharu, membaca artikel ini, dimana saya sebagai ibu dituntut supaya lebih bersabar lagi menghadapi abak2 kita, karena anak2 kita adalah titipan Tuhan untuk kita kasihi dan kita didik menjadi orang yang baik , mereka anak2 kita adalah milik Tuhan, Artikel ini mengigatkan kita bahwa ” Keluarga adalah segalanya bagi kita ” GBU.

BADRUS 7 July 2008

Terima kasih mas Ariesandi dan Mas Sukarto, semenjak dari awal saya ikut mailist ini dan selalu dapat pencerahan gratis sungguh banyak membantu saya dalam membina keluarga dan membawa perkembangan yang cukup berarti. Semoga tuhan membalas segala kebaikan mas sekalian.

Rosmini 12 September 2008

Yth, Pak Ariesandi dan Sukarto
Saya sangat tersentuh dengan artikel ini. Memang seringkali kita bersifat lemah lembut dengan seorang yang sama sekali tidak kita kenal dan ironisnya seringkali kita malah berlaku sebaliknya dengan keluarga kita, terutama anak-anak kita. Terima kasih atas pencerahannya.
Boleh tidak, artikel ini saya copy paste ke blog saya ?
Saya ingin membagikan hal ini kepada banyak orang.

Najmi 9 October 2008

Yth. Para pengasuh Sekolah Orang Tua

Banyak artikel Anda telah memberikan inspirasi kepada saya untuk mendidik dan mangasuh anak dengan lebih baik. Terima kasih atas komitmen Anda untuk selalu memberikan wawasan pencerahan kepada seluruh orang tua untuk memperlakukan anak mereka dengan penuh cinta dan sayang.
Kami mempunyai dua orang anak laki-laki, 9 tahun & 6 tahun, dengan karakteristik yang sangat berbeda. Kebetulan anak I kami ADHD, jadi Bapak bisa bayangkan kehebohan dan kelucuan yang sering ditimbulkan anak saya tsb. Kami berdua bekerja, sehingga praktis saya mempunyai keterbatasan waktu dalam mengasuh anak.
Saya mempunyai suami yang sangat perhatian kepada keluarga (cenderung posesif) tetapi temperamental, sehingga anak I kami yang ADHD sering sekali menjadi sasaran kemarahan ayahnya. Sebenarnya saya sudah sering memberikan artikel-artikel Bapak kepada suami saya, khususnya yang cocok dengan permasalahan kami, bahkan saya menempelkan beberapa tips2 praktis & puisi tentang anak di dinding kamar anak, tapi tidak juga mengurangi tabiat suami yang sering marah & kasar kepada anak.
Bagaimana ya Pak, solusi mengatasinya ? Saya kadang kasihan sekali dengan anak saya yang sering dimarahi dan dimaki ayahnya ?
Terima kasih sekali atas perhatian dan dedikasi Bapak terhadap anak2.

Sari 28 October 2008

Yth. Para pengasuh Sekolah Orang Tua

terima kasih atas artikel2 yang dikirim ke amail saya dan dari semua artikel2 yang dikirim ke saya sangat menyentuh hati dan perasaan saya dalam mendidik dan membimbing anak2 saya.

semoga sekolah orang tua tetap jaya

Terima kasih,
sariani mastun

ummi fathia 11 January 2009

salam,
saya sangat berterimakasih dengan kiriman artikel yang begitu menggugah saya sebagai orangtua. memang selama ini tidak pernah ada sekolah untuk orangtua. sehingga artikel yang saya terima ini benar-benar membuat saya lebih banyak belajar bagaimana memaknai FAMILY yang sesungguhnya.
sungguh artikel yang bernas dan amat bermanfaat
boleh ya saya copas untuk di majalah intern yg pasti juga bermanfaat untuk sahabat saya lainnya. Saya cantumkan website ini agar mereka bisa mengakses langsung.
terimakasih,
salam
ummi fathia

mona 18 January 2009

salam hormat,
saya sangat berterima kasih atas email tentang apa arti sesunnguh nya family itu? di situ kami sebagai orang tua sungguh tergugah, karena selama ini kami belum cukup baik dalam memberi kasih sayang kepada anak kami. kami akan selalu berusaha terus untuk menjadi orang tua yang terbaik. dan kami banyak sekali belajar tentang cara menddidik anak supaya sukses dari bp ariesandi. terima kasih
salam
mona

aningati 27 January 2009

thanks pak aris ditunggu artikel berikutnya,sungguh sangat bermanfaat buat saya..

farida 30 January 2009

Dear P. Ariesandi n P. Kamto.
Sblmnya sy mo tanya apa benar Reticulum Activiting System bisa terbuka? Setahu saya RAS yg letaknya di batang otak ini berfungsi untuk menyaring informasi yg telah masuk melalui VAKGO kita. Semua informasi pasti terekam tergantung intensitasnya untuk melompati sinaps di neuron kita. Jika gelombang kita alpha or deeper(tetha) maka RAS ini semakin mudah untuk memunculkan kembali apa yang fokus kita fikirkan. Itulah sebabnya kenapa anak2 sering tidak bisa menjawab pertanyaan saat ulangan jika dia kondisi tertekan, shg otak reptil ini berkembang dan RAS tidak bisa menyaring atau mencari atau memunculkan informasi yang kita butuhkan. Tapi ketika saya sering mengikuti pelatihan hypnosis memang bnyak trainer yg mengungkapkan jika ingin memasuki subconsius mind kita maka kita hrs membuka RAS kita. Saya agak bingung dg dualisme ini pak… Mohon dg sangat penjelasannya… thank’s b4

farida 30 January 2009

For me FAMILY
F : Foverer
A : And
M :More
I
L : Love
Y : You all , my lovely husband, and my wonderfull twin son, daffa n daffi……

dame 13 February 2009

Terimaksaih buat Ariesandi dan Sukarto
memang orang tua sangat sering berbuat seperti cerita di atas, mudah-2an dengan membaca artikel ini kita bisa menyadari arti keluarga yang slalu kita banggakan. saya akan tetap menunggu artikel berikutnya.

Ima 27 March 2009

Artikel yang sangat bagus. Terima kasih Pak Aries dan Pak Sukarto.
Smoga kita semua bisa snantiasa mempraktekkan semua pelajaran/ materi yang di sajikan oleh Pengasuh Sekolah OrangTua.
Seperti kata2 bijak bahwa, “apabila kita menyayangi yang ada di bumi, maka kita juga akan di sayangi oleh KERAJAAN LANGIT”.

adi 16 June 2009

bg saya family adalah bagaikan perusahaan yg bg seoerang manager hrs mampu memimpin n membawa serta memenuhi kebutuhan mereka tanpa membeda-mbedakan kedudukan. karena mereka adalah jiwa saya dan sebagai ortu maka selayaknya harus banyak mengalah dan mengerti akan keluhan dan kekurangan anak-anaknya.

Serlina 18 January 2010

Tolong jangan di email lagi kalau ada komentar baru,berhubung krn post penuh.
Sebelumny saya ucapakan banyak terimahkasi kepada Sekolah orangtua atas perhatianya. Maju terus sekolah Orangtua.
Salam

yanna 6 October 2010

Dimana kami bs mengikuti training

erna marlina 6 November 2010

dear….artikel yg sangat menyentuh n terharu..kejadian realita yg bs jd renungan to smua ortu….kirim yaa klo ada artikel lainnya…tq

ela maryamah 3 May 2011

Subhanallah cuplikan kisah tadi menyadarkan saya dan merenung sejenak tentang arti menjadi orang tua yang sesungguhnya,terkadang saya sebagai ibu sangat egois menganggap anak kembarku adalah milikku,sehingga terserah apa mauku,membuat kesal ku marahi,tidak nurut kupaksa ia,menggelitik nuraniku apakah aku seorang ibu atau mungkin lebih tepatnya aku musuh?mudah2an semakin banyak website2 yang memuat tentang bagaimana mendidik orang tua sehingga menjadi benar2 orang tua,menyekolahkan orangtua sehingga layak menjadi orangtua,thanks for sekolahorangtua,maju teruussssss cayo cayo aza aza fighting