<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.2.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Anak Belajar dari Kehidupan untuk Membentuk Dirinya</title>
	<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/01/29/anak-belajar-dari-kehidupan-untuk-membentuk-dirinya/</link>
	<description>Pusat Pendidikan Keluarga</description>
	<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 13:43:54 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2.1</generator>

	<item>
		<title>By: Sri Mulyani</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/01/29/anak-belajar-dari-kehidupan-untuk-membentuk-dirinya/#comment-796</link>
		<author>Sri Mulyani</author>
		<pubDate>Tue, 21 Oct 2008 03:40:50 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2007/01/29/anak-belajar-dari-kehidupan-untuk-membentuk-dirinya/#comment-796</guid>
		<description>Salam,
Thanks Pak saya selalu membaca artikel yang dikirim ,manfaatnya banyak sekali , selama ini ada kekurangan masalah mendidik anak tapi allahamdulillah adanya artikel yang saya baca menambah pengertahuan saya , oh ya anak saya juga seperti anak Ibu Yulida tapi sekarang seiring tambah usia dia mulai berubah ,sekarang dia kelas dua dan saya selalu mohon sama guru kelas anak saya berbeda dengan yang lain , syukur bu guru mengerti dan anak saya banyak sekali perubahannya setelah kelas dua .
Terima kasih,
Sri Mulyani</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam,<br />
Thanks Pak saya selalu membaca artikel yang dikirim ,manfaatnya banyak sekali , selama ini ada kekurangan masalah mendidik anak tapi allahamdulillah adanya artikel yang saya baca menambah pengertahuan saya , oh ya anak saya juga seperti anak Ibu Yulida tapi sekarang seiring tambah usia dia mulai berubah ,sekarang dia kelas dua dan saya selalu mohon sama guru kelas anak saya berbeda dengan yang lain , syukur bu guru mengerti dan anak saya banyak sekali perubahannya setelah kelas dua .<br />
Terima kasih,<br />
Sri Mulyani</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Linda</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/01/29/anak-belajar-dari-kehidupan-untuk-membentuk-dirinya/#comment-716</link>
		<author>Linda</author>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 02:24:41 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2007/01/29/anak-belajar-dari-kehidupan-untuk-membentuk-dirinya/#comment-716</guid>
		<description>Pak, terimakasih artikelnya. Saya menyadari betul tindakan kita sebagai orangtua akan berdampak pada anak-anak kita baik positif ataupun negatif. Saya ada sedikit pertanyaan, apakah perilaku anak kita juga dipengaruhi oleh sekolah? maksud saya apakah tindakan guru dan juga perlakuan teman-teman akan mempengaruhi perilaku mereka? dan seberapa besar dampaknya? misalkan nama julukan yang diberikan teman teman atau julukan yang diberikan si guru sendiri. Saya punya dua saudara yang di masa sekolah dulu sering dijuluki profesor, sampai sekarang tidak jadi profesor meskipun keduanya pandai. Saya sendiri dijuluki macam macam dari bayi, profesor, ilmuwan, sampai monyet. untungnya saya tidak jadi monyet. juga tidak jadi profgesor atau ilmuwan, tapi ibu rumah tangga biasa yang ngurusi anak dan suami di rumah. sekali lagi terimakasih artikelnya pak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak, terimakasih artikelnya. Saya menyadari betul tindakan kita sebagai orangtua akan berdampak pada anak-anak kita baik positif ataupun negatif. Saya ada sedikit pertanyaan, apakah perilaku anak kita juga dipengaruhi oleh sekolah? maksud saya apakah tindakan guru dan juga perlakuan teman-teman akan mempengaruhi perilaku mereka? dan seberapa besar dampaknya? misalkan nama julukan yang diberikan teman teman atau julukan yang diberikan si guru sendiri. Saya punya dua saudara yang di masa sekolah dulu sering dijuluki profesor, sampai sekarang tidak jadi profesor meskipun keduanya pandai. Saya sendiri dijuluki macam macam dari bayi, profesor, ilmuwan, sampai monyet. untungnya saya tidak jadi monyet. juga tidak jadi profgesor atau ilmuwan, tapi ibu rumah tangga biasa yang ngurusi anak dan suami di rumah. sekali lagi terimakasih artikelnya pak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ratna M.</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/01/29/anak-belajar-dari-kehidupan-untuk-membentuk-dirinya/#comment-583</link>
		<author>Ratna M.</author>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 07:23:08 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2007/01/29/anak-belajar-dari-kehidupan-untuk-membentuk-dirinya/#comment-583</guid>
		<description>Salam,
Saya adalah pembaca setia surat2 anda.
Saya punya masalah. Anak saya berusia 15 tahun, baru masuk SMA klas 1.
Saya selalu berusaha agar anak saya berkata kata positif, tapi kenapa dia selalu berkata kata negatif atau berusaha menyangkal kata2 positif dari saya.Misalnya dia sering mendapat nilai pas pas an untuk matematik.Padahal dia jarang belajar matematik. Saya berkata, kalau kamu sering latihan dan belajar lebih banyak pasti nilaimu akan lebih baik. Dia menjawab, tidak bisa. Ini memang sudah kemampuanku, jadi sudah tidak bisa lebih baik lagi.
Ujian Bahasa Inggrisnya mendapat nilai baik sekali,(96) dan saya bilang kalau kamu belajar lebih banyak lagi pasti kamu bisa dapat 100 seperti yg dapat award itu. Dia menjawab, tidak bisa, aku cuma bisa seperti itu. Bagaimana mengatasi anak yang pesimis?Sepertinya dia tidak berusaha untuk maju, dan tidak suka diberi semangat untuk maju?
Terima kasih sebelumnya.
Dari Ratna M.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam,<br />
Saya adalah pembaca setia surat2 anda.<br />
Saya punya masalah. Anak saya berusia 15 tahun, baru masuk SMA klas 1.<br />
Saya selalu berusaha agar anak saya berkata kata positif, tapi kenapa dia selalu berkata kata negatif atau berusaha menyangkal kata2 positif dari saya.Misalnya dia sering mendapat nilai pas pas an untuk matematik.Padahal dia jarang belajar matematik. Saya berkata, kalau kamu sering latihan dan belajar lebih banyak pasti nilaimu akan lebih baik. Dia menjawab, tidak bisa. Ini memang sudah kemampuanku, jadi sudah tidak bisa lebih baik lagi.<br />
Ujian Bahasa Inggrisnya mendapat nilai baik sekali,(96) dan saya bilang kalau kamu belajar lebih banyak lagi pasti kamu bisa dapat 100 seperti yg dapat award itu. Dia menjawab, tidak bisa, aku cuma bisa seperti itu. Bagaimana mengatasi anak yang pesimis?Sepertinya dia tidak berusaha untuk maju, dan tidak suka diberi semangat untuk maju?<br />
Terima kasih sebelumnya.<br />
Dari Ratna M.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Betty</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/01/29/anak-belajar-dari-kehidupan-untuk-membentuk-dirinya/#comment-581</link>
		<author>Betty</author>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 08:51:39 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2007/01/29/anak-belajar-dari-kehidupan-untuk-membentuk-dirinya/#comment-581</guid>
		<description>Ternyata memang ajaib, tingkah laku kita akan sangat berpengaruh dengan pertumbuhan mental anak kita dimasa depan,  sebetulnya adalah memang orang tualah yg pertama harus belajar memahami diri sendiri dan memperbaiki diri,  dan kita adalah contoh yg paling dekat untuk anak kita sendiri. Terimakasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ternyata memang ajaib, tingkah laku kita akan sangat berpengaruh dengan pertumbuhan mental anak kita dimasa depan,  sebetulnya adalah memang orang tualah yg pertama harus belajar memahami diri sendiri dan memperbaiki diri,  dan kita adalah contoh yg paling dekat untuk anak kita sendiri. Terimakasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mashul</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/01/29/anak-belajar-dari-kehidupan-untuk-membentuk-dirinya/#comment-559</link>
		<author>mashul</author>
		<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 17:16:15 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2007/01/29/anak-belajar-dari-kehidupan-untuk-membentuk-dirinya/#comment-559</guid>
		<description>terima kasih pak Ariesandi dan Sukarto, selama dua bulan ini saya mencoba menerapkan apa-apa yang saya dapatkan dari e-mail anda berdua, dan hasilnya ada perubahan sikap prilaku anak-anak saya menjadi lebih baik dari sebelumnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terima kasih pak Ariesandi dan Sukarto, selama dua bulan ini saya mencoba menerapkan apa-apa yang saya dapatkan dari e-mail anda berdua, dan hasilnya ada perubahan sikap prilaku anak-anak saya menjadi lebih baik dari sebelumnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tiroma</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/01/29/anak-belajar-dari-kehidupan-untuk-membentuk-dirinya/#comment-543</link>
		<author>tiroma</author>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 04:42:04 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2007/01/29/anak-belajar-dari-kehidupan-untuk-membentuk-dirinya/#comment-543</guid>
		<description>Trimakasih artikel sangat bermanfaat bagi saya, terutama belakangan ini saya harus banyak koreksi diri sebagai orang tua, dimana saya punya anak umur 8 thn (kls 2 sd) akhir2 ini tidak mau sekolah kalau tidak saya tungguin, perlu bapak tau selama Ulangan umum saya tungguin disekolah, bahkan kalau saya berangkat kerja dia selalu nangis minta ikut kerja, saya harus gimana ya pa ! 
padahal ditanyain apa ada guru&#38;temannya yg pukul dia hanya geleng2. saya bantuan bapa apa yg harus kulakukan , Terima kasih!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Trimakasih artikel sangat bermanfaat bagi saya, terutama belakangan ini saya harus banyak koreksi diri sebagai orang tua, dimana saya punya anak umur 8 thn (kls 2 sd) akhir2 ini tidak mau sekolah kalau tidak saya tungguin, perlu bapak tau selama Ulangan umum saya tungguin disekolah, bahkan kalau saya berangkat kerja dia selalu nangis minta ikut kerja, saya harus gimana ya pa !<br />
padahal ditanyain apa ada guru&amp;temannya yg pukul dia hanya geleng2. saya bantuan bapa apa yg harus kulakukan , Terima kasih!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kustika</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/01/29/anak-belajar-dari-kehidupan-untuk-membentuk-dirinya/#comment-511</link>
		<author>Kustika</author>
		<pubDate>Thu, 15 May 2008 01:07:27 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2007/01/29/anak-belajar-dari-kehidupan-untuk-membentuk-dirinya/#comment-511</guid>
		<description>bagi kami sebagai orang tua yang baru belajar menjadi orang tua, artikel ini sangat bermanfaat bagi kami. kami ingin anak kami menjadi anak yang bisa nurut dan berbakti pada orang tua. dari artikel ini kami jadi tau bagaimana seharusnya mendidik anak supaya menjadi anak seperti yang kami inginkan...:) makasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bagi kami sebagai orang tua yang baru belajar menjadi orang tua, artikel ini sangat bermanfaat bagi kami. kami ingin anak kami menjadi anak yang bisa nurut dan berbakti pada orang tua. dari artikel ini kami jadi tau bagaimana seharusnya mendidik anak supaya menjadi anak seperti yang kami inginkan&#8230;:) makasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: zidni immawan</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/01/29/anak-belajar-dari-kehidupan-untuk-membentuk-dirinya/#comment-488</link>
		<author>zidni immawan</author>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 01:09:08 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2007/01/29/anak-belajar-dari-kehidupan-untuk-membentuk-dirinya/#comment-488</guid>
		<description>Terima kasih atas kiriman artikel yang sangat bermanfaat bagi saya sebagai bapak dan psikolog.. maaf selama ini belum bisa mengikuti tawaran seminar yang bapak tawarkan kepada kami..Semoga pada kesempatan lain saya bisa mengikutinya...Kapan seminarnya diadakan di Yogyakarta ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih atas kiriman artikel yang sangat bermanfaat bagi saya sebagai bapak dan psikolog.. maaf selama ini belum bisa mengikuti tawaran seminar yang bapak tawarkan kepada kami..Semoga pada kesempatan lain saya bisa mengikutinya&#8230;Kapan seminarnya diadakan di Yogyakarta ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: cs</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/01/29/anak-belajar-dari-kehidupan-untuk-membentuk-dirinya/#comment-482</link>
		<author>cs</author>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 09:46:31 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2007/01/29/anak-belajar-dari-kehidupan-untuk-membentuk-dirinya/#comment-482</guid>
		<description>dear Ibu Yessi,
thanks atas emailnya
untuk mendapatkan DVD tangki cinta Ibu bisa kontak kami di cs@sekolahorangtua.com untuk mendapatkan informasi lebih lanjut
thanks
salam hangat penuh cinta u anda sekeluarga</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dear Ibu Yessi,<br />
thanks atas emailnya<br />
untuk mendapatkan DVD tangki cinta Ibu bisa kontak kami di <a href="mailto:cs@sekolahorangtua.com">cs@sekolahorangtua.com</a> untuk mendapatkan informasi lebih lanjut<br />
thanks<br />
salam hangat penuh cinta u anda sekeluarga</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yessi</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2007/01/29/anak-belajar-dari-kehidupan-untuk-membentuk-dirinya/#comment-465</link>
		<author>yessi</author>
		<pubDate>Wed, 09 Apr 2008 06:07:02 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2007/01/29/anak-belajar-dari-kehidupan-untuk-membentuk-dirinya/#comment-465</guid>
		<description>Sy jg tertarik dg DVD tentang mengisi tangki cinta anak krn sy jg punya pengalaman yg hampir sama dg Ibu Linda dalam menghadapi anak saya, khususnya kecemburuan si sulung terhadap adiknya. Saya tinggal di bandung, mohon informasi dimana bisa mendapatkan DVD tersebut di Bandung</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sy jg tertarik dg DVD tentang mengisi tangki cinta anak krn sy jg punya pengalaman yg hampir sama dg Ibu Linda dalam menghadapi anak saya, khususnya kecemburuan si sulung terhadap adiknya. Saya tinggal di bandung, mohon informasi dimana bisa mendapatkan DVD tersebut di Bandung</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
