Phone : 031-71559997, 031-5941439
SMS : 0819807601 (Jam Kerja)
Email : cs@sekolahorangtua.com
Posted by
Karena ini adalah newsletter HypnoParenting Anda yang pertama maka hari ini kita mencoba menjelaskan apa itu HypnoParenting. Sehingga tidak timbul perbedaan persepsi tentang ‘makanan’ apa ini
Hypoparenting terdiri dari 2 kata dasar yaitu hypnosis dan parenting. Marilah kita bahas satu persatu secara singkat sehingga makna dari hypnoparenting dapat dimengerti dengan benar. Hipnosis di Indonesia masih dianggap sebagai satu hal yang dipenuhi misteri. Masih banyak yang beranggapan bahwa hypnosis melibatkan kuasa kegelapan, atau suatu bentuk praktek supranatural. Oleh karena itu tidak sedikit juga orang yang percaya bahwa hal yang berbau hipnosis harus dijauhi atau dihindari.
Ada juga yang berpendapat bahwa subyek yang dihipnosis tidak bisa mengontrol pikirannya sendiri dan dalam kondisi yang sepenuhnya tidak sadar. Atau bahkan ada juga yang mengatakan bahwa kalau sering dihipnosis akan lupa ingatan dan mudah dipengaruhi oleh orang lain, atau bahkan mudah dimasuki ”roh halus”. Baiklah sekarang kita akan membahasnya.
Pertama kali yang perlu diketahui adalah di dunia ini terdapat dua aliran besar hypnosis yaitu aliran Timur dan Barat. Pada aliran Timur memang banyak dijumpai hal-hal yang bersifat mistis atau ”magis”.Sedangkan pada aliran Barat dipengaruhi oleh teori-teori mengenai pikiran dan struktur bahasa. Hypnosis yang akan diulas di sini menganut aliran Barat. Jadi semuanya berdasarkan penelitian ilmiah dari para pakar yang berasal dari dunia kedokteran dan psikologi.
Fenomena hypnosis kita alami setiap hari. Pernakah Anda melihat film yang mengharukan hingga menangis? Anda larut dalam film itu sehingga seakan-akan menjadi sesuatu yang nyata. Itulah hypnosis. Contoh lainnya adalah bayangkan sebuah jeruk lemon yang sangat segar di depan anda. Bayangkan jeruk tersebut dibelah jadi 2 bagian dan kemudian dikucurkan ke dalam mulut. Bagaimana reaksi tubuh anda? Adakah pengaruhnya? Apakah air liur anda menjadi lebih encer? Jika anda perhatikan jeruknya kan tidak ada, hanya imajinasi saja bukan? Tetapi mengapa tubuh kita bereaksi dengan cara yang sama ketika jeruknya benar-benar ada? Itulah hypnosis. Otak kita menangkap gambaran mental dari jeruk lemon. Dan ketika kita melakukannya dengan penuh perasaan dan konsentrasi maka otak menganggap hal itu adalah suatu kenyataan dan memerintahkan tubuh untuk bereaksi dengan cara yang sama saat kita dulu berhadapan dengan jeruk lemon yang sesungguhnya.
Satu syarat penting yang harus ada di sini adalah bahwa anda harus pernah punya pengalaman dengan jeruk lemon dulu sebelumnya sehingga bisa membayangkan dengan detail. Jika anda belum pernah melihat jeruk lemon sebelumnya maka sugesti di atas tadi tidak akan berhasil.
Tidak ada hal berunsur ”magis” atau ”mistis” bukan? Untuk memahami fenomena jeruk lemon di atas maka kita harus mengerti cara kerja pikiran. Apa maksudnya? Maksudnya kita harus mengerti bagaimana pikiran memproses stimulasi dari luar (dalam hal ini berupa kata-kata ) menjadi suatu gambaran mental berdasarkan informasi yang sudah ada di memori pikiran sebelumnya. Dengan pemahaman di atas maka kita sekarang akan menyadari bahwa semua proses pemasukan informasi ke dalam pikiran adalah suatu proses hypnosis.
Nah sekarang apa itu Parenting? Parenting adalah segala sesuatu yang berurusan dengan tugas-tugas orangtua dalam mendidik dan membesarkan anak. Tugas kita sebagai orangtua dalam mendidik dan membesarkan anak sebenarnya sangat berat dan penuh liku-liku tantangan. Sayangnya kita hanya berbekal pengalaman sebagai seorang anak yang dulunya dididik dan dibesarkan oleh orangtua kita. Sebagian besar pola asuh dan pola didik orangtua kepada kita akhirnya mewarnai tugas kita sebagai orangtua.Kita memperlakukan anak kita sebagaimana orangtua memperlakukan kita dulunya. Seharusnya kita harus memperlakukan anak sebagaimana kita dulu ingin diperlakukan oleh orangtua kita. Dengan begitu kita bertindak atas dasar perasaan seorang anak. Bukan atas dasar perasaan kita sebagai orangtua. Karena apa yang kita anggap baik belum tentu seperti yang diinginkan oleh anak kita secara pasti. Dengan kata lain kita bertindak atas dasar persepsi kita sendiri bukan dari persepsi seorang anak.
Oleh karena itu dengan hypnoparenting kita berusaha mempetakan dan membuat sistemasi atas segala hal yang berhubungan dengan tugas kita sebagai orangtua ditinjau dari sudut pandang cara kerja pikiran dan pengaruhnya terhadap masa depan seorang anak. Mengapa kita meninjaunya dari sudut pandang cara kerja pikiran? Karena segala sesuatu berakar dari pikiran. Manusia, anak-anak sampai dewasa, melakukan segala sesuatu karena punya pikiran. Segala hal tentang teori pertumbuhan dan perkembangan anak tak akan berhasil jika kita gagal memahami cara kerja pikiran. Satu hal sederhana? Mengapa seorang bayi belajar berjalan? Karena ia melihat semua orang dewasa di sekitarnya berjalan tegak dengan kedua kakinya. Bukan karena umurnya memang mengijinkan dia untuk berjalan. Jika selama 5 tahun pertama hidupnya bayi hanya melihat orang di sekitarnya merangkak maka ia pasti akan merangkak juga. Tidak akan pernah berjalan tegak. Inilah mekanisme hypnosis yang paling sederhana. Kita telah mempengaruhi seorang bayi dengan contoh nyata bahwa suatu hari ia akan berjalan juga sebagaimana kita orang dewasa. Hal ini ditangkap oleh otak bawah sadarnya dan diproses sampai suatu saat si bayi mulai mencoba untuk berdiri tegak dan berjala. Tetapi karena tulangnya belum kuat maka ia akan terjatuh. Tetapi karena kita sugesti, ”Ayo coba lagi. Berdiri lagi sayang kamu pasti bisa” maka ia akhirnya bisa berjalan. Bayangkan apa yang akan terjadi jika sugestinya, ”Alaaa percuma kamu tidak akan bisa. Sudahlah duduk aja tidak usah berdiri atau berjalan” , apakah si bayi akan bisa berjalan? Tentu tidak.
Jadi semoga sekarang anda telah mengerti apa itu HypnoParenting dan bagaimana aplikasi sederhananya.
Wish you become the best parents in the world !
Ariesandi & Sukarto
Matur nuwun sanget,terkadang kita mengebu nbebu usaha supaya anak kita lebih bagus dengan yang lain sampai sampai bingung ,dengan pendidikan ini saya harapkan bisa lebih gampang lagi menerapkan pendidikan ke anak sesuai yang kita kehendaki dengan tidak harus marah marah terima kasih masukanya..
Dear Pak Ariesandi & Sukanto,
Terima kasih banyak atas kiriman emailnya… setelah aku baca ternyata sebagai orangtua harus buanyaaak belajar ..khususnya menahan emosi..he..he…mudah-mudahan kami bisa menjadi ” good parenting” ….
Salam,
youme
Dear Mr.Ariesandi dan Mr.Sukarto !
Thanks banget atas semua emailnya yg.luar biasa untuk menambah pengetahuan tentang HypnoParenting, untuk diketahui dr.awal membaca email ini buat sy.tdk.ada kesan magis atau mistis dr.kata2 HypnoParenting , yg.ada hanya bgmn cara mendidik anak yang baik dgn bekal yg.sederhana yg.kita punyai. Saya sangat tertarik dgn.kalimat kita memberlakukan anak kita sebagaimana ortu memberlakukan kita dulu. dan betul sekali ini sangat kental sikap yg.sering kita lakukan terdhp anak kita. dan jarang kita dpt.melakukan anak sbgimana kita dulu ingin diperlakukan oleh ortu kita. Sebagai ibu sering hal ini ingin sy.lakukan, tetapi sbgi ortu sayq tdkmendidk sendirian, tentu dgn,suami tercinta.
Masalahnya jika suami kental sekali melakukan cara yg.dilakukan ortunya dimasa lalu, maka sulit sekali bg.saya utuk.melakukan anak sbgimana kita dulu ingin diberlakukan oleh ortu kita. Jadi sebenarnya masalah terbesar yang saya hadapi bukan semata2 apakah “Anak2 yang bingung” tetapi kita pun sbgi ortu belum kompak utk.menerapkan apa2 yang terbaik yg.kita punya buat anak2kita. Dan buat sy.kekompakan ini yg.tersulit. Karena saya ingin anak2saya kelak sukses tanpa ada paksaan dari kita ortunya.
Mohon saran dari Bapak2 untk membuat kompak kita sbgi ortu.
Sbgi catatan suami saya keras sekali dgn kemauannya.
Terima kasih atas pengetahuannya tentang Hypnoparenting semoga kami bisa menjadi orang tua yang lebih baik dan selalu berpikir positif terhadap sifat dan perilaku anak. Oh ya apakah hypnoparenting bisa diaplikasikan kepada anak SN atau orang tua yang punya anak SN.
-salam hangat-
Saya sependapat bahwa kita harus mendidik dan membuat hubungan yang baik dengan anak2. Informasi lain yang saya harapkan adalah bagaimana agar anak dapat menyikapi masyarakat sekitar dengan baik pula. Misalnya bagaimana menghadapi adik yg nakal, guru yang tidak disukai, teman yang suka maksa dan main “palak”, tante yg cerewet, pembantu yang malas, tetangga yang suka mengganggu dsb. Terima kasih.
Dear Ibu Hj.Husnul,
Secara umum Hypnoparenting bisa diaplikasikan untuk semua anak walau untuk kasus tertentu memang perlu pendalaman lagi.
Salam hangat
sangat bagus sekali, tolong artikel yang lainnya lo
weh mantap, kutunggu yang lain, untuk anak-anak bangsa
Dear Bp. Ariesandi
Pertama kali saya baca tentang hynoperenting dari teman di milis saya langsung tertarik langsung searcing, begitu saya baca newslattersnya sangat bagus kepingin tau banyak lagi apalagi saya berminat sekali membeli CD/DVD klo bisa sich kita bisa pesan on line sehingga ga perlu telp2 lg.
sdkt ttg saya : saya mempunyai anak laki2 5 th dan perempuan 1 th, yg laki2 ini yg susah sekali berkonsentasi dlm belajar sehingga di tkny kadang dia ketinggalan yg lain sdh selesai dia blm kadang sy marah besar menghukum dia tp sy juga lunak suka membelikan main keinginan dia sering jg saya ajak jalan berdua ke mall dia bermain sepuasnya disana tp stlh itu dia malah byk maunya dan tambah kolokan saya jadi binggung hrs bgmn klo saya marah pasti deh dia bilang mama ga sayang aku, wah klo dah gitu saya lgs lunak blg kedia ga mungkinlah mama ga sayang kamu…
tolong pak saya butuh bimbingannya bgmn menjadi orang tua terbaik bagi anak saya
Mohon informasi tentang produk or seminar yang mungkin di adakan di Jakarta (yg kmrn diadakan sdh telat sy lihatnya klo bs dipusat kota ya … ky di thamrin or sudirman)
maaf kepanjangan ya pak …. terima kasih
sukses bt hynoperentingnya kami menunggu newslatters lainnya.
Terima Kasih utk Bpk2 berdua…
Tadinya sy jg menganggap Hypnosis itu mengandung semacam unsur sihir/magis..tp stlah bpk2 menjelskan sedemikian rupa trnyata kehidupan sehari2 kita ga lepas dr Hypnosis tadi..hehehe..
Kebetulan sy memiliki 2 org anak, yg prtama laki2 umur 3th 8bln dan yg kedua perempuan umur 1th 8bln..sy akan bicarakan dan mencoba utk menjelskan dgn suami ttg Hypnoparenting ini dulu dan kemungkinan akn kami coba praktekkan ke anak2..krena anak2 sy bisa dibilang golongan anak2 yg trlalu aktif.
Thanks a lot and Gbu!
Yth. Pak Ariesandi dan Sukarto,
Trims untuk newsletter pertamanya. Saya setuju bahwa kita sebagai orang tua seharusnya belajar untuk melihat suatu masalah dari sudut pandang anak yang dalam beberapa hal menunjang suksesnya pendidikan anak. Hal ini perlu agar kita tidak terjebak untuk mengulang kesalahan orang tua kita dahulu dalam mendidik kita. Akan tetapi, tanpa disadari kita seringkali mengulangi pola orang tua mendidik kita yang pada beberapa hal tidak baik bagi pendidikan anak kita. Bagaimana cara mengatasinya Pak?
Salam,
Ita
Salam kenal,
Thank’s buat newsletternya,memang seharusnya informasi hypoparenting ini kita sebarluaskan kepada seluruh orangtua yang kebanyakan dari kita minim akan informasi bagaimana seharusnya para orangtua dalam hal mendidik dan mengasuh anak-anak mereka, sehingga kita mengulangi lagi cara-cara orangtua kita dulu mendidik kita. Sekali lagi saya ucapkan banyak terima kasih dan saya tunggu newsletter berikutnya.Dan jika ingin menjadi members bagaimana?Thank’s
Thnx bngt!! Info”nya sungguh bnyk membantu sy. Sy jd bnyk tau. Usul sy, kalo bisa artikelnya ditambah / diganti per 3 hr. Spy slalu ada yg baru. Biar ga bosen gitu lho Pak!
Dear Bapak Ariesandi dan Sukarto
Thank you very much for first newsletter. Senang sekali saya bisa mendapatkan newsletter pertama saya. Saya baru tahu ternyata selama ini saya salah mendidik anak2. Saya punya 2 anak, mereka sudah sekolah. Yang pertama perempuan duduk dikelas 1 SD, dan yang laki2 duduk di TK 0 besar. Selama ini saya dan suami mendidik anak terlalu keras. Segala sesuatu harus dilakukan dengan sempurna. Sampai2 sekolah pun harus mendapatkan nilai yang sempurna. Saya mendidik anak2 seperti orang tua saya dulu mendidik saya. Saya pikir hal demikian akan membuat mereka sukses seperti saya. Setelah saya membaca newsletter dari Bapak, saya maluu sekali. Ternyata saya harus belajar banyak dari Bapak berdua. Thank you again, Sir. I’m very glad reading your newsletter. Tapi ada satu pertanyaan, pak. Kedua anak saya suka menghisap jari kalo tidur. Apa yang harus saya lakukan untuk membuat mereka tidak menghisap tangan. Ini terjadi sejak mereka masih bayi sampai sekarang. Please give me for the solustion and Thank you again. God Bless you.
Terima kasih atas artikel2nya, ini merupakan pengetahuan baru bagi saya dan istri. Dari artikel2 bapak membuka pikiran kami tentang betapa pentingnya pengetahuan tentang pendidikan anak bagi orang tua karena segala tindakan orang tua sekecil apapun akan berpengaruh terhadap perilaku anak. Pernyataan bapak dalam artikel ini “seharusnya kita harus memperhatikan anak sebagaimana kita dulu ingin diperlakukan oleh orang tua” tidakkah berarti itu memanjakan anak? menurut pandangan saya seorang anak kecil belum memiliki pandangan yang khusus tentang apa yang dia inginkan, kitalah sebagai orang tua yang harus mengarahkan agar keinginan anak-anak diselaraskan dengan keinginan orang tua, karena pada dasarnya semua orang tua menginginkan kebaikan bagi anak2nya. Mohon penjelasannya pak. Terima kasih
Dear P Budi,
Thanks atas perhatiannya. Sebuah pertanyaan BAGUS!
Pertanyaan P Budi adalah pertanyaan banyak orangtua dan juga pertanyaan saya sendiri dan istri sewaktu kami dikaruniai anak. Namun sejalan dengan banyaknya konsultasi yang saya berikan untuk para orangtua saya jadi yakin dengan apa yang saya sampaikan.
Satu hal perlu digarisbawahi, dengan tinta merah kalau perlu, bahwa memerhatikan/memahami anak tidak sama dengan menuruti segala keinginannya atau bahkan memanjakannya. Memerhatikan atau memahami anak juga tidak berarti lemahnya disiplin. Justru dengan memerhatikan dan memahami anak kita bisa memilih metode disiplin yang tepat, memilih cara komunikasi yang pas dan mengarahkan sikap dan perilakunya sesuai dengan sifat keunikan si anak.
Penjelasan detail tentang hal ini ada dalam DVD Tangki Cinta (3jam) dan DVD Rahasia Orangtua Efektif yang Profesional dalam Mendidik Anak (3jam)
Salam hangat untuk anda sekeluarga
Terima kasih banyak pak aries, hari ini saya mendapatkan artikel yang berguna. saya pernah menjadi orang tua tunggal selama 7 tahun membuat saya bingung bagaimana saya membesarkan si sulung saya yg dulu tinggal dengan ibu saya. namun setelah keluarga saya utuh kembali, saya skrg sudah punya 2 anak dan si sulung sudah berusia 10 tahun, saya merasa bingung bagaimana cara memulai mendidik dan mengajari si sulung ini walaupun menurut orang lain dia sangat sopan dan baik tapi ada beberapa hal yang menurut saya sebagai orang tua saya harus BELAJAR dan belajar.
Artikel ini sangat membantu saya pak. memulai dengan teladan itu yang saya dapat dari artikel ini dan memberi kata2 yang bijak.
thanks
terima kasih banyak atas informasinya
K e p a d a
Yth, Bp. Ariesandi & Sukarto
Assalamualaikum,
Newsletter sudah saya terima, terima kasih.
Saya ingin mengetahui “persepsi seorang anak”, apakah persepsi anak selalu benar? misalnya maunya nonton tv aja, hujan-hujanan.
Wassalam, Wr.Wb.
Yayat Hidayat
saya sangat terkesan dgn newsletter yg anda kirimkan. saya setuju dgn opini yg terdpt dlm newsletter tsb bhw sbg ortu srgkali saya mengadopsi pola didik ortu utk mendidik anak2 saya skrg ini. akan tetapi pak, sbg manusia biasa alam bawah sadar saya srgkali melakukan hal2 yg sebenarnya tdk dikehendaki oleh anak2. Entah luapan emosi krn lg capek pulang kerja, kmd anak bertengkar shg makin meledaklah saya! apakah dlm hypnoparenting jg diajarkan cara pengendalian emosi bagi ortu2? saya sangat tertarik utk mempelajarinya. trm kasih
terima kasih terima kasih terima kasih Ariesandi & Sukarto, anda mengirimkan sesuatu yang sangat berharga (baru satu artikel saya telah mendapat 2 pemahaman yang tak terpikirkan oleh saya) dengan bahasa yang mudah dipahami dan sangat rational semoga Allah memberikan kesehatan untuk anda. saya nantikan untuk artikel selanjutnya
salam
erlan
Mohon Bantuan !
dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada sekolah orang tua saya mohon bantuanya,
kemaren sawa mendapatkan tawaran menjadi member sekolah orang tua, setelah saya baca dan saya tertarik dengan membayar 900 ribu / 6 bulan kita mendapatkan banyak ilmu.
kesedihan muncul dalam diri saya karena form itu terdelet. dan data saya hilang. apakah sayamasih bisa ikut serta menjadi angota atau member sekolah orang tua ?
terima kasih atas masukannya
terima kasih atas newsletter yang dikirim.
Saya sangat senang dengan adanya berbagai macam program parenting. Memang benar, pada kenyataanya saat ini masih banyak orang tua yang mengasuh dengan cara yang tradisional, mereka menerapkan pengasuhan sama seperti bagaimana mereka diasuh. program parenting sangat bagus bagi orang tua sekarang, karena dengan pengasuhan yang benar, anak akan dapat berkembang secara optimal.
terima kasih yang tak terhingga.
tak sabar saya menantikan newsletter berikutnya.
Terima kasih atas infonya, sangat berarti buat saya. saat ini saya memiliki 5 anak , tapi tdk tahu banyak bagaiamana memberikan yg terbaik untuk anak2 saya. Tak sabar menantikan newsletter berikutnya
Salam Pak Ariesandi dan pak Sukarto,
Terimakasih untuk kiriman nesletternya, dan saya tunggu newsletter berikutnya.
Terimakasih E mail nya, sangat berarti buat saya yang memiliki anak 3 semuanya laki-laki,anak I kelas 2 smp,ke-2 kelas 5,anak ke-3 kelas 3,saya suka bingung dan kadang temperamen menghadapi anak-anak.mudah2an saya banyak belajar dari HypnoParenting
Trimakasih banyak,Pak Aries..Pak Sukarto
artikelnya mudah difahami,kebetulan saya lagi pingin belajar hypnosis,sempat nyari bukunya di gramedia beberapa waktu lalu,dapat self hypnosis,hypnoparenting belum..
Sekalilagi terimakasih
saya dapat pencerahan,saya harus belajar banyak untuk bisa mengasuh anak anak
Dear pak Aries.
Edisi 01 sudah saya terima, Terima kasih. Kami akan belajar mengasuh anak sesuai yang mereka inginkan. Cara deteksi yg benar keinginan mereka?
Oh ya pak, saya tahu tentang “sekolah orang tua” dari Smart FM FM saat bapak bedah buku “rahasia mendidik …..”
Terima kasih.
Dear sekaloh orang tua
Karena informasi yg ada di sini menrt saya sangat bermanfaat, bolehkah saya duplikasikan ke kerabat, saudara tanpa ada tujuan komersial sama sekali. Terima kasih.
Gak salah saya mendaftarkan diri untuk menerima newsletter dari Anda
Informasinya bermanfaat sekali, berhubung saya sedang mencari banyak informasi untuk kami sebagai orangtua yang ada niatan ingin memberikan pendidikan dan bimbingan kepada anak kami yang masih balita di rumah tanpa harus ke sekolah, Karena saya pikir sebaiknya kalo memang sudah cukup umur saja seperti masuk SD begitu, baru akan disekolahkan
Oh iya pak..apakah ada informasi lebih mendalam tentang homeshcooling? Sepertinya berkaitan juga dengan informasi hypnoparenting
Salam kasih dari Manado
Dear Pak Aries,
Terimakasih banyak untuk rublik ini, sangat berguna dan berarti untuk kami yang sedang belajar menjadi ortu yang baik. Sebenarnya juga minat saya mendalami psikologi ( termasuk untuk anak juga ), sedang mencari2 bagaimana caranya belajar tanpa kuliah dalam arti harus meninggalkan anak lagi, sedangkan saya masih bekerja juga.
Ternyata di sini saya juga dapat belajar dari berbagai disiplin ilmu, termasuk psikologi ya.
Hm.. betul juga, saya kira hypnosis itu berhubungan dengan mistis, tapi ternyata memang ilmiah.
Doakan saya bisa mengikuti bimbingan ini.
Ternyata benar, kalau ortu panik, khawatir, anak juga khawatir.
Saya coba ikuti saran Pak Aries ini, kemarin anak saya ulangan, saya hanya santai saja, dengan cara belajar yang berbeda, kalau anak malas, tinggal dulu belajarnya, main2 dulu, santai, ternyata anak juga belajarnya santai dalam arti tidak tegang dan stress, dan cepat ingat, hasil ulangannya juga meningkat dibanding si anak belajar ngotot.
Hm…
Thanks ya Pak, … salam
Terima kasih atas artikel hypnoparenting, sangat menarik sekali untuk di ketahui para orang tua, krn cara mendidik anak sekarang dgn pada waktu saya kecil dulu beda. Saya ingin sekali mendapatkan artikel2 menarik lainnya yang sangat saya butuhkan saat ini dimana anak saya karena sering di marahi papahnya (stroke) jadi minder, takut dan kurang percaya diri. Bagaimana pemecahan masalah seperti ini ?
Atas jawaban dari Bapak Ariesandi & Sukarto, saya ucapkan banyak terima kasih .
Terima kasih atas news letternya. Pak Aries, bagaimana menerapkan ilmu yang menurut saya baru ini dalam keseharian bersama anak – naka ? Modal ketrampilan apa yang dibutuhkan kami para orang tua ? Adakah kajian yang lebih lengkap tentang hypnoparenting ini ?
Dear Ibu Rahma,
Ibu bisa memelajari lebih jauh tentang Hypnoparenting di buku terbaru saya “Rahasia Mendidik Anak agar Sukses dan Bahagia :tips praktis dan teruji melejitkan potensi anak” . Di buku itu saya sharing pengalaman menangani para klien dan menggunakan berbagai teknik terapi yg sederhana. Tekniknya juga saya tuliskan di buku itu.
Selain itu ada juga berbagai DVD tentang hal itu. Silakan lihat di sekolahorangtua.com
salam hangat
Ruarrrr biasa……ilmiah, praktekable dan membumi. Inilah kondisi keluarga pada umumnya; inkonsistensi, miskomunikasi dan enggan untuk memulai sesuatu yang baru. Saya sudah mengetahui tentang hypnosis sejak akhir tahun lalu, dari buku pak adi gunawan dan buku pak ariesandi. Saya sangat antusias dengan topik hyponisis ini. Saya sudah mendiskusikannya kepada beberapa orang, hasilnya 50/50 ada yang tertarik dan ada juga yang apatis. Saya sendiri sedang dalam proses melakukan hypnoparenting yang positif bagi keluarga. Saya yakin kalau sebagian besar keluarga di Indonesia menghipnosis keluarganya dengan segala hal yang posiitf dan konstruktif, maka akan terbentuk keluarga yang hebat, dan akhirnya bangsa yang hebat. Maju terus….demi pengembangan dan kemajuan diri, kemajuan keluarga dan kemajuan bangsa Indonesia.
Dear…
Terima Kasih atas informasi mengenai hypnoparenting.
Saya percaya, jika kita sebagai orangtua memahami betul mengenai hypnoparenting dan bisa mempraktekkan ke anak kita, maka kita bisa menjadi orang tua yang terbaik utk anak kita.
Kalau boleh saya tanya, apa benar hypnoparenting sama saja dengan memberikan sugesti positif kepada anak? Karena pada waktu saya hamil, saya belajar mengenai hypnobirthing yg intinya memberi sugesti positif thd diri sendiri yg akhirnya akan berpengaruh pada janin dan proses kelahiran. Dan Alhamdulillah proses kelahiranku berjalan normal dan mudah dg mempraktekkan hypnobirthing dan berkat Ijin Allah SWT tentunya.
Terima Kasih dan maaf kalau terlalu panjang.
Salam, Novara
Terima kasih atas newsletter nya. Program ini sangat penting. Saya pernah melakukan riset Pengaruh Parenting Styles terhadap Defisit Karakter pada Anak-Anak di Madura dan di Banjar. Riset tsb memang membuktikan, meskipun anak-anak di etnis tsb cukup gizi dan sehat (tumbuhnya normal), tetapi kembangnya (kecederdasan emosional, sosial, dan spiritualnya) tidak bagus. Menurut saya, fenomena Lost Generation lebih parah bila disebabkan oleh rendahnya potensi perkembangan daripada pertumbuhannya. Dan sebab utamanya adalah unhealthy parenting. Trims
Mas Ariesandi,
terimakasih atas ilmu yang telah dibagikan. Saya telah membaca buku Hypnoparenting dan sekarang sedang merampungkan buku Mas Aries yang terbaru. Saya tertarik untuk belajar hypno lebih jauh, tapi saya belum mengetahui petanya. Apakah ilmu ini bisa dipelajari secara otodidak? terima kasih.
Terima kasih Bapak, atas Newsletter edisi 01 yang dikirim kepada saya tentang Hypnoparenting yang sangat berguna bagi saya dan coba saya praktekan untuk mencari kesamaan persepsi dengan anak yang beranjak remaja.Saya menanti kelanjutan materi-materi yang lain.
Terima kasih banyak atas newsletter bapak. Mudah2an info2 berikutnya lebih menarik dan membantu para orang tua mewujudkan generasi yang tangguh (mental, spiritual dan fisik). Info2 ini akan membantu saya dalam mendidik anak saya yang kedua yang InsyaAllah lahir bulan maret 2009 nanti. Semoga anak saya yang kedua lebih baik dari anak pertama (alhamdulillah anak pertama saya cukup baik) tapi mdh2an yang kedua lebih baik lagi. Mohon doanya ya pak. Dan mdh2an bapak berdua senantiasa bersedia membimbing saya dalam mendidik anak2. Sekali terima kasih, semoga bapak2 mendapat balasan yang setimpal dari Allah s.w.t. Amin.
Dear P.Ariesandi
Thanks atas newsletter Hypnoparenting ternyata mendidik anak banyak yang belum saya ketahui, ini sangat berguna sekali menambah wawasan saya .
Pak Ariesandi bolehkan saya bertanya tentang anak hiperaktip ,ini maaf lho pak kalau bisa tapi kalau juga ngak apa-apa .
Sekali lagi makasih banget newsletter .
sangat menarik…tetapi saya ragu dalam prakteknya karena biasanya kendala itu tidak hanya satu macam tetapi beragam…bagaimana pak? saya tertarik tetapi tidak tahu harus bagaimana untuk memulai …
pak Ariesandi dan pak Sukarto ybk, terima kasih untuk informasinya tentang hypnoparenting. saya memang baru pertama kali bergabung dan mendapatkan penjelasan tentang hal ini.saya senang sekali karena mendapatkan respon yang baik dari bapak berdua, mudah-mudahan kedepannya saya bisa mendapatkan informasi yang lebih banyak lagi sehubungan dengan permasalahan yang kami hadapi sebagai orang tua. untuk pak ariesandi,maaf kalau pertanyaan saya kemarin agak melenceng sedikit dari pokok persoalan yang mestinya dibahas dlm hypnoparenting ini. tetapi terimakasih karena saya diberikan solusi yang baik oleh bapak. salam..
Terima kasih banyak untuk info lebih jelas tentang hypnoparenting.
Mudah-mudahan akan lebih banyak lagi informasi lainnya yang bermanfaat untuk saya. Saya tunggu newslatter berikutnya…
setelah saya membaca Newsletter Hypnoparenting edisi #01 ini, saya tersadar dan ya betul sekali saya hrs menyelami pemikiran anak saya sbgmn saya masih spt anak saya. sy menginginkn pola pendidikan saya sukses & effektif. sejak saya membaca buku pak aries dan ikut anggota Hypnoparenting dan suka baca http://www.sekolahorangtua.com saya tambah yakin kelak mudah2an saya jadi orang tua sukses ngedidik anak, menjadi dirinya sendiri.
saya merasa menjadi org tua yg bruntung
dan sy mrasa stlh membaca tulisan ini “anak saya adalah anak yg bruntung” krn diddik dgn arhn org tua yg slalu hrs bljr mendidiknya, thx p aries atas pelajarannya yg tlh mmbk pikiran sy.
salam kenal. hari ini saya baru dapat newletter 01 tentang hipnoparenting. Penjelasannya singkat padat tapi mudah dipahami. Terima kasih sebelumnya karena materi ini bisa menjadi bekal yang sangat berarti buat saya ke depannya. Tapi kalau boleh bertanya, saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan yang mungkin kurang berhubungan dengan hipnoparenting :
Dalam hipnosis dijelaskan bahwa seseorang baru bisa terhipnosis apabila pikiran bawah sadarnya merespon. pertanyaannya, dimanakah letak pikiran bawah sadar ini ? Apakah di otak seperti pikiran sadar atau merupakan istilah seperti halnya istilah untuk hati, (bukan hati dalam arti sebenarnya yang ada di dalam tubuh) ?
setelah membaca artikel ini akhirnya kusadari bahwa sebagai orang tua aku masih banyak kekurangannya, ingin rasanya aku memeluk dan mencium anakku tanpa harus dipinta, ya Tuhan ampunilah aku ternyata kepandaianku tidak bisa aku pakai untuk mengerti hati seorang anak yang kau titipkan kepadaku,mulai sekarang aku ingin menjadi orang tua yang mudah memahami perasaan bukan dipahami. mulai sekarang aku mau me…. bukan di…….. dalam segala hal, Amin
menjadi orangtua sungguh penuh tantangan. dan kita harus belajar sungguh-sungguh menjadi orangtua yang baik