Dec 30th, 2008 by ariesandi
Tahun 2008 telah berlalu. Pelajaran apakah yang kita petik pada tahun 2008?
Marilah kita menyambut tahun yang baru dengan rencana tindakann yang baru pula. Kita tak bisa mengharapkan sebuah hasil yang berbeda jika kita tetap melakukan satu hal yang sama.
Hal ini berlaku untuk semua aspek kehidupan kita. Jika kita memandang anak-anak kita memiliki masalah tertentu maka sebaiknya kita mengganti pendekatan pada mereka.
SekolahOrangtua.com akan tetap mendampingi Anda - para orangtua Indonesia - untuk mengembangkan wawasan tentang diri kita sendiri dan keluarga.
Nantikan berbagai program pembelajaran terbaru dari SekolahOrangtua.com
Akhirnya segenap team SekolahOrangtua.com mengucapkan :
SELAMAT TAHUN BARU 2009
salam hangat penuh cinta untuk Anda sekeluarga,
Ariesandi dan Team SekolahoOrangtua.com
Beritahu Teman
Posted in News / Berita | 2 Comments »
Dec 30th, 2008 by vdwiyani
Dalam kondisi dunia yang makin banyak memberikan tuntutan, memaksa suami dan istri pergi ke luar rumah untuk bekerja sehingga banyak keluarga kurang memiliki kesempatan untuk menjalin kebersamaan dalam keluarga. Hand phone yang pada awalnya dimaksudkan sebagai sarana untuk memudahkan berkomunikasi sehingga jalinan kebersamaan bisa terjaga, sering berubah menjadi sumber bencana retaknya komunikasi. Padahal, kebersamaan dalam keluarga akan memberikan tambahan energi positif kepada anggotanya.
Kebersamaan? apakah itu?
Kebersamaan yang saya maksudkan dalam hal ini tidak sekedar kehadiran fisik belaka, namun adanya keterlibatan emosi pada seluruh anggotanya. Lihat artikel Kedekatan Fisik Tidak Sama dengan Kedekatan Emosional yang telah ditulis oleh Bapak Ariesandi di situs ini juga. Kebersamaan yang terjalin dengan kualitas yang bagus, tidak akan terpengaruh oleh kuantitas waktunya. Waktu yang hanya 1 jam dapat sangat bermanfaat jika seluruh anggota keluarga benar-benar ikut terlibat di dalamnya dibandingnya waktu sepanjang 12 jam yang hanya dimanfaatkan untuk saling diam atau konsentrasi dengan aktivitas masing-masing.
Beritahu Teman
Posted in Parenting, Artikel | 4 Comments »
Dec 25th, 2008 by ariesandi
Tersenyumlah karena itu akan membuat kita nyaman
Berdoalah karena itu akan menguatkan kita
Berbagilah karena itu akan membuat kita menjadi lebih kaya
Sebarkan kasih sayang karena itu akan membuat kita mengerti arti kehidupan
Segenap team SekolahOrangtua.com mengucapkan :
“Selamat Natal 2008, Semoga Damai Natal menyertai kita semua”
Beritahu Teman
Posted in News / Berita | 5 Comments »
Dec 23rd, 2008 by ariesandi
“Oh, saya hanya seorang ibu rumah tangga”, demikian kata seorang ibu ketika saya tanya apa pekerjaannya.
“Hmm, menarik sekali. Mengapa Anda mengatakan ‘hanya seorang ibu rumah tangga’? Bukankah seharusnya Ibu dengan bangga mengatakan bahwa ibu adalah seorang ibu rumah tangga? Tak ada alasan untuk tidak menjadi bangga karena Ibu adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki peran besar mendukung anak-anak dan suami dalam membangun masa depan”, demikian jawab saya.
“Ah, Bapak bisa saja berbasa-basi. Saya ini kan cuma di rumah. Tidak menghasilkan apa-apa”, kata sang ibu.
“Janganlah mengukur prestasi Ibu dari banyaknya uang yang dihasilkan. Ibu menghasilkan sesuatu yang tak nampak. Ibu mampu menghasilkan dan menjadi sumber cinta yang akan membuat seorang manusia biasa mampu melakukan hal-hal luar biasa dalam kehidupan. Itulah yang dilakukan oleh ibu saya pada diri saya pribadi. Karena cinta beliaulah maka saya mampu menghadapi tantangan kehidupan dan berkarya untuk kehidupan. Ibu saya menyalakan lentera kehidupan saya dengan cinta kasihnya yang tanpa syarat dan begitu tulus. Inilah yang sering dilupakan oleh seorang ibu rumah tangga”, jawab saya dengan penuh kesungguhan.
Beritahu Teman
Posted in Parenting, Artikel | 9 Comments »
Apa hubungannya masa depan saya dan anak-anak dengan gaya saya mengasuh anak? Sebuah pertanyaan yang wajar, jika kita mencermati pernyataan judul di atas. Jika anak kita menjadi orang yang bahagia, tahu apa tujuan hidupnya, menghasilkan karya yang berguna bagi bangsa, tentunya kita turut menjadi bahagia juga kan di masa depan ? Coba bayangkan apabila anak kita tumbuh menjadi orang yang miskin, pemurung, tidak tahu harus bekerja di bidang apa, tidak tahu cara memilih pasangan hidup, tentunya, kita di masa depan akan ikut menjadi tidak bahagia dan mengalami penyesalan seumur hidup, bukan?
Beritahu Teman
Posted in Parenting, Artikel | 8 Comments »
Dec 18th, 2008 by ariesandi
Dear Parents,
Halo para orangtua Indonesia! Salam sejahtera untuk Anda semua!
Pada pesan berikut saya akan mengingatkan sudahkah Anda mengucapkan “Saya menyayangimu, Nak!” pada putra putri tercinta Anda untuk hari ini?
Dan saya juga mengingatkan saat mengucapkan hal tersebut pastikan untuk melakukan kontak mata dan sentuhan fisik.
Hal ini akan membuat mereka senantiasa merasa aman dan berharga yang pada gilirannya akan memicu rasa percaya diri.
Namun hendaknya hal ini juga Anda lakukan pada pasangan Anda. Ya….saat Anda pasangan merasakan cinta itu kembali maka anak Anda pun akan merasakan kebahagiaan tersebut!
Jika Anda ingin mengingat kembali apa yang saya maksudkan silakan baca kembali artikel di sekolahorangtua.com yang berjudul Kedekatan Fisik Tidak Sama dengan Kedekatan Emosional .
Atau lihat kembali bersama pasangan DVD Tangki Cinta yang telah Anda miliki. Hal ini akan mengingatkan kembali betapa pentingnya mengisi tangki cinta orang-orang yang Anda cintai.
Beritahu Teman
Posted in News / Berita | No Comments »
Dec 16th, 2008 by vdwiyani
Tidur adalah waktu yang paling berharga untuk beristirahat. Namun, waktu tidur bisa menjadi waktu terpanjang dan terberat bagi sebagian anak dan orangtua. Bahkan, kualitas tidur bisa menjadi penentu keberhasilan anak di masa-masa berikutnya. Mengapa bisa demikian? Karena aktivitas tidur bisa berpengaruh terhadap rasa percaya diri anak.
Seorang gadis remaja yang mengalami penurunan prestasi, perubahan temperamen, dan mulai suka mencari hal-hal di luar dirinya untuk disalahkan sebagai pelampiasan ketidakpuasan atas sebuah keadaan, bermula dari permasalahan tidur. Benar! Gadis remaja yang sudah duduk di kelas 3 sebuah SMA berasrama mengalami pemutusan emosi dari orangtuanya karena ia selalu tidur bertemankan dengan sang bunda sampai ia lulus SMP. Bisa dibayangkan betapa beratnya melalui masa tidur yang sangat berbeda dengan kebiasaannya selama hampir 15 tahun ia jalani.
Penurunan prestasi, perubahan temperamen, hanyalah sebuah proyeksi dari kegelisahan dan kecemasan yang dialaminya selama masa tidurnya. Bagaimana tidak jika setiap malam ia mengalami tidur yang selalu tidak nyenyak, tiba-tiba terbangun dan tidak bisa tidur lagi, ada ketakutan yang tiba-tiba muncul setiap kali ia merasa sendiri, meski ia sekamar dengan 3 orang rekannya. Kualitas tidur yang buruk membuat si gadis menjalani hidupnya dengan energi yang makin berkurang.
Ketergantungan yang tinggi terhadap sang bunda yang selama ini memberinya rasa aman ketika tidur membuatnya tidak berdaya menghadapi perubahan. Rasa sendirian membuatnya merasa tidak aman dan tidak nyaman, meski sesungguhnya ia masih memiliki teman selama tidurnya, namun, itu tidaklah mampu membuatnya merasa tenang. Perasaan tidak aman dan tidak nyaman menumbuhkan rasa takut, gelisah, cemas, dan berbagai perasaan buruk ketika tidur. Inilah yang membuat kualitas tidurnya menjadi buruk.
Kualitas tidur yang memburuk membuat energi semakin melemah, berpengaruh terhadap daya tangkap dan konsentrasinya dalam belajar. Akhirnya, prestasi menurun. Penurunan prestasi ini disikapi sebagai hal yang menegaskan bahwa dirinya tidaklah semampu ketika berada dekat dengan orangtuanya. Akibatnya, ia menilai bahwa dirinya tidak berdaya jika harus sendiri. Inilah yang kemudian menggerogoti rasa percaya dirinya.
Sebuah kasus terjadi pada anak kelas 4 SD yang kesal terhadap dirinya sendiri karena setiap kali mengikuti evaluasi di kelasnya, ia mendapatkan nilai yang tidak sesuai dengan harapannya. Hal itu bukan disebabkan ketidakmampuannya dalam belajar, tetapi lebih disebabkan keraguan yang selalu muncul setiap kali menuliskan jawaban. Banyak soal yang sudah dijawabnya dengan benar, diganti dengan jawaban yang justru salah. Ini terjadi berulang-ulang sehingga bukan hanya anak tersebut yang kesal tetapi juga gurunya.
Setelah dilakukan analisis terhadap kondisi hidup sehari-hari didapatkan data bahwa masa menjelang tidur adalah masa yang menakutkan bagi si anak dan masa melelahkan bagi sang ibu. Setiap malam sang ibu harus menemaninya, setelah ia tidur barulah sang ibu bisa keluar dari kamar. Itu pun membutuhkan waktu yang cukup lama, sampai dibantu dengan musik untuk mempercepat tidur si anak. Namun, hampir selalu terjadi, tidak lama kemudian si anak berteriak memanggil ibunya, dan kembali ibunya menemani, demikian seterusnya.
Kasus di atas menunjukkan bahwa si anak memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap sang ibu sehingga ia tidak ingin sang ibu beranjak dari sisinya. Menyadari bahwa setiap kali ia tertidur, sang ibu meninggalkannya, membuatnya berusaha untuk tidak terlelap. Bisa dibayangkan, bagaimana kualitas tidur si anak, juga sang ibu. Sungguh sangat buruk. Bahkan, menurut penuturan si anak, ketika di sekolah atau sedang belajar, ia sering membayangkan saat-saat tidur tanpa ibunya di sisinya. Dan seketika itu pula ia merasakan ketakutan. Tentu saja hal itu akan mengganggu aktivitas kesehariannya. Perasaan takut sungguh-sungguh akan mengganggu perkembangan potensi anak. Terlebih ketika ia bisa membandingkan prestasinya ketika tidur bersama sang ibu dan tanpa sang ibu. Ketika itu pula si anak akan merasa bahwa ia tidak akan menjadi kuat dan mampu tanpa bergantung pada sang ibu. Ini juga akan menggerogoti rasa percaya diri anak.
Rasa percaya diri sangat penting bagi siapa saja. Rasa percaya diri yang baik akan menyebabkan seseorang berani berinovasi, berkreasi, mengemukakan pendapat, bahkan berani sukses. Oleh karenanya, orangtua perlu membantu anak agar tumbuh dengan rasa percaya diri yang memadai. Salah satunya bisa dimulai dengan melatih anak tidur sendiri, semakin dini (setelah anak tidak mendapatkan ASI), tentu semakin mudah.
Beritahu Teman
Posted in Parenting, Artikel | 2 Comments »
Dec 12th, 2008 by ariesandi
SekolahOrangtua diwakili oleh Bapak Ariesandi dan Bapak Sukarto pada tanggal 19 November 2008 menyumbangkan dana yang selama ini disisihkan dari hasil penjualan produk pembelajaran kepada anak-anak korban lumpur panas di Porong. Sumbangan sebesar Rp 7.500.000,- diterima oleh Rm. Gani Sukarsono yang bertindak sebagai orangtua asuh bagi mereka. Selama ini mereka belajar di pasar yang diberi sekat seadanya dengan guru yang seadanya pula. “Kami hidup dari bantuan orang lain yang peduli pada nasib anak-anak ini”, demikian kata Rm Gani yang tak jarang harus menyusun acara bazar untuk mengumpulkan dana guna membiayai keperluan sekolah 75 anak asuhnya. 
Rm. Gani mengucapkan terima kasih yang tulus pada seluruh warga SekolahOrangtua atas sumbangan tersebut. Ia mengatakan bahwa semoga ini semua menjadi sebuah berkah bagi kita semua. Sehari-hari Rm. Gani bergelut dengan berbagai aktivitas sosial yang memberdayakan masyarakat yang kurang mampu atau yang benar-benar butuh pertolongan. Beliau bisa ditemui di jl. Widodaren
15 Surabaya.
Beritahu Teman
Posted in News / Berita | 5 Comments »
Dec 11th, 2008 by ariesandi
Tulisan berikut ini adalah sambungan dari tulisan sebelumnya dengan judul yang sama yang telah dimuat di website sekolahorangtua.com juga. Namun kali ini kita akan membahas masalah ini untuk anak berusia 12 tahun sampai 18 tahun atau masa remaja hingga dewasa awal.
Banyak anak-anak remaja menjadi stres saat mereka berhubungan dengan masalah pertumbuhan. Mereka khawatir tentang perubahan tubuhnya, bergelut dengan seksualitas dan jati diri mereka. Anak-anak remaja ini seharusnya dapat membicarakan masalah mereka dan seharusnya sudah mengembangkan kemampuan untuk mencari jalan keluar atas suatu permasalahan. Namun dikarenakan emosi yang dapat berubah dengan tiba-tiba dan keraguan akan keputusan yang penting, mereka memerlukan bantuan khusus dan dukungan dari kita - orang dewasa - terutama kedua orangtua. Fase ini biasanya akan terlewati dengan baik jika di fase sebelumnya orangtua mengembangkan sebuah komunikasi yang baik - yang membangun sebuah harga diri - dengan anaknya.
Beritahu Teman
Posted in Parenting, Artikel | 6 Comments »
Nov 24th, 2008 by ariesandi
Setelah sukses di batch 1 dan 2 bulan November 2008 kali ini SekolahOrangtua.com bekerja sama dengan Mathemagics Klampis Surabaya kembali menghadirkan acara serupa untuk memberikan edukasi pada masyarakat tentang hipnosis, parenting dan masalah belajar pada anak-anak.
Hipnosis adalah salah satu ilmu tertua yang pernah ada. Bisa dikatakan segala komunikasi yang berhasil adalah suatu bentuk hipnosis.
Memahami hipnosis akan membantu kita memahami mengapa kita berpikir dan bertindak seperti sekarang di mana hal ini akan “menarik” jenis kehidupan yang kita jalani. “Setiap akibat memiliki satu sebab spesifik, hilangkan penyebabnya maka hilang pulalah akibatnya”
Workshop ini akan menuntun Anda memahami
- apa itu hipnosis?
- bagaimana pengaruhnya terhadap pembentukan sikap mental dan masa depan anak-anak kita?
- mengapa kita dan anak kita memiliki sikap mental seperti sekarang ini?
- bagaimana prosedur hipnosis?
- bagaimana melakukan hipnosis dalam waktu 3 menit atau kurang?
Beritahu Teman
Posted in Seminar / Events | 9 Comments »