<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.2.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Anak Tetap Nonton TV dari Dekat dan Suka Memukul Pengasuhnya</title>
	<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/05/03/anak-tetap-nonton-tv-dari-dekat-dan-suka-memukul-pengasuhnya/</link>
	<description>Pusat Pendidikan Keluarga</description>
	<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 02:26:12 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2.1</generator>

	<item>
		<title>By: ariesandi</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/05/03/anak-tetap-nonton-tv-dari-dekat-dan-suka-memukul-pengasuhnya/#comment-248</link>
		<author>ariesandi</author>
		<pubDate>Tue, 12 Jun 2007 14:34:45 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2007/05/03/anak-tetap-nonton-tv-dari-dekat-dan-suka-memukul-pengasuhnya/#comment-248</guid>
		<description>Selamat (pagi / siang / malam), pilih yang cocok hehehe
Pak Agus yang baik dan perhatian banget ama anak, yang Bapak lakukan sudah benar hanya saja anak kan sudah terkondisi dengan program lama. Jadi memang perlu waktu. Untuk lebih mujarab perlu lakukan hypnosleep seperti yang saya tulis di buku "Hypnoparenting".

Untuk pertanyaan ke dua tentang anak yang berani di rumah tetapi tidak berani dengan teman di sekolah hal ini disebabkan anak telah terbiasa dengan kondisi rumah. Ia tahu bahwa pengasuhnya tidak akan berani membalasnya. Sedangkan dengan teman di sekolah ia masih punya resiko dibalas. Ia merasa tidak nyaman dengan kondisi yang mungkin terjadi. Bisa jadi ia kurang pede.

Beritahu saja bahwa pengasuh di rumah harus dihormati tentunya orangtua juga harus memberi contoh tentang respek terhadap setiap orang. Jika anak memukul pengasuh maka berikan mandat juga pada pengasuh untuk menegur anak atau melaporkannya pada orangtua. Berikan konsekuensi (setelah melalui perjanjian) untuk tindakan tersebut.

Hindari mengatakan "Beraninya sama orang di rumah kalau sama teman gak berani" karena ini malah merugikan perkembangan mentalnya.

Salam hangat
ariesandi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat (pagi / siang / malam), pilih yang cocok hehehe<br />
Pak Agus yang baik dan perhatian banget ama anak, yang Bapak lakukan sudah benar hanya saja anak kan sudah terkondisi dengan program lama. Jadi memang perlu waktu. Untuk lebih mujarab perlu lakukan hypnosleep seperti yang saya tulis di buku &#8220;Hypnoparenting&#8221;.</p>
<p>Untuk pertanyaan ke dua tentang anak yang berani di rumah tetapi tidak berani dengan teman di sekolah hal ini disebabkan anak telah terbiasa dengan kondisi rumah. Ia tahu bahwa pengasuhnya tidak akan berani membalasnya. Sedangkan dengan teman di sekolah ia masih punya resiko dibalas. Ia merasa tidak nyaman dengan kondisi yang mungkin terjadi. Bisa jadi ia kurang pede.</p>
<p>Beritahu saja bahwa pengasuh di rumah harus dihormati tentunya orangtua juga harus memberi contoh tentang respek terhadap setiap orang. Jika anak memukul pengasuh maka berikan mandat juga pada pengasuh untuk menegur anak atau melaporkannya pada orangtua. Berikan konsekuensi (setelah melalui perjanjian) untuk tindakan tersebut.</p>
<p>Hindari mengatakan &#8220;Beraninya sama orang di rumah kalau sama teman gak berani&#8221; karena ini malah merugikan perkembangan mentalnya.</p>
<p>Salam hangat<br />
ariesandi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
