Phone : 031-71559997, 031-5941439
SMS : (Jam Kerja)
Email : cs@sekolahorangtua.com
Posted by
Kita semua tahu bahwa manusia mempunyai dua macam bentuk pikiran yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Pikiran sadar mempunyai fungsi mengidentifikasi informasi yang masuk, membandingkan dengan data yang sudah ada dalam memori kita, menganalisa data yang baru masuk tersebut dan memutuskan data baru akan disimpan, dibuang atau diabaikan sementara.
Sementara itu pikiran bawah sadar yang kapasitasnya jauh lebih besar dari pikiran sadar mempunyai fungsi yang jauh lebih komplek. Semua fungsi organ tubuh kita diatur cara kerjanya dari pikiran bawah sadar. Selain itu nilai-nilai yang kita pegang, sistem kepercayaan dan keyakinan terhadap segala sesuatu juga disimpan di sini. Memori jangka panjang kita juga terdapat dalam pikiran bawah sadar.
Pernahkah anda perhatikan seorang anak kecil yang akan tidur dan selalu mencari bantal ”kumal” kesayangannya? Darimanakah pikiran ini muncul dalam benaknya? Siapakah yang mengendalikannya? Itulah hasil kerja pikiran bawah sadar.
Pikiran bawah sadar mengendalikan hampir sembilan puluh persen pemikiran dan tindakan kita. Ingin contoh nyata? Baiklah, bayangkan tiba-tiba di depan anda saat ini, pada jarak kurang lebih 3 meter, anda melihat sekelebat bayangan yang mirip seperti bentuk ular. Anda menajamkan pandangan untuk melihat lebih jelas dan ternyata …… memang benar …. itu ular kobra yang tampaknya kelaparan. Tubuhnya yang sebesar paha orang dewasa bergerak lambat namun pasti. Suaranya mendesis membuat bulu kuduk berdiri, pandangan matanya sangat bengis dan gigi taringnya mencuat keluar disertai lidahnya yang menjulur-julur siap menerkam apapun yang bisa membuatnya kenyang. Apa yang akan anda lakukan?
Yaa …. hampir sebagian besar dari kita akan memutuskan untuk lari. Ooops maaf jika anda wanita, anda akan berteriak dulu, bukan? Baru setelah itu lari. Mengapa? Karena sebagian besar dari kita tidak pernah tahu bagaimana menaklukkan kobra. Bahkan seandainya tahupun kita lebih baik lari dan mencari bantuan daripada melawannya bukan?
Bagaimana jika seandainya anda dari kecil sudah diberitahu bahwa kobra itu mendatangkan rejeki. Orangtua anda mengatakan bahwa rumah yang ditempati sekarang adalah hasil dari berjualan kobra. Apakah anda akan lari jika menemui kobra di depan anda? Tidak bukan! Anda pasti berpikir ”wah ini rejeki, tanpa dicari muncul di depan mata”.
Apa yang membedakan situasi di atas? Yang membedakan adalah program pikiran yang ada dalam pikiran kita. Program tersebut mengendap dalam bawah sadar dan akan terpicu keluar oleh suatu kejadian tertentu. Ada banyak sekali program di dalam bawah sadar kita. Pernahkah anda memperhatikan program seperti apa yang masuk dalam pikiran kita setiap harinya?
Pikiran bawah tidak bisa menolak apapun yang anda masukkan melalui kelima panca indera anda. Bahkan hal-hal yang tidak anda perhatikan secara sadar akan terekam dalam pikiran bawah sadar.
Bagaimana dengan anak-anak kita? Kebanyakan orangtua sekarang sibuk memberikan ’makanan’ pada ’pikiran’ sadar anaknya. Anak usia 3 tahun – 4 tahun sudah dibawa pergi ke tempat les bahasa inggris, les mandarin, les menulis, membaca dan lain sebagainya.
Mereka mengatakan itu sudah tuntutan jaman. Oh ya…. jaman yang mana? Dan tuntutan seperti apa persisnya? Pernahkah anda secara serius memikirkan apa yang sebenarnya dituntut oleh anak-anak kita? Dan apa yang sebenarnya dituntut oleh sebuah kehidupan sukses?
Marilah kita lihat sekeliling kita, ada banyak orang yang menguasai bahasa Inggris dengan bagus (apalagi di Inggris dan Amrik sono) tetapi tidak punya pekerjaan. Dan ada banyak orang juga yang hanya lulusan SMU dan kurang bisa bahasa Inggris tetapi sukses luar biasa! Ada banyak sarjana S1, S2 bahkan S3 yang hidupnya biasa-biasa saja.
Apakah artinya itu? Itu semua artinya adalah netral. Kesemuanya itu adalah variabel. Variabel bisa bernilai benar ataupun salah. Seperti x + 2 = 5 akan benar jika x diganti dengan angka 3 dan akan salah jika x diganti dengan angka 4 atau 8. Bahasa Inggris, Mandarin, gelar sarjana, IQ tinggi, masuk sekolah top dan nilai IP tinggi adalah variabel. Tidak menjamin 100% hidup akan sukses!
Lalu apa yang menjadi variabel tetap? Apakah ada? Tentunya ada. Lihatlah kehidupan ratusan milyuner dalam dan luar negeri, pelajarilah dan tariklah kesimpulan adakah variabel tetapnya?
Satu hal pasti yang dimiliki oleh mereka semua adalah konsep diri sehat. Di manakah konsep diri sehat ini tersimpan? Dalam pikiran bawah sadar.
Inilah yang harus kita jaga dalam diri setiap anak. Dengan konsep diri sehat hampir semua hal dapat dilakukan oleh seorang anak yang tumbuh menjadi dewasa. Jika kita berbicara konsep diri sehat kita bicara diri ideal sehat, citra diri sehat dan harga diri sehat. Dan jika kita bicara tiga hal ini kita bicara seorang yang memiliki impian, yang bersedia mewujudkannya dalam kehidupan nyata dengan apapun yang ada di tangannya. Kita bicara mengenai semangat tinggi, keyakinan dan kepercayaan positif, kreativitas tanpa henti, keuletan, keberanian menempuh perjalanan hidup, ketegaran seorang manusia dan kemampuan untuk mempelajari apapun juga yang diperlukan untuk sebuah kesuksesan !!
Apakah konsep diri positif ini bisa dikondisikan? Ya!!! Anda bisa menciptakan kondisi yang mendukung. Caranya adalah dengan memahami bagaimana konsep diri ini tertanam dalam pikiran bawah sadar. Konsep diri tertanam dalam pikiran bawah sadar melalui pengulangan, pengalaman, tradisi dan model dari figur yang memiliki otoritas di mata anak.
Perhatikanlah apa yang berulang kali anda lakukan, ucapkan dan pikirkan terhadap anak-anak. Itulah yang nantinya akan membentuk mereka. Dari bahan dasar ini mereka akan mengembangkan diri mereka melalui pergaulan dengan lingkungan.
Mengapa bayi 1 tahun belajar berdiri dan berjalan? Karena sejak ia bisa menggunakan matanya ia melihat orang-orang di sekitarnya berdiri ditopang kedua kaki dan berjalan. Cobalah anda bayangkan bagaimana jika sang bayi hanya melihat orang merangkak sejak ia bisa menggunakan matanya untuk melihat.
Sejauh apakah pengaruh program pikiran bawah sadar? Program pikiran bawah sadar akan menentukan sukses tidaknya kehidupan seseorang. Dengan cara lain bisa dikatakan kehidupan yang dijalani seseorang adalah perwujudan dari program yang ada di bawah sadarnya dalam tingkat tertentu.
Pastikan bahwa tindakan / perlakuan dan ucapan / perkataan anda ke anak-anak mempunyai pengaruh yang positif bagi perkembangan dirinya. Karena itulah yang akan membentuk dirinya kelak.
Dear Pak Aries,
Terima kasih artikelnya. Saya pernah mencoba melakukan hypnosleep ke anak saya. Berhasil. Namun karena kesibukan, saya minta tolong pada neneknya untuk meneruskan kebiasaan itu. Maklum, namanya juga sudah berumur…sehingga kegiatan itu tidak berjalan kembali. And? back to normal. Apakah program ini harus continuous?
Tentang mengikut sertakan anak kursus bahasa/yg lain, untuk alasan memperkenalkannya (sebagai kegiatan pengisi waktu luang dan sosialisasi ) apakah berdampak positif untuk anak?Karena anak saya walaupun pintu rumah terbuka dan diajak main di luar oleh teman2nya..sangat susah. Memang dia punya banyak mainan di rumah. Di sekolah dia tetap bergaul dan bermain dengan teman2 seperti anak2 lain.
Pak Aries, artikel ini sangat mengagetkan saya, karena baru saja saya mengalami hal sperti ini, anak saya sudah sekolah sejak 1,5th, sekarang dia 2th 9 bln, di sekolah dia bisa mandiri, memang sudah 2x kemandiriannya hilang (minta ditemani di kelas), tapi sekarang sudah tidak. Saya berniat mencoba memperkenalkan dia ke tempat kursus mandarin, ternyata di tempat kursus yg asing bagi dia ini, awalnya dia tidak mau masuk kelas meskipun ditemani, sekitar 45menit kemudian dia mau masuk kelas (tanpa paksaan) tapi minta ditemani, dan saya turuti. Kelihatannya dia enjoy di kelas itu. Padahal itu baru 1x coba, esoknya dia di sekolah kembali minta ditemani di kelas,kemandiriannya hilang lagi, sebetulnya apa yg ada dlm pikirannya? Apakah dia belum cukup mental untuk jadi mandiri sebagai seorang pelajar?
Yaa.. memang anak adalah copy paste nya ortunya….sudah selayaknya kita belajar menjadi ortu yang tepat bagi anak-anak kita.
Saya memiliki pengalaman yang sangat menarik terkait dengan pengalaman bawah sadar seseorang dan dampaknya yang ternyata bisa dirasakan sampai bertahun-tahun kemudian. Ada seorang ibu yg memilii pengetahuan yang banyak dari segi agama maupun ilmu pendidikan. tapi ternyata dalam sikap perilaku kepada anak-anaknya berbede dengan semua pengetahuan yang ia ketahui. ia pun menyadarinya namun mengatakan betapa sulit merubah kebiasaan ini. Sampai pada suatu ketika saya mencoba mengorek pengalaman masa lalunya dan ketika ia bercerita ttg kehidupan masa kecil dididik oleh orang tuanya barulah saya mengetahui sisi gelap kehidupannya. ternyata pengalaman masa lalu lah yang membuatnya ia berperilaku tidak baik kepada anak-ankanya. dan tanpa ia sadari bahwa sebenarnya perilakunya banyak dipengaruhi oleh didikan orang tuanya yang memberkkan model pengasuhan yang tidak baik dan model pengasuhan itu pulalah yang ia terapkan kepada anak-ankany meski dalam bentuk yang tidak percis sama. Ternyata memang kita sebagai orang tua harus sangat berhati-hati terhadap kemampuan pikiran bawah sadar anak-anak kita karena tanpa pernah kita tahu model manakah yang diserap oleh anak kita. jika modelnya baik maka akan kebaikan pulalah yang diwarsikan tetapi jika sebaliknya? Rantai kesalahan itu akan sulit diputuskan.
Iya saya tau tentang alam bawah sadar ini yang saya tidak mengerti berbagai seminar pelatihan dan terapi telah saya jalankan tetapi tetap tidak bisa menghapusnya. Menguranginya mungkin menyembunyikan mungkin tapi menghilangkan tidak mungkin. Mungkin ini bisa diambil analog “autisma” jadi sebangsa cedera otak yang tidak bisa disembuhkan. Bisa dikendalikan tapi juga tidak bisa 100 persen. Bye.