<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.2.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Cara Menghadapi Anak Yang Bersifat Kolerik</title>
	<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/05/23/cara-menghadapi-anak-yang-bersifat-kolerik/</link>
	<description>Pusat Pendidikan Keluarga</description>
	<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 02:48:08 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2.1</generator>

	<item>
		<title>By: Martina</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/05/23/cara-menghadapi-anak-yang-bersifat-kolerik/#comment-255</link>
		<author>Martina</author>
		<pubDate>Sun, 09 Dec 2007 13:44:00 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2007/05/23/cara-menghadapi-anak-yang-bersifat-kolerik/#comment-255</guid>
		<description>anak saya berusia 3 tahun suka menangis keras, lama, guling2 di lantai.. kalau didiamkan malahan muntah. Musti gimana ya? TQ!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>anak saya berusia 3 tahun suka menangis keras, lama, guling2 di lantai.. kalau didiamkan malahan muntah. Musti gimana ya? TQ!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Angela</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/05/23/cara-menghadapi-anak-yang-bersifat-kolerik/#comment-254</link>
		<author>Angela</author>
		<pubDate>Thu, 30 Aug 2007 03:06:26 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2007/05/23/cara-menghadapi-anak-yang-bersifat-kolerik/#comment-254</guid>
		<description>Untuk Pak Ariesandi, 

Saya setuju sekali dengan cara bapak, karena saya adalah salah satu tipe kolerik sejati dan cara yang paling ampuh adalah memahaminya dan biarkan seorang anak kolerik mengeluarkan emosinya dengan maksimal dan setelah itu seorang kolerik akan berpikir dengan jernih dan akan meminta maaf kepada orang yang disakitinya apabila dia merasa dirinya bersalah. Lebih baik dipahami daripada ditentang.

Salam, 
Angela</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Pak Ariesandi, </p>
<p>Saya setuju sekali dengan cara bapak, karena saya adalah salah satu tipe kolerik sejati dan cara yang paling ampuh adalah memahaminya dan biarkan seorang anak kolerik mengeluarkan emosinya dengan maksimal dan setelah itu seorang kolerik akan berpikir dengan jernih dan akan meminta maaf kepada orang yang disakitinya apabila dia merasa dirinya bersalah. Lebih baik dipahami daripada ditentang.</p>
<p>Salam,<br />
Angela</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ariesandi</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/05/23/cara-menghadapi-anak-yang-bersifat-kolerik/#comment-253</link>
		<author>ariesandi</author>
		<pubDate>Tue, 12 Jun 2007 14:31:06 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2007/05/23/cara-menghadapi-anak-yang-bersifat-kolerik/#comment-253</guid>
		<description>Kita tidak perlu menghadapi anak yang kolerik. Kita hanya perlu memahaminya. Jangan persepsi bahwa dia susah ditaklukkan. Mengenai menangis sebagai senjatanya bila perlu pas saat yang tepat (artinya kita dalam posisi 100% benar) biarkan dia menangis sekuatnya. Bila perlu minta dia menangis lebih keras lagi. Dan katakan bapak akan menunggunya dengan kesabaran (seorang plegmatis).

Setelah itu lain kali jika dia seperti itu lagi katakan "ingat yg kemarin, mau menangis lagi sampai capai, boleh ayo tak temani menangislah yang keras dan lama"
Semoga terpuaskan walau sebenarnya jawaban saya kurang detail karena perlu melihat banyak latar belakang.

salam,
Ariesandi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kita tidak perlu menghadapi anak yang kolerik. Kita hanya perlu memahaminya. Jangan persepsi bahwa dia susah ditaklukkan. Mengenai menangis sebagai senjatanya bila perlu pas saat yang tepat (artinya kita dalam posisi 100% benar) biarkan dia menangis sekuatnya. Bila perlu minta dia menangis lebih keras lagi. Dan katakan bapak akan menunggunya dengan kesabaran (seorang plegmatis).</p>
<p>Setelah itu lain kali jika dia seperti itu lagi katakan &#8220;ingat yg kemarin, mau menangis lagi sampai capai, boleh ayo tak temani menangislah yang keras dan lama&#8221;<br />
Semoga terpuaskan walau sebenarnya jawaban saya kurang detail karena perlu melihat banyak latar belakang.</p>
<p>salam,<br />
Ariesandi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
