Feed on
Posts
Comments

Bagi yang merayakan, segenap team SekolahOrangtua.com mengucapkan

“Selamat Memperingati Trisuci Waisak 2553 BE/2009″

 dan sebagai hadiah dari segenap team SekolahOrangtua.com  terimalah suatu renungan yang kami sadur dari buku “Membuka Pintu Hati” karya Ajahn Brahm.

Seusai upacara sebuah pernikahan ayah mempelai wanita memanggil menantu laki-lakinya yang baru saja diresmikan pernikahannya.

Ia menyeret sang menantu baru ke pojok ruangan dan mengatakan “Kamu mungkin sangat mencintai anak saya, bukan?” dan si pemuda yang sangat bahagia di hari istimewa tersebut langsung menimpali “Hm, tentu Ayah, saya sangat mencintainya”.

Lalu si mertua melanjutkan ,”Dan mungkin kamu berpikir bahwa dialah wanita paling hebat di dunia”.

“Yeaaa, dia begitu sempurna dalam segala hal. Saya telah memutuskan yang terbaik untuk diri saya dan untuk dirinya”, sambung si pemuda yang hatinya sangat berbunga-bunga.

“Ibu, saya minta saran memilih sekolah untuk anak saya. Ada sekolah A yang unggul di abc. Sedangkan sekolah B, unggul di def. Gimana ya bu ? Mestinya saya pilih yang mana ?”
Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang paling sering diajukan oleh para orangtua. Keinginan mereka untuk memberikan yang terbaik untuk putra putri mereka, mendorong mereka untuk menyeleksi sekolah yang akan dimasuki oleh anak-anak.

Biasanya, ada beberapa fokus perhatian yang dijadikan standar sekolah bagus oleh para orangtua dan yang ajaibnya standar ini dari tahun ke tahun berubah mengikuti perkembangan jaman. 15 tahun yang lalu standar yang digunakan adalah sekolah tersebut haruslah sekolah disiplin (bahkan yang paling sering menghukum siswanya), yang banyak memberikan PR, yang sering memberikan ulangan, sekolah yang mampu meluluskan siswa yang mendapatkan nilai EBTANAS tertinggi atau memenangkan lomba-lomba. 5 tahun berlalu, standarnya kembali berubah, sekolah yang memiliki fasilitas lengkap seperti laboratorium komputer, elektro, fisika, biologi dll merupakan sekolah yang dianggap baik. Ditambah lagi sekolah yang menyeimbangkan IQ dan EQ dianggap sekolah yang bonafit. Era sekarang, standar itu berubah kembali, saat ini sekolah yang bilingual, berkurikulum international atau nasional plus yang dianggap bagus. Sebenarnya, syarat apa sih yang sebaiknya dipenuhi untuk mengatakan sebuah sekolah adalah sekolah yang bagus  ?

“Kenapa anakku mogok sekolah ?”, tanya sepupu saya.
“Anak kamu yang mana ? Yang gede ?”, jawab saya.
“Bukan yang bungsu. Yang 5 tahun.”, sahut sepupu saya.

Hmmm … mendadak timbul pertanyaan dalam diri saya, “mengapa anak usia 5 tahun sudah enggan sekolah?” Rasanya, saat saya kecil dulu, saya suka sekali sekolah TK. Walau belum waktunya sekolah -karena masih berumur 4 tahun -  saya sudah minta sekolah. Akhirnya, orangtua saya mengalah. Saya didaftarkan di sekolah yang dekat dengan rumah dan diterimalah saya di sekolah itu sebagai anak pupuk bawang !

Memang akhir-akhir ini, sering dijumpai anak prasekolah (belum SD) sudah mengalami peristiwa mogok sekolah. Sewaktu saya masih mengajar di TK-PG, saya juga mengalami hal yang sama dengan murid-murid saya. Kebanyakan mogok sekolah ini terjadi pada hari Senin, setelah libur Sabtu dan  Minggu atau setelah liburan panjang. Ada apa ya ?

Motivasi … kata populer dalam mendidik anak-anak - dan juga karyawan. Mulai dari orangtua hingga kepala sekolah, pasti pernah melontarkan kata ajaib ini. “Anak ibu kurang motivasi. Tolong ya dimotivasi di rumah”. Atau “Motivasinya mudah dipengaruhi teman-temannya, jadinya dia sering ikut-ikutan ulah temannya. Tolong diperhatikan ya”. Pernah mendengar himbauan ini ?

Apakah motivasi itu? Menurut kamus Merriam-Webster’s 11th, motivasi adalah sesuatu (seperti kebutuhan atau keinginan) yang menyebabkan seseorang mau bertindak atau bereaksi. Definisi yang baik, bukan ? Karena baiknya, banyak orang yang menggunakannya namun seringkali kelebihan dosis, sehingga menjadi kurang tepat guna.

Ada seorang anak laki-laki yang bernama Brave – lahir di urutan pertama. Pandangan yang beredar di masyarakat menyatakan bahwa seorang anak laki-laki harus mampu tumbuh menjadi anak pemberani dan bisa melindungi adik-adiknya maupun orangtuanya. Namun pada perkembangan anak ini, terjadi penyimpangan. Si anak tumbuh menjadi anak yang takut suasana gelap dan takut suara guntur.

Selamat Tahun Baru Imlek 2560 bagi yang merayakannya.

Semoga tahun kerbau membawa keberuntungan, kesehatan, kebahagiaan, kedamaian hati dan kebijaksanaan baru bagi kita semua.

Dan juga semoga semua kerja keras dan hasil belajar kita untuk menjadi orangtua terbaik bagi anak-anak tercinta kita  makin terlihat nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Salam hangat penuh cinta untuk para orangtua Indonesia dimanapun berada

Ariesandi dan Team SekolahOrangtua.com

Setelah sukses di batch 1 dan 2 bulan November 2008 dan batch 3 di bulan Desember 2008 dan batach 4 di bulan Januari 2009  kali ini SekolahOrangtua.com bekerja sama dengan Mathemagics Klampis Surabaya kembali menghadirkan acara serupa untuk memberikan edukasi pada masyarakat tentang hipnosis, parenting dan masalah belajar pada anak-anak.

Hipnosis adalah salah satu ilmu tertua yang pernah ada. Bisa dikatakan segala komunikasi yang berhasil adalah suatu bentuk hipnosis.

Memahami hipnosis akan membantu kita memahami mengapa kita berpikir dan bertindak seperti sekarang di mana hal ini akan “menarik” jenis kehidupan yang kita jalani. “Setiap akibat memiliki satu sebab spesifik, hilangkan penyebabnya maka hilang pulalah akibatnya”

Workshop ini akan menuntun Anda memahami:

  • apa itu hipnosis?
  • bagaimana pengaruhnya terhadap pembentukan sikap mental dan masa depan anak-anak kita?
  • mengapa kita dan anak kita memiliki sikap mental seperti sekarang ini?

Pertanyaan ini sering ditanyakan orangtua yang memiliki anak usia bawah 5 tahun kepada saya. Munculnya pertanyaan ini berkaitan dengan semakin beragamnya informasi tentang perkembangan anak dan penyimpangannya, sehingga semakin banyak orangtua yang merasa khawatir mengenai tumbuh kembang buah hatinya. Ditambah lagi anak usia demikian, masih belum bisa diajak berkomunikasi dengan lancar karena keterbatasan kosa kata. Ada pengalaman nyata seorang teman saya, ia kerapkali menanyakan mengapa anaknya belum bisa bicara dengan lancar. Usut punya usut ternyata anaknya masih belum genap 2 tahun dan jenis kelamin laki-laki. Ya… wajar saja jika bicaranya masih sepatah 2 patah kata dan memang biasanya perkembangan bahasa anak laki-laki memang lebih lambat dibandingkan anak perempuan. Kekhawatiran itu ternyata tidak terbukti karena sekarang anak itu sudah berusia 4 tahun, tumbuh menjadi anak yang lincah, sehat dan fasih berbicara. Nah.. siapa yang khawatir berlebihan ?

Para orangtua tercinta yang tergabung dalam sekolahorangtua.com tentunya sudah tak sabar ingin tahu lanjutan dari pembahasan tentang gaya pengasuhan bukan? Nah inilah lanjutan pembahasan hal tersebut.

withson2.jpg2. Gaya Pengasuhan Authoritative
Pernahkah Anda mengalami hari pertama masuk kerja? Coba bayangkan jika hari pertama masuk kerja, kita dihadapkan dengan atasan yang ramah menjelaskan segala peraturan serta konsekuensinya, batasan dan harapan kinerja kita di perusahaan tersebut. Selain itu kita juga diberi hak untuk bertanya dan berdiskusi mengenai sumbangan-sumbangan yang dapat kita berikan kepada perusahaan. Bagaimana perasaan dan reaksi kita?

Saat tahu batasan dan harapan terhadap diri kita, maka kita jadi merasa lebih bebas untuk bertindak dan berani memutuskan. Kita menjadi bebas menjadi diri sendiri dan kreatif menyumbangkan saran-saran bagi perkembangan perusahaan. Dan, yang terpenting kita merasa dihargai dan nyaman tumbuh di dalamnya serta mungkin mempercayakan kehidupan finansial kita pada perusahaan tersebut.

Tahun 2008 telah berlalu. Pelajaran apakah yang kita petik pada tahun 2008?

Marilah kita menyambut tahun yang baru dengan rencana tindakann yang baru pula. Kita tak bisa mengharapkan sebuah hasil yang berbeda jika kita tetap melakukan satu hal yang sama.

Hal ini berlaku untuk semua aspek kehidupan kita. Jika kita memandang anak-anak kita memiliki masalah tertentu maka sebaiknya kita mengganti pendekatan pada mereka.

SekolahOrangtua.com akan tetap mendampingi Anda - para orangtua Indonesia - untuk mengembangkan wawasan tentang diri kita sendiri dan keluarga.

Nantikan berbagai program pembelajaran terbaru dari SekolahOrangtua.com

Akhirnya segenap team SekolahOrangtua.com mengucapkan :

SELAMAT TAHUN BARU 2009

 

salam hangat penuh cinta untuk Anda sekeluarga,

Ariesandi dan Team SekolahoOrangtua.com

42_18309157.jpgDalam kondisi dunia yang makin banyak memberikan tuntutan, memaksa suami dan istri pergi ke luar rumah untuk bekerja sehingga banyak keluarga kurang memiliki kesempatan untuk menjalin kebersamaan dalam keluarga. Hand phone yang pada awalnya dimaksudkan sebagai sarana untuk memudahkan berkomunikasi sehingga jalinan kebersamaan bisa terjaga, sering berubah menjadi sumber bencana retaknya komunikasi. Padahal, kebersamaan dalam keluarga akan memberikan tambahan energi positif kepada anggotanya.

Kebersamaan? apakah itu?

Kebersamaan yang saya maksudkan dalam hal ini tidak sekedar kehadiran fisik belaka, namun adanya keterlibatan emosi pada seluruh anggotanya. Lihat artikel Kedekatan Fisik Tidak Sama dengan Kedekatan Emosional yang telah ditulis oleh Bapak Ariesandi di situs ini juga. Kebersamaan yang terjalin dengan kualitas yang bagus, tidak akan terpengaruh oleh kuantitas waktunya. Waktu yang hanya 1 jam dapat sangat bermanfaat jika seluruh anggota keluarga benar-benar ikut terlibat di dalamnya dibandingnya waktu sepanjang 12 jam yang hanya dimanfaatkan untuk saling diam atau konsentrasi dengan aktivitas masing-masing.

Older Posts »

Close
E-mail It