<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.2.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Mendidik Anak Tanpa Kekerasan</title>
	<link>http://www.sekolahorangtua.com/2006/10/03/mendidik-anak-tanpa-kekerasan/</link>
	<description>Pusat Pendidikan Keluarga</description>
	<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 04:20:11 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2.1</generator>

	<item>
		<title>By: Aulia Muttaqin</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2006/10/03/mendidik-anak-tanpa-kekerasan/#comment-907</link>
		<author>Aulia Muttaqin</author>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2008 05:47:50 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2006/10/03/mendidik-anak-tanpa-kekerasan/#comment-907</guid>
		<description>&lt;p&gt;Senang bisa menemukan website ini. Ide yang sangat bagus ttg parenting school. Membangun bangsa memang berawal dari rumah. Bahkan lebih dini lagi, sebenarnya dari KUA.&lt;br /&gt;
Para calon orang tua itulah yang menjadi sasaran memutus mata rantai "ketidak pahaman" ttg pentingnya pengetahuan psikologi anak. Usia emas bahkan ketika masih tahap embrio, bagaimana orang tua harus selalu menjaga "suasana hati" sang bunda agar selalu harmoni. Sukses ..!!&lt;br /&gt;
Nb. Minta ijin copy materinya untuk di share di blog saya ya pak.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Rgds&lt;br /&gt;
A. Muttaqin&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Senang bisa menemukan website ini. Ide yang sangat bagus ttg parenting school. Membangun bangsa memang berawal dari rumah. Bahkan lebih dini lagi, sebenarnya dari KUA.<br />
Para calon orang tua itulah yang menjadi sasaran memutus mata rantai &#8220;ketidak pahaman&#8221; ttg pentingnya pengetahuan psikologi anak. Usia emas bahkan ketika masih tahap embrio, bagaimana orang tua harus selalu menjaga &#8220;suasana hati&#8221; sang bunda agar selalu harmoni. Sukses ..!!<br />
Nb. Minta ijin copy materinya untuk di share di blog saya ya pak.</p>
<p>Rgds<br />
A. Muttaqin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: gamar</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2006/10/03/mendidik-anak-tanpa-kekerasan/#comment-878</link>
		<author>gamar</author>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 02:03:50 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2006/10/03/mendidik-anak-tanpa-kekerasan/#comment-878</guid>
		<description>Salam........
Saya sangat setuju dengan model pendidikan seperti yang ada pada tulisan anda.Karena memang benar anak kita akan menjadi apa,bagaimana karakternya kelak semua tergantung pada model pendidikan yang dia terima pada masa usia emas nya yaitu usia 0 - 7 thn pertama.Segala bentuk pendidikan dan perlakuan yang diterima anak pada usia emas tersebut akan menjadi pijakan kelak anak tersebut akan menjadi apa?Seperti kata Boby De Porter penulis buku quantum teaching yang dikenal dengan rumusnya 3 x 7 = anak ajaib.Itu artinya jika kita ingin punya anak sukses secara keseluruhan maka jangan pernah salah mendidik pada usia 7 tahun pertama dan ke dua karena pada 7 tahun  ke tiganya dia akan menjadi anak seperti yang diharapkan orang tuanya.
Thanks a lot......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam&#8230;&#8230;..<br />
Saya sangat setuju dengan model pendidikan seperti yang ada pada tulisan anda.Karena memang benar anak kita akan menjadi apa,bagaimana karakternya kelak semua tergantung pada model pendidikan yang dia terima pada masa usia emas nya yaitu usia 0 - 7 thn pertama.Segala bentuk pendidikan dan perlakuan yang diterima anak pada usia emas tersebut akan menjadi pijakan kelak anak tersebut akan menjadi apa?Seperti kata Boby De Porter penulis buku quantum teaching yang dikenal dengan rumusnya 3 x 7 = anak ajaib.Itu artinya jika kita ingin punya anak sukses secara keseluruhan maka jangan pernah salah mendidik pada usia 7 tahun pertama dan ke dua karena pada 7 tahun  ke tiganya dia akan menjadi anak seperti yang diharapkan orang tuanya.<br />
Thanks a lot&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Eslo Laudin Manik</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2006/10/03/mendidik-anak-tanpa-kekerasan/#comment-802</link>
		<author>Eslo Laudin Manik</author>
		<pubDate>Fri, 24 Oct 2008 04:03:57 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2006/10/03/mendidik-anak-tanpa-kekerasan/#comment-802</guid>
		<description>Terimakasih atas artikelnya, saya sangat diberkati.  Mendidik anak memang harus kontekstual yaitu sesuai dengan pola anak bukan pola orang tua kita dulu.   

Eslo</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terimakasih atas artikelnya, saya sangat diberkati.  Mendidik anak memang harus kontekstual yaitu sesuai dengan pola anak bukan pola orang tua kita dulu.   </p>
<p>Eslo</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ariesandi</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2006/10/03/mendidik-anak-tanpa-kekerasan/#comment-753</link>
		<author>ariesandi</author>
		<pubDate>Sun, 05 Oct 2008 10:23:49 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2006/10/03/mendidik-anak-tanpa-kekerasan/#comment-753</guid>
		<description>Thanks. Marilah bersama-sama membangun keluarga yang kuat dan sehat demi masa depan Indonesia.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Thanks. Marilah bersama-sama membangun keluarga yang kuat dan sehat demi masa depan Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: prima</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2006/10/03/mendidik-anak-tanpa-kekerasan/#comment-736</link>
		<author>prima</author>
		<pubDate>Sun, 28 Sep 2008 14:59:49 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2006/10/03/mendidik-anak-tanpa-kekerasan/#comment-736</guid>
		<description>Artikel yang bapak sajikan memberi pencerahan, untuk mendidik anak dengan lebih bijaksana tanpa menggurui apalagi dengan kekerasan.Saya dan suami harus belajar  menerapkannya! Apalagi ke-2 anak kami sedang getol-getolnya bereksplorasi.Saya nantikan artikel berikutnya!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel yang bapak sajikan memberi pencerahan, untuk mendidik anak dengan lebih bijaksana tanpa menggurui apalagi dengan kekerasan.Saya dan suami harus belajar  menerapkannya! Apalagi ke-2 anak kami sedang getol-getolnya bereksplorasi.Saya nantikan artikel berikutnya!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rahma</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2006/10/03/mendidik-anak-tanpa-kekerasan/#comment-655</link>
		<author>Rahma</author>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 01:58:16 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2006/10/03/mendidik-anak-tanpa-kekerasan/#comment-655</guid>
		<description>Artikel yang sangat menyentuh. Saya berharap bisa jadi orang tua yang sebijaksana itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel yang sangat menyentuh. Saya berharap bisa jadi orang tua yang sebijaksana itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dedy</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2006/10/03/mendidik-anak-tanpa-kekerasan/#comment-598</link>
		<author>dedy</author>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 02:33:22 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2006/10/03/mendidik-anak-tanpa-kekerasan/#comment-598</guid>
		<description>terima kasih atas kiriman artikelnya, walaupun saya baru bergabung. 
mendidik anak tanpa kekerasan itu memang perlu kesabaran. mendidik anak usia dini berbeda dengan usia anak menginjak dewasa, dan ini memang perlu ekstra kesabaran. usia dini ibarat kertas putih, kalau ditulis dg tinta hitam jadilah hitam, bila biru jadilah biru. usia dini sangat cepat menerima apa yg dilihat dan didengar. jangan menjanjikan kepada anak kalau kita tidak bisa memenuhi janji tsb. jgn berkata bohong kepada anak karena anak akan meniru. 
teriama kasih atas artikelnya ...
salam dedy ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terima kasih atas kiriman artikelnya, walaupun saya baru bergabung.<br />
mendidik anak tanpa kekerasan itu memang perlu kesabaran. mendidik anak usia dini berbeda dengan usia anak menginjak dewasa, dan ini memang perlu ekstra kesabaran. usia dini ibarat kertas putih, kalau ditulis dg tinta hitam jadilah hitam, bila biru jadilah biru. usia dini sangat cepat menerima apa yg dilihat dan didengar. jangan menjanjikan kepada anak kalau kita tidak bisa memenuhi janji tsb. jgn berkata bohong kepada anak karena anak akan meniru.<br />
teriama kasih atas artikelnya &#8230;<br />
salam dedy &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: galuh</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2006/10/03/mendidik-anak-tanpa-kekerasan/#comment-597</link>
		<author>galuh</author>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 11:11:22 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2006/10/03/mendidik-anak-tanpa-kekerasan/#comment-597</guid>
		<description>&lt;p&gt;wow pak, cerita di atas sangat sangat menyentuh hati saya...dan membuat saya merasa kecil sekali dalam mendidik anak-anak saya. Cerita itu sangat sangat berkebalikan dengan apa yang saya lakukan jika anak-anak saya membaut suatu kesalahan yang pasti selalu saya menyalahkan dan memarahi mereka. Padahal biasanya tetp merek aulangi kesalahan yang sama itu. Btw, pak newsletter dari bapak saya posting di blog saya lho dan jika boleh tiap kali ada newsletter baru akan saya posting terus supaya para orang tua lain juga tahu dan mendapatkan pencerahan dalam mendidik putra putrinya. Mohon maaf tidak meminta ijin sebelumnya.&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wow pak, cerita di atas sangat sangat menyentuh hati saya&#8230;dan membuat saya merasa kecil sekali dalam mendidik anak-anak saya. Cerita itu sangat sangat berkebalikan dengan apa yang saya lakukan jika anak-anak saya membaut suatu kesalahan yang pasti selalu saya menyalahkan dan memarahi mereka. Padahal biasanya tetp merek aulangi kesalahan yang sama itu. Btw, pak newsletter dari bapak saya posting di blog saya lho dan jika boleh tiap kali ada newsletter baru akan saya posting terus supaya para orang tua lain juga tahu dan mendapatkan pencerahan dalam mendidik putra putrinya. Mohon maaf tidak meminta ijin sebelumnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: erlan</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2006/10/03/mendidik-anak-tanpa-kekerasan/#comment-586</link>
		<author>erlan</author>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 05:04:03 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2006/10/03/mendidik-anak-tanpa-kekerasan/#comment-586</guid>
		<description>semakin banyak artikel yang bapak kirim semakin banyak yang tidak saya tidak tau ingin seperti itu tapi kadang saya kehabisan ide untuk tanpa kekerasan walaupun selama ini memang tanpa kekerasan. Terimakasih semoga Allah membarikan kesehatan buat kita semua amin.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>semakin banyak artikel yang bapak kirim semakin banyak yang tidak saya tidak tau ingin seperti itu tapi kadang saya kehabisan ide untuk tanpa kekerasan walaupun selama ini memang tanpa kekerasan. Terimakasih semoga Allah membarikan kesehatan buat kita semua amin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: gede sukanata</title>
		<link>http://www.sekolahorangtua.com/2006/10/03/mendidik-anak-tanpa-kekerasan/#comment-569</link>
		<author>gede sukanata</author>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 06:28:49 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.sekolahorangtua.com/2006/10/03/mendidik-anak-tanpa-kekerasan/#comment-569</guid>
		<description>Saya setuju banget dengan artikel Bpk,STOP KEKERASAN .saya sangat senang sebagai orang tua mendapat tambahan pengetahuan tentang mendidik anak.Terimakasih..

Salam Metta,

Gede</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya setuju banget dengan artikel Bpk,STOP KEKERASAN .saya sangat senang sebagai orang tua mendapat tambahan pengetahuan tentang mendidik anak.Terimakasih..</p>
<p>Salam Metta,</p>
<p>Gede</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
